
Pagi ini Charlie dan yang lain nya bangun pagi pagi sekali, mereka mempersiapkan diri untuk menghadiri sidang perdana Yuvi yang akan dilaksanakan pada pukul sembilan pagi.
Charlie bahkan mengadakan meeting dadakan bersama dua pengacara handal yang sudah ia sewa untuk membela putranya itu. Dady Pratap dan Manohar juga turut serta dalam meeting ini, mereka berunding bagaimana caranya agar Yuvi bisa bebas dipersidangan perdananya ini.
Jam setengah sembilan mereka berangkat menuju lokasi persidangan. Disana sudah ramai para wartawan yang ingin meliput persidangan ini. Tepat pukul sembilan sidang akhirnya dimulai. Pengacara yang diutus oleh Charlie mulai saling adu argumen dengan para hakim dan jaksa disana.
Tapi, sepertinya para jaksa dan hakim sudah disogok oleh Shaji untuk menjerat Yuvraj dengan tuntutan yang memberatkan namanya. Shaji sendiri juga hadir dipersidangan bersama putranya yang menjadi saksi tertangkap nya Yuvi malam itu." Saudara Yuvraj Chandramohan, anda dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dan denda sebesar 10crore." Ucap hakim memutuskan masalah ini.
Para pengacara pun dibuat tak berdaya karena setiap bukti yang mereka ajukan dipatahkan oleh pihak Shaji Chaudhary, bahkan video pengakuan Shaji pun dipatahkan nya pula. Saat situasi sedang genting seperti ini, tiba tiba Jendra masuk dan langsung berseru." Kak Yuvraj tidak bersalah yang mulia !" Ucap Jendra saat hakim ingin mengetuk palu nya.
Semua orang menoleh pada anak kecil yang dengan santainya melangkah memasuki ruang sidang. Aura dingin seakan merasuki seluruh saksi sidang yang ada disana. Charlie sendiri bahkan terkejut putranya bisa sampai disini bahkan masih dengan balutan kaos casual nya.
"Siapa kau wahai anak kecil ?" Tanya hakim yang memberi putusan tadi." Aku, Rajendra Chandramohan adik dari orang yang kau jatuhi hukuman penjara." Ucap Jendra lantang. Semua orang dapat melihat kemarahan yang terpancar dalam tatapan tajam Jendra saat ini.
"Kakak ku tidak bersalah dalam kasus ini ! Dia dijebak yang mulia !" Ucap nya lagi yang membuat kubu Shaji ketar ketir mendengarnya." Apa ada bukti yang menguatkan pendapat mu, saudara Rajendra ?" Tanya pengacara dari kubu Shaji.
"Bukti ? Anda bertanya bukti ? Baiklah, siapkan aku proyektor beserta layarnya." Titah Jendra yang langsung dikabulkan." Lihat ini baik baik yang mulia !" Jendra mulai memasukan flashdisk nya ke laptop yang sudah terkoneksi dengan proyektor.
Para penonton sidang dibuat terkejut dengan video yang menayangkan Vijay Chaudhary menyisipkan barang ilegal itu kedalam hoodie milik Yuvi.
"Lihat ! Vijay yang menaruh narkoba itu didalam hoodie kak Yuvraj ! Dia yang bersalah ! Dia yang harus dihukum !" Ucap Jendra berapi api bahkan ia melemparkan bukti foto wajah Vijay didalam video tersebut.
"Tidak ! Itu video palsu ! Mereka pasti sudah mengedit video itu." Sanggah Vijay yang terlihat sangat panik melihat video kejahatan nya sendiri." Palsu ?! Kalau ini kau bilang palsu, bagaimana dengan yang ini ?!" Ujar Jendra memotong perkataan Vijay.
"Black !!!" Seru Jendra memanggil bodyguard nya," siap Tuan Kecil !" Black langsung berdiri dibelakang Jendra." Bawakan paman Dev kemari ! Cepattt !!" Titah Jendra yang sudah dikuasai amarah yang membuncah didadanya.
Black segera membawa Dev kahadapan mereka semua," Apa kau masih berkilah Vijay Chaudhary ?! Kau pasti ingat dia bukan ?" Ucap Jendra yang menunjuk nunjuk kearah Vijay yang sudah ketakutan." Katakan yang sebenarnya terjadi pada malam itu !" Ucap Jendra dengan nada dingin nya.
Hakim pun akhirnya meralat dan menetapkan keputusan dengan menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara dan denda yang sangat besar pada Vijay serta ayah nya karena terbukti pernah melakukan tabrak lari pada pejalan kaki hingga tewas.
Keluarga Pratap sangat senang saat mengetahui Yuvi dibebaskan dari hukuman nya. Mereka semua langsung memeluk nya dengan erat." Yuvi...akhirnya kau bebas nak. Putraku telah bebas !" Ucap Mohini yang berlinang airmata kebahagiaan." Nak, kau bebas. Dady bersyukur sekali." Charlie juga memeluk putra sulung nya begitu erat.
Puas memeluk putranya, Yuvi terlihat berjongkok dihadapan Jendra." Hey, kau hebat jagoan. Terimakasih ya, sudah membebaskan ku." Ucap Yuvi pada sang adik yang masih memakai seragam TK nya.
"Hehehe...sama sama kakak, aku hanya melakukan apa yang sudah ku janjikan saat itu padamu." Ujar jendra yang memperlihatkan senyum pepsoden nya yang menggemaskan. Yuvi segera menggendong sang adik dan menciumi wajahnya berkali kali, begitu pula dengan Meena yang juga ikut menciumi adik nya itu.
"Karena aku sudah membebaskan kakak, berarti aku bisa mendapat perlengkapan gaming keluaran terbaru kan...dady ?" Ujar Jendra meminta bayaran mahal untuk kerja kerasnya kali ini. Charlie dan Yuvi terkekeh mendengar permintaan Jendra," boleh..kau bisa membelinya hari Minggu besok." Jawab Charlie yang membuat Jendra senang bukan main.
"Bagaimana jika kebebasan ini dirayakan ?" Usul Raj yang juga pada persidangan ini dengan membawa seluruh keluarganya, Charlie tampak berpikir sejenak sebelum memutuskan nya.
"Ide bagus ! Kita rayakan malam ini !" Bukan Charlie yang menjawab melainkan daday Pratap sendiri yang menjawab nya. Akhirnya mereka semua pulang bersama Yuvi hari ini juga.
Sampai dirumah, Yuvi langsung disambut oleh para bibi bibi pelayan yang bekerja di mansion." Selamat datang kembali Tuan Muda." Ucap bibi Mothi selaku senior para ART disini." Terimakasih banyak, bibi Mothi." Balas Yuvi dengan hormat.
Yuvi terus melangkahkan kakinya menuju kamar pribadinya meninggalkan keluarganya diruang tamu," akhirnya...aku bisa bersantai dikamar ku sendiri." Batin nya seraya melompat ke ranjang besar miliknya.
VISUAL
Rajendra Chandramohan