Mr And Mrs Chandramohan

Mr And Mrs Chandramohan
Part 67



Sore ini Mohini telah kembali ke rumah, begitu pula dengan Ayah Manohar yang turut tinggal dirumah sang menantu.


Sementara itu diruang kerja, Dady Pratap tengah asik didepan monitor memeriksa beberapa tender besar untuk perusahaan Pratap Group ( pusat dari Tiger Group ). Tampak nya Pratap Grup tengah mengincar tender besar hingga sang owner turun langsung ke medan per meetingan kali ini.


"Sayang, ini aku bawakan teh untuk mu." Ujar momy Shamita sambil menaruh secangkir teh diatas meja kerja sang suami.


"Hhmm...terimakasih banyak ya." Balas dady Pratap segera menyeruput teh buatan momy Shamita.


"Sepertinya kau sibuk ?" Tanya Momy Shamita memperhatikan berkas yang berserak di meja.


"Sedikit, aku sedang mengincar tender besar dari perusahaan Aarman Center." Jawab dady Pratap tanpa menatap istrinya.


"Hah...padahal aku sangat rindu pada mu, tapi kau sibuk rupanya." Ucap Momy Shamita menghembuskan nafas nya sambil pura pura merajuk.


Dady Pratap segera menarik pinggang ramping sang istri dan membuat nya duduk diatas pangkuan nya." Aku juga merindukan mu, sayang." Balas Dady Pratap yang langsung menci vum bi bir momy Shamita sangat lama.


"Kebiasaan ih!!" Momy Shamita segera melepaskan ciuman nya karena kehabisan oksigen.


"Maaf...aku tak bisa menahan nya." Jawab dady Pratap mengusap bibir momy Shamita yang sedikit memerah.


"Kau ini ya !" Cebik momy Shamita yang hendak berdiri dari duduk nya namun ditahan oleh dady Pratap.


"Tunggu dulu, apa kau merasakan nya sayang ?" Ujar dady Pratap yang sengaja menekan bagian bawah istrinya hingga mengenai tonjolan nya yang sudah menegang.


"Ayo, kita selesaikan ini." Ujar dady Pratap segera menggendong sang istri memasuki markas pertempuran rahasia.


Dengan satu pencetan, terbukalah kamar rahasia milik dady Pratap. Setelah membaringkan sang istri diatas ranjang king size milik nya, dady Pratap segera memangsa santapan nya dengan ganas.


Dady Pratap sangat ahli membuat istrinya merem melek akibat ulah nya. Dan begitu waktunya tiba, dady Pratap segera memposisikan senjata nya dengan benar dan langsung tancap gas dengan semangat 45 nya.


******* terdengar dari dalam markas tempur. Terlihat tubuh kedua nya sudah bermandikan peluh yang sangat banyak.


"Aaarrrgghhhh....." erang kedua nya saat mendapat pelepasan ketiga kali nya secara bersamaan.


"Huuh..huh..huh.." nafas kedua nya masih memburu, dady Pratap menggulingkan tubuh nya kesebelah momy Shamita.


"Terimakasih sayang...terimakasih banyak." Ujar Dady Pratap seraya menciumi wajah istrinya yang masih memerah.


"Sama sama...aku lelah sekali." Balas momy Shamita singkat. Saat ini ia merasa lutut nya bergetar hebat, tak menyangka tenaga suami nya ini seperti badak. Bayangkan saja satu ronde setara dengan satu jam lama nya, sementara mereka melakukan tiga ronde pertempuran.


"Tidurlah...aku akan memeluk mu." Ucap dady Pratap segera melingkarkan tangan nya di pinggang momy Shamita.


"Love you my hubby." Ujar momy Shamita tiba tiba yang membuat dady Pratap mengernyitkan dahi nya.


"Apa ? Kau bilang apa tadi ?" Tanya dady Pratap seolah tak percaya dengan pendengaran nya bahkan ia sampai melepaskan pelukan nya dari tubuh sang istri.


"Iihh kau ini menyebalkan ! Dasar tidak peka!" Cebik momy Shamita yang mendorong tubuh sang suami agar menjauh dari nya. Momy Shamita segera mendudukan badan nya yang remuk redam sambil menatap horor ke arah suaminya.


"Sayang...jangan marah...aku hanya bercanda tadi." Mohon dady Pratap seketika saat sang istri dalam mode sailor moon yang maha mengerikan.


"Bercanda mu tidak lucu ! Sana pergi tidur dengan Mukhi dan Roni saja diluar !" Momy Shamita berpura pura mengusir dady Pratap dari markas tempur, padahal dalam hatinya ia terkikik melihat sang suami ketakutan seperti ini.


"Eehh tidak...jangan lakukan itu, pleasee!!" Rengek dady Pratap yang sudah menangkupkan tangan nya didada, berusaha menampilkan wajah memelasnya.


"Ya,habis nya kau itu tidak peka !" Balas momy Shamita mengerucutkan bibir nya.


"Maaf...apa kalau aku membalas love you more my wife kau akan memaafkan ku ?" Tanya dady Pratap dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin. Diri nya berharap cara ini berhasil, tak mungkin kan ia harus berbagi tempat dengan para majikan nya.


"Tergantung..." Ujar momy Shamita menyeringai licik.


"Mak-maksud mu ?" Tanya dady Pratap seolah tau ia dalam bahaya kali ini.


"Aku ingin beli tas dari kulit buaya, juga ingin shopping bersama teman teman ku." Jawab Momy Shamita yang mengulum senyum.


"Tenang saja...kau boleh beli apa yang kau suka, kau bahkan boleh ke salon untuk merawat tubuh mu yang sexy ini." Kata dady Pratap setengah menggoda sang istri.


"Nahhh itu baru aku suka." Ucap momy Shamita yang wajah nya kembali berseri seri.


"Love you my sweet heart." Bisik dady Pratap ditelinga momy Shamita yang membuat bulu kuduk nya merinding kala merasakan hangat nya hembusan nafas sang suami.


"Love you too my darling." Balas momy Shamita yang tersenyum malu malu embek.


"Satu kali lagi yuk." Ujar dady Pratap sambil menaik turunkan alis nya. Momy Shamita hanya mengangguk pasrah sebab ia juga rindu akan senjata sang suami yang sebulan ini menganggur tak terpakai.


Well...mereka pun akhir nya melakukan ritual yang entah sampai berapa ronde nantinya.


VISUAL


Dady Pratap & Momy Shamita



Para Anabul Kesayangan ( versi dikit nya, asli nya mah banyak banget anjing nya )



RONI