Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Meringkus Vijay 3



Charlie tersenyum sinis, ia mendekati Shaji dan mencengkram rahang nya kuat." Dengar baik baik, aku akan membuat kalian hancur jika berani menyakiti keluarga ku." Ucap Charlie yang mulai terpancing emosi." Charlie tenang, kita tidak boleh terpancing dengan ucapan nya." Ayah Manohar segera menahan tangan Charlie yang hendak memukul Shaji.


"Hmmm...begitu rupanya, karena kalian tidak ada yang mengaku maka kami akan menggunakan cara lain." Ucap Dady Pratap sambil menyiapkan sebuah suntikan yang berisi sesuatu zat." Ap-apa yang kau lakukan ?" Shaji dan Vijay terlihat ketakutan saat Dady Pratap mendekati keduanya.


CUSSS


Dady Pratap menyuntikan cairan kejujuran tepat di leher mereka." Sudah...dengan begini mereka akan mengakui semuanya." Dady Pratap tersenyum puas kearah ayah dan anak itu. Tak lama kemudian, mereka mulai bercerita kejadian yang sebenarnya dan tentunya hal itu tak luput dari Aryan yang ditugaskan untuk merekam pernyataan tersebut untuk dijadikan bukti dipersidangan lusa nanti.


"Selesai, bukti video telah kita kantongi." Charlie menyuntikan cairan penghilang ingatan agar Shaji dan Vijay tak ingat kejadian malam ini. Mereka bahkan mengembalikan keduanya ke hotel Atlantis dan menghapus jejak mereka di gedung tua.


"Sekarang, kita harus membebaskan pelayan itu dari markas Vijay." Ujar Aryan saat ia dan Charlie sudah berada di mobil milik Charlie. "Kau benar, kita ke Mumbai sekarang." Mobil yang dikendarai Aryan melesat ke arah bandara Dubai.


Saat ini mereka semua telah sampai di rumah Vijay yang dijaga cukup ketat oleh pengawal nya." Penjagaan nya sangat ketat didalam sana." Ucap Raj yang telah berhasil meretas CCTV dirumah itu." Tenang, kita pakai ini." Charlie menunjukan topeng prostetis yang sangat mirip dengan wajah Vijay dan Shaji." Aku dan Aryan akan masuk kedalam untuk membebaskan pelayan itu." Ujar Charlie meneruskan perkataan nya.


"Kau yakin hanya ditamani oleh putraku saja ?" Ucap Ashok yang sedikit khawatir tentang putranya." Hanya Aryan yang hafal bagaimana rupa si pelayan itu, lagi pula aku akan menjaga nya, sobat." Ucap Charlie meyakinkan sahabat nya itu.


"Ayah tenang saja, aku pasti bisa menyelesaikan ini." Aryan juga terlihat bersemangat kali ini." Berhati hatilah kalian. Bawa ini Charlie." Ashok melempar kunci kartu bawah tanah yang sudah ia ambil dari Vijay tadi." Thanks, bro." Charlie berjalan dengan tenang melangkah ke arah gerbang rumah yang menjulang tinggi itu.


Salah satu penjaga rupanya melihat kedatangan mereka berdua dan langsung membukakan pintu gerbang." Dimana mobil anda, Tuan ?" Tanya si penjaga yang membuat jantung Aryan ingin copot saat mendengar nya." Mobil nya ada di bengkel, ada masalah di mesin nya." Ucap Charlie cepat." Hmm...lantas dimana pengawal kalian ? Bukankah anda membawa separuh dari kami ?" Si penjaga bertanya lagi pada keduanya.


"Mereka menunggu di bandara, aku hanya ingin mengambil dokumen penting yang tertinggal untuk rapat besok." Jawab Charlie berusaha meyakinkan si penjaga. Setelah nya mereka berdua diperbolehkan masuk kedalam.


Secepat kilat Charlie segera masuk dan turun melalui lorong yang berada di garasi mobil." Cepat masukan kartunya, Arry !" Titah Charlie pada anak muda yang sudah dianggap seperti anak nya sendiri." Sudah, paman !" Aryan langsung membuka pintu yang terhubung dengan ruang bawah tanah tempat si pelayan disekap.


"Paman lihat !" Aryan tampak menunjuk kearah lain yang begitu gelap, tampak seseorang tengah diikat diatas kursi dengan mulut terlakban. Charlie bergegas menghampiri orang tersebut dan beruntung nya para penjaga yang bertugas sedang istirahat.


"Kau siapa ? Mau apa kau ?" Tanya orang itu saat lakban dimulut nya dilepaskan oleh Aryan." Tenanglah, kami akan membebaskan mu." Ujar Charlie dengan suara pelan." Ayo ikut kami !" Charlie bergegas menggandeng orang tersebut hingga keluar dengan selamat dari markas Vijay.


"Tapi, nasib keluargaku bagaimana ?" Tanya pelayan itu masih kepikiran nasib keluarga nya yang diancam oleh Vijay." Aku akan memerintahkan pengawalku untuk mengawasi keluargamu. Bagaimana, kau setuju ?" Charlie sangat berharap kali ini usaha nya akan berhasil untuk membawa Yuvi kembali." Baiklah aku setuju, asalkan anda menepati janji." Kata pelayan itu sunggu sungguh." Siapa nama mu ?" Ujar Charlie bertanya padanya.


"Dev Raichand." Jawab nya sambil meminum air yang diberikan Charlie barusan. Tiba tiba dari arah belakang muncul mobil hitam yang langsung menghadang mereka ditengah jalan yang sepi. Charlie dan yang lain berusaha tenang dan tidak gugup.


Muncul orang orang berwajah seram serta bertubuh kekar dari mobil tersebut, mereka tampak mendekati mobil yang ditumpangi Charlie. Charlie segera turun dari mobil," Siapa kalian ?!" Charlie berusaha untuk menutupi kekhawatiran nya sendiri.


"Kami penjaga yang ditugaskan menjaga tawanan bos kami, dan kau malah seenak nya membawa pergi mainan kami !" Salah satu dari mereka mendorong Charlie hingga terhuyung kebelakang. "Kembalikan dia atau kau akan kami bunuh !" Mereka mengancam akan membunuh Charlie jika tidak mau mengembalikan Dev pada bos mereka.


"Menyingkirlah bedebah !! Aku tidakan menyerahkan Dev pada bos kalian !!" Charlie tersulut amarah nya langsung membogem salah satu penjaga tersebut sampai bibirnya mengeluarkan darah.


Kawan kawan yang juga tak tinggal diam, mereka bahu membahu mengalan para penjaga bertubuh kekar tersebut. Sementara Dev berada didalam mobil bersama Dady Pratap dan Ayah Manohar.


Charlie yang sedikit lengah membuat lawan nya dengan mudah menendang kaki bagian lutut nya sangat keras." Aaarrrghhhh!!!" Charlie mengerang kesakitan dan langsung jatuh terduduk saat tendangan tersebut melesat sangat cepat.


Raj yang tak sabaran segera menghantam tengkuk pelaku itu hingga membuat nya pingsan dan kawan kawan nya melarikan diri dengan mobil. "Kak, kau ok ?" Raj membopong Charlie ke trotoar jalan." Sepertinya lututku retak, Raj." Charlie meringis kesakitan saat mencoba menggerakan kakinya.


"Kita ke rumah sakit sekarang !" Ayah Manohar langsung memapah tubuh anak nya itu dan memasukan nya kedalam mobil." Dokter, lutut anak saya sepertinya mengalami keretakan." Ucap Manohar saat sudah berada diruangan dokter spesialis tulang.


"Saya cek kondisi nya dulu ya, silahkan berbaring di bed, Tuan." Ujar dokter tersebut. Setelah di cek kondisi, dokter memutuskan untuk melakukan X-ray pada kaki Charlie. Setelah nya Charlie harus menunggu selama sepuluh menit barulah setelah nya dokter memasangkan penyangga lutut kiri Charlie.


VISUAL


Alat penyangga lutut