Love, My Queen Of Mafia

Love, My Queen Of Mafia
Tom & Jerry



Kini, Agnes dan yang lainnya tengah berada di salah satu apartemen besar yang letaknya tidak jauh dari kota pusat.


Tentu saja apartemen itu untuk Regata. Agnes sudah berulang kali menawarkan temannya itu untuk menginap dirumahnya, tapi tawaran Agnes itu ditolak mentah-mentah oleh Regata. Dengan alasan tidak ingin merepotkan.


Dan lalu? Dia tetap saja pada pendiriannya meskipun Agnes sudah berulang kali membujuknya dengan berbagai cara. Regata pun meminta Agnes memilihkan apartemen terbaik sebagai tempat tinggalnya selama di negri orang ini.


Saat mereka bercakap mengenai apartemen, Rexi hanya diam dan sesekali mendelik tajam ke arah Regata yang tentunya dibalas hal serupa oleh Regata.


Agnes pun akhirnya meminta Rexi untuk mengantar mereka ke salah satu Apartemen terbaik di kota ini. Karna Agnes yang masih baru dikota ini dan tidak terlalu hafal tempat-tempat New York, tentu saja meminta bantuan Rexi.


Rexi hanya mengiyakannya dan melajukan mobilnya dengan kencang menuju Apartemen yang Agnes maksud.


--


Bebera menit kemudian, merekapun sampai di salah satu apartement yang lumayan mewah di ujung jalan.


" Bagus, lo pinter juga milih apartemen Nes! " Puji Regata saat mereka berada di dalam apartemen barunya.


" Agnes apa, orang aku yang pilih. Hah, " Sewot Rexi yang terduduk di bar kecil yang berada di sana.


" Iya iya. Thanks yah, " Ucap Regata malas.


Rexi hanya mendelik dan menuangkan satu botol wine yang tersedia di sana pada gelas kosong miliknya, lalu diapun mengangkat dan meneguknya sampai habis.


Agnes hanya tertawa melihat interaksi antara kedua pria itu yang tidak pernah bisa akur layaknya Tom & Jerry.


Bahkan ini merupakan hari pertama bagi meteka, tapi bendera peperangan sudah berkibar saat datangnya Regata.


Agnes menhalihkan pandangannya dari kedua orang itu menjadi pada setiap sudut ruangan yang ada pada apartement Regata.


Sambil sesekali gadis itu memijit lehernya yang terasa pegal.


Regata yang melihat Agnes kelelahan langsung menyimpan kopernya dan berjalan menuju dapur untuk membuatkan minuman dingin untuk Agnes.


" Nih, lo pasti cape. " Ucap Regata sambil menyodorkan segelas jus pada Agnes sudah terduduk di sofa.


" Thanks, "


Regata mengangguk kecil dan ikut terduduk di samping Agnes yang sedang meneguk habis minuman buatannya.


"Lo gak lupakan, kalo lo itu punya banyak hutang sama gue? " Tanya Regata sambil menatap Agnes tajam.


Agnes memgangkat kedua bahunya tidak perduli, dia pun menyimpan gelas kosong yang ada di tangannya dan beralih menatap Regata.


" Iya, sans aja. " Balas Agnes.


" Lagian lo tu yah, dari dulu kepo banget sama kehidupan gue. Heran deh gue, " Lanjutnya dengan ekspresi kesal.


" Nes, "


" Iya iya, oke. " Pasrah Agnes.


" Gue sekarang tinggal di rumah ayah gue, " Lanjutnya yang membuat Regata membelalak.


" Apa?! ".


Dan teriakan Regata tentu saja membuat Rexi yang sedang menikmati winenya itu menoleh ke arah mereka berdua.


" Lo itu kenapa si, alay banget jadi orang. Baru gitu aja udah teriak-teriak gak jelas, " Ucap Agnes.


" Lo tadi bilang apa? L-lo tinggal sama ayah lo? Mr.Drexy? Yang pastinya lo serumah sama si kucing itu? " Ucap Regata yang tanpa sadar tangannya sudah menunjuk ke arah Rexi tanpa membalik badannya.


" Kamu bilang apa? Aku kucing? " Ucap Rexi kesal dan berjalan mendekati Regata.


" Iya,lo itu kucing garong. Mau apa lo? " Aku Regata sambil melotot.


" Kamu- "


" Udah udah! Kalian ini kenapa si? Tiap waktu ributt mulu, heran deh gue. " Ucap Agnes melerai.


" Rexi, sebaiknya kamu pulang aja! Aku ingin berbicara leluasa dengan temanku. Bisa? " Lanjutnya mengusir halus sang kakak.


" Gak bisa! Ak- "


" Udah, lo pergi aja sana! " Usir Regata sambil mendorong tubuh Rexi keluar.


" Sana, hus..hus..!".


Bruk..


Pintu apartemenpun ditutup secara kasar oleh Regata dari dalam. Yang membuat Rexi semakin emosi pada pria asia itu.


" Damn it! " Maki Rexi lalu melanglah pergi dari apartement Regata.


--


" Sekarang lo cerita sama gue, semuanya!" Titah Regata mutlak.


" Awalnya gue juga ogah pindah ke sana, tapi kata grandpa, Ayah gue itu orangnya ambisius dan tak mau tau. Apapun yang ia inginkan, harus ia dapatkan.Dengan cara apapun itu, " Ucap Agnes membuka cerita.


" Karna gak mau nambah masalah dalam hidup gue yang sekarang lagi tenang-tenangnya, akhirnya gue dan juga grandpa pun menyusun rencana supaya gue gak bermasalah lagi sama yang namanya Ayah."


" Pesan grandpa, jika salah satu orang ayah mengincar gue dan nyuruh pulang ke mansion miliknya, gue harus ikut dan bicara baik-baik sama Ayah gue disana! " Lanjut Agnes.


Regata hanya diam sambil mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Agnes.


" Dan benar saja, Rexi datang menghadang gue di jalan dengan maksud membawa gue apapun caranya. Dan gue pun akhirnya ikut aja tanpa banyak tanya, seperti yang Grandpa bilang. Dan saat sampai disana, terlihatlah wajah berbinar dari Ayah gue apalagi saat gue manggil dia dengan sebutan ayah. Terharu dia, " Ucap Agnes sambil mengingat-ingat kejadian kemarin.


" Gue yakin. Dia itu emang tulus sama gue, terlihat dari cara dia memperlakuakan gue dan fasilitas yang dia berikan untuk gue saat di sana. Bahkan kamar yang akan gue tempati pun sangat mewah melebihi kamar Rexi! Gue denger-denger juga, itu kamar emang udah sedari dulu di siapkan buat gue, " Lanjutnya.


" Gue seneng kok disana, cuma.. - "


" Cuma apa? " Ucap Regata penasaran dengan Agnes yang menggantung ceritanya.


" Haley, Haley Drax. Dia- "


" Gue tau, " Potong Regata.


" Maksud lo? " Tanya Agnes dengan mengerutkan dahinya bingung.


" Mafioso yang lo suruh beberapa waktu lalu, udah ceritain semuanya sama gue."Jelas Regata.


" Dan dugaan lo tentang dia yang hanya memanfaatkan harta keluarga Drax itu, emang bener. " Lanjutnya sambil mengangguk kecil pada Agnes.


Agnes hanya diam mendengerkan ucapan Regata. Hingga beberapa detik kemudian, terdengar kembalilah suara Regata yang berkata:


" Lo tenang aja, gue pasti bakalan bantu lo buat ngatasi perempuan yang segolongan dengan si Sarah itu."


Seketika Agnes tersenyum kecil mendengar uacapan Regata. Dia mengangkat kepalanya menatap Regata kembali.


" Ngomong-ngomong Sarah, gimana keadaan titisan Bit*h itu? "


" Bibitnya aja jal*ng, ya dianya juga jal*nglah! " Jawab Regata yang membuat Agnes melongo tidak percaya.


" Lo serius? "


" Iya, gue serius. "Balas Regata.


" Lo pikir aja sendiri, darimana lagi dia dapet uang buat bertahan hidup? Bahkan donaturnya aja udah lo buat koma, "


Agnes tersenyum senang kala mengingat tentang Dika yang dia buat koma sampai sekarang. Begitu pun Feby, sang isti tercinta yang juga belum hidup ataupun mati sampai sekarang.


" Lo inget pepatahkan? Kalo- "


" Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, " Ucap Agnes dan Regata serempak.


Seketika mereka berdua langsung tertawa puas, menertawakan nasib Sarah yang memang di lakukan akan kemauannya sendiri untuk panjat ekonomi.


" Lo liat Mommy? Anak lo yang cans itu membiayai hidupnya sama kaya lo dulu. Keren, punya penerus juga yah lo. Haha, " Batin Agnes menyeringai.


--


London PoV


Disebuah hotel mewah, terlihat wanita cantik yang berpakaian sexy sedang berjalan menuju salah satu pria yang umurnya jauh diatasnya.


" Beautiful, " Puji si Pria itu sambil berdecak kagum.


Tanpa menunggu lama, pria paruh baya itupun langsung menyerang wanita itu dengan beruntal.


Wanita itu hanya terdiam pasrah menikmati permainan pelanggannya.


Ya, dialah Sarah.


Yang dengan bodohnya mencari uang dengan cara haram seperti yang sering ia lakukan. Sarah seakan tidak peduli dengan tubuhnya yang sudah dilihat banyak pria. Baginya,uang adalah segalanya. Selain itu? Lewat!


Setelah selesai menjalankan tugasnya, Sarah mendapat apa yang ia inginkan. Yang tidak lain adalah uang.


Demi itulah dia rela bekerja keras setiap malam. Setelah kepergian sang pelanggan, diapun berdiri membenahi dirinya yang acak-acakan dibuat pria tua yang untungnya banyak uang itu.


" Sialan. Kalo bukan karna uang, ogah gue jadi bit*h kaya gini. Agnes,semua ini gara-gara lo! " Ucap Sarah dengan kilatan mata marah.


" Lo tunggu aja! Sebentar lagi gue akan membuat lo kaya gue, gak akan gue biarin lo hidup dengan tenang! " Lanjutnya sambil meremas uang yang ada di tangannya.


" Tunggu kedatangan gue, dan kehancuran lo. Agnes, " Ucap Sarah sambil menyeringai.


_-_


Tbc!