
Malam minggu adalah malam nya untuk anak muda, mungkin kata itulah yang dapat menggambarkan apa yang Aryan dan kawan kawan lakukan malam ini. Berkumpul disebuah kapal pesiar yang sudah mereka siapkan, kemudian meneguk segelas wine dengan penuh kemenangan dan dilanjutkan acara menari yang sangat heboh.
Sesuai janjinya, Yuvi dan Meena datang keacara sang kakak. Yuvi yang mengenakan hoodie biru muda langsung menghampiri Aryan di meja bar. "Hey Yuv ! Akhirnya kau datang juga." Ujar Aryan sambil meminum coctail nya," ini, minumlah segelas wiskey ini." Aryan menyodorkan gelas kecil berisi cairan wiskey pada Yuvi.
Yuvi kemudian mengambil dan menenggak habis isinya, Yuvi dan Meena memang sudah dibebaskan untuk mengonsumsi minuman keras oleh Charlie namun, dalam separuh takaran saja. Dan jika mereka sampai mabuk, mereka tak boleh pulang ke mansion dan harus menginap di apartemen Charlie.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan keduanya, dan berjalan mendekati salah satu pelayan yang bertugas diatas kapal." Pergi, dan masukan ini kedalam saku milik pria yang disana." Titah orang misterius itu pada si pelayan. "Tapi tuan, ini barang ilegal. Saya tidak berani." Si pelayan berusaha menolak namun dengan cerdik pria ini menyodorkan beberapa lembar uang," ini untuk mu, kerjakan apa yang aku minta dan jangan beritahu siapa pun. Kalau kau nekat, aku akan membunuh keluarga mu." Ucap nya berbisik ditelinga orang suruhan nya yang sudah ketakutan mendengar ancaman nya.
"I-iya tuan. Saya akan kerjakan." Si pelayan pun berlalu sambil membawa nampan berisi segelas champagne kearah Yuvi dan Aryan. Perlahan ia mulai mendekati keduanya dan dengan sengaja menabrakan dirinya hingga gelas itu jatuh dan isinya tumpah ke hoodie yang Yuvi pakai. "Kau ini bagaimana sih ! Hoodie ku kotor gara gara ulahmu tahu !" Geram Yuvi saat melihat hoodie kesayangan nya penuh noda champagne. "Maaf kan saya tuan, biar saya bersihkan hoodie nya." Pelayan tersebut terlihat memasukan sesuatu kedalam saku hoodie saat ia membersihkan nya.
"Sudahlah ! Lain kali hati hati." Ucap Yuvi yang kasihan melihat pelayan tersebut ketakutan membersihkan hoodie milik nya. "Saya minta maaf tuan, kaki saya tergelincir barusan. Maafkan saya tuan." Sang pelayan bahkan meminta maaf berkali kali pada Yuvi akibat perbuatan nya tadi. Yuvi mengangguk dan membiarkan nya pergi tanpa menaruh curiga sedikit pun padanya.
Sementara itu di mansion milik Manohar, terlihat Manohar sedang menghabiskan waktu nya bersama Rhea diruang bioskop miliknya sendiri. Mereka asik menonton film romantis yang membuat Rhea menjadi tersentuh melihatnya, lain lagi dengan Manohar yang justru mupeng saat melihat adegan kissin* yang dilakuan si pemeran pria dalam film itu.
Manohar segera menarik lembut dagu Rhea, hingga wajah keduanya berjarak sangat dekat. Perlahan dia mendekatkan bibirnya dan langsung melu***bibir sexy istrinya. Rhea bahkan ikut terhanyut dalam permainan lidah sang suami yang begitu profesional. Setelah nya Manohar melepas begitu saja tautan bibirnya, ia sebetul nya sangat ingin bermain jungkat jungkit dengan Rhea tapi dirinya ingin Rhea lah yang mengajaknya duluan.
Rhea yang terlanjur menikmati pun harus kecewa karena sang suami tak meneruskan permainan nya. Jujur saja, saat ini Rhea merindukan belaian sang suami, bahkan bagian bawahnya sudah berkedut akibat ci vman mereka tadi. Akhirnya Rhea pun balik menci vum bibir suaminya dengan rakus, bahkan ia langsung membuka kaos suaminya yang memperlihatkan dada bidang nya yang menggoda iman itu.
Rhea mulai memberi kissmark diarea leher dan di dada sang suami." Aahkk...kau nakal sekali." Manohar tak bisa menahan auman nya saat tangan istrinya mulai meraba raba tongkat saktinya." Aku ingin, Manu. Malam ini aku milikmu hubby." Bisik Rhea dengan sensual di telinga suaminya, membuat Manohar makin tak bisa mengendalikan dirinya. Dirasa Rhea sudah sangat agresif padanya, Manohar pun segera mengangkat tubuh sang istri ke pangkuan nya. Secepat kilat ia menyibakan kancing dress milik istrinya, dan mengeluarkan pepaya gantung favoritnya.
"Aahh...mmhh...manuu...aahh." Rhea men d3s4h kan nama Manohar saat tangan kanan suaminya meremat pepaya gantung nya. Bahkan lidah nya sudah menari nari diatas biji ketapang miliknya. "Cepat masukan...aku sudah tak tahan sayangg." Rhea merengek menggelinjangkan tubuh nya karena sentuhan suaminya itu.
"Manuu...ahh..." Rhea mencengkram kuat bahu sang suami sambil mengguncang senjata sang suami dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya Rhea pun mengerang panjang diatas pangkuan suaminya. Manohar yang belum sampai pun mengubah posisi menjadi terlentang, dengan rakus ia kembali ******* bibir istrinya.
Perlahan ia mengguncang istrinya dengan penuh kelembutan dan penuh cinta. Manohar mengerang panjang saat dirinya sampai pada puncak. Setelah bergulat tiga ronde dengan Rhea, Manohar pun ambruk disamping istrinya, dengan nafas terengah engah dan tubuh yang yang masih polos ia menggendong Rhea ke kamar mereka yang tak jauh dari ruang bioskop. Beruntung nya para ART yang bekerja sudah tidur lelap sehingga tak melihat Tuan dan Nyonya besar nya berjalan di lorong kamar tanpa sehelai kain.
"Love you sweetie." Ucap nya sesaat setelah nafas nya normal kembali." Love you too, Manu." Rhea membalas ungkapan cinta dari suaminya itu. "Kau hebat tadi, aku suka itu." Tak lupa dirinya memberi pujian pada sang istri yang telah membuat dirinya sampai pada puncak kenikmatan. Rhea merasa malu saat suaminya berbicara begitu, ia bahkan menyembunyikan wajah nya dibalik selimut.
Manohar semakin mengeratkan pelukan nya kepada sang istri, kemudian mendekap nya dengan penuh kehangatan. "Bagaimana kalau aku hamil sebelum kita bulan madu ?" Rhea tiba tiba bertanya demikian pada sang suami. Manohar mengelus pipi Rhea,"itu tak masalah, justru itu adalah kabar paling membahagiakan untuk kita, sayang." Ucap Manohar melabuhkan kecupan di kening sang istri.
"Kau tidak merasa marah atau kecewa karena rencana kita gagal ?" Tanya nya lagi pada Manohar. Manohar menggelengkan kepalanya,"buat apa aku marah ? Aku justru senang jika benih ku tumbuh cepat di rahim mu." Ujar nya menenangkan hati istrinya yang sedang khawatir jika rencana honey moon mereka akan gagal.
"Sekarang istirahat lah, malam sudah larut." Rhea mengangguk mendengar perintah suaminya dan menutup matanya. Lambat laun terdengar dengkuran halus yang menandakan kalau Rhea sudah tertidur pulas." Cepatlah tumbuh nak, ayah sangat menantikan mu." Gumam Manohar sambil mengelus perut rata istrinya dan dia pun menyusul nya ke alam mimpi.
VISUAL
Aryan's Party