
"Gue tau kak.Dia emang bilang kalo dia cinta sama gue,tapi gue gak cinta sama dia!"Ucap Agnes
Kevin menghela nafas panjang.
"Dengar!Cinta datang karna terbiasa.Jadi kalo lo sama Afgan nikah,otomatis kan kalian tinggal satu atap.Dan dengan terbiasa bersamalah yang akan membuat lo,sedikit demi sedikit membalas cinta Afgan dan menerima dia sepenuhnya sebagai pendamping hidup lo kelak."Ucap Kevin berusaha memberikan Agnes penjelasan.
Agnes hanya diam sambil mengalihkan pandangannya dari kevin.
Kevin yang melihat tingkah adiknya seakan penolakan ucapannyapun kembali menghela nafas pelan dan kembali berbicara pada Agnes.
"Nes,gue sebagai kakak lo hanya mau yang terbaik buat lo!"Ucap Kevin yang sama-sama menghadap depan."Jadi gue harap,lo bisa nerima niat baik Afgan buat bertanggungjawab dan menghalalkan lo sebelum semuanya terlambat."Lanjutnya.
"Gue gak tahu kak,gue butuh waktu."
**
Night,pOv!
"Kak Rexi!!"Teriak Agnes girang sambil celengak-celinguk melihat setiap sudut ruangan.Ya,mencari keberadaan Rexi tentunya
"Apa?"Tanya Rexi yang ternyata tengah terduduk di salah satu sofa yang berada di ruang keluarga.
Agnes tersenyum dan melangkah menuju Rexi.
Saat sudah berada di depan sang Kakak,Agnespun mendaratkan bokongnya tepat di samping Rexi dengan tangan yang sudah bergelayut manja di lengan Rexi.
"Kak,aku-aku..-"Ucap Agnes yang sedikit ragu.
Rexi mengernyitkan alisnya bingung.Kemudian dia menyadari perubahan dari sikap Agnes yang tidak seperti biasanya.
"Ada apa dengannya?pagi tadi saja moodnya sudah sangat buruk,apa dengan bertemu kakak Asianya itu moodnya sudah kembali membaik?Huu,menyebalkan.Kenapa tidak aku saja yang menjadi penyebab kembalinya mood baiknya itu."Batin Rexi kesal.
"Ada apa,kau mau apa?cepat bicaralah!"Ucap Rexi ketus tanpa melihat Agnes.
Agnes melepaskan tangannya yang memegang lengan Rexi dan mendelik malas pada kakaknya itu.
"Hah sialan.Kalo bukan kakak gue udah pecah tuh pala lo kena tendangan maut dari kaki cantiknya gue!"Batin Agnes sambil menatap Rexi sinis.
"Apa?"Tanya Rexi sambil melihat Agnes.Karna memang dia menyadari tatapan sinis adiknya itu.
Seketika wajah Agnes kembali berbinar mengingat sesuatu.
"Ah iya,Itu aku-!"Ucapannya terpotong karna kembali gugup takut Rexi tidak mengizinkannya.
Rexi mendelik malas."Aku aku apa?jika kau tidak ing-
"Aku mau ikut tinggal bersama bang Kevin di apartement barunya!"Potong Agnes dalam sekali tarikan nafas.
"Boleh yah?"Lanjutnya sambil menatap Rexi penuh harap.
"Gak boleh!"Balas Rexi tegas."Aku gak akan biarkan kamu pergi kemanapun."Lanjutnya sambil berdiri dengan kasar.
Agnes yang melihat Rexi berdiripun ikut berdiri dan langsung memegang lengan Rexi.
"Boleh lah kak,cuma sampai bang Kevin balik ke Indonesia lagi.Cuma sebentar kok,palingan beberapa bulan."Bujuk Agnes."Ya ya ya..boleh yah?"Lanjutnya sambil menggoyang-goyangkan lengan Rexi.
"Gak!"Ucap Rexi kekeh dan menepis tangan Agnes kasar.Lalu pria itu berlalu begitu saja.
"Yah,kak!!Kak Rexi!!"Panggil Agnes namun tak ada jawaban sama sekali dari Rexi.
Agnes mendengus malas.Kemudian dia meraih ponselnya dan menghubungi kevin.
"Halo bang!"Ucapnya pada Kevin yang berada disebrang sana.
"Apa?Gimana,lo uda-
"Sepertinya gak malem ini juga deh bang.Kak Rexi ngelarang gue keras banget soalnya,ntar gue berusaha bujuk aja dianya yah!"
"Haha..Gue bilang juga apa!"Ejek Kevin disebrang sana.
"Sialan lo!Kalo lo gak ngelarang-larang gue buat kabur,udah ada disanakan gue sekarang."Ucap Agnes kesal.
"Haha..gak gitu juga kali!Bisa berabeh ntar kalo si bule kampret marah terus ubrak-abrik apartement gue."
"Huh,yaudah udah dulu yah.Gue mau susul kak Rexi dulu,marah tuh dia kayaknya."
"Hem oke.Night Sweety have a nice dream,I love you!"Seru Kevin lembut.
"Night too my brother,I love tou too!Babay...!"Balas Agnes dan langsung mematikan panggilannya.
"Ha..gimana cara gue bujuk kak Rexi coba?mana dia sama lagi sama gue.Sama-sama dingin plus heras babatok!"Seru Agnes dengan kedua tangan yang ia simpan di pinggang.
"Eh kampret,gara-gara si sonya gue jadi ikut-ikutan pake bahasa jerman kan.Eh ralat!Sunda maksudnya.Haha..!!" Lanjutnya tertawa sendiri.
**
Mansion Regata poV!
Byur....
Suara air yang ditumpahkan tepat pada wajah cantik seorang gadis yang tengah tertidur pulas akibat terlalu banyak minum.
Siapa lagi jika bukan Haley.
Setelah Regata berhasil menculiknya dan membawanya ke mansion mafianya,Haley sama sekali tidak membuka matanya.Mungkin karna pengaruh minuman yang banyak ia minum siang tadi.
Dan hal itu tentunya membuat Regata geram.Dengan segera Regata memerintahkan salah satu mafiosonya untuk menyiram Haley agar terbangun dengan dirinya yang terduduk tepat di hadapan Haley.
"Ahhgkk..!"Pekik Haley yang sudah membuka kedua matanya.
"Apa-Dimana ini?"Ucapnya ling-lung.
Perempuan itu mengedarkan pandangannya dan kedua matanya berhenti tepat didepan pria bertopeng yang tengah menatapnya tajam.
Kemudian dia beralih menatap dirinya yang kini sudah tidak biasa bergerak kemanapun karna tali kuat yang sudah mengikat tangan dan kakinya.
Disanalah Haley tersadar jika dirinya tengah diculik.
"Apa ini,lepaskan aku!!"Teriak Haley sambil berontak.
Regata yang memang selalu memakai topeng ketika di dunia hitamnya itupun nampak tersenyum sinis dibalik topengnya.
"Kau terlambat nona!"Balas Regata sambil berdiri dari duduknya dan berjalan menuju Haley.
Pria itu menundukkan kepalanya dan memajukannya pada wajah Haley dengan tangan yang sudah mencengkram kuat leher Haley.
"Sekarang kau sudah berada dalam cengkramanku,maka kau tidak akanku biarkan lepas begitu saja!"Ucap Regata sambil menatap Haley tajam.
"Le-paskan,Uhuk..Kau ti-tidak tahu sedang be-berurusan dengan si-siapa."Ucap Haley berbata.
Regata melepaskan kasar cengkramannya dan tersenyum miring.
"Nona drax,apa kau pikir aku tidak tau namamu.Hem?"Ucapnya."Aku tahu siapa kau,kau-kau yang sudah membuat dia terpukul dan menderita!maka bersiaplah menghadapi penderitaan yang lebih dari yang kau berikan padanya!"Lanjutnya penuh penekanan sambil menatap Haley penuh amarah.
Haley hanya terbatuk-batuk sambil memandang Regata penuh kebingungan.
"Siapa kau?penderitaan apa yang kau maksud,aku-
"Diam!"Potong Regata geram."Bawa dia kedalam kamar yang sudah aku siapkan!"Titahnya pada salah satu mafioso yang berada disana.
"Yes sir!"Ucap Mafioso itu dan membuka ikatan Haley dengan kasar.
Setelah ikatan itu terbuka,mafiosi itupun menyeret Haley dengan dibantu dua orang lainnya.
"Tunggu.Kamar,kamar apa yang kau maksud.Hey..Hey brengsek!!jangan pernah berani menyentuhku sedikitpun,kau akan menerima balasan dari kakak dan ayahku nanti!!"Teriak Haley pada Regata yang sudah kembali terduduk manis.
"Lepas-lepaskan aku!"Ucap Haley berontak.
Tapi tenaganya kalah kuat dengan ketiga mafioso yang menyeretnya.
"Diam!"Bentak salah satu mafioso yang menyeretnya dan kembali memaksanya mengikuti langkahnya.
Regata menyeringai puas setelah kepergian Haley.
"Bersenang-senanglah dengan para orang kotor,Haley.Karna kau bahkan lebih kotor dari mereka!"Ucap Regata dengan tatapan penuh kebencian melihat kepergian Haley.
"Kakakmu akan membalasku kau bilang?kita lihat saja,bahkan kakakmu sendiripun sungguh menanti kehancuranmu!"Lanjutnya tersenyum sinis dan beralih menatap layar laptop yang berada di hadapannya.
"Disinilah kehidupanmu akan barubah.Bahkan berubah menjadi lebih buruk daripada kehidupan baru yang kau berikan pada Agnes!"
_-_
Tbc!
_______________
Maaf nih sebelumnya,aku udah jarang banget nge-Up Novel ini dan Novel sebelah(Playboy Vs Playgirl),ya..Karna kalian yang masih belajar taulah kalo sekarang Study Online mulai kembali membuatku sibuk.Ha..😌
Jadi maaf atas ketidak hadiranku beberapa hari ini ya,,,aku usahakan Novelnya Up tiap hari kok.Ya,,meski dengan waktu dan jumlah Chapter yang tidak menentu.
Yang intinya,
🔁Jangan Lupa Like,Komen and Vote Untuk dukung Author yaa..Babaii!!