
Sepanjang perjalanan,Agnes hanya diam sambil memikirkan ucapan para wartawan barusan.
Seketika Agnes teringat akan ucapan salah satu wartawan yang mengatakan soal video tak senonoh yang terdapat Haley didalamnya.
Karna penasaran,Agnespun langsung saja membawa ponselnya yang berada dalam ransel yang ia bawa.
Seketika mulut dan matanya terbuka lebar.
"Astaga.Apa ini,kak Rexi!"Pekik Agnes sambil berbalik menghadap Rexi.
Rexi hanya menatap Agnes sekilas.Kemudian kakaknya itupun kembali memfokuskan pandangannya pada jalanan yang akan ia lewati.
"Kak Rexi,Haley-
"Biarkan saja!"Potong Rexi segera."Kerna wanita ular seperti dia sangat pantas untuk mendapatkannya!"Lanjutnya dengan santai.
Agnes menggeleng-gelengkan kepalanya tak habis pikir dengan bagaimana jalan pikiran kakaknya itu.
"Kak,dia itu adik-
"Hanya anak pungut!"Potong Rexi lagi."Sudahlah!Jangan merusak moodku sepagi ini hanya karna perempuan sialan itu."Lanjutnya tanpa menengok ke arah Agnes.
Agnes menghembuskan nafasnya kasar.Perempuan itupun beralih menatap jendela mobil.
Sungguh enggan rasanya dia menatap wajah Rexi yang santai-santai saja ketika reputasi keluarganya sedang di pertaruhkan atas kejadian yang menimpa Haley.
Tak lama,Agnes kembali menatap ponselnya yang masih menyala.Dengan segera perempuan itupun kembali mengarahkan jarinya untuk mencari kembali video Haley karna penasaran dengan siapa orang yang sudah mempublikkasikan video yang sudah mencemarkan nama baik keluarganya.
Matanya kembali membulat melihat siapa dalang dibalik semuanya.
Regata
Ya,karna dia tahu semua tentang pria itu.Semuanya!
Bahkan Agnespun sangat mengenal percis setiap akun samaran yang Regata buat.Dan ini,adalah salah satunya.
Agnes mematikan ponselnya dan dengan segera melempar benda kotak itu ke jok belakang dengan kasar.
Wanita itu terlihat mengusap wajahnya kasar dan diakhiri dengan wajah khawatirnya.
"Apa-apaan ini,kenapa Regata melakukannya?Brengsek!Kenapa dia tidak berfikir panjang saat akan melajukannya?Bodoh!Menghancurkan Haley sama saja dengan menghancurkan nama baik keluargaku,keluarga Drax."Batin Agnes geram.
"Tunggu,apa yang menyebabkan Regata barbuat seperti ini adalah-
"Sialan kau Haley!"Ucap Agnes geram."Lihat saja,jika itu memang benar kau maka tunggu pembalasan dariku!Yang bahkan akan lebih mengerikan dari yang kau alami sekarang."Lanjut Agnes sambil menyeringai.
Rexi menyunggingkan bibirnya mendengar ucapan dan seringaian yang Agnes tunjukkan.
Mungkin saking marahnya,Agnes melupakan kehadirannya disini.
"Akhirnya kau mengerti juga.Aku suka dengan seringaianmu itu baby.Memang benar kau adalah adikku,adik kandungku!Karna sifat iblis yang ada dalam diriku,juga terdapat dalam dirimu."Batin Rexi
"Putar arah,kau turunkan saja aku di belokan pertama!"Titah Agnes yang membuat Rexi menatapnya seketika.
"Jadi kau berubah pikiran?Baiklah kalau begi-
"Kau pergi saja duluan ke Apartement bang Kevin kak!"Potong Agnes."Aku ada urusan sebentar.Setelah itu,aku akan datang menyusulmu kesana."Lanjutnya.
Rexi berpikir sejenak.
"Bukankah tempat yang kau sebut adalah Apartement milik temanmu itu?"
**
Ting..Nong..
"Sebantar!"Teriak Regata dari dalam.
Cekrek..
"Agnes."Gumam Regata.
Agnes hanya menatap Regata sekilas.Dengan santainya perempuan itu menyelono masuk begitu saja bahkan tanpa seizin sang pemilik.
Regata menghela nafas pelan.Kemudian pria itu pun berlalu menyusul Agnes yang sudah terduduk di dalam sana.
"Langsung saja,apa maksudmu melakukan semua ini?"Tanya Agnes sambil menyodorkan ponselnya pada Regata yang baru saja terduduk di depannya.
Regata menatap ponsel yang Agnes sodorkan ke arahnya,terlihat video Haley yang ia unggah tadi pagi disana.
Regata menatap Agnes bingung.Sementara Agnes,dia menghembuskan nafasnya kasar melihat tingkah tak berdosa Regata.
"Jangan berpura-pura lagi!Aku tau,kau yang menjadi dalang atas kejadian ini."Ucap Agnes. "Dan ini,Akun ini adalah akun samaranmu bukan. Hem?"Lanjutnya sambil memiringkan kepalanya melihat Regata.
Regata memejamkan matanya sejenak.
Dia lupa jika akun yang ia pakai itu,sudah tentu diketahui oleh Agnes yang selama ini bersamanya dalam dunia hitam itu.
Regata kembali membuka matanya dan menatap Agnes intens.Kemudian pria itu berkata:
"Aku melakukan semua itu untuk membalas perlakuannya padamu,Agnes!"Ucapnya.
Agnes mengangkat sebelah alisnya bingung."Apa maksudmu?"Tanyanya
"Dia dan Sarah yang menjebakmu hingga kau berakhir bersama Afgan."
Deg.
Agnes menatap Regata dengan mata membulat.Perempuan itu terlihat menggelengkan kepalanya sekali.
"Apa kau berusaha mengelabuiku gata?Apa kau berusaha lebih menghancurkanku dengan berbohong kepadaku dan menghancurkan nama baik keluargaku,hah!"Bentak Agnes dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Regata menggeleng cepat.
"Tidak tidak.Apa yang kau bicarakan?Aku sama sekali tidak pernah berniat untuk menghancurkanmu.Ini real Agnes,this is real what she do to you!"Ucap Regata
Agnes mengalihkan pandangannya dan tersenyum getir.
"Kau pikir aku akan percaya dengan tipu muslihatmu itu gata,hah?Tidak!Karna aku yakin kau membenci-
"Aku mencintaimu Agnes,Aku Mencintaimu!"Potong Regata sambil berdiri dengan kasar.
"Aku melakukannya karna aku mencintaimu.Aku tidak ingin melihatnya bahagia diatas penderitaan yang dia berikan padamu!Itu sebabnya aku menghancurkan hidupnya dengan cara yang lebih mengerikan dari yang dia lakukan padamu."Lanjutnya agak berteriak.
"Ketahuilah!Aku melakukan semua ini untukmu,karna aku tidak ingin ketidak adilan terjadi pada wanita yang sangat berarti dalam hidupku.Terserah kau mau menganggapku sebagai pria brengsek atau apalah itu karna aku sudah berbuat hal serendah ini.Tapi untukmu,tidak ada yang tidak bisa aku lakukan."Tambah Regata sambil meraih tangan Agnes dan menggenggamnya erat.
Seolah dia menyalurkan keseriusannya dalam setiap ucapan yang ia lontarkan barusan.
_-_
Tbc!