Love, My Queen Of Mafia

Love, My Queen Of Mafia
Keanehan Afgan



Beberapa minggu kemudian..


Sudah beberapa hari bahkan minggu setelah Agnes memutuskan untuk menjauh dari semuanya,Regata dan Afgan maksudnya.Kini perempuan cantik itu terlihat lebih membaik dengan tinggalnya bersama dengan keluarga sang bunda.Keluarga Filex Alexander


Agnes sungguh menghilangkan beban pikirannya selama tinggal disana.Karna disana,ia bisa menemukan hangatnya sebuah keluarga.Dimulai dari sang kakek filex yang terus saja berebut ciuman selamat paginya Agnes bersama louis sang paman.Dan sang nenek-nenek rempong juga tak kalah mengambil peran dalam kenyamanan Agnes saat tinggal disana.


Mereka memang sudah mengetahui semuanya,yang tentunya dari Agnes sendiri.Karna menurut Agnes,masalah tidak akan menggilang begitu saja.Dan semakin lama ia menyembunyikannya,maka semakin cepat juga keluarganya akan mengetahuinya.Maka dari itu,akan lebih baik jika Agnes sendiri lah yang memberitahukannya sebelum keluarganya mengetahui hal itu dari orang lain.


Dan tentunya keluarganya itu meresponnya dengan baik.Tidak ada dari mereka yang memandang Agnes jijik atau bahkan menyalahkannya.Mereka justru memberi semangat pada Agnes supaya bisa menjalani kehidupan yang keras ini.


Bahkan setelah kejadian itu terjadi dalam hidupnya.


Regata?tentu saja pria itu masih setia menunggunya.Bahkan saking setianya,dia tidak pernah beranjak pergi dari Apartementnya.Berharap Agnes akan datang menemuinya


"Gata,lo gak seharusnya kaya gini!"Ujar Rey yang prihatin melihat kondisi sahabat karibnya.


"Iya gata.Lo boleh patah hati atau apalah itu karna si Agnes nyuruh lo buat gak nemuin dia,tapi enggak dengan nyakitin diri lo sendiri bodoh!"Bentak Raka emosi.


Bagaimana tidak,lihatlah keadaan Regata sekarang!Pria itu seperti orang yang kehilangan semangat hidup.


Dia hanya duduk dan minum saja,tidak ada hal lain yang dilakukannya selama satu minggu ini.Ya,satu minggu terakhir.Karna setelah Agnes pergi,tentu saja dia terlebih dahulu membasmi paruh baya sialan yang sudah bersekongkol dengan Sarah waktu itu.


Tapi tidak dengan Sarah!


Regata sengaja menyisakan Sarah untuk Agnes.Biar wanita itu sendiri lah yang akan menghukum Sarah nantinya.'Pikirnya


"Huh,kalo lo berdua ke sini hanya ganggu gue doang,pergi sana!gue gak butuh lo berdua!"Bentak Regata sambil berdiri dengan sempoyongan.Sudah mabuk berat dia tentunya


"Lo bukan orang yang kaya gini Re,sadar Regata sadar!Masih banyak cew-


Bughk..


"Pergi lo dari hadapan gue!"Bentak Regata marah setelah berhasil memotong dan memberikan pukulan keras pada Raka.


"Cuih,percuma yah gue bicara sama orang yang udah mabuk kaya lo."Ucap Raka sambil berdiri karna tadi ia sudah terjatuh saat Regata memukulnya.


"Udah ka,biarin Regata sendiri saat ini!kewarasnya masih juga belum bekerja."Sindir Rey dan pergi dari hadapan Regata dengan mengajak Raka tentunya.


"Cuih,pecuma gue nyuruh kalian datang jauh-jauh dari Indonesia buat kesini!Sobat gak guna lo!"Teriak Regata di dalam sana.


"Lo-"Geram Raka dan hendak berbalik lagi menghampiri Regata.Tapi niatnya itu tertahan oleh Rey yang sudah memegang lengannya.


"Udah gue bilang juga apa Raka!"Bentak Rey yang juga kesal."Biarkan Regata sendiri,dia baru aja mengalami jatuh cinta.Dan untuk ke sekian kalinya, cintanya lagi-lagi bimbang memilih antara dia dan pria lain!"Lanjutnya setengah berteriak pada Raka.


Raka hanya terdiam sambil menundukkam sedikit kepalanya.


"Jika Agnes tidak memilihnya,akan sehancur apakah dia?"Tanya Raka sambil menatap Rey.


Rey menghela nafas dalam."Gue juga gak tau.Tapi feeling gue mengatakan,kalau Agnes akan lebih memilih Regata dari si Afgan itu!"Ucap Rey penuh keyakinan.


Raka mengangguk kecil."Heum,semoga saja."


**


Sementara di tempat lain..


"Afgan,gue heran deh sama lo.Tu perut apa gentong si?sampe-sampe gak ada hentinya lo ngemil dari tadi."Ujar Alvin kesal sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Saat ini,ketiga teman Afgan sedang berada di rumah kecil yang beberapa hari ini Afgan beli.Karna pekerjaan dan urusan pribadinya yang masih belum selesai,jadi kemungkinan Afgan akan menetap lebih lama di negri orang ini.Dan tentunya tidak mengandalkan Apartement yang ia sewa lagi.


"Tau,lo kerasukan jin rakus mana sih gan?kalo perut lo buncit,gue yakin Agnes gak bakalan mau sama lo."Celetuk Vano.


"Boro-boro adik gue,gue aja ogah kalo harus punya adik ipar jelek plus gendut kaya dia.iuu!!"Sambung Kevin sambil memandang Afgan jijik.


Afgan mendelik malas ke arah ketiga sahabatnya.


"Gue belum gendut lo udah nolak gue aja.Dasar kakak ipar sialan!"Umpat Afgan pada Kevin dengan mulut yang masih terpenuhi oleh makanannya.


"Telen dulu tu makanan!Baru lo ngomong sama gue."Balas Kevin sengit


Afgan hanya diam dan kembali fokus pada makanannya dengan mengangkat kedua bahunya tak peduli merespon ucapan Kevin.


Kevin dan yang lainnya hanya berdecak sebal melihat tingkah Afgan yang serasa aneh menurut mereka.


Bagaimana tidak?mereka Sudah terduduk bersama Ceo termuda dan tersukses itu sudah hampir 2 jam lamanya.Dengan Afgan yang sibuk makan,dan mereka yang hanya jadi penonton tanpa di perbolehkan ikut makan.Sungguh menjengkelkan bukan?


"Ck,udah ah gue mau cabut ajah!"Ucap Kevin yang sudah tak tahan sambil berdiri dari duduknya.


"Ke cafe gue,katanya ada cafe deket sini yang baru dibuka.Sekalian aja gue mampir kesana."Balas Kevin.


"Cafe,ohh..cafe yang disebrang perumahan sebelah kan?"Tanya Vano yang di angguki Kevin."Yaudah skuy gue ikut!katanya ada mini cake berfariasi rasa juga disana.Dan rasanya,uhh udah pasti delicious deh!Skuy lah skuy gue ikut!"Rempong Vano sambil berdiri dengan wajah berbinarnya.


"Yaudah gu-"."Gan,mau kemana lo?"Tanya Alvin yang tidak melanjutkan ucapannya ketika melihat Afgan yang sudah berdiri dan menyambar jaket di sebelahnya.


"Ngikut Kevin."Balas Afgan simple dan menyelono pergi meninggalkan ketiganya.


"Ck,dasar Afgan.Kalo udah ngomong-ngomong makanan,pasti aja langsung gercep."Decak Vano sebal.


"Yaudah biarin aja kali,sekalian kita nongkrong-nongkrong di luar.Kali aja bule cantik kesasar lewat nanti."Celetuk Kevin sambil tersenyum tanpa dosa.


"Gue lapor lo ke ibu negara."Ancam Vano sambil mengeluarkan ponselnya hendak melapot pada Fani.


"Jangan beg*."Ucap Kevin segera sambil merebut ponsel di tangan Vano."Lo mau jadi pecekor hah?gue gibass lo lama-lama."Geramnya.


"Lagian sih,so-soan amu cari bule ke sasar.Inget vin!pacar lo baru minggat seminggu,masa lo udah mau cari yang lain aja.Gila."Ucap Alvin tak habis pikir.


"Yaudah gak papa kali al!kalo si Kevin putus kan yayang Fani bisa-


"Bisa apa lo?serius lo mau jadi pecekor hah,sumpah gue go*ok lo sekarang juga.Dasar temen laknat!"Ucap Kevin sambil memandang wajah tanpa dosa Vano dengan geram.


"Tar deh.Pecakor itu,apaan sih?"Tanya Alvin bingung sambil menatap keduanya secara bergantian.


"PErebut CEweK ORang!"Jawab Kevin dan Vano bersamaan dengan nada bicara yang agak berteriak ke arah Alvin.


"Dasar Lol!"Ucap Kevin pada Alvin dan pergi begitu saja meninggalkam mereka berdua.


"Tau,dasar kudet!"Lanjut Vano sengit sambil berkalu menyusul Kevin.


Dan tinggal lah Alvin seorang diri dengan sebelah tangan yang mengusap-usap dadanya karna kaget.


"Gila,bisa mati berdiri gue.Kenapa Tuhan mengirimkan bocah gob*lok kaya mereka buat jadi sohib gue,stres gue stress aampun!!"Gerutu Alvin sambil memegang kepalanya yang seketika berdenyut sakit.


Seketika Alvin mengangkat kepalanya dan sudah tidak mendapati ketiga temanya diluar sana.


"Woy tungguin gue sat!!"Teriak Alvin dan berlari mengejar mereka.


**


Agnes pOv!


Saat ini,Agnes,Sonya dan David sedang berkumpul dalam kamar Agnes.Dengan David yang terduduk di sofa dekat ranjang Agnes,memperhatikan kedua wanita terpenting dalam hidupnya yang sedang berbincang ria di atas ranjang sana.


David tersenyum melihat dan mendengar gelak tawa yang keluar dari bibir Agnes dan tunangannya itu.


Seketika senyumannya luntur saat mengingat sesuatu.


"Sampai kapan lo akan menghindari mereka seperti ini nes?"Tanya David tiba-tiba.


Seketika senyuman di bibir Agnes pudar, dan memandang David datar.Sonya yang menyadari perubahan Agnes langsung saja menatap David tajam.


"Udah nes,jangan dengerin apa kata David!mending sekarang kita bahas Oppa-Oppa korea kita aja yuk."Ucap Sonya berusaha menghimbur.


Tapi Agnes tetap tidak bergerak dengan mata terus menatap arah depan datar.


"Nes-


"Sepertinya lo bener vid,gue harus segera mengambil keputusan.Sebelum gue menghancurkan tiga kehidupan!"Ucap Agnes yang akhirnya buka suara.


David tersenyum tipis dan beranjak duduk di sebelah Agnes sambil membawa saudarinya itu ke dalam pelukannya.


Agnes mendongakkan kepalanya menatap David sendu."Tapi siapa yang harus gue pilih vid?Keduanya cinta sama gue,dan keduanya juga selalu baik sama gue.Gue bingung vid,gue bingung."Ucap Agnes lirih dan kembali membenamkan wajahnya pada dada bidang David.


David tertegung dan mengelus kepala Agnes lembut.Dia juga bingung harus apa dan bagaimana sekarang.


Bila dilihat dari sisi baik,David akui keduanya memang baik.Dilihat dari sisi ekonomi,keduanya pun sama-sama memiliki status sosial yang tinggi.Apalagi Afgan


David menghembuskan nafas pelan sebelum akhirnya ia berucap,"Gue juga bingung,gue akui keduanya sama-sama baik dan sempurna buat lo."Ucap David."Tapi sekarang lo pikirin aja deh.Siapa yang selalu ada buat lo,siapa yang selalu membuat lo tersenyum,dan siapa yang ketika lo bersedih,orang itu akan selalu ada disisi lo untuk jadi penghibur sekaligus penguat buat lo."Lanjutnya yang membuat Agnes terdiam dan merenungkan ucapannya


"Regata."


_-_


Tbc!