Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Sang Dewa Poker Beraksi



Malam hari nya setelah makan malam, keluarga Khan terlihat bersantai di sebuah ruangan yang berisi meja billiard, dan kursi santai.


Di meja bilyard Aryan dan Jendra sudah berhadapan, malam ini Aryan menantang Jendra untuk bermain kartu. Hal itu langsung diterima oleh Jendra, karena diam diam Charlie mengajari nya permainan orang dewasa. Seperti kartu, bilyard, cassino, dan domino.


Semua permainan tadi sudah dikuasai oleh Jendra, bahkan kehebatan bocah itu nyaris menyamai dady nya sendiri. Dan satu hal yang pasti, Jendra tidak pernah kalah dalam taruhan apa pun. Dia pasti akan memenangkan hadiah nya.


"Kau seperti seorang mafia malam ini." Ucap Aryan saat melihat tampilan Jendra yang mengenakan setelan jas serba hitam ditambah dengan topeng yang menutup separuh wajah nya.


"Bukan mafia kak, dia seperti Papa di film Jawan." Ralat AbRam membenarkan perkataan kakak nya tadi.


"Apa kau ingin bertaruh ?"


"Bertaruh ? Kau serius ?"


"Dady ku mengatakan jika permainan akan lebih seru saat ada hadiah nya. Jadi, kau ingin bertaruh apa dengan ku ?"


"Begitu ya ? Bagaimana kalau mobil Ferrari ku ? Kau bisa memiliki nya jika kau menang." Aryan dengan mudah nya menjadikan mobil yang ia beli sendiri sebagai bahan taruhan.


"Menarik." Gantian Jendra yang melepas jam tangan canggih nya," Jam ini nilai nya setara dengan Rolls Royce milik uncle Shahrukh." Jendra menaruh jam nya di tengah tengah meja bilyard.


"Kita mulai sekarang." Aryan menyerahkan kartu nya pada Jendra, membiarkan bocah itu untuk mengocok kartu kartu tersebut.


Jendra dengan mudah nya mengocok kartu itu, bahkan ia sedikit memamerkan keahlian nya dalam mengocok dua kartu dalam satu tangan.


Shahrukh bahkan sampai berdiri dari duduk nya begitu melihat trik paling sulit dalam kocokan kartu. Itu mengingatkan nya pada karakter nya dalam film DON, dimana ia berperan sebagai mafia kelas kakap yang diincar seluruh dunia.


"Oh God ! Dimana kau belajar itu ?" Tanya Shahrukh mendekat pada Jendra.


"Dari mu uncle, aku melihat trik ini dalam film Baadshah dan film DON." Ucap Jendra santai.


"Berapa lama kau belajar trik ini ?"


"Hanya cukup 1 hari, Uncle."


"Apaaa !!! Aku bahkan menghabiskan 3 bulan untuk trik ini." Shahrukh benar benar terpukau dengan kehebatan bocah kecil ini.


"Dady mengajariku semua trik dalam bermain kartu. Oh, yang satu ini jangan beritahu momy ku, ya ?"


"Kau takut dimarahi momy mu kan ?" Goda Aryan sambil terkekeh.


"Hehehe...aku takut dady kena marah momy nanti."


"Ayo, kita mulai saja." Jendra mulai membagi kartu kartu itu sebelum memulai permainan.


"Tuan kecil kami pasti akan mengalahkan mu." Celetuk Jack yang biasa menemani Jendra kalau bermain kartu dengan Charlie di ruang bawah tanah.


"Yeah, dia itu tidak pernah–" Jendra membungkam mulut Black yang akan mengatakan bahwa dia tak pernah kalah dalam taruhan.


"Sstt...jangan berisik uncle." Ucap nya seraya menempelkan jari telunjuk di bibir nya.


"Baik, Tuan." Jawab kedua nya patuh.


Putaran demi putaran mereka lalui, Jendra sengaja membiarkan lawan nya menang dengan mudah. Tapi, diputaran terkahir dia takkan melepas mangsa nya dengan mudah.


Aryan yang merasa mampu mengalahkan Jendra kembali menaikan jumlah taruhan nya." Kau bisa memiliki teleskop jarak jauh milik ku." Ucap nya yang mulai merasa diatas angin saat ini. Jendra tersenyum smirk mendengar nya. Sepertinya darah keturunan mafia mengalir kental pada seluruh anak laki laki keturunan Sharma.


"Calm down buddy, jangan tergesa gesa atau kakak akan menyesal." Jendra berusaha memperingati lawan main nya agar tak tergesa gesa mengambil keputusan.


"Tidak, aku tidak mungkin menyesali nya."


"Baiklah, kalau kakak yakin." Balas Jendra seraya melepaskan jam tangan yang bertengger di tangan kanan nya.


"Wah, jam nya keren." Celetuk Suhanan yang melihat betapa keren nya jam tangan bergaya futuristik itu." Apa hebat nya jam itu ?" Tanya AbRam penasaran dibuatnya.


Jendra memakai kembali jam nya, lalu menekan layar jam tangan itu tepat ditengah nya. Dan sesuatu pun terjadi, jam itu berubah menjadi tangan robot yang melapisi tangan milik Jendra.


"Wooowww !!! Mirip seperti jam tangan iron man dalam film nya civil war !" AbRam langsung mengenali nya saat melihat desain tangan robot yang persis seperti super hero kesukaan nya.


"Hahahaha...ternyata kau mengenali nya. Dia adalah JARVIS, robot yang baru selesai aku ciptakan." Ucap nya bangga." Dan ini nilai nya melebihi harga mansion kalian. Dia adalah proyek termahal ke dua yang pernah ku buat." Semua orang kaget begitu mendengar bahwa nilai dari jam tangan super itu lebih dari 200 crores, pasal nya harga mansion ini bila ditaksir bisa mencapai 200 crores.


"Kedua maksud nya ?" Ujar Gauri meminta penjelasan lebih.


"Proyek pertama ku yang bernilai sangat mahal adalah SABER 606. Proyek ini menelan hampir 600 crores saat itu, beruntung nya pemerintah merespon baik adanya SABER 606 yang dapat membantu kinerja para tentara kita." Jelas nya mengenang saat saat ia dan Raj sering begadang untuk menyempurnakan sistem robot tempur mereka.


"Boleh aku menyetel lagu favoritku ?" Tanya Jendra sebelum memulai permainan nya. Aryan menggangguk memperbolehkan Jendra menyetel lagu kesukaan nya.


"Uncle, tolong ya." Titah Jendra menoleh pada Jack yang sigap menyetelkan musik kesukaan tuan nya. Musik rock pun terdengar dari sebuah speaker mini yang selalu Jack bawa.


Alangkah terkejut nya Shahrukh dan keluarga begitu mendengar musik yang tak asing bagi mereka, khusus nya untuk Shahrukh sendiri. Ya, ternyata musik favorit Jendra adalah musik rock yang menjadi title track dari film terbaru nya. Dinyanyikan oleh rapper terkenal yakni, Raj Kumari.


Bahkan saking suka nya Jendra dengan musik ini, ia sampai hafal tawa jahat Shahrukh yang juga ada dalam lagu ini.


"Haha...hahaha...Ready ?!" Ucap nya dengan suara yang sangat mirip seperti sang aktor legenda itu.


Ketiga anak Shahrukh terkesikap mendengar suara Jendra yang sangat mirip seperti suara ayah mereka.


Jendra membiarkan Aryan menunjukkan lima kartu yang tersisa saat ini. Dan menjelang bagian reff dari lagu tersebut, Jendra mengeluarkan kartu nya.


Senyum kemenangan tercetak jelas di bibir bocah kecil ini manakala ia berhasil membuat lawan nya kalah telak dengan nya. Itu karena Jendra mengeluarkan kartu royal flush milik nya, dimana deret kartu ini adalahyang tertinggi dalam permainan poker.


"Benarkan apa yang kami bilang tadi ? Tuan kecil pasti menang malam ini." Celetuk Black dari belakang.


"Yeah, dia tidak pernah kalah dalam taruhan apa pun." Timpal Jack.


"Uncle, berikan aku soda." Black segera melempar sekaleng soda dingin dan langsung ditangkap oleh Jendra tanpa memperhatikan arah datang nya kaleng.


"Thanks, uncle Black." Jendra meneguk minuman kaleng itu hingga tandas. Mohini memang memperbolehkan Jendra mengonsumsi soda atau minuman kakeng lainnya, tapi hanya 3 kaleng dalam seminggu. Dan ini adalah kaleng terakhir yang bisa Jendra minum, setelah nya ia tidak minum soda sampai minggu berikut nya.


"Jendra, kau hebat sekali !"


"Benar, tadi itu sangat keren." Timpal AbRam.


"Hehehehe...yang tadi itu biasa saja kok." Balas Jendra merendah.


"Mereka benar, kau sungguh hebat. Permainan mu mengagumkan." Aryan juga ikut memuji keahlian Jendra dalam bermain poker.


"Kak Aryan bisa saja."


"Hmm...untuk taruhan nya ?"


"Yang tadi aku tidak serius kok. Jadi, barang barang itu tetap milik kak Aryan."


"Kau serius ?"


"Tentu saja serius. Aku justru punya sesuatu untuk mu."


"Sesuatu apa ?" Jendra terlihat mengambil sesuatu dari dalam koper merah nya.


"Kalung anjing ?" Aryan mengernyit heran saat melihat benda yang ditunjukkan Jendra padanya.


"Hey ini bukan kalung biasa. Akan ku perlihatkan maksud ku tadi." Jendra tampak memasangkan kalung itu ke anjing peliharaan mereka. Kalung itu pun sukses melingkar di leher anjing jenis golden retriever.


"Siapa nama mu, anjing manis ?" Jendra melontarkan pertanyaan pada hewan tersebut, membuat semua nya keheranan bagaimana mungkin seekor anjing bisa menjawab pertanyaan manusia.


"Guk. Aku Rion." Jawab anjing itu yang suara nya terdengar dari kalung di leher nya.


"God ! Bagaimana mungkin ?!"


"Kalung ini dilengkapi chip pintar yang bisa mentranslate bahasa hewan juga melacak keberadaan nya jika dia hilang, Uncle. Jadi, kalian bisa berkomunikasi dengan anjing kalian ini."


"Woahhh !!! Jendra kau barusaja mewujudkan harapanku." Sorak AbRam kesenangan.


VISUAL


Penampilan Jendra ( anggep aja kaya gini )



Kalung Pintar untuk Hewan



Meja Billiard