Love, My Queen Of Mafia

Love, My Queen Of Mafia
Ekstra Part 2



Agnes sedang terduduk di atas sofa dengan tangan yang sibuk mengambil cemilan dan di masukannya ke dalam mulut.


Sesekali Agnes tertawa saat melihat Afgan dan El yang sedang bermain tidak jauh dari tempatnya.


" El, kamu main sendiri dulu yah. Ayah mau nyamperin Bunda, kangen katanya. " Ucap Afgan sambil melirik Agnes.


Agnes yang tidak bisa mendengar apa yang Afgan ucapkan pada El hanya bisa mengangkat kedua bahunya tidak peduli, kemudian dia kembali sibuk dengan cemilannya.


" Oke Ayah, " Balas El yang membuat Afgan mengacak rambutnya gemas.


Afgan bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Agnes, dia mendaratkan bokongnya di samping Agnes dan lagi-lagi dia memeluk istrinya.


" Ih, kak. Apaan si, awas ah! " Ucap Agnes kesal.


Afgan melepaskan pelukannya, kemudian dia mengangkat tangannya untuk di jadikan bantal oleh kepala Agnes.


Agnes menerimanya dengan senang, kemudian dia beringsut mendekat dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Afgan.


" Sayang, banyak hal yang ingin aku ketahui. Karena selama aku koma, keadaan di sekitar ku sudah berubah sangat drastis. " Ucap Afgan tiba-tiba.


Agnes mengangkat kepalanya menatap Afgan, " Apa yang ingin kau ketahui? "


" Pertama, tentang El. Kapan kau mengadopsinya dan membawanya tinggal bersama kita? " Tanya Afgan sambil menatap Agnes lekat.


" Oh, aku mengadopsinya dua minggu setelah kejadian itu. Karena selama kau koma, aku sangat bosa dan tidak ada orang yang bisa ku ajak bicara. Maka dari itu aku langsung mengadopsi dan membawa El ke rumah, "


" Bukankah memang rencananya dari awal begitu? Setelah urusan paman Marcus selesai, kita akan mengadopsi El dan menjadikannnya anak kita. " Lanjut Agnes.


Sesekali perempuan itu menjeda perkataannya sesaat karena mengunyah atau memasukan kembali makanan ke dalam mulutnya.


" Heum, kau benar. Sekarang pertanyaan yang kedua, "


" Hm, " Agnes hanya berdehem menanggapi perkataan Afgan.


" Fani dan Kevin, kenapa mereka berpisah? Dan lagi, kenapa Fani sudah hamil anak pria lain? Bukankah waktu resepsi kita hubungan mereka baik-baik saja? " Tanya Afgan penasaran.


Agnes yang sedang mengunyah makanannya berhenti seketika, dia menyimpan makanannya di atas meja dan menatap Afgan lekat.


" Cerita lengkapnya aku tidak terlalu tahu, tapi yang bisa kita simpulkan di sini hanyalah mereka yang mungkin bukan jodoh. " Jawab Agnes sambil sesekali menarik nafasnya dalam.


Afgan mengangkat sebelah alisnya, " Itu tidak membuat rasa penasaranku berkurang sayang, ceritakan apa yang kau tahu tentang mereka padaku! " Titah Afgan.


Agnes terdiam, kemudian dia memejamkan matanya dan menarik nafasnya panjang.


" Saat pesta resepsi kita, Fani bertemu dengan Mark, suaminya yang sekarang. Mark jatuh cinta pada pandangan pertama dan terobsesi untuk mendapatkan Fani, sehingga dia melakukan hal gila yang membuat Fani tidak bisa menolak keinginan Mark untuk menikah dengannya. " Ucap Agnes.


" Mark, Mark Charlose? " Tebak Afgan yang di angguki Agnes.


" Astaga, dia adalah orang berbahaya sayang. Kenapa tadi aku tidak terlalu memperhatikan wajahnya ya, jika saja aku sadar tentang dia dari awal sudah aku rebut Fani secara paksa darinya. " Ucap Afgan mengebu-ngebu.


" Tenanglah! Dia sangat mencintai Fani, meskipun dia seorang Psychopath tapi dia tidak pernah melukai hati maupun fisik Fani setelah mereka menikah. " Ucap Agnes sambil memegang tangan Afgan.


" Apa?! Kenapa kau seyakin itu sayang, apa kau tahu seperti apa Mark? "


" Aku sempat menentang hubungan mereka, bahkan aku sempat bertarung dengan Mark. Tapi dia sama sekali tidak melawan setiap pukulanku. Dan yang bisa aku lihat, dia memang benar-benar mencintai Fani dengan tulus. "


" Bukankah kau lihat tadi perut Fani yang membuncit? Itu adalah anak mereka dan sepertinya anak kita dan anak Fani akan lahir di tahun yang sama, " Lanjut Agnes sambil mengelus perutnya.


Afgan terdiam, kemudian dia kembali membuka suara.


" Sayang, apa kau yakin Mark akan menjaga Fani dengan baik? Aku banyak mendengar rumor kekejaman dan Mark juga termasuk seorang lelaki pemain wanita. " Ucap Afgan yang masih khawatir mengenai masa depan adik sepupunya.


" Tenanglah! Jika dia Psychopath, aku tetap masih bisa mengalahkannya. Apa kau lupa siapa aku? Bahkan tanpa bantuan dari Regata pun aku sudah bisa menyanyat kulit dan memenggal kepala Mark jika dia berani macam-macam dengan Fani. " Ucap Agnes santai.


Afgan menatap Agnes dengan tatapan mengejek.


" Mungkin kau memang Mafia hebat dulu, tapi sekarang kau sudah menjadi ratu mafia lemah yang bisa saja di habisi oleh Mark dalam satu kali kedipan mata. "


" Hey apa maksudmu?! " Pekik Agnes marah sambil berdiri perlahan.


" Lihatlah! Bahkan untuk berdiri saja kau sangat lambat, ingat sayang. Kau sedang bunting, jadi jangan so jago atau aku lempar kau ke atas ranjang. " Ancam Afgan serius.


" Sialan kau, " Maki Agnes.


Afgan tertawa mendengar makian Agnes, saat dia meraih tangan istrinya hendak mendudukkan Agnes di atas pangkuannya, tiba-tiba Agnes meringis dan memegangi perutnya.


" A-agrhk..Sa-sakit, kak- Arghkk!! " Ringis Agnes dengan keringat yang sudah membasahi dahinya.


" Sayang, sayang kamu- "


" Afgan, air ketuban Agnes sudah pecah. Cepat bawa dia ke rumah sakit! " Teriak Jennie yang baru sampai di rumah Afgan dan melihat kaki menantunya yang basah.


Dengan segera Afgan mengangkat Agnes dan membawanya ke dalam mobil Alfan yang memang saat itu ikut datang menemani Jennie.


--


Saat tiba di rumah sakit, Agnes langsung di masukkan ke UGD dan tentunya dengan di temani oleh Afgan.


Sementara keluarganya menunggu di luar dan menantikan kabar tentang Agnes dan anaknya dengan harap-harap cemas.


Di dalam sana, Afgan dengan setia menemani Agnes dan menyeka keringat yang keluar dari dahi istrinya.


Hati Afgan sangat sakit saat melihat perjuangan Agnes untuk melahirkan anaknya dan dia juga ikut menangis saat melihat Agnes menangis karena sakit.


" Tahan sebentar buk, jangan tidur. Ayo, sedikit lagi, satu dua- "


Eak...Eak..


Bayi Afgan dan Agnes pun lahir, semua orang yang berada di luar langsung bangkit berdiri dan tersenyum bahagia saat mendengar suara tangisan bayi.


Di dalam sana, Agnes tersenyum dan mengelus putrinya yang sedang berada di gendongan Afgan.


" Sangat cantik, siapa namanya pak? " Tanya seorang dokter yang membantu Agnes melahirkan.


" Shyla, Shyla Agatha Afriansyah. " Ucap Afgan dengan kebahagiaan yang terpancar jelas di kedua matanya.


Agnes tersenyum dan mencium pipi putri kecilnya, tidak lama rasa kantuk menyerangnya dan Agnes di suruh untuk beristirahat oleh dokter kandungan tadi.


" Terima kasih sayang, kau telah memberikan kebahagiaan terbesar untukku. " Ucap Afgan sambil mencium kening Agnes yang sedang memejamkan mata.


Orang pertama yang dia lihat saat membuka mata adalah suminya, Afgan terlihat menggenggam tangan Agnes erat dan menciuminya beberapa kali.


" Sayang, kau sadar. " Ucap Afgan girang saat melihat istri cantiknya membuka mata.


Agnes tersenyum kecil, " Dimana putriku? " Tanya Agnes.


" Di sini! " Jawab Fani yang sedang menggendong keponakannya.


Fani berjalan mendekat dan menyerahkan bayi yang sedang di gendongnya itu kepada Agnes dengan hati-hati, wanita itu tersenyum bahagia melihat bayi kecil yang cantik.


Ah...Fani jadi ingin bayinya nanti perempuan.


Agnes menatap putri kecil yang sedang berada di gendongannya itu dengan tatapan sendu. Sebelah tangannya terangkat dan mengelus lembut pipi putri kecilnya yang sedang tidur.


" Lihat sayang! Dia sangat cantik, sepertimu. " Ucap Afgan.


Agnes hanya menatap suaminya sekilas dan kembali menatap putrinya dengan tersenyum.


" Benar, dia mirip dengan- "


" Wah, bayinya secantik kau Agnes. Tidak ada wajah Afgan di dalamnya, apa benar itu anaknya? " Potong Regata yang baru saja tiba bersama Afra.


Regata memang sudah memiliki firasat Agnes akan melahirkan dari kemarin, maka dari itu dia dan Afra sudah kembali ke Indonesia satu hari sebelum Agnes melahirkan.


Sementara Veyna dan si kembar masih berada di Australia bersama keluarga bibinya.


" Wah, istriku sangat cantik. " Celetuk Afra sambil melompat-lompat ingin melihat bayi Agnes


Semua orang melongo mendengar ucapan Afra, tidak lama mereka tertawa terbahak-bahak mendengar Afra yang memanggil baby Shyla dengan sebutan ' Istriku ' .


" Dady, carry me please! I want see my wife, " Ucap Afra sambil merentangkan tangannya meminta di gendong Regata.


Regata yang masih tertawa seketika menghentikan tawanya dan mengangkat Afra supaya bisa melihat baby Shyla yang masih dalam gendongan Agnes.


" Dia cantik, secantik aunty beautiful. " Ucap Afra sambil menatap baby Shyla dengan mata berbinar.


" Ekhm, " Afgan berdehem karena tidak suka melihat putra dari mantan rivalnya itu memanggil putrinya istriku.


Panggilan macam apa itu?


Afra menoleh ke arah Afgan, kemudian dia menjulurkan lidahnya mengejek dan kembali menatap baby Shyla.


" Astaga, " Gumam Afgan sambil menggeleng kecil.


Semua orang tertawa melihat tingkah Afra yang kelihatannya tidak menyukai Afgan. Sementara Afgan memilih menjauh dari bocah sialan itu dan terduduk bersama ayah dan kakaknnya.


" Restui saja boy, " Canda Ryan yang malah di hadiahi delikan mata Afgan.


" Aku jadi ingin bayiku nanti perempuan, " Ucap Fani pelan.


" Benarkah? Jika kau ingin bayi kita perempuan, aku harus sering-sering menengoknya dan kita akan sama-sama membuat jenis kelami*nya nanti. " Ucap Mark yang tiba-tiba memeluk Fani dari belakang.


" Sialan, itu mau mu! " Ucap Fani jengkel.


Mark hanya tertawa dan menghujani pipi Fani dengan ciumannya.


Tanpa mereka sadari, rupanya Kevin dan istrinya terduduk tepat di belakang mereka, yang tentunya dapat mendengar semua yang mereka bicarakan dengan jelas.


" Kau juga ingin memiliki bayi? " Canda Kevin pada istrinya.


Wajah istri Kevin merona, dia memukul pelan pundak suaminya dan memalingkan wajahnya karena malu.


Kevin terkekeh dan membawa istrinya ke dalam pelukannya.


" Maafkan sikapku yang tidak pernah baik kepadamu selama ini, tapi aku berjanji mulai hari ini dan seterusnya aku akan membahagiakanmu dan menjadikanmu istriku seutuhnya. " Bisik Kevin mesra.


Istri Kevin hanya bisa diam dan memejamkan matanya saat suaminya itu mencium keningnya lama.


Saat semua orang di ruangan itu sibuk mengobrol dan bermesraan, tiba-tiba datanglah Raka dan Rey dengan laptop besar yang Rey pegang.


" Hey guys! Family Amerika datang menjenguk sang Ratu mereka yang melahirkan princes ...!! " Teriak Rey.


Semua orang mendekat dan merapat pada Agnes saat Rey menyimpan laptop yang di bawanya itu di atas meja depan ranjang.


Tidak lama, munculah semua wajah keluarga Agnes yang berada di Amerika pada layar laptop itu.


" Hello everyone, welcome back to my you tube channel. " Celetuk Regata yang membuat semua tertawa.


Mereka mulai mengobrol bersama keluarga Agnes dengan hangat, di sana terdapat semua keluarga Filex dan Drexy yang sengaja berkumpul untuk melakukan video call dengan Agnes saat mendengar putri mereka sudah melahirkan.


Semua orang tertawa ngakak saat Regata dan Louis adu mulut yang selalu di akhiri dengan amarah Park eun-da nenek Agnes.


Agnes tersenyum bahagia, dia menatap putrinya yang masih memejamkan mata. Dia sangat bahagia bisa melahirkan putri secantik Shyla, suami setampan Afgan, dan teman sebaik Regata.


Tidak lupa juga dengan keluarga yang saat ini dia miliki.


Ini bukanlah akhir dari kehidupannya, melainkan awal di mulainya sebuah kebahagiaan yang tidak sempat Agnes rasakan sejak kecil.


Yang saat ini ingin Agnes katakan hanya satu,


" Welcome to the world Shyla Agatha Afriansyah! ".


_-_â„¢


LAST PART!


Akhirnya selesai, jangan lupa mampir di * My Handsome Mafia * ya!! Itu merupakan cerita tentang Afra dan Shyla.


Dan author juga mengucapkan banyak-banyak terima kasih pada kalian yang selalu setia menunggu dan mendukung Karya author.


Untuk yang menginginkan cerita tentang Afra dan Shyla, akan ada di novel di bawah ini ya👇 Sudah di publik kok, tinggal mampir dan tinggalkan jejakk!!👇👇👇👇



_____________


Sekali Lagi Author Ucapkan Terima Kasih Banyak Guys!! Salam hangat dari Author untuk kalian semua. Bye...!