Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Vitting Gaun



Sementara ditempat yang lain ada pasangan kekasih yang sedang melakukan vitting gaun untuk acara bahagia mereka.


"Manu, gaun ini bagaimana ?" Tanya Rhea yang berputar putar didepan cermin sambil mengenakan gaun putih nan indah ditubuh nya. "Ck ! Ganti ! Aku tak suka jika para lelaki melihat mu dengan tatapan lapar mereka." Tegas Manohar saat melihat belanda calon istrinya terpampang dengan jelas saat memakai gaun dengan belahan dada yang terlalu terbuka.


"Haishhh...ini sudah ke tiga kalinya dia menyuruh ku ganti gaun yang lain !! Memangnya gaun ini kenapa ? Ini sangat indah bukann ?" Rhea terus mengumpat menuju keruang ganti disebuah butik pakaian. "Apa Tuan Manohar suka, Nyonya ?" Tanya seorang petugas wanita dengan ramah. "Haish ! Dia tidak suka dengan gaun nya. Memang apa yang salah dengan ini ?" Ujar nya yang masih kesal dengan ulah calon suaminya.


"Tuan Manohar mungkin tak suka dengan gaun yang terlalu terbuka khusus nya dibagian depan." Jawab seorang pegawai wanita yang seolah bisa membaca pikiran Manohar. Rhea baru menyadari bahwa gaun nya sangat terbuka dibagian depan saat dirinya bercermin di kaca besar ruangan tersebut. "Kau benar, Manu memang sangat protektif." Ucap Rhea sambil senyum senyum.


"Bagaimana jika yang ini ? Tidak terlalu terbuka namun tetap elegan." Si pegawai tadi kembali menyodorkan sebuah gaun putih yang sederhana namun tetap elegan. Rhea jatuh hati pada gaun yang ditunjukan pada nya, tak terlalu terbuka dan sangat indah. "Aku coba yang ini." Ujar nya mengambil gaun itu dan masuk kembali kedalam ruang ganti.


Tak sampai lima menit Rhea keluar dan segera memamerkan nya pada Manohar. "Manu, bagaimana pendapat mu ?" Tanya nya sambil berlenggak lenggok didepan calon suami nya itu. Manohar terpesona melihat kecantikan Rhea yang seolah terpancar saat dia mengenakan gaun putih itu. Matanya bahkan sampai tak berkedip seolah baru saja melihat bidadari yang turun dari langit. "Kenapa, tidak bagus ya ?" Tanya Rhea dengan raut wajah sedih nya. Senyum yang tadi mengembang mendadak layu saat melihat ekspresi wajah Manohar yang terbengong seperti ini.


Manohar yang tersadar bahwa ia telah membuat wanita nya bersedih, cepat cepat menjelaskan alasan nya tak memberi respon apapun tadi." Tidak, kau cantik dan terlampau cantik. Bahkan kecantikan mu membuat mataku tak berpaling darinya." Ujar Manohar sembari mengelus pipi mulus milik Rhea. "Jangan sedih, nanti cantik nya hilang." Ucap nya lagi yang dengan sengaja mencolek hidung mancung itu. Rhea semakin salah tingkah dibuat nya.


"Ah ! Kau ini." Rhea memukul pelan dada calon suaminya. Manohar kembali memeluk wanita pujaan nya, sembari membisikan sesuatu ditelinga nya. "Terimakasih sudah mau menerima ku." Ucap nya berbisik. Belum sempat Rhea membalas nya terdengar suara alam yang memanggil manggil Manohar.


KRUYUK KRUYUK


Momen romantis itu mendadak terganggu akibat suara cacing kelaparan yang belum mendapat jatah makan hari ini. "Kau lapar ?" Tanya Rhea pada Manohar yang terlihat memegang perutnya. "Hmm...tadi aku tak sempat sarapan." Jawab Manohar menggaruk rambut nya yang tak gatal sama sekali. Rhea mendesahkan napas nya, "kau ini ! Selalu saja lupa sarapan." Tukas nya sambil menyilangkan tangan didada.


Tanpa berlama lama lagi, mereka segera pergi ke restoran sesaat setelah menentukan gaun serta jas yang cocok untuk dikenakan dihari bahagia mereka. Keduanya terlihat mendatangi sebuah restoran Jepang yang berada dipusat perbelanjaan kota Dubai.


"Kau pesan apa ?" Tanya Manohar yang sedari tadi sibuk membaca buku menu dimeja makan mereka. "Ramen dan udang tempura saja." Jawab nya dengan cepat." Baiklah, kalau kau ramen, maka aku pesan mie udon sajalah." Ujar nya sembari memencet menu yang akan dipesan nya. Yap, berkat kejeniusan cucu ketiganya memesan makanan sekarang jauh lebih mudah dilakukan. Hanya cukup duduk dan menyentuh meja yang seketika akan berubah menjadi layar sentuh yang terkoneksi langsung dengan para chef yang bekerja didapur sana melalu chip dipergelangan tangan mereka.


Jendra menjadi salah satu ilmuan termuda yang terkenal di Dubai maupun dinegara nya sendiri, sama seperti sang kakak Yuvi, dirinya berhasil menciptakan teknologi canggih yang dapat digunakan umat manusia. Semua orang memuji kecerdasan tiga penerus keluarga Chandramohan tersebut. Bahkan cucu dari pemilik rumah peternakan terbesar itu pernah mendapat tawaran loncat kelas, namun ditolak nya mentah mentah. Jendra masih ingin merasakan indah nya dunia anak kecil, bermain bersama kawan nya atau sekedar mandi hujan ditaman belakang mansion.


Tak sampai 20 menit, para robot pengantar tampak menuju kearah keduanya dengan membawa nampan nampan berisi makanan yang terlihat masih sangat panas itu. "Tuan, ini pesanan nya. Silahkan dinikmati." Ujar robot pengantar makanan yang sudah dilengkapi kecerdasan buatan tersebut. Para robot yang bekerja diresto ini adalah hasil karya Yuvi yang sudah dimodifikasi oleh Jendra dan Raj dengan menambah fitur bahasa yang lebih komplit.


"Terimakasih Almoto." Balas Manohar yang tak sengaja membaca name tag salah satu robot tersebut. Robot itu segera pergi setelah klien nya merasa puas dan mengucapkan terimakasih. "Sepertinya cucu mu sangat berbakat dalam perkembangan teknologi dan robotik." Ucap Rhea menganalisa kemampuan dari calon cucu nya itu. "Yeah, hampir semua kecuali Meena. Gadis itu sangat suka hal yang berbau seni misal, melukis atau drama." Jawab Manohar sejenak teringat akan cucu perempuan kesayangan nya. Meena, gadis ceria dengan hobi lukis nya yang memukau banyak orang. Dengan lukisan dia mampu membuat orang masuk kedalam imajinasi fantasinya. Sudah banyak event pameran yang dikunjungi nya tak terkecuali negara tempat adik opa nya tinggal yakni Singapura.


"Hey, kau melamun ?" Tegur Rhea mengibaskan tangan nya tepat didepan wajah Manohar. "Eh, maaf aku melamun tadi." Manohar tersadar dari lamunan nya setelah Rhea menegur nya tadi. "Kau pasti rindu dengan Meena bukan ?" Lagi dan lagi Rhea mampu menebak secara benar apa yang Manohar pikirkan. "Tentu, aku rindu padanya. Tadi aku teringat momen saat Meena dan Yuvi kecil dulu, kedua nya tampak menggemaskan dengan tingkah absurd mereka setiap hari." Jawab Manohar dengan pandangan menerawang jauh kebelakang.


"Hey, jangan sedih....bukankah kita akan menikah sebentar lagi ?" Ujar nya pada Manohar yang mengernyitkan dahinya. "Yeah, aku berharap setelah menikah kita akan memiliki anak yang lucu dan menggemaskan." Rhea melanjutkan perkataan nya yang sempat terjeda. "Kau ingin memiliki anak dariku ?" Manohar justru balik bertanya pada Rhea." Memang nya kenapa ? Apa itu salah ?" Rhea sedikit terpancing saat Manohar mempertanyakan keinginan nya untuk memiliki anak.


"Buk–bukan begitu, aku hanya memastikan apakah kau serius untuk memiliki anak dari pria brengsek yang sudah menodaimu sebelum nya." Ujar Manohar yang seketika membuat Rhea merasa hatinya tercubit mendengar pernyataan yang seolah menggambarkan rasa sesal yang dialami oleh pria dihadapan nya sekarang.


Ia kagum saat melihat betapa gentle nya Manohar saat mengakui perbuatan hina nya kepada Charlie saat itu. Biasa nya para lelaki akan pergi dan menghilang setelah melakukan hal yang sama seperti yang Manohar perbuat pada Rhea. Rhea menangkupkan telapak tangan dikedua rahang tegas Manohar, "aku menerima segala kekurangan dan kelebihan mu Manu, semua telah berlalu...kita buka lembaran baru lagi, oke ?" Ujar nya membuat pria dihadapan nya itu merasa bersyukur dan beruntung bisa menaklukan wanita nya.


"Memang kau tidak malu bersuamikan pria tua seperti ku ? Kau pasti akan diejek teman teman sosialita mu nanti." Ucap Manu yang kembali insecure, mengingat usia mereka terpaut jauh." No ! Aku tidak malu. Lagi pula kau tidak tua, kau itu masih sangat tampan dan sexy pastinya." Jawab nya sambil memasang wajah genit nya. "Hahahahaha...kau benar, aku ini sangat tampan dan perkasa." Manohar kembali ke sifat asli nya yang suka narsis.


VISUAL


Gaun yang awalnya hendak dipakai Rhea ( anggep aja Rhea nya lagi lari lari ya genks )



Tatapan sebal Manohar melihat Rhea yang terlalu cantik