Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Bersenang senang Dengan Kakek



"Yah, kalau Jendra minta mainan yang mahal jangan terlalu dituruti." Nasehat Charlie pada sang ayah yang terkadang suka lepas kendali dalam hal menuruti cucu cucunya, apalagi kalau Jendra menggunakan rayuan mautnya. "Tak apa, ayah senang melakukan nya. Mereka adalah kurcaci kecilku." Ungkap Manohar, terlihat senyum teduh dibirnya saat mengatakan betapa ia sangat menyayangi kelima cucunya itu.


Tok tok tok


"Ya, sebentar." Meena yang baru keluar kamar mandi segera membuka pintu kamarnya." Jendra ? Ada apa adik kecil ?" Tanya Meena segera mengajak Jendra untuk masuk kedalam kamarnya." Malam ini kakek ingin mengajak kau, kak Yuvi dan aku ke mall. Kak Meena ikut kan ?" Tanya Jendra dengan sorot mata yang berbinar binar menunjukan rasa senang nya bisa menghabiskan waktu bersama kedua kakak nya. "Pastinya ikut ! Kakak juga ingin pergi bersama kakek." Jawaban Meena barusan membuat adik laki lakinya ini bersorak girang." Yeesss! Hore !" Saking senangnya Jendra bahkan sampai loncat loncat diatas ranjang king size sang kakak.


Meena yang melihat nya hanya bisa menggelengkan kepalanya,"Jendra jangan loncat loncat, nanti jatuh sayang." Meena menasehati sang adik dengan penuh kelembutan. "Iya kakak, maaf ?" Ujar Jendra patuh, segera ia turun dari ranjang kakak nya. "Kak, Jendra ke kamar kak Yuvi ya." Pamitnya seraya menutup kembali pintu kamar.


Sambil menunggu Jendra memberitahu kedua kakaknya, Charlie serta Mohini serta Rhea asik menyeruput kopi yang mereka pesan. Yeah, bukankah sore sore adalah waktu paling nikmat untuk menikmati minuman favorit seluruh kalangan masayarakat ini.


"By, mau pesan camilan apa ?" Tanya Mohini yang menikmati ice cappucino nya." Egg scoth saja." Jawab nya menyeruput kopi nya. Charlie mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi seseorang.


"Kakek..." sapa Jendra yang sudah kembali dengan penampilan lebih fresh dan terlihat lebih tampan." Wah...cucu nenek sudah mandi." Ucap Rhea yang tambah gemas dengan cucu nya, bahkan dia langsung mendudukanya dipangkuan nya." Jendra mau ice cream ?" Rhea menawarkan makanan manis itu pada cucunya." Mau, Nek ! Jendra mau ice cream." Jawab Jendra dengan cepat." Baiklah kau mau rasa apa, hem ?" Tanya Rhea sambil membuka menu digital di meja mereka.


"Unicorn taco ice cream, Nek." Setelah membolak balik menu digital akhirnya Jendra menjatuhkan pilihan pada ice cream taco yang menjadi dessert andalan disini. Rhea mulai memencet beberapa tombol di touch screen nya guna memilih beberapa topping untuk ice cream nya.


"Tuan, ini pesanan anda." Ujar seorang robot sambil membawa piring berisi taco ice cream." Terimakasih, Zargam." Tak lupa ia berterimakasih pada robot pelayan yang sudah menghantarkan pesanan nya." Ada tambahan lagi, Tuan ?" Tanya Zargam segera mengubah tampilan monitor didadanya. "Ya, aku ingin dua porsi turkey sando." Ujar Manohar pada Zargam, seraya memencet sesuatu di layar monitor tersebut.


"Pesanan diterima, silahkan tunggu." Ucap Zargam sebelum berlalu meninggalkan keluarga tersebut." Kakek, nenek..." Sapa seseorang dari belakang Manohar dan Rhea. Keduanya kompak menoleh,"cucu cucu kakek...kemarilah." Sambut Manohar dengan hangat kepada Yuvi dan Meena yang baru datang bersama dady Pratap serta sang istri juga bersama twins yang digendong oleh dady Pratap.


Meena segera memeluk kakek nya, cukup lama ia memeluk lelaki tua yang masih tetap tampan itu. "Meena sangat rindu kakek." Ucap nya tak jelas karena wajah nya disembunyikan didada Manohar. "Kakek pun rindu Meena, sekarang Meena sudah besar jadi kakek tidak bisa lagi gendong Meena seperti dulu." Ucap Manohar yang membuat Meena tak sanggup menahan tangisnya saat sekelebat bayangan masa kecil nya berputar seperti kaset cd, remaja itu bahkan menangis terisak dipelukan kakek nya sendiri.


"Sshhtt...sudah jangan menangis, nanti cantik nya hilang lho." Manohar berusaha menenangkan Meena yang masih terisak dengan mengelus elus pundak nya." Meena sayang kakek." Ucap nya sesaat setelah mengurai pelukan nya." Kakek lebih menyayangi kalian." Manohar membalas perkataan Meena sambil mengelus puncak kapala nya dengan sayang.


"Kalian adalah kesayangan kakek. Kemari, peluk kakek." Manohar merentangkan tangan nya, ketiga nya lantas mendekat dan langsung memeluk nya." Semoga kakek bahagia selalu bersama nenek." Ketiga nya mendoakan kebahagiaan untuk Manohar dan Rhea.


Selepas momen mellow antara cucu dan kakeknya, keluarga besar tersebut terlihat kembali mengobrol dan bersenda gurau bersama. Sementara itu ditempat lain, giliran Raj dan Janvi yang sedang adu mekanik disebuah kamar hotel mewah.


"Aakkhhh...honey...oughh" Raj meracau dibawah kendali Janvi yang tengah mengguncang sahabat suaminya. "Uummhh...aaahhh..." Janvi semakin menambah kecepatan guncangan nya saat merasakan dirinya hampir tiba diujung kenikmatan dunia tersebut.


"Hubby...aakkhhhh...." Janvi memekik keras, jemari nya mencengkram jemari milik Raj, tubuh nya bagai dialiri listrik tegangan tinggi hingga membuat nya bergetar hebat saat mencapai puncak. Raj yang belum sampai segera membalik posisi hingga Janvi berada dalam kungkungan nya. Sore itu menjadi sore yang melelahkan bagi pasangan pengantin baru yang tengah meneguk manisnya madu surga dunia.


Tak terasa malam pun menjelang, " kakek, ayo pergi." Jendra menarik paksa tangan kakek nyakarena tak sabar ingin pergi bersenang senang malam ini. "Iya sayang...kakek dan nenek ganti baju dulu, oke ?" Manohar melepas tangan Jendra dari tangan nya, kemudian menggandeng Rhea menuju kamar guna berganti pakaian.


"Jendra itu benar benar menggemaskan ya, rasanya aku ingin mencubit gemas pipinya itu." Ujar Rhea saat berada di kamar. "Anak itu memang menggemaskan, senyum nya yang manis membuatku bahagia saat melihat nya." Balas Manohar membenarkan perkataan Rhea.


"Ayo, nanti mereka menunggu lama." Ajak nya sambil menggandeng mesra Rhea disamping nya." Let's go ! Kita pergi sekarang." Ujar Manohar pada ketiga cucunya yang sudah rapih dengan pakaian masing masing. "Ayooo!!" Sambut Jendra dengan antusias. Mereka akhirnya pergi ke sebuah mall besar yang ada disana.


Sesuai janjinya, Manohar membebaskan cucunya untuk beli apasaja yang mereka sukai. "Kek, Meena boleh beli ini ?" Tanya Meena sambil memperlihatkan sebuah tas branded terkenal," boleh, beli saja yang kau suka." Meena mengambil tas yang menjadi incaran nya selama beberapa hari ini.


"Kau mau beli apa, Yuv ?" Tanya Manohar yang melihat cucu sulung nya hanya melihat lihat koleksi sneakers dibagian khusus sepatu. "Menurut kakek, keren yang ini atau yang ini ?" Kini Manohar tahu cucunya ini sedang bingung menentukan pilihan," Dua duanya bagus, model nya cocok dengan mu yang energic. Beli dua dua nya saja." Manohar menyuruh Yuvi membeli keduanya daripada pusing memilih.


"Kakek serius ? Ini harganya sangat mahal lho ?!" Tanya Yuvi yang sampai mengernyitkan dahi nya mendengar perkataan kakeknya." Serius, ambil semua saja." Manohar meletakan sneakers pilihan Yuvi dalam keranjang belajaan nya dan lanjut berbelanja lagi.


"Kau mau beli apa sweetie ?" Manohar menghampiri istrinya dari belakang." Mau belikan kaos ini untuk mu, kau suka kan ?" Jawab nya yang sudah menenteng beberapa potong kemeja di tangan nya. "Ah..istriku ini sangat perhatian dengan suaminya." Manohar mengambil kemeja kemeja tersebut dan membawanya ke ruang vitting.


"Kakek tampan sekali ! Sangat keren." Bahkan Meena pun mengagumi ketampanan kakek nya sendiri." Kakek keren pakai baju itu !" Tiba tiba Jendra datang dari belakang bersama dengan Yuvi. "Terimakasih pujian nya, kalian memang yang terbaik." Sahut Manohar senang," Kek...Jendra mau beli suku cadang boleh ?" Ujar Jendra setelahnya.


"Boleh, kita kebagian electronik ya." Manohar dan Jendra pergi ke bagian elektronik. Jendra mulai memilah milah suku cadang yang pas untuk robot kecil pekerja rancangan nya. Akhir akhir ini Jendra sedang menciptakan robot terbaru, yakni robot pembersih lantai.


Bentuk yang sederhana dengan material dari barang barang tak terpakai memang disengaja oleh Jendra dan tim robotik nya. Dua minggu lagi akan ada kompetisi desain robot paling kreatif untuk umum.


Akan ada banyak regu peserta yang mengikuti event tahunan di kota Delhi tersebut. Seperti halnya Jendra, Yug, dan Vishal yang ikut berpatisipasi dalam event ini. Dua hari lagi mereka akan bertemu di ruang bawah tanah yang ada di mansion Pratap untuk merancang robot "RA ONE."


Dady Pratap menyetujui rencana sang cucu untuk mengundang kawan kawan jenius nya untuk datang ke mansion nya. "Sudah, semuanya sudah lengkap." Jendra kembali dengan membawa sekeranjang penuh alat alat juga komponen listrik yang dibutuhkan nantinya.


"Baiklah, mari kita bayar." Manohar membantu membawa semua barang belanjaan nya dengan trolly besar. Usai membayar semua dengan harga yang fantastis, Manohar lantas mengajak keluarga nya untuk bermain diwahana permainan.


"Nek, ayo main capit boneka." Meena langsung mengajak nenek nya untuk memainkan permainan tersulit yang pernah ada. Rhea mengangguk dan pergi bersama Meena, meninggalkan suami dan kedua cucu nya yang lain.


"Kek, kita naik mini roller coster saja." Usul Jendra saat melihat wahana kereta cepat tersebut ada di ujung sana." Ide bagus ! Ayo kita naik boys !" Manohar bersama kedua cucu nya menghampiri wahana tersebut dan menaiki nya.


Ketiganya tampak sangat menikmati permainan memancing adrenalin itu, bahkan mereka turut menjerit saat kereta yang dinaiki menuruni rel yang menukik. Malam itu Manohar habiskan dengan bersenang senang bersama cucu dan istrinya.


VISUAL


Unicorn Taco Ice Cream



Tukey Sando



Sneakers Golden Goose



Rick Owens Geobasket Grey Metallic



Tampilan Manohar dengan kemeja barunya



(anggep aja lagi di mall ya gaes )