Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Menginap di Mansion Pratap



Karena hari sudah sore, Manohar dan Rhea memutuskan untuk menginap di mansion milik Pratap. Dady Pratap sengaja menyuruh besan nya ini untuk menginap di mansion nya sementara waktu hingga semuanya baik baik saja. Baik Pratap maupun Manohar keduanya terlihat akrab satu sama lain, begitupun dengan Rhea dan Shamita mereka bahkan sedang asik bercengkrama diruang keluarga.


"Apa perasaan mu setelah menikah dengan Manohar ?" Tanya Shamita penasaran. "Sangat bahagia, Manu adalah pria baik dan sangat romantis." Jawab Rhea sambil senyum senyum sendiri." Wah...pasti malam pertama kalian sangat menyenangkan, ya ?" Seloroh Shamita hingga membuat wajah Rhea memerah menahan malu." Yeah, Manu benar benar tahu cara menyenangkan istrinya diatas ranjang." Ujar Rhea yang malu malu.


"Sama, Pratap juga begitu. Dia membuatku ketagihan dengan hujaman hujaman nya yang sangat nikmat." Kata Shamita yang tanpa rasa malu saat menceritakan nya." Aku juga, Manu sangat hebat untuk itu...apalagi tongkat milik nya besar dan berurat." Ucap Rhea yang membuat nya mupeng sendiri saat menceritakan tongkat sakti favoritnya." Wahh...kau pasti sering mengulum nya kan ?"


"Yup, bahkan aku membuat Manu sampai tak kuat menahan lahar panas nya dan menyemburkan nya didalam mulut ku."


"Apa posisi bercinta yang kau sukai ?" Tanya Shamita lagi." Tentu saja WOT dan DG. Style." Ujar Rhea menjawab pertanyaan Shamita." Pasti rasanya lebih hot, milikmu terasa penuh dan sesak saat tongkat itu masuk."


"Ya, rasanya sangat nikmat. Aku bahkan bisa mengalami empat kali pelepasan saat melakukan nya dengan Manu."


"OMG !! Ternyata stamina Ayah sangat kuat." Ujar Mohini yang tak sengaja mendengar obrolan keduanya. "Sini, sayang. Kita ngobrol ngobrol." Ujar Shamita yang mengajak putrinya untuk bergabung. Mohini menurut dan duduk diantara mereka berdua.


"Oh ya, twins mana ?" Ujar Rhea yang tak melihat cucu kembarnya sedari tadi." Twins masih mandi, Mam." Jawab Mohini," kalian tadi ngobrolin apa sih ? Kok, mami bilang Ayah sangat hebat masalah ranjang ?" Tanya Mohini yang penasaran tentang apa yang mereka bicarakan tadi." Kami hanya cerita tentang pengalaman kami saat berada diatas ranjang." Jawab Shamita lagi. Nampak nya ibu dan anak ini memang kompak bila membicarakan hal frontal seperti ini.


"Kalau Charlie bagaimana ?" Tanya Rhea pada Mohini. Mohini mengerutkan dahinya, berusaha memahami maksud pertanyaan mami nya ini.


"Apa dia sangat hebat saat diranjang ?" Shamita juga ikut penasaran akan stamina dari menantunya itu.


"Oh ya ampun...Charlie sangat kuat, Momy! Dia bahkan membuatku mengalami pelepasan berkali kali." Ungkap Mohinin tanpa rasa malu saat menceritakan pengalaman nya diatas ranjang." Pasti milik suami mu itu besar seperti tongkat base ball." Ujar Rhea asal menebak ukuran senjata milik suami putri sambung nya.


"Pastinya ! Sangat besar dan sangat berurat." Ujar Mohini lagi," Mami tau, dengan menceritakan nya saja membuat bagian bawahku berkedut." Ucap Mohini yang merasa bagian bawah nya berkedut akibat membayangkan milik suaminya yang berukuran jumbo tersebut.


"Hahahahaha...sepertinya putri kita ini ingin main jungkat jungkit lagi dengan suaminya." Tawa Rhea pecah akibat perkataan frontal dari putrinya ini." Kalau begitu kau harus menuntaskan nya, akan tidak nyaman kalau kau menahan nya." Ujar momy Shamita mengompori anaknya.


"Pakailah lingerie terbaik mu, kita lihat apakah Charlie sanggup melihatmu memakai itu." Rhea justru mengusulkan ide yang cukup menantang untuk dilakukan.


"Mami yakin, aku rasa Charlie sedang sibuk saat ini. Dia sedang menghubungi pengacara terbaik untuk membaskan Yuvi dari penjara." Ucap Mohini tak yakin untuk menjalankan aksinya ini." Lakukan saja, anggap ini sebagai asupan untuk bekal pertempuran nanti." Ujar Shamita menimpali. Rhea menggangguk setuju dengan ucapan Shamita barusan.


Dirinya juga melakukan cara yang sama agar suaminya ini lebih bersemangat untuk menghadapi pertempuran yang sudah didepan mata.


Di kamarnya, Mohini kebingungan mencari lingerie yang pas untuk dipakainya kali ini. Setelah lama mencari, Mohini menemukan lingerie favorit suaminya. Lingerie merah yang sangat tipis menjadi favorit sang suami sudah dipakainya. Kemudian ia memakai jubah mandinya agar Charlie tak mengetahui penampilan nya saat ini.


Mohini memutuskan menghampiri Charlie diruang kerjanya yang berada disebelah kamar mereka. Melalu connecting door, Mohini masuk dan mengagetkan Charlie dari belakang." Astaga honey !! Kau mengejutkan ku saja." Charlie mengelus dadanya, setelah ia dikagetkan oleh Mohini dari belakang apalagi saat ini


"Ada apa, sayang ? Tumben sekali kau datang kesini." Ujar Charlie yang heran saat Mohini menghampirinya ke ruang kerja. "Memang nya aku tidak boleh kesini ?" Tanya Mohini yang langsung merubah mimik mukanya seloah bersedih atas perkataan Charlie." Tidak, bukan begitu honey...aku senang jika kau datang kemari." Charlie berkata mengulas senyum dengan tangan yang mengelus kepala istrinya penuh cinta. Mohini melingkarkan tangan nya di leher sang suami. Pandangan nya tak lepas dari wajah tampan Charlie.


"Kenapa melihat ku seperti itu ?" Tanya Charlie," kau sangat tampan, by." Ujar Mohini malu malu." Aku memang tampan dari dulu." Sifat narsis Charlie pun keluar kala dipuji oleh istrinya.


CUP


Mohini secara tiba tiba mengecup bibir sexy milik Charlie, Charlie terkejut melihat tingkah istrinya ini. Cukup lama keduanya bertukar saliva, hingga akhirnya Charlie tertarik membuka jubah mandi yang dikenakan istrinya. Alangkah terkejutnya ia manakala melihat aset sang istri nampak begitu menggoda.


"Astagaa!! Kau ingin menggoda ku dengan baju ini ?" Charlie memijit pelipis nya dan terduduk kembali di kursi nya." Hubby tidak suka ya ?" Mohini kesal sekaligus malu dan menyesal sudah mengikuti arahan mami nya tadi. Saat ia hendak meninggalkan Charlie, tangan nya langsung dicekal oleh sang suami.


"Sudah membuatku on fire mau pergi seenaknya !" Bisik Charlie dari belakang sambil menggerayangi leher mulus Mohini. "Eenghh...byy..."Mohini mendesah saat Charlie memberi kissmark dilehernya. Charlie langsung membalik tubuh sang istri agar berhadapan dengan nya.


"Mmppssh...mmphh.." Charlie membungkam mulut istrinya dengan ciuman memabukkan nya. Mohini sekuat tenaga mengimbangi kemampuan suaminya,Charlie mengangkat tubuh istrinya yang ringan seperti anak koala. Charlie lantas membuang kertas kerta yang berserakan diatas meja nya kesembarang arah, setelah bersih ia menggeletakan Mohini diatas meja kerjanya.


Charlie langsung mengungkung sang istri dalam dekapan nya," nyep nyep hap nyep." Charlie menghisap sari sari dari biji ketapang favorit nya seperti anak bayi yang kehausan." Akh...pelan by..."Mohini menjerit kecil ketika dirasa suaminya menggigit ****** nya terlalu kuat.


"Sorry, kau terlalu nikmat sayang." Ucap Charlie sedikit mengurangi keganasan nya. Mohini mengapitkan kaki nya ke tubuh Charlie,"kau harus dihukum, honey." Ucap Charlie berbisik ditelinga Mohini." Aku menantikan hukuman mu, Charlie." Balas Mohini berbisik, tangan nya kini dikalungkan tepat dileher sang suami.


"Kau nakal sekali !" Ucap Charlie menggeram menundukan kepala dan kembali ******* bibir sexy istrinya. Dan pertempuran pun tak dapat terelakan lagi. Hampir 3 jam mereka berbagi peluh bersama, dua jam mereka habiskan di ruang kerja Charlie dan sisa nya berakhir di ranjang kamar mereka.


VISUAL


Ruang Kerja Charlie