
Agnes menatap Afgan dengan kepala yang menggeleng kecil.Kemudian wanita itu beralih menatap depan dengan memejamkan matanya sejenak dan menghembuskan nafas pelan.
Agnes membuka matanya dan beralih menatap Afgan.
"Give me a time!"ucap Agnes pada Afgan.
"Sudah cukup banyak waktu yangku berikan.Sekarang,tidak lagi!"Jelas Afgan penuh penekanan. "Bersiaplah!Alvin akan menjemputmu sore nanti!"Lanjutnya dan berlalu begitu saja dari sana.Yang tentunya diikuti oleh Alvin sang tangan kanan sekaligus sekretarisnya.
Lagi-lagi Agnes hanya bisa diam dan menarik nafas pelan.Sesaat kemudian,dia teringat akan Regata.Dengan cepat wanita itu menoleh ke arah seorang pria yang hanya duduk menunduk di sofa sana.
"Regata!"Panggil Agnes.
Regata mengadahkan kepalanya menatap Agnes sendu.Laki-laki itu seakan tidak punya harapan lagi untuk bisa memiliki Agnes saat sang perempuan yang berada dalam hatinya itu dinyatakan hamil.Dan kehamilannya berarti kehancuran bagi Regata!Karna dengan hamil,tentu saja Agnes akan memilih Afgan yang merupakan Ayah dari anak yang di kandungnya.
Kevin melirik Vano dan Reki secara bergantian.Kakak tampan itu menyuruh keduanya untuk mengikutinya keluar membiarkan Agnes dan Regata agar menyelesaikan masalah mereka melalui sorot matanya.
Rexi dan Vano yang mengerti hanya mengangguk mengiyakan.
"Nes,aku pergi dulu.Selesaikanlah semuanya dengan kepala dingin!Jangan pikirkan hatimu,tapi pikirkanlah anakmu."Ingat Kevin sambil mengelus pucuk kepala Agnes dengan senyuman tampan yang tak pudar dari bibirnya.
Agnes tersenyum dan mengangguk kecil.Setelah mengatakan itu,Kevin pun pergi dari sana dengan diikuti oleh Vano.Sementara Rexi,pria tampan itu terasa masih enggan meninggalkan adik cantiknya.Dengan langkah pelan,Rexi berjalan mendekati Agnes.
"Baby,aku yakin kau bisa melewati semua ini!Pikirkanlah baik-baik sebelum kau mengambil keputusan!"Ingat Rexi dan mencium kening Agnes lembut sambil tersenyum.
"Thanks kak!"Ucap Agnes pelan sambil tersenyum ke arah Rexi.
Rexi balik tersenyum dan mengelus pelan kepala Agnes.Setelah itu,dia pun pergi dari sana.Menyusul Kevin,dan memberikan waktu berdua untuk Agnes dan Regata tentunya.
**
Setelah kepergian Rexi,Regata mendekat dan memegang lembut kedua tangan Agnes.Agnes yang di pegang tangannya hanya terdiam dengan membuang mukanya ke samping.
"Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi!"Titah Agnes dingin.
Regata mengangkat sebelah alisnya bingung.Dia merasa Agnes sedang marah,tapikan seharusnya dirinya yang marah karna Agnes yang akan memenuhi janjinya dan meninggalkannya.Tapi ini?
"Kenapa kau bersikap dingin padaku Agnes?bukankah seharusnya aku yang marah karna kau dengan mudahnya membatalkan pernikahan kita dan lebih memilih menikah dengan pria brengsek itu!"Ucap Regata dengan nada meninggi di akhir kalimatnya.
Agnes langsung mengalihkan pandangannya pada Regata dan menarik tangannya yang di genggam oleh Regata dengan kasar.
Perlahan wanita itu mengubah posisi terlentangnya menjadi terduduk dengan Regata yang berdiri di sampingnya.
"Kau bilang apa tadi gata?pria brengsek,kau bilang Afgan pria brengsek?"Tanya Agnes dengan memandang Regata kesal.
"Ya,dia brengsek.Dia brengsek karna telah menyentuhmu sehingga membuatmu hamil dan-
"Jika Afgan yang mau bertanggungjawab saja brengsek,lantas kau yang lepas tanggungjawab itu apa gata?"Potong Agnes cepat.
Deg.
"A-apa maksudmu?"Tanya balik Regata sambil menatap Agnes was-was.
Agnes membuang muka dari Regata dengan tersenyum sinis.
"Huh,kau pikir aku tidak mengetahui kebusukanmu gata?Kau salah!aku tahu semuanya,Semuanya!"Ucap Agnes dengan langsung memandang Regata di kalimat terakhirnya.
Lagi-lagi Regata menatap Agnes was-was dengan jantung yang berdegub lebih kencang.
"K- kau tahu a-apa Agnes?Ti-tidak ada yang aku se-sembunyikan darimu."Elak Regata.
Agned tertawa hambar. "Hah sudahlah!Aku tidak menyangka ternyata kau adalah pria yang suka lepas tanggungjawab."Ejek Agnes.
"Agnes stop!"Bentak Regata yang sudah tak tahan dengan kalimat pedas yang keluar dari mulut Agnes untuknya. "Sebenarnya apa maksudmu?aku tidak mengerti dengan apa yang kau bicarakan?"Lagi-lagi Regata tidak mengakui kesalahannya.
Agnes menatap Regata penuh kecewa. "Aku sungguh tidak menyangka kau bisa melakukan hal serendah ini gata,aku sungguh kecewa padamu."Ucap Agnes lirih.
"Agnes,ap-
"Regata.Jika posisiku yang sedang hamil ini dengan kak Afgan yang tidak mau bertanggungjawab ditambah kau yang tidak ada di sisiku,apa bisa kau membayangkan semenderita apakah aku?"Tanya Agnes serius.
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi padamu! Bilapun Afgan bertanggungjawab,tapi aku akan selalu ada di sisimu!"Putus Regata pasti.
"Anak ini bukan darah dagingmu saja kau bisa menerimanya,lantas apa kabar dengan anakmu yang kau sia-siakan?"
"Agnes-
"Sudahku katakan aku tahu semuanya Regata!"Potong Agnes lagi.
"Apa yang kau tahu tentangku,hah?dan anak apa yang kau bi-
"Aku sudah bertemu dengan wanita itu saat di Restaurant tadi! Dan dia menceritakan semuanya padaku."Lagi-lagi Agnes memotong ucapan Regata. "Sebelum terlambat,maka kembalilah !Karna aku juga seorang wanita,dan mengerti apa yang di rasakan wanita itu."Lanjutnya yang Regata anggap sebagai kematian untuk dirinya sendiri jika harus meninggalkan Agnes.Demi wanita lain
"Kau gila Agnes,mana bisa aku hidup tanpamu! Dan lagi,wanita itu wanita ular layaknya Sarah,yang hanya ingin memanfaatkan anak yang bahkan aku ragukan itu bukan anakku!"Teriak Regata.
"Huh,aku tidak tahu harus menjelaskan bagaimana lagi sekarang.Kenapa hatimu sungguh sempit sehingga tidak bisa membedakan mana wanita yang benar-benar mencinta dan membutuhkanmu,dan mana wanita yang kau sebut ular itu."Ucap Agnes.
Agnes menatap Regata serius. "Sekarang kau pikir! Saat kau merenggut kesuciannya,apa kau tidak merasakan jika dia masih perawan?dan dengan tidak punya hatinya kau meninggalkannya ketika dia mengaku sedang mengandung anakmu.Dimana hatimu Regata? Afgan saja dengan langsung mengakui anaknya,tapi kau?Hah!"Ucap Agnes sambil mendesah pelan tidak menyangka Regata bisa berbuat seperti ini.
"Regata,apa kau tidak bisa berfikir sesulit apa perempuan itu membiayai anaknya seorang diri?ditambah hinaan dan cacian dari masyarakat karna mengandung sampai melahirkan dengan anak yang tidak ber-Ayah?apa kau tidak sakit hati,saat anakmu menanyakan 'Ibu,diamana ayahku' pada wanita itu?dan harus menjawab apakah dia pada anaknya yang kecil dan tak punya dosa itu?Apa harus dia menjawab bahwa Ayahnya pergi dan angkat tangan atas dirinya?"Lanjut Agnes.
Regata hanya mampu menundukkan kepalanya.Dia sadar,dia salah.Tapi apalah dayanya?Dia bersikap egois seperti ini karna dia menginginkan Agnes,apa itu salah?Dengan dirinya yang mengorbankan wanita dan anak kandungnya sendiri yang bahkan tidak pernah ia lihat itu?
"Maaf,mungkin aku mendapatkan karma dari perbuatanku di masalalu.Dengan membuatmu hamil dan akan menikah dengan pria lain,itu merupakan balasan paling menyakitkan yang Tuhan berikan padaku atas segala dosaku pada anak kecil itu."Ucap Regata lirih dengan airmata yang sudah lolos terjatuh dari kedua matanya.
Agnes menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan.Kemudian dia beralih menatap Regata kembali.
"Kembalilah! Minta maaf padanya sebelum semuanya terlambat! Jika tidak,mampukah kau melihat sorot mata kebencian dari anakmu jika kau tidak kunjung datang dan mengakuinya?aku yakinkan itu akan lebih sangat menyakitkan daripada kehilaganku yang memilih pria lain gata."Ucap Agnes berusaha membuka jalan pikiran Regata yang menyimpang.
Regata mendongak menatap Agnes dengan airmata yang masih berada di pipinya. "Jika kau dengan dia dan aku dengan wanita itu,maka akankah kita berjauhan dan tidak saling membantu lagi Agnes?"Tanya Regata.
Seketika Agnes tersenyum senang.Dia senang,akhirnya Regata mengerti maksud dari ucapannya dan lelaki itu mau memperbaiki semuanya sebelum anaknya itu tumbih besar dengan hati yang dipenuhi kebencian pada sosok ayahnya.Seperti dirinya dulu
"Tidak akan!Kau temanku selamanya gata."Ucap Agnes sambil menggelengkan kepalanya. "Meskipun kau bersamanya dan aku bersama suamiku kelak,tapi kau memiliki tempat khusus dalam hidupku yang tidak akan tergeser dan terganti oleh siapapun sampai kapanpun juga."Lanjutnya sambil tersenyum senang.
Regata yang tak kuasa menahan harunya akhirnya dia pun menarik Agnes kedalam pelukannya dengan tangisan yang sudah pecah.
"Hiks...aku mencintaimu,tapi sebisa mungkin akanku ubah rasa cinta itu sebagai rasa cinta pada adikku sendiri.Dan aku juga berjanji padamu,aku akan berusaha mencintainya dan mencurahkan segala kasih sayangku pada anakku yang bahkan aku campakkan itu..hiks.."Ucap Regata sambil memeluk Agnes erat.
Agnes balas memeluk Regaa erat dengan tangan yang mengusap lembut punggung Regata.
Agnes melepaskan pelukannya dan menatap Regata cemberut.
"Tapi kau harus janji,kau harus sering datang ke rumahku nanti dan menjenguk anakku yang akan tumbuh besar disana! Kau tidak boleh mengabaikanku pokoknya."Rengek Agnes yang membuat Regata mengacak rambutnya gemas.
"Siap dong,apasi yang engga buat adikku yang cantik ini!!"Balas Regata sambil mencubit kedua pipi Agnes gemas.
"Ih,sakit ah!"Kesal Agnes.
"Haha..!"Tawa Regata dan beralih memeluk Agnes lagi.Agnes dengan senang hati balas memeluk Regata dengan senyuman dan rasa lega yang tercipta pada keduanya.
"Apa mafia kita akan kehilangan Queen dan Kingnya sayang?"Bisik Regata.
"Never! Sekali Queen,tetap Queen.Apapun yang terjadi,aku tidak akan pernah meninggalkan dunia gelap yang membawaku sampai di titik ini."Balas Agnes pasti.
"Good girl,I Too!Setelah semua ini berlalu,mari kita mulai kembali misi menyenangkan kita!Saudaramu belum mendapatkan hadiah darimu loh."Ucap Regata sambil menyeringai.
"Of course! Akanku pastikan dia sengsara di tanganku."Balas Agnes sambil mengepalkan kedua tangannya dengan seringai mengerikan yang lagi-lagi ia tunjukkan.
Seketika seringai Regata berubah menjadi senyuman kelegaan.Dia tak menyangka,bahwa hanya dengan bersama Agnes tanoa melibatkan perasaan saja,sudah membuatnya sebahagia ini.Walaupun pada kenyataannya,dia dan Agnes tidak akan mungkin bisa bersama dengan Tuhan yang sudah menciptakan pasangan untuknya dan Agnes dalam kehidupan ini.
Benar kata Agnes,dia bahkan lebih brengsek dari Afgan karna telah dengan teganya menelantarkan istri dan anaknya.Yeah,istri.Sebenarnya Regata memang sudah menikah atas perjodohan bibinya saat di Milan,sebelum akhirnya dia menyusul Agnes ke Amerika.
Masalah anak? Saat itu Regata frustasi dan mabuk berat sehingga menyentuh perempuan yang merupakan istrinya sampai ia hamil.Setelah mengetahui bahwa istrinya hamil,dengan segera Regata mengurus surat perpisahan yang sudah di tandatanganinya dan pergi meninggalkan istrinya begitu saja,yang tentunya demi mengejar Agnes.Sungguh gobl*k bukan?
Tapi mulai sekarang dia berjanji untuk Agnes dan dirinya sendiri.Bahwa dia akan berusaha mengalihkan hatinya dari Agnes pada wanita itu dan mencurahkan segala perhatian dan kasih sayangnya pada keluarganya yang sesungguhnya.Terutama anak,yang sempat ia sia-siakan!
Mungkin ini yang dinamakan takdir.Seperti apapun keinginan seseorang untuk memiliki apa yang ia inginkan yang justru adalah milik orang lain,maka dia bisa apa?
Maka percayalah! Takdir adalah jawaban dari segalanya.Bila tidak di takdirkan untuk bersama,maka jawabannya tetap tidak!Dan tidak akan ada kompromi di dalamnya.
Now,trust everything to Destiny💥
_-_
Tbc!