
Siang nya mereka terlihat berkumpul diruang makan untuk santap siang bersama. Meena juga ikut makan siang bersama keluarganya, mood nya jauh lebih baik saat ini. "Loh kalian kompakan pakai kaos turtle neck ? Momy dan yang lain nya juga gitu ?" Meena akhirnya membuka suaranya saat melihat semua nya memakai kaos turtle neck saat siang hari.
"Hehehe....kami hanya merasa kurang sehat saja." Ujar Dady Pratap beralasan." Itu benar, kakek merasa kurang enak badan seharian ini." Manohar ikut membenarkan alasan yang Pratap berikan." By, setelah ini aku ingin bertemu Yuvi, boleh ?" Ucap Mohini yang bertanya pada suaminya." Boleh, sekalian kita bawakan dia masakan favoritnya." Jawab Charlie sambil mengunyah makanan nya.
"Jendra boleh ikut tidak ?" Tanya Jendra dengan wajah imutnya. Charlie dan Mohini kompak mengganggukan kepala mereka.
Setelah makan siang usai, Charlie dan seluruh keluarganya mendatangi tempat Yuvi ditahan saat ini. "Yuvi...momy senang kau baik baik saja disini. Momy sangat mencemaskan mu, Nak." Ujar Mohini dengan berderai air mata manakala melihat putranya berdiri dihadapan nya kini.
"Momy jangan menangis, Yuvi pasti pulang ke rumah." Yuvi memeluk Mohini tangan nya terlihat mengelus pundak momy nya yang menangis tersedu sedu." Kakak....aku rindu bermain bersama mu." Ujar Jendra yang ikut bersedih." Hey, jangan sedih. Ini hanya sebentar." Yuvi menenangkan Jendra dengan menggendong nya serta mengecup nya beberapa kali.
"Aku akan membebaskan mu saat persidangan nanti, kak." Ucap Jendra dengan sungguh sungguh. "Kakak akan menunggu untuk itu." Jawab Yuvi sambil tersenyum. Mereka sengaja tak memberitahu rencana yang sudah disusun tadi pagi agar tak ada pihak luar yang mengetahui nya." Ini, momy bawakan nasi goreng favorit mu." Mohini menyodorkan kotak bekal yang berisi nasi goreng keju kepada Yuvi." Terimakasih, Mom." Yuvi segera membukanya dan melahap habis nasi goreng nya.
"Momy akan bawakan chicken tandoori dan kulfi untuk mu besok." Ucap Mohini lagi sebelum ia dan yang lain nya keluar dari ruang jenguk tahanan. Setelah menjenguk Yuvi, mereka pulang ke mansion dady Pratap.
"Charlie, sepertinya ayah akan menunda honey moon ayah dan mami untuk pergi ke Yunani minggu ini." Ucap Manohar saat tengah mengobrol santai dengan Charlie ditaman belakang mansion ini." Jangan, kalian pasti sudah mempersiapkan perjalan ini dengan baik bukan ? Jangan dibatalkan ayah." Charlie menyanggah ucapan ayah nya yang berniat menunda honey moon nya.
"Memang, tapi ayah sudah bicarakan ini dengan mami mu dan dia setuju dengan keputusan ini. Kami hanya ingin memberimu support penuh saat menghadapi persidangan nanti." Ucap Manohar yang menepuk nepuk bahu kekar anak nya." Maaf, karena kasus ini ayah batal honey moon dengan mami." Ucap Charlie sendu.
"Ini bukan salah mu atau Yuvi, ayah dan mami sudah memutuskan ini jauh jauh hari. Jangan merasa bersalah, Nak." Manohar kemudian memeluk anak nya dengan erat, Charlie terlihat menangis dipelukan ayah nya." Menangislah jika kau ingin menangis." Manohar mengusap usap punggung Charlie yang bergetar akibat menangis sesegukan dipelukan nya.
"Aku sayang Ayah." Ucap nya setelah melepaskan pelukan nya sejenak." Ayah lebih menyayangi mu, putraku." Balas Manohar membalas perkataan anaknya itu.