Love, My Queen Of Mafia

Love, My Queen Of Mafia
Broken Heart



Terlihat seorang pria yang tengah menyendiri dan memandang laut dengan wajah yang kembali datar.Sesungguhnya dia sangat menikmati pemandangan laut.Baginya,laut adalah tempat ternyaman untuk menumpahkan segala kekesalan dan kesedihannya.


Sebenarnya ia sudah sangat ingin mengeluarkan segala teriakan dan kesakitan dalam hatinya di lautan ini,tapi itu tidaklah mungkin lagi.Karna sekarang,wajah dan sikapnya kembali dingin.


"Huh,kenapa rasanya lebih sakit daripada sebelumnya?Apa benar cintaku semakin hari bertambah semakin besar?"Gumam pria yang tak lain adalah Afgan.


Afgan memandang lautan indah itu dengan senyuman kecut yang berasal dari bibir sexy miliknya.Sungguh.Sakit,kecewa,tidak percaya dan tak kuat terasa sampai menusuk pada hati terdalamnya.Saking dalamnya,untuk sekedae menangisinya pun ia sudah tidak kuat lagi.


"Seharusnya kau mengerti nes,kau sudah menjadi milikku sebelum kau memutuskan memilihnya.Apa kurangnya aku?apa semua yang ada pada diriku begitu sangat kau benci sehingga kau lebih memilihnya daripada memilihku yang sudah memilikimu seutuhnya?"Ucap Afgam disertai kekehan sengsaranya.


Afgan memejamkan matanya dan menghela nafas panjang.Dia mengingat kembali saat dirinya menjumpai Agnes dan Regata di Apartement Rivalnya itu.


Flashback On!


Afgan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.Rahang dan tangannya mengeras menandakan amarah yang memuncak.


Saat sudah sampai di Apartement Regata yang merupakan tujuannya,dia pun bergegas masuk seperti orang kesetanan.


"Agnes!!Agness!!"Teriaknya ketika sampai di depan pintu Apartement yang tertutup.


"Siapa?"Tanya Regata di dalam sana pada Agnes yang sedang terduduk di sampingnya.


"Entahlah!"Jawab Agnes sambil mengangkat kedua bahunya."Biarku lihat"Lanjutnya dan hendak bangun dari duduknya.


"Jangan!"Ucap Regata sambil menahan tangan Agnes.Kemudian pria itu menengok ke arah Rey,dan Rey yang sudah mengerti pun langsung saja beranjak dan membukakan pintu untuk melihat orang yang membuat kerusuhan disana.


Ceklek..


"Wow,Ceo.Ada apa gerangan kau datang kemari tuan?"Ucap Rey pada Afgan yang sedang memandangnya datar.


"Dimana Agnes."Ucap Afgan to the point.


"Kuharap kau tidak lagi mengganggu hubungan mereka."Balas Rey dengan tatapan memohonnya pada Afgan.


"Aku tidak bisa mundur lagi.Dia-


"Aku tahu!"Potong Rey."Aku tahu kebersamaa kalian di malam itu.Tapi aku sungguh meminta padamu kak,tolong! Tolong jangan ganggu lagi hubungan mereka."Lanjutnya penuh penekanan.


"Siapa kau yang berani me-


"Mengertilah Tuan muda Afriansyah yang terhormat."Timpal Raka yang tiba-tiba nongol dari belakang Rey. "Kami tidak akan membiarkan Regata gila hanya karna kehilangan wanita yang di cintainya! Kau tahu,seperti apa gilanya dia saat Agnes menyuruhnya untuk tidak menemuinya beberapa minggu lalu?Dia bagaikan hidup tanpa arah,semangat dan tujuan.Jadi aku memohon dengan sangat padamu,berhentilah menjadi duri dalam hubungan mereka!"Lanjutnya dengan menyatukan kedua tangannya di kalimat terakhirnya.


Afgan tak bergeming.Dia lagi-lagi memandang mereka datar,setelah itu dia-


Bruk..


Mendengar suara orang terjatuh,sontak saja Agnes dan Regata menoleh ke sumber suara.


Dan terlihatlah Afgan yang berdiri tegak dengan Rey dan Raka yang sudah terduduk di atas lantai.


"Kak Afgan."Gumam Agnes.


Regata mengepalkan kedua tangannya kuat.Tak berpikir panjang,pria itu pun bangkit dari duduknya dan menghampiri Afgan.Yang dengan segera di susul oleh Agnes


"Kenapa kau membuat keributan di tempatku?"Tanya Regata sambil memandang Afgan tidak suka.


"Aku ingin menemuinya."Jawab Afgan tanpa melirik Regata.


Pria itu terus memandang Agnes dengan tatapan kecewa.Agnes yang memang mengakui jika semua ini tidak adil bagi Afgan,hanya bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain.Enggan untuk memandang wajah Afgan,apalagi sorot matanya yang membuatnya merasa bersalah.


"Pergi!"Ucap Regata berusaha setenang mungkin saat melihat pandangan Afgan yang tak lepas dari Agnes.


Afgan hanya diam tak menanggapi ucapan Regata.Dengan mata yang masih setia memandang Agnes.


"Kubilang pergi!"


Bughk..


Regata yang sudah tidak bisa mengendalikan emosinya pun langsung melayangkan satu pukulan keras hingga sudut bibir Afgan mengeluarkan darah.


"Regata!!"Teriak Agnes terkejut.


"Shtt..!"Ringis Afgan sambil mengusap darah di sudut bibirnya.


"Pergi atau-


"Atau,kau pikir aku takut padamu?"Potong Afgan."Aku hanya ingin berbicara dengannya.Dan aku sama sekali tidak ada urusan denganmu."Lanjutnya sambil memandang Regata datar.


"Lo-


"Gata udah!"Lerai Agnes sambil menahan tangan Regata yang hendak memukul wajah Afgan kembali.Kemudian Agnes menengok ke arah Afgan dan berkata:


"Ada apa,kenapa kau mencariku?"Tanya Agnes to the point.


"Kau sungguh memilihnya,memangnya apa kurangnya aku?sampai kau mengabaikan perasaanku dan melupakan malam itu.Bagaimana jika setelah kau menikah kau malah mengandung anakku,darah dagingku.Apa itu adil bagiku?"Tanya Afgan sambil menatap Agnes lekat.


Agnes memejamkan matanya sejenak.Ia bisa melihat sirat kesedihan dan kekecewaan di dalam mata Afgan saat pria itu menatapnya.


"Maaf,sekali lagi aku minta maaf."Ucap Agnes. "Tapi menurutku,inilah yang terbaik! Dan untuk masalah anak,apa kau tidak melihat keadaanku sekarang?Aku baik dan tidak muntah-muntah dengan artian tidak sedang mengandung anakmu."Lanjutnya.


"Kau lupa dengan perjanjian kita?"Potong Agnes. "Jika kau lupa,maka aku akan ingatkan kembali.Apabila besok atau lusa aku mengandung anakmu,maka aku akan menepati janjiku dengan menikahimu!"Lanjutnya pasti.


Regata yang mendengarnya membelalak.Dalam hatinya ia harap-harap cemas.Bagaimana jika lusa atau besok Agnes hamil?Jika wanitanya itu hamil dan menikah dengan Afgan,lantas bagaimana kehidupannya selanjutnya?'Pikirnya


"Aku tidak setuju!Aku


"Kami tidak membutuhkan persetujuanmu!"Potong Afgan dengan suara yang tak kalah keras saat Regata hendak berontak akan ucapan atau janji yang Afgan dan Agnes buat beberapa bulan yang lalu setelah mereka melakukan itu'.


Regata memandang Afgan seperti hendak membunuh.Kemudian matanya beralih menatap Agnes sayu.


"Nes,


"Tenanglah!"Potong Agnes dengan suara pelan. "Aku tidak hamil Regata,jadi untuk apa kau bersikap berlebihan seperti ini."Lanjutnya yang hanya dibalas dengan pejaman mata dari Regata.


Afgan menundukkan sedikit kepalanya untuk merenung sesaat,kemudian dia kembali mengangkat kepalanya dan menatap Agnes sambil berkata:


"Baiklah!Jika dengan memilihnya adalah yang terbaik menurutmu,maka aku tidak akan menganggu atau menjadi duri dalam kisah kalian lagi."Ucap Afgan sambil menahan sakit di dalam hatinya saat ucapan pelapasan wanita yang sangat amat begitu ia cintai itu terlontar dari mulutnya sendiri.


"Tapi jika kau suatu hari nanti mengandung anakku,maka tepatilah perjanjiannya!Mau kau suka atau tidak,aku tidak akan peduli lagi setelah itu! Karna anakku,adalah milikku."Lanjut Afgan penuh penekanan sambil menatap Agnes.


"Baik,kau bisa pegang ucapanku."Lanjut Agnes pasti.


Afgan hanya mengangangguk dan tersenyum kecil.Kemudian pria itu pun berlalu meninggalkan Apartement Regata yang terdapat Agnes di dalamnya.


"Apa yang kau katakan?bagaimana jika-


"Kau tahu aku Regata,aku bukanlah orang yang suka mengingkari janji yang terlontar dari mulutku sendiri."Potong Agnes. "Dan jika memang benar nanti aku mengandung,maka sesuai ucapanku.Aku,akan membiarkan anakku tumbuh bersama ayahnya."Lanjutnya sambil menatap kosong ke arah sana.


Regata membalik tubuh Agnes dengan kasar dan memegang kuat bahunya.


"Apa kau gila,bagaimana hidupku jika tanpamu hah!!"Bentak Regata yang sudah ditutupi api cemburu dan marahnya.


Agnes terperanjak kaget.Untuk kedua kalinya,Regara membentaknya.


Agnes menghempas kasar tangan Regata yang berada di bahunya.Kemudian dia memandang Regata tak kalah marahnya.


"Jangan egois REVIX REGATA SAPUTRA!!"Bentak Agnes. "Aku belum mengandung saja kau sudah bersikap seperti ini padaku,lantas hal gila apa lagi yang akan kau lakukan jika memang benar aku mengandung anaknya hah!"Lanjutnya semakin meninggikan suaranya.


"Kau bisa hidup tanpaku,aku yakin kau bisa.Tapi apakah bisa anakku selamanya tidak mengetahui bahkan tidak melihat Ayahnya, hem? Apa kau tega membiarkan anakku tumbuh dengan pria lain yang hanya ayah tirinya saja?"Lanjut Agnes memelankan suaranya sambil memandang Regata dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Aku tidak akan membiarkan anakku tumbuh dengan ayah yang bukan ayah kandungnya.Aku tidak akan membiarkan hidup anakku rusak seperti hidupku yang tumbuh dengan seorang ayah tiri."Lanjut Agnes dengan mata yang semula berkaca-kaca kini berubah menjadi memerah menunjukkan kemarahannya yang memuncak.


Regata menghela nafas panjang dan mengusap rambutnya frustasi.


Pria itu sungguh ingin mengatakan jikapun Agnes hamil anak Afgan,dengan senang hati dia akan menerimanya dan memperlakukannya layaknya anak kandung sendiri.


Tapi niatnya itu ia urungkan saat melihat api amarah dari sorot mata Agnes yang ia yakini jika wanita itu sedang mengingat masa-masa hidupnya yang penuh konflik saat masih bersama Dika,Ayah tirinya


Regata menarik tangan Agnes dan membenamkan wajah wanita itu pada dada bidang miliknya.


"Maaf,maafkan aku.Aku tidak bermaksud jahat dengan memisahkan seorang anak dari ayahnya."Ucap Regata lembut sambil mencium ujung kepala Agnes.


"Hiks..aku tidak ingin dia bernasib..Hiks..sama sepertiku yang ja-Hiks..jauh dari Ayah kandungku..Hiks.. sendiri Gata..Hiks.."Ucap Agned sambil memeluk Regata erat.


"Sudah sudah!"Ucap Regata sambil melepaskan pelukannya dan menghapus lembut airmata Agnes. "Kau jangan menangis,lagian kau tidak mungkin memisahkan anakmu dari Ayahnya.Karna kau sendiri tidak hamil,dan hanya akan hamil anakku kelak."Lanjut Regata sambil tersenyum tampan.


Agnes hanya mengangguk kecil dan kembali membenamkan wajahnya pada dada bidang Regata.Entah mengapa,wangi tubuh Regata sungguh menjadi candu baginya.


"Kau tidak hamil,tidak.Kau hanya akan mengandung anakku.Anakku,hanya anakku!"


_-_


Flashback Off!


Afgan tersenyum dengan sirat kesedihan di dalamnya mengingat keberakhiran perjuangannya dalam mendapatkan Agnes.


Afgan sadar,mungkin Agnes lebih mencintai Regata yang sudah terbilang lama bersamanya daripada dirinya yang baru-baru ini bisa mendekati bahkan mengungkapkan perasaan yang ia pendam bertahun-tahun lamanya.


Untuk saat ini,mungkin mundur adalah hal terbaik.Mendapatkan Agnes itu di ibaratkan menggenggam bulan secara langsung.M U S T A H I L


_-_


**Tbc!


___________________


Haii Hai para Readers!!


Maaf baru Up,soalnya tugas makin numpuk hua...Dan kayaknya besok juga gak bakalan up,ya..dikarnakan hari ini aku ngebolos dan besok double nugasnya.


Hemm..harap di maklum ya!!Maaf sekali lagi guys"(


And, thanks buat kalian yang udah setia menemaniku hingga saat ini guys,eakss..


Jangan Lupa LIKE-nya ya gaisss!!Aku ngebolos demi kalian lhoooo..Hehe,Wkwk..


Babay,,,see you next Chapter**!