Love, My Queen Of Mafia

Love, My Queen Of Mafia
Persekongkolan



Alfan mengaga mendengar penjelasan dari Ryan dan Agnes tentang masa lalu yang membuat mereka saling kenal.


" Ja-jadi Agnes itu- "


" Iya, dia adalah gadis kecil yang waktu itu Ayah ceritakan. Yang katanya akan mencuci otak Afgan sampai bersih, " Potong Ryan sambil cekikikan dan mengusap rambut Agnes yang sudah terduduk di sampingnya.


Seketika Agnes yang sedang bermanja di lengan Ryan mendongak dan menggeser duduknya agar bisa melihat Ryan.


" Tapi Ayah, bagaimana cara kak Afgan kembali pada kalian? Bukankah dia, " Agnes menggantung ucapannya sambil melihat Ryan dan Alfan secara bergantian.


Ryan dan Alfan menarik nafasnya dalam-dalam, rasanya sulit dan sakit jika harus mengingat Afgan yang dulu.


Tapi meskipun begitu, mereka akan tetap menceritakannya pada Agnes. Karena Agnes adalah istri sah dari Afgan, sudah pasti dia memiliki hak untuk mengetahui segalanya tentang masa lalu suaminya.


" Afgan kembali pada kami karena kecepatan kami dalam menemukannya, dia sudah menjadi mafia kejam dengan julukan ' gold prince leader '. " Ucap Alfan membuka cerita.


" Kau tahu. Berkat pertolonganmu pada Afgan yang sedang terluka waktu menjalankan misinya, kami bisa cepat membawanya ke rumah sakit. Dan kami bersyukur Afgan hilang ingatan, dengan begitu kami bisa memulainya dari awal dan Afgan tidak lagi ingat akan jati dirinya yang adalah seorang mafia, " Lanjut Ryan.


Agnes terlihat berpikir sebentar, " Tunggu. Jadi pria yang waktu itu aku dan Regata tolong adalah kak Afgan, tapi kenapa perawakannya sepertimu Ayah? Aku kira gold prince leader adalah kau, " Ucap Agnes bingung.


" Tentu saja perawakannya lebih besar dari pada dia yang sekarang. Karena waktu dia masih menjadi mafia, Afgan sering melakukan latihan yang berat sehingga tubuhnya sangat kekar dan lebih gagah dari sekarang." Balas Alfan yang di angguki Ryan.


" Oh, tapi Ayah. Apa adik Ayah iu tidak pernah kembali mencoba mencuci otak kak Afgan? Tidak mungkin kan dia diam dan mengalah begitu saja mengetahui jika mafia andalannya itu hilang ingatan, " Ucap Agnes yang masih berusaha mengorek lebih dalam.


" Benar katamu. Pamannya itu pernah mencari Afgan, dia sudah beberapa kali berusaha mencuci otak Afgan kembali. Tapi dengan pribadi Afgan yang waktu itu menjadi agak dingin, dia sangat sulit untuk berbicara dengan Afgan. Karena setiap dia berusaha berbicara, selalu jawaban ketus yang di dapatkannya, " Balas Ryan.


" Pernah suatu hari Ayah dan Bunda berniat menyewa komplotan mafia lain untuk membasmi organisasi mafianya, tapi mereka selalu menolak karena tidak berani melawannya. Hingga satu tahun kemudian paman mendengar kabar jika mafianya itu sudah dimusnahkan oleh organisasi mafia pendatang baru, " Lanjut Ryan sambil tersenyum bahagia mengingat dia yang tidak perlu turun tangan sendiri waktu itu.


" Dan orang itu adalah kau dan Regata! " Celetuk Alfan yang membuat Agnes cengengesan.


" Hehe..Mereka kan mafia nomor satu, sedangkan aku nomor dua. Ya pastilah aku harus memusnahkan mereka lebih dulu supaya mafiaku menjadi nomor satu. Dan itu bertahan sampai sekarang, " Ucap Agnes bangga.


Ryan menggeleng-gelengkan kepalanya, " Agnes, sejak kapan kau menjadi brutal seperti ini? Sungguh, kelembutanmu yang dulu sudah sangat tidak terlihat lagi, " Ucap Ryan yang membuat Agnes cemberut.


" Ih, aku hanya brutal pada orang yang menggangguku saja kok! " Bela Agnes.


" Dan soal mengapa aku jadi mafia, itu karena si Dika yang belum mati-mati juga. " Celetuk Agnes kesal.


" Hei, dia itu pernah mengurusmu yah. Yang sopan memanggilnya Agnes! " Ucap Alfan menasehati.


" Ya, ya. Tapi faktanya dia tidak pernah mengurusku, dia hanya peduli pada istri jal*ng dan anak haramnya saja. " Balas Agnes yang geram karena harus mengingat-ingat masa lalunya.


" Jadi, kau terjun ke dalam dunia hitam gara-gara Tuan Dika? Oh ya, bagaimana kabarnya sekarang? " Tanya Ryan tiba-tiba.


Agnes memutar bola matanya malas, " Dia masih berada di rumah sakit, tidak hidup juga tidak mati. Kalau istrinya itu, aku dengar sudah meninggal beberapa minggu yang lalu. " Balas Agnes malas.


Alfan dan Ryan menganga mendengarnya.


" Agnes, bukankah semua itu karena ulahmu? " Tanya Ryan yang memang sudah mengetahui segalanya tentang Agnes.


" Iya, " Jawab Agnes.


" Gila, kau apakan mereka sehingga menderita selama bertahun-tahun di rumah sakit? " Tanya Alfan syok. " Jika aku jadi mereka, aku lebih menilih mati saja dari pada harus sekarat seperti itu. " Lanjutnya.


" Mati terlalu mudah untuk mereka, " Balas Agnes santai.


" Agnes, aku baru ingat tentang bayinya Feby yang laki-laki. Dimana dia? " Tanya Ryan setelah beberapa lama hening.


" Oh ya ampun, aku lupa. Tadinya aku dan kak Afgan akan mengunjunginya di panti asuhan! " Pekik Agnes sambil menepuk jidatnya.


" panti asuhan? apa- "


" Iya, bang Kevin gila. Dia membuang adiknya sendiri ke panti asuhan, sungguh tidak punya hati bukan? " Potong Agnes.


" Ck, dasar anak itu. Ayah pikir Kevin membenci anak itu, mungkin setiap melihat anak itu dia selalu teringat akan Feby. Yang pastinya dia sungguh membenci wanita itu, " Tebak Ryan yang di angguki oleh Agnes.


" Ayah benar, waktu aku menanyakan kabarnya saja kak Kevin menjawabnya tanpa melihat mataku. Seperti dia malas membahasnya, " Ucap Agnes.


" Dia tidak punya dosa, kasihan dia Agnes. Apa tidak lebih baik kau urus saja dia? " Saran Alfan.


" Kau benar kak, aku akan mengadopsinya. Tapi tidak sekarang, aku takut jika aku belum membasmi hama itu mereka akan menyakiti El yang sudah bersamaku nantinya. " Balas Agnes.


" Hama, hama apa maksudmu? " Tanya Ryan bingung.


" Mereka sudah mulai bangkit Ayah, gold blood berusaha menjatuhkan mu dan membawa kak Afgan kembali. " Ucap Agnes yang membuat Ryan bangkit seketika.


" A-apa maksudmu? Bukankah kau- "


" Aku salah mengira, yang ku habisi itu hanya tangan kanannya dan semua mafiosonya saja. Sedangkan dia, dia berhasil melarikan diri. " Potong Agnes yang membuat kedua tangan Ryan dan Alfan bergemetar.


" Ba-bagaimana ini, di-dia- "


" Kau tenang saja Ayah, aku akan terus bersama kak Afgan dan tidak akan membiarkannya kembali di pengaruhi oleh kakak ayah itu, " Potong Agnes.


" Agnes, bagaimana kau tahu jika dia- "


" Regata. " Potong Agnes.


" Saat aku menanyakan kenapa dia tiba-tiba membahas tentang gold prince leader, dia menjawab jika ada seorang mafia dengan nama yang berbeda mengajak mafia kami untuk menyerang gold prince bersama-sama. Yang intinya, bekerja sama untuk menyerang keluarga kalian. " Jawab Agnes.


" Dan tentang aku yang pertama menyurigai Ayah adalah gold prince leader, karena orang itu mengatakan pada Regata kalau gold prince leader itu adalah Ayah. Dan mereka meminta kami untuk menghabisi keluarga Ayah. " Lanjut Agnes yang membuat kedua tangan Ryan terkepal kuat.


" Sialan, rupanya dia sudah mulai bergerak. " Gumam Ryan.


" Dia mengaku kau adalah Afgan ayah, sehingga Agnes dan Regata mungkin saja menghabisimu kalau saja mereka tidak cerdas dengan menyelidiki sasarannya terlebih dahulu. " Ucap Alfan.


" Kau benar boy, dan jalan satu-satunya adalah- "


" Memusnahkannya dari dunia ini. " Potong Agnes sambil menyeringai.


Ryan dan Alfan menatap Agnes, mereka ikut menyunggingkan bibirnya menyetujui perkataan Agnes.


" Maafkan aku yang akan mengghabisimu kakak, tapi kau sudah bukan lagi kakakku. Kau sudah berubah menjadi iblis yang akan menghancurkan keluarga adikmu sendiri, " Batin Ryan.


_-_


Tbc!