Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Keinginan Bumil



Siang harinya Shamita terbangun dari tidur nya karena rasa lapar yang luar biasa." By...bangun." Mom Shamita menggoyang goyangkan lengan sang suami yang masih tidur pulas.


"Ada apa, Mine ? Kau ingin sesuatu ?" Ucap Dady Pratap yang baru saja membuka matanya." Aku ingin makan pancake buatan mu." Mom Shamita menatap wajah sang suami dengan manik puppy eyes nya.


"Yeah, sebagai dady dan suami siaga maka akan ku buatkan pesanan mu." Dady Pratap mengacak rambut Shamita saking gemas nya." Terimakasih, Hubby." Mom Shamita mengecup pipi suami nya sebagai bentuk terimakasih.


"Satu nya belum." Ujar dady Pratap sambil menunjuk ke pipi kanan nya yang belum dicium oleh Shamita. Shamita pub menurut dan mencium pipi kanan suaminya itu.


Dady Pratap juga mom Shamita memutuskan untuk mandi bersama, hanya mandi saja karena mom Shamita sudah sangat lapar kali ini.


Dan disinilah dady Pratap sekarang, wajah nya sudah belepotan tepung belum lagi ia harus membalik pancake yang sudah matang sebelum kudapan itu berubah gosong. Sementara mom Shamita hanya melihat dari kejauhan saja, dady Pratap memang sengaja menyuruh istrinya untuk duduk saja tanpa membantu nya.


"Dady ? Dady masak ?!" Dady Pratap terkejut melihat kedatangan Mohini dan Charlie yang baru saja pergi ke pesta pernikahan teman bisnis Charlie.


"Hehehehe...hebat kan ? Dady gini gini jago masak loh !" Ujar dady Pratap memamerkan skill masak dadakan yang baru ia kuasai sepuluh menit yang lalu." Hmm...pasti ini karena permintaan momy kan ?" Dady Pratap menggangukan kepala saat sang menantu bertanya seperti itu.


"Dulu aku juga mengalami nya saat Mohini hamil, untung nya aku sudah biasa memasak makanan sendiri." Ucap Charlie lagi yang masih ingat saat Mohini minta dibuatkan Shakshuka oleh nya.


"Tapi, dady senang melakukan nya demi momy juga calon adik kalian." Pungkas nya sembari meletakan sepiring pancake yang masih hangat di depan sang istri." Hmm...wangi nya lezat, pasti rasanya enak." Gumam mom Shamita saat akan menyendokan pancake itu ke mulut nya.


Sesuai dugaan nya, pancake yang dibuat oleh dady Pratap memang sangat lezat. Meski baru mencoba tetapi, rasanya cukup enak." Bagaimana rasanya ? Pasti sangat buruk ?" Ucap dady Pratap yang pesimis dengan hasil karya nya itu.


"Kau bercanda ya ?! Ini sangat lezat, pancake buatan mu malah lebih enak dari yang biasa ku beli di cafe." Jawab mom Shamita sambil terus menyendokan pancake yang dihiasi dengan taburan gula halus juga irisan buah diatas nya.


Dady Pratap yang tak percaya cepat mengambil sendok yang dipakai istrinya, dengan ragu ragu ia memasukan pancake itu ke mulut nya." Woah ! Rasanya lumayan enak ternyata !" Ujar Dady Pratap kegirangan, ternyata the power of kepepet itu nyata dan dady Pratap sudah membuktikan nya. Hanya berbekal video youkiube ia sukses membuat pancake yang lezat seperti ini.


"Wahh sepertinya dady sudah jago memasak !" Mohini turut memuji keahlian sang dady hari ini." Hehehehe...kau bisa saja." Dady Pratap membalas dengan mencium kening putri sulung nya itu.


"Tapi sepertinya dady tidak ikut menonton, dady ingin menemani momy kalian di mansion." Ucap dady Pratap yang tak bisa hadir saat malam pertandingan nanti. Charlie tersenyum kearah dady nya itu.


"Tak masalah, ayah juga tidak ikut nanti. Aku paham dady harus ekstra menjaga momy dan ayah juga harus menjaga mami. Aku akan tetap pergi dengan Mohini dan anak anak." Jawab Charlie bijaksana, sebagai pemilik club dirinya ingin memberi dukungan langsung pada tim nya.


"Yaa...kalian pergi saja, dady dan momy akan melihat nya dari televisi di mansion." Balas mom Shamita menimpali obrolan kedua nya. Sebenarnya dady Pratap ingin mengajak istrinya menonton pertandingan secara live di stadion, namun mengingat kandungan mom Shamita yang masih rawan dady Pratap mengurungkan niat nya.


Kringgg kringg


Dering telfon dari ponsel Charlie menjeda sejenak obrolan mereka." Hai, prince nya dady !" Ucap Charlie begitu tahu Jendra yang menghubungi nya saat ini." Dady...Jendra rindu dady dan momy." Jendra mengerucutkan bibir nya dan itu membuatnya bertambah menggemaskan.


"Besok kan Jendra pulang ke mansion." Balas Charlie lagi." Sayang nya momy...momy kangen loh." Gantian Mohini yang berbicara pada Jendra." Jendra juga kangen momy, kakak, twins, opa dan oma." Jawab nya dengan suara terimut nya.


"Dady...Jendra boleh minta sesuatu ?" Tanya Jendra pada dady nya, ia sudah mantap dengan keinginan mengajak Alona pergi bersama." Minta apa ?" Balas Charlie dengan lembut, Charlie tahu putranya ingin sesuatu dan itu bukan barang.


"Bisakah Alona ikut dengan kita ke stadion Kolkata nanti, dia terlihat ingin menyaksikan pertandingan itu secara live dan karena itu aku ingin mengajak nya. Boleh kan, dady ?" Charlie mengulum senyum begitu pula dengan yang lain. Untuk pertama kali nya Jendra meminta hal yang bukan untuk dirinya sendiri pada Charlie.


"Boleh, kau bisa mengajak Alona dan keluarga nya nanti. Dady akan kirim tiket VVIP nya ke email mu." Ujar Charlie yang sebenar nya sudah diberitahu oleh sang ayah bahwa Jendra ingin mengajak Alona dan keluarga ke Kolkata.


"Terimakasih, terimakasih banyak dad. Kau yang terbaik, dady !" Jendra sangat senang mendengar perkataan dady nya barusan." Hahaha...dasar bocah kecil." Ucap Charlie sebelum telfon nya dimatikan oleh Jendra.


VISUAL


Pancake buatan Dady Pratap