
💥Agnes pOv!
Agnes kini berada di sebuah tempat yang teramat sepi.
Gadis itu terlihat menundukkan kepalanya melihat air yang dengan nakalnya beberapa kali terlihat menyentuh kakinya.
Dimana lagi jika bukan di pantai.
Setelah rasa kecewa yang teramat sangat pada seseorang yang di anggapnya paling special,dia akhirnya memilih pantailah tempatnya berlabu.
Dengan hati yang begitu remuk,perempuan itu kerap beberapa kali menunjukkan senyuman cantiknya.
Bukan senyuman bahagia,
Tapi sebuah senyuman ke-Miris-an yang kerap kali Agnes tampilkan kini.
Sang Queen Of Mafia itu nampak rapuh.
Tanpa sadar,Agnes mulai berjalan menuju tengah laut.Entah apa yang berada dalam pikirannya,sampai-sampai dia berbuat sejauh ini.
Agnes nampak melamun dengan kaki yang terus berjalan.Hingga ketinggian air pun sudah mencapai perutnya.
Hendak melangkah lebih jauh,namun sebuah tangan kekar manariknya dan langsung menggendongnya secara paksa.Yang tentunya membuat gadis itu terperanjak kaget.
"Aghk...Brengsek,apa yang kau lakukan!!"Pekik Agnes dengan tangan yang terus memukul-mukul dada bidang pria yang kini menggendongnya menuju ke tepi.
"Diamlah!"Tegas pria yang tak lain adalah Afgan.
Sebenarnya,Afgan memang sedaritadi membuntuti Agnes.Bahkan ia mengetahui segalanya sejak awal,dari Agnes bersama Regata hingga akhir yang kini bersamanya.
Agnes hanya diam.Tanpa sadar,kepalanya menyandar begitu saja di dada bidang milik Afgan.Tangannyapun ikut di lipat menyentuh dada bidang itu.
Bukan cinta,nyaman atau apa,tapi memang inilah yang dibutuhkannya untuk saat ini.Sebuah sandaran.
Afgan hanya memandang arah depan tanpa memandang Agnes.
Ada rasa marah dan kesal di hatinya.
Marah karna kelakuan gadis bodoh itu yang mencoba membunuh dirinya sendiri,dan kesal karna tidak mengiyakan saja ajakannya untuk menikah tadi pagi.
Toh,saat ini pandangan Regatapun sudah berubah saat mengetahui kondisinya yang sekarang.
Afgan membawa Agnes menuju salah satu gubuk yang terbuat dari kayu.Dia mendudukkan wanita itu disana.
Afgan membuka jaket yang dipakainnya dan dipakaikannya jaket itu pada tubuh Agnes yang basah kuyup.
Agnes hanya bisa diam dan menerima.Sungguh,gadis itu terlihat sangat lemah tak berdaya saat ini.
Bahkan Afgan yang melihatnyapun terlihat menarik nafasnya dalam.
Perlahan pria itu berjongkok dan memegang tangan Agnes.
Agnes kaget.Secara reflex gadis itupun menatap Afgan dengan tatapan syoknya.Namun Afgan hanya membalas tatapan itu dengan tatapan tulusnya sambil berkata:
"Kau rusak karnaku,jadi izinkan aku untuk memperbaikimu dengan cara menikahimu."Ucap Afgan tulus.
Agnes membelalak.Tak lama,gadis itu terlihat mamejamkan matanya sambil menarik nafas panjang.
"Ini bukan salahmu!"Ucap Agnes sambil melepaskan tangan Afgan yang menggenggam tangannya.
"Seharusnya akulah disini yang disalahkan,karna kaulah yang dirugikan!Kita sama-sama rugi atas kejadian mengerikan ini.Jadi tidak perlu kau memperbaikiku dengan cara menikahimu!"Tutur Agnes bijak."Pernikahan itu bukan mainan,kita tidak saling mencintai.Dan,aku juga tidak butuh belas kasihanmu!"Lanjutnya.
Afgan menatap Agnes lekat dengan kepala yang menggeleng kecil.
"Aku tidak menikahimu karna mengasihanimu!Aku menikahimu karna,,!" Gluk..Afgan terlihat meneguk ludahnya sebelum melanjutkan kalimatnya.
"Aku Mencintaimu!"Lanjutnya dengan mata yang secara reflex tertutup.
Agnes kembali membelalak.Dia mundur perlahan dengan mulut yang terbuka.
"A-apa?apa yang kau katakan?ka-kau-
"Ya,Agnes.Aku mencintaimu,Aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu!"Ulang Afgan penuh keyakinan.
Perasaan yang sedari dulu terpendam itu kini terucap juga.Rasanya,kini hatinya benar-benar lega setelah mengutarakan isi hatinya pada orang yang benar-benar dia cintai.
Entah apa jawaban Agnes,ia tidak peduli!
Yang terpenting,dirinya sudah jujur terhadap perasaannya.
Agnes hanya mematung dengan menatap Afgan tak percaya.
Gadis itu terlihat menggeleng kecil menanggapi ucapan Afgan.
Entah keberanian dari mana yang Afgan dapatkan,hingga ia berani menarik dan mendekap tubuh mungil itu dengan erat.
Dia memeluk Agnes dengan erat.Seperti sepasang kekasih yang tidak ingin di pisahkan.
Agnes hanya diam.Dia tidak menerima atupun membalas pelukan hangat yang Afgan berikan.
"Kau tahu,seberapa menderitanya aku selama ini?"Ucap Afgan tanpa melepaskan pelukannya.
"Mengetahui kau yang sudah menjadi milik pria lain,membuatku frustasi dan mengubah diriku menjadi dingin dan kaku seperti aku yang sekarang.Hiks.. Aku-aku sungguh mencintaimu,Agnes.!"Lanjutnya lirih dengan kedua tangan yang terus mendekap Agnes erat.
"Apa ini,dia menangis?"Batin Agnes.
Agnes hanya bisa menahan nafasnya sesaat.Kemudian dia mendorong dada Afgan pelan.Dan pelukan yang begitu eratpun akhirnya terlepas.
"Aku bukan milik siapa-siapa,aku hanya milik bunda."Ucap Agnes pelan tapi masih bisa terdengar oleh Afgan.
Afgan mengerutkan alisnya bingung."Apa maksudmu?Bukankah kau dan Rega-
"Aku hanya milik bunda!"Potong Agnes segera.
Entah kenapa,telinganya masih tidak ingin mendengar nama itu.
Nama orang yang membuatnya begitu bahagia dan begitu menderita setelahnya.
Rasa kecewanya sungguh sangat besar pada Regata.Bahkan bila bisa,ia tidak ingin lagi melihat wajahnya.
Rasanya sungguh sakit.'M U R A H A N'
Gadis mana yang akan bahagia bila mendengar ucapan itu terlontar padanya oleh orang yang sangat berarti dalam hidupnya?Tidak akan ada!
Begitu juga Agnes.
Dia masih tidak percaya akan keadaan ini.Yang dibutuhkannya saat ini hanyalah ketenangan!Setelah dia bisa mengintrol ditinya,barulah dia akan mengambil keputusan penting dalam hidupnya.
"Agnes,sungguh!Izinkan aku untuk-
"Berikan aku waktu untuk memikirkan semuanya baik-baik!"Potong Agnes lagi."Aku ingin pulang.Hanya ke sendirianlah yang ku butuhkan saat ini!"Lanjutnya lirih.
Afgan yang memang sudah menangispun lantas langsung terbangun dan menghapus kasar air matanya.
"Mari ku antar kau pulang!"Ucap Afgan dengan mengulurkan tangannya pada Agnes.
Namun Agnes yang seperti patung hidup itu hanya berdiri dan berjalan melewati Afgan tanpa menerima uluran tangan dari pria itu.
Afgan hanya menarik nafas panjang dan beranjak menyusul Agnes.
**
💥Regata pOv!..
"Katakan!"Titah Regata tegas.
Pria itu kini tengah berada di ruangan yang bernuansa serba hitam.Pakaiannya pun ikut hitam.
Dia terduduk di kursi besarnya sambil memainkan benda kecil yang terbuat dari kaca.Dengan wajah yang tertutup sepenuhnya oleh topeng.
Dimana lagi jika bukan di mansion Mafianya.
Ya,Dark Night Organisation Permafiaannya yang berada di Indonesia dia alihkan sebagian ke Amerika.Tempatnya kini
Dan tentu saja di sertai dengan para Mafiosonya,yang bahkan sampai sekarang mereka tidak mengetahui seperti apa wajah asli sang King and Queen yang sudah bertahun-tahun memerintahnya itu.
"Pelaku utamanya adalah seorang perempuan bernama Sarah.Dia dan nona Haley drax menawarkan kerja sama ilegal dengan pengusaha paruh baya yang kaya dan suka akan gadis cantik.Dia menawarkan nona filex sebagai korban pertama dalam kerjasamanya.Namun sayang,kerjasama itu gagal karna nona filex yang berhasil melarikan diri di saat-saat terakhirnya."Jelas Mafioso itu.
Regata mengepalkan kedua tangannya kuat.Dia menarik Nafas panjang untuk mencoba meredakan emosi yang sudah meluap.
"Bagaimana dengan kedua gadis itu?"Tanya Regata.
"Karna kerjasama yang gagal,tentu saja nona Sarah kembali ke London untuk meminta bantuan pada suami tuanya dalam mengatasi pengusaha paruh baya yang menuntutnya ganti rugi.Sementara nona haley,dia hanya menjalanlan rutinitasnya seperti biasa di kediaman Drax."Balas Mafioso lagi.
"Sialan.Disini Agnesku menderita,dan perempuan gila itu hidup layaknya tidak terjadi apa-apa!"Batin Regata geram.
"Culik perempuan bernama Haley Dan bawa dia ke ruangan bawah tanah!"Titah Regata Penuh penekanan.
"Baik King."
"Dan ingat,jangan meninggalkan jejak satupun!Bereskan semuanya dengan bersih."Lanjutnya yang di angguki oleh sang Mafioso.
"Kau boleh pergi!"
Lantas mafioso itupun menunduk hormat dan berlalu dari sana.
"Haley,berani kau melukai cintaku.Maka akanku berikan kau luka yang lebih parah dari yang Agnesku terima!"Ucap Regata dengan mata yang kian memerah.
Regata meraih ponselnya dan menekan satu nomor untuk di hubungi.
"Kumpulkan para pria hidung belang nanti malam.Mereka akan mendapatkan hidangan memuaskan dariku!"Ucapnya pada seseorang di sebrang sana.
Seringai iblis kembali muncul dari bibir tipisnya.
"Tunggu kehancuranmu,Haley Sayang!"
**