Love, My Queen Of Mafia

Love, My Queen Of Mafia
Resepsi



Di sebuah gedung tertinggi, terlihat banyaknya orang-orang yang berlalu lalang dengan pakaian yang sangat mewah dan tidak lupa dengan kotak kado ataupun paper bag yang mereka bawa.


Dan tentu saja hal itu akan mereka berikan pada sepasang pengantin yang sedang berdiri di atas altar, siapa lagi jika bukan Mr. dan Mrs. Afriansyah.


Agnes terlihat begitu cantik dengan menggunakan gaun pengantinnya yang panjang dengan rambutnya yang sengaja ia gulung tidak lupa dengan di beri beberapa pernak-pernik hiasan rambut yang membuat penampilannya terkesan mewah dan elegan.


Afgan pun tidak mau kalah, dia juga terlihat sangat tampan dengan menggunakan jas berwarna hitam dengan dasi berbentuk pita dan tidak lupa rambutnya yang dia tata serapi mungkin membuat penampilannya sungguh sangat sempurna.


Agnes dan Afgan berdiri di altar dengan sebelah tangan Afgan yang tidak pernah lepas dari pinggang Agnes.


Mereka sama-sama tersenyum bahagia, karena baru kali ini mereka dapat melihat keluarganya berkumpul lengkap.


Mulai dari keluarga Agnes yang dari Amerika seperti keluarga besar Filex Alexander dan keluarga Drax Drexy yang ikut menghandiri resepsi Nona kecilnya, dan tidak lupa pula keluarga besar dari Afgan mulai dari bibi, paman, dan para sepupu-sepupu jauhnya yang juga ikut meramaikan suasana.


Resepsi pernikahan mereka sungguh sangat meriah. Tapi yang membuat Agnes agak sedih, yaitu ketidak hadirannya Regata.


Bahkan Regata juga mengatakan jika Veyna dan Afra tidak akan datang, pagi tadi memang Veyna sudah menelponnya dan mengucapkan selamat dan maaf atas ketidak hadirannya.


Dan ketidak datangannya mereka sungguh membuat pesta Agnes serasa hampa.


Saat melihat istrinya murung, dengan segera Afgan mengeratkan pelukannya di pinggang Agnes, yang mana membuat wanita itu menoleh menatapnya.


" Ada apa? " Tanya Agnes.


" Harusnya aku yang bertanya, kamu kenapa? " Tanya balik Afgan.


Agnes sedikit menunduk, kemudian dia kembali mendongak menatap Afgan sambil menggeleng kecil dan tersenyum menandakan jika dia baik-baik saja.


Afgan balik tersenyum dan mengecup kening Agnes berkali-kali, dia tahu istrinya itu sedang bersedih karena ketidak hadirannya Regata.


" Tidak perlu sedih, mungkin keluarga kecil temanmu itu sedang ada keperluan lain yang tidak bisa mereka tinggalkan. " Hibur Afgan sambil tersenyum tampan.


Agnes menatap Afgan lekat, kemudian tatapannya beralih saat melihat kedua temannya yang datang dan memeluknya secara bersamaan.


" Huhu..Guys, entah kenapa aku juga jadi ingin cepat-cepat menikah. " Celetuk Fani saat mereka berpelukan.


Sonya melepaskan pelukannya dan memukul lengan Fani.


" Jika kau sudah kebelet ingin menikah, ajak saja kak Kevin sana! Atau perlu aku yang mewakilimu bicara? " Tawar Sonya tersenyum usil.


" Sialan kamu, " Maki Fani kesal.


Agnes dan Sonya tertawa melihat kekesalan Fani, tanpa mereka ketahui ternyata Kevin dan David sudah berada tepat di belakang mereka dan mendengar semua perkataan mereka.


Ujung mata Agnes tidak sengaja menangkap kedua sosok itu, otak cerdiknya pun menangkap sesuatu yang menyenangkan untuk menjahili kakak dan brother kampretnya itu.


" Eum, Sonya. Apa kau tahu Raka? " Tanya Agnes.


" Tahu, Raka teman Regata yang super tampan itu kan? " Jawab Sonya sambil mengunyah permen karet.


" Eh..Dia pernah nembak aku loh, " Semprot Fani tiba-tiba.


" Wah, masa?! " Pekik Agnes dan Sonya.


" Iya, tapi aku tolak. "


" Why? " Tanya Sonya penasaran.


" Ya karena aku sudah punya kak Kevin, " Jawab Fani bangga.


" Jika kamu belum punya bang Kevin, terima dong ya? " Goda Agnes.


" Tentu saja! Dia kan tampan, mapan, dan tidak lupa juga dengan sikapnya yang verry verry sweett Uwwu! " Ucap Fani dramatis.


Agnes dan sonya bergidik geli melihat tingkah Fani yang benar-benar semagat dalam hal membahas laki-laki tampan seperti Raka.


" Kau benar, aku jadi teringat akan Rey. Dia juga pernah menyatakan perasaannya padaku. Jika saja waktu itu David tidak ada, mungkin sekarang aku sudah punya anak yang lucu-lucu dengannya. " Celetuk Sonya sambil senyum-senyum gak jelas.


" Baby! "


" Honey! "


Panggilan maut dari David dan Kevin yang tiba-tiba pun membuat Fani dan Sonya menegang di tempat.


" Mamp*s! "


Agnes menahan tawanya saat melihat kekesalan di wajah kedua kakaknya itu, entah kenapa hal ini membuat kebahagiaan tersendiri untuknya.


Dengan agak ragu-ragu, Sonya dan Fani membalik tubuhnya menghadap David dan Kevin.


" Sa-sayang, hehe.. Just kidding! " Ucap Sonya sambil cengengesan.


" Peace baby! I'm only say not do it, " Sambung Fani sambil mengangkat dua jarinya membentuk huruf V.


Tanpa berkata apa-apa Kevin dan David langsung pergi meninggalkan kedua pacar mereka karena marah dengan ucapan Sonya dan Fani yang membahas laki-laki lain di belakang mereka.


Apalagi dengan mereka yang berandai-andai akan menikahi pria lain jika mereka tidak ada dalam kehidupan kedua gadis itu.


Sonya dan Fani saling lirik, dengan serempak mereka berkata:


" Wait me!! " Teriak mereka sambil berlari mengejar pacar mereka yang merajuk.


" Hahaha..! "


Agnes tertawa terbahak-bahak saat melihat kedua temannya yang berlari seperti orang kesetanan hanya untuk menyusul dan membujuk pacar mereka.


Sementara Afgan yang melihat tingkah usil istrinya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya saja tanpa berkomentar.


" Kau lihat kak, mereka- "


" Girl! "


Panggilan dari Filex membuat Agnes menghentikan ucapannya dan menenengok ke arah sang kakek.


" Grand pa? "


" Come here please! " Pinta Filex.


Agnes menengok ke arah Afgan, saat mendapatkan anggukan dari suaminya, dengan perlahan Agnes mengangkat gaun pengantinnya dan berjalan ke arah Louis dan Filex.


" What's wrong? " Tanya Agnes yang sudah terduduk di depan Filex.


" Kami tahu masalahmu girl, dan grandpa harap kau tidak akan membahayakan dirimu sendiri. " Ucap Filex sambil menatap tajam ke arah cucunya.


" I know grandpa, but- "


" Tidak ada tapi-tapian baby, ingat janinmu! Kau sekarang berbadan dua. Jika kau terluka, maka bayimu juga akan terluka. Remember that! " Potong Louis.


Agnes hanya menundukkan kepalanya saat mendapatkan larangan untuk bertarung dari kakek dan pamanya.


" Kapan dia akan datang? " Tanya Filex.


" Sekitar 2-3 jam lagi, " Balas Agnes.


" Aku sudah mengirim pasukan untuk membantu Regata, jadi kau tidak perlu khawatir! " Ucap Louis.


" I know. Yang aku khawatirkan hanya Regata guys! Secara tidak langsung aku menjadikannya umpan dan benteng untuk masalah keluargaku, " Ucap Agnes sambil menunduk sedih.


" Hey trust he! Dia bukan orang lemah yang mudah di kalahkan, " Ucap Louis sambil mengangkat dagu Agnes.


" Girl, yang kami khawatirkan itu adalah kamu! Apapun yang terjadi, grandpa harap kau tidak turut campur dalam pertarungan ini. Percayakanlah semuanya pada Regata! Grandpa yakin dia bisa, " Ucap Filex berusaha membuat Agnes tenang.


Agnes mengangguk kecil, " Aku pikir juga begitu. " Ucap Agnes.


" Tapi jika situasi tidak memungkinkan, maka aku akan tetap turut serta. Karena aku tidak akan membiarkan Regata terluka apalagi pergi menghadap Tuhan hanya karena menyelamatkanku, " Batin Agnes.


_-_


Tbc!


#Ngiklan!