
Agnes menarik tangannya dari genggaman Regata.
Perempuan itu mundur sambil melihat Regata tak percaya dengan mata yang sudah berkaca-kaca dan kepala yang menggeleng beberapa kali.
"K-kau ha-hanya bercanda bu-bukan?"Ucap Agnes."Ini tidak benar kan gata!"Bentaknya memastikan.
"Ini benar Agnes!"Bentak balik Regata.
Pria itu meraih tubuh langsing Agnes dan memeluknya dengan segera.
"Ini bener nes,aku suka sama kamu!Aku sudah lama menyukaimu Agnes.Sudah lama!"Ucap Regata lirih tepat ditelinga Agnes.
Agnes mematung dengan mulut yang sedikit terbuka.Tak lama perempuan itupun tersenyum getir.
"Sejak kapan kamu suka sama aku gata?apa setelah aku mengalami hal itu yang membuatmu menyukaiku dengan kata lain mengasihaniku,benar begitu hem?"Ucap Agnes.
Sontak saja Regata melepaskan pelukannya dan menggeleng sambil menatap Agnes lekat.
"Enggak neh enggak!aku udah sedari SMA suka sama kamu,dan aku gak pernah sekalipun mencintaimu hanya karna rasa kasihan seperti yang kamu ucapkan!"Ucap Regata sambil meraih kedua pipi Agnes agar menatapnya.
"Kalau kamu gak percaya,tatap mata aku!lihatlah,apa ada celah kebohongan didalamnya?"Tanya Regata sambil menatap Agnes lekat.
Agnes mengarahkan pandanganya pada kedua bolamata Regata.Sesuai ucapan pria itu
"Dia jujur.Tatapan ini,tatapan ini seperti saat kak Afgan menatapku ketika dia menyatakan perasaannya padaku."Batin Agnes
"Lihat,tidak ada kebohongan didalamnya bukan?"Tanya Regata dan dengan polosnya Agnes mengangguk.
Regata tersenyum."Aku sungguh mencintaimu Agnes,maaf atas ucapan bodoh yang keluar dari mulutku saat pertemuan terakhir kita."Ucap Regata tulus dengan wajah yang dipenuhi rasa penyesalannya.
"Sungguh,waktu itu aku sangat marah dan tak terima saat mendengar kau sudah bermalam dengan pria lain.Aku saja sejak dulu selalu menahan diri untuk tidak menyentuhmu,aku-
"Kau cemburu gata?"Potong Agnes sambil tersenyum kecil dengan airmata yang terus turun membasahi pipinya.
Regata tersenyum sambil mengangguk polos dengan airmata yang sama-sama lolos dari kedua matanya.Kedua tangan Regata menghapus jejak airmata dipipi Agnes sementara airmatanya sendiri tidak ia pedulikan.
"Jangan menangis,kau jelek saat menangis."Ejek Regata sambil tertawa kecil.
"Kau juga menangis bodoh!"Ejek Agnes balik dengan sebelah tangan yang terangkat menghapus airmata yang masuh tersisa diwajah tampan pria didepannya.
Regata tersenyum kecil,kemudian dia melepaskan kedua tangannya yang masih menempel di pipi Agnes.
Pria itu mendadak berlutut sambil menggenggam kedua tangan Agnes dan menatap wanita itu lekat.
"And then,Will you marry me?"
Deg.
Bagaikan tersambar petir disiang bolong,Agnes melongo menatap Regata.
Pria itu melamarnya?
Sahabatnya sejak Smp itu melamarnya?
Sang Most Wanted Playboy itu melamarnya?
Sang King Of Mafia World itu melamarnya?
Tapi-
Seketika Agnes teringat akan Afgan.
Bukan teringat karna sudah mencintainya,tapi teringat akan dirinya yang sudah ternoda.Dan penyebabnya adalah pria yang baru saja melintas dalam ingatannya.
"Aku tidak bisa."Tolak Agnes segera sambil melepaskan lembut tangannya dari genggaman Regata.
Sontak saja wajah Regata yang sedang mode serius itupun menjadi lesu seketika.
Saat Agnes berbalik hendak pergi-
"Tunggu!"Panggil Regata.Pria itu masih dalam posisi yang sama'berlutut
"Tidak."
"Katakan padaku dengan jujur Agnes,apa kau menolakku demi laki-laki itu?laki-laki yang sudah merenggut kegadisanmu?"Tanya Regata emosi. "Apa kurangnya aku dari dia Agnes?Aku adalah orang yang sudah lama kau kenal,sedangkan dia?dia hanyalah pria bre-
"Cukup gata!"Bentak Agnes sambil mengangkat sebelah tangannya agar Regata berhenti berbicara.
"Cukup!"Ulang Agnes yang kini sudah menurunkan tangannya dan menatap Regata dengan mata yang kembali berkaca-kaca.
"Aku tidak menolakmu karna aku mencintainya,aku menolakmu karna,karna-
"Karna Apa Agnes!"Potong Regata setengah membentak.
"Karna aku sudah kotor Regata!"Bentak Agnes balik."Hiks..aku sudah kotor,aku sudah ternodai.Hiks..aku tidak suci lagi gata,hiks..tidak."Lanjut Agnes lirih.
Seketika Regata bangkit dari posisinya dan berjalan menuju Agnes.Dengan segera pria itupun kembali menarik Agnes kedalam pelukannya.
"Tidak Agnes.Kau suci,kau masih dan akan selalu suci.Menikahlah denganku!Akanku pastikan kau tidak lagi mengenal yang namanya luka,dan kau juga akan melupakan kejadian itu dengan kebahagiaan yang aku berikan kelak."Ucap Regata meyakinkan sambil membenamkan kepala Agnes pada dada bidang miliknya.Dengan sebelah tangan yang terangkat mengusap kepala Agnes lembut.
Seketika Agnes mendorong tubuh Regata supaya menjauh.
"Berhenti mengejarku,Hiks..dan berhenti mengucapkan kata-kata cinta untukku!Hiks..Kau pria sempurna gata,kau sempurna.Tidak sepantasnya kau mendapatkan seseorang yang sudah terlanjur kotor sepertiku."Ucap Agnes dengan airmata yang terus jatuh semakin deras.
"Lanjutkanlah hidupmu gata!ingat,kau sempurna.Dapatkan wanita yang lebih sempurna dariku!Karna aku-
"Tidak Tidak Tidak Agnes!"Potong Regata sambil menempelkan kedua telapak tangannya ditelinga.Dengan kepala yang terus menggeleng sebagai arti jika ia mengelak semua ucapan Agnes.
Seketika Regata menurunkan kedua tangannya dan beralih mendekat pada Agnes yang berdiri tak jauh darinya.
"Kau,hanya kau yang aku cintai dan aku inginkan didunia ini.Hanya kau!"Ucap Regata sambil mencengkram kedua bahu Agnes dan menggoyang-goyangkannya.
"Aku tidak peduli dengan keadaanmu sekarang,aku tidak peduli!Yang pasti,aku tulus mencintaimu dan takkan pernah menyesal karna telah memilihmu.Karna bagiku, hanya kaulah perempuan yang pantas berada disampingku!Hanya kaulah wanita yang dapat menyempurnakan hidupku.Kau,hanya kau!"Lanjut Regata yang sudah sama-sama mengeluarkan airmatanya.
Agnes kembali mematung.Perlahan perempuan itupun melepaskan kedua tangan Regata yang masih stay dibahunya.
Regata menatap Agnes dengan tatapan sayunya.Agnes hanya memandang arah lain dengan pandangan kosong.
"Beri aku waktu,aku sungguh tidak bisa berfikir jernih untuk saat ini."Ucap Agnes dan membalikkan badannya hendak pergi.
"Kau mau kemana Agnes!!"
Lagi-lagi suara Regata menghentikan langkahnya.
Agnes hanya menengok sebentar kearah Regata,kemudian perempuan itu kembali menatap pintu Apartement yang tepat berada dihadapannya.
"Aku akan pulang dan tinggal untuk sementara waktu di kediaman Filex.Selama aku tidak menemuimu,kuharap kau tidak akan berusaha untuk bertemu denganku.Aku butuh waktu untuk menyendiri saat ini,kuharap kau dapat memahaminya."Ucap Agnes dan pergi meninggalkan Apartment Regata.
Regata hanya bisa menatap punggung Agnes yang semakin menghilang dari pandangannya,tanpa bisa menghentikannya.
Senyuman getir pun hadir ditemani dengan airmata yang terus menetes mewakili kesakitan dan kesedihan hatinya.
"Kuharap kau mempertimbangkan ucapanku Agnes.Karna dengan keadaanmu saat inipun,tidak membuat cintaku luntur untukmu!Baiklah,akanku beri kau waktu untuk menyendiri beberapa saat.Hanya beberapa saat.Sampai jumpa!Sampai bertemu kembali,dilain hari.Aku akan tetap setia menantimu!Disini."
**
**Tbc!
_-_
Hua... Baper aku euyy!!
Babang gata jangan bucin plus nangis-nangis gitu dong!akukan jadi sedih bayanginnya😌
Biarin dulu aja lah si Agnes mah!Mending sekarang kamu basmi dulu si Sarah tuh gata,haha..wkwk jahat bat gue.hehe..
Yaudah gais see you next chapter yah!
Makasih loh buat kalian yang masih setia menunggu dan membaca karyaku yang masih kaleng-kaleng ini,hehe..
Oke dadah babaii para Readingku yang bahkan aku gak tau orangnya,See U gaiss I lv you♡**