
"Agnes..Agnes..!!"Teriak Kevin dengan wajah khawatirnya.
Saat ini,Kevin tengah berada di dalam rumah keluarga Drax.
Mangapa ia tahu Agnes ada di sini?tentu saja dari David.
Sebelum meluncur ke sini,Kevin terlebih dahulu singgah di kediaman Filex.Karna yang ia tahu,memang disanalah Agnes tinggal.
Tapi saat sampai di sana,David malah mengatakan jika Agnes sudah lama tidak tinggal di kediaman filex.Dan dia pun memberitahunya jika sekarang Agnes tinggal di kediaman keluarga barunya. Keluarga Drax
Tanpa pikir panjang,Kevin pun segera meluncur karna memikirkan sang adik kecilnya.Apalagi dengan kejadian yang sudah pasti membuat adiknya itu hancur saat ini.
"Siapa kau?"Tanya Rexi yang baru saja pulang setelah menyelesaikan urusannya.
Kevin berbalik pada Rexi yang berada di belakangnya.Dia menatap Rexi tajam.Sementara Rexi hanya mengangkat sebelah alisnya bingung.
"Dimana adikku?"Tanya balik Kevin.
"Bicara apa kau."
"Dimana kau menyembunyikan adikku!!"Bentak Kevin yang sudah emosi.
"Aku tidak mengetahui siapa dan dimana adikmu itu."Jawab Rexi."Lagian rumahku bukan tempat penampungan orang yang kau sebut adik!"Lanjutnya sambil tertawa mengejek.
"Sialan!Ka-
"Diem woy!!ganggu orang tidur aja."Potong Agnes yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Agnes!"Batin Kevin.
Dengan segera pria itu pun berbalik dan menemukan Agnes yang sedang mematung melihatnya.Bahkan gadis itu terlihat mengucek-ngucek matanya berkali-kali.
"Ba-bang Kevin?L-lo bang Kevin kan?"Tanya Agnes memastikan sambil menunjuk-nunjuk Kevin dengan jari telunjukknya.
Kevin menatap Agnes penuh rindu.Dia mengangguk kecil dan merentangkan kedua tangannya sebagai kode agar Agnes memeluknya.
"Iya,itu elo?Hua...!!"Teriak Agnes dramatis dan langsung berlari berhambur kedalam pelukan Kevin.
Kevin tersenyum dan balas memeluk Agnes.Bahkan pria tampan itu menggoyang-goyakan tubuh Agnes ke kiri ke kanan.
Sementara Rexi menatap dua orang itu malas.Ada rasa marah saat melihat adik cantiknya dipeluk oleh pria Asia di depannya itu.
"Siapa pria itu?apa dia pacar Agnes?"Batin Rexi bertanya-tanya.
Agnes melepaskan pelukannya dan mendongak menatap Kevin.
"Bang,lo kapan ke sini?"Tanya Agnes.
"Baru tadi pagi kok.Dan hari pertama gue disini mau gue habisin cuma buat lo!"Balas Kevin sambil memencet hidung mancung Agnes.
"Ih,sakit ogeb! "Bentak Agnes sambil memukul lengan kevin.
Kevin hanya cekikikan dan mengacak-acak rambut adiknya yang bahkan sudah acak-acakan itu.
"Udah ih,berantakan kan jadinya."Ucap Agnes kesal.
"Haha..Yes,yes..Sorry honey!"Ucap Kevin sambil mencolek dagu Agnes.
Agnes menepis tangan Kevin kasar."Diem lo!gausah colak-colek gak jelas.Jyjyk gue!."Bentak Agnes sambil cemberut.
Kevin kembali tertawa dan mencubit kedua pipi Agnes gemas.
"Haha...ulu ulu,,,ices gue marah ya!haha.."Ucapnya sambil tertawa.
Agnes beberapa kali menepis tangan Kevin yang terus saja menjahilinya.Wanita itu hanya bisa membuang mukanya dari sang kakak yang sudah lama tidak ia temui itu.
"Bang,l-
"Ekhem..!!"Dehem Rexi yang sedaritadi di kacangin.
Agnes menengok ke arah Rexi."Eh,kak Rexi.Ini,dia kakak aku.Namanya Kevin,Kevin Anandika Saputra!"Ucap Agnes mengenalkan status Kevin pada Rexi.
"Dan,bang.Ini Rexi,Rexi Drax Smith.Dia,kakak gue juga."Lanjutnya yang membuat keduanya membellak.
"KAKAK!!"Pekik Keduanya.
Rexi dan Kevin saling tatap.Mereka saling memberikan tatapan sinis satu sama lain.
Sementara Agnes hanya menatap mereka bingung.
"Kenapa?"Tanya Agnes.
"Nes,serius ini abang lo yang Afgan ceritain?"Tanya Kevin.
"Aku gak suka."Ucap Rexi dengan ekspresi datarnya.
"Ya,Maksud kak Rexi?"Tanya Agnes bingung.
"Aku gak suka sama dia!"Tunjuknya pada Kevin."Kamu hanya adik aku,suruh dia kembali ke alamnya!"Lanjutnya dingin.
"Buset!Datar plus dinginnya sama aja kaya si Agnes waktu dulu sama gue.Gile,percaya deh si bule kampret ini kakaknya."Batin Kevin
"Heh bule norak,lo kira gua suka apa sama lo?Enggak!"Balas Kevin penuh penekanan."Lagian lo pikir gue demit apa,pake acara ngomong alam-alaman segala!"Lanjutnya kesal.
"Serah!"Ucap Rexi tak peduli dan menyeret sebelah tangan Agnes untuk ikut bersamanya.
Kevin yang melihat adiknya hendak dijauhkan darinya pun dengan segera memegang sebelah tangan Agnes.
"Lepaskan!"Ucap Rexi dingin saat melihat Kevin memegang sebelah tangan Agnes.
"Dia adik gue,lo yang lepasin!"Ucap Kevin sambil menatap Rexi tajam.
"Dia adikku juga.Kau pergilah dari rumahku!"Usirnya.
"Gue akan pergi.Tapi dengan Agnes yang ikut sama gue!"Balas Kevin sengit.
"Dia gak akan pergi kemana-mana,jadi kau pergilah sekarang."Ucap Rexi sambil menatap Kevin tajam.
"Gak akan!Sebelum adik gue,pergi sama gue!"Balas Kevin tak mau kalah.
"Dia gak akan pergi kemanapun!"Bentak Rexi yang sudah mulai marah.Dia menarik tangan Agnes lebih kuat supaya pergi bersamanya.
"Gue kakaknya sebelum lo jadi kakaknya!Jadi dia harus ikut sama gue!"Bentak Kevin ngotot.Pria itupun sama,sama-sama menarik sebelah tangan Agnes dengan kuat.
Dan jadilah aksi tarik-tarikan disana.
Agnes yang sudah pusing mendengar perdebatan merekapun akhirnya berteriak sambil menghempaskan tangannya yang di pegang kedua pria itu dengan kasar.
"STOP!!"Teriak Agnes.
"Kalian ini apa-apaan si?gue itu manusia woi,bukan tambang yang bisa kalian tarik-tarik seenaknya!"Ucap Agnes kesal sambil melihat keduanya secara bergantian dengan jengah.
"Kamu kak."Tunjuknya pada Rexi."Kamu apaan si main ngusir-ngusir dia?dia itu kakak aku juga kak!"Lanjutnya sambil menatap Rexi kesal.
"Tuh deng-
"Lo lagi bang!"Potong Agnes segera."Iya gue bakalan ikut lo kok.Tapi gak usah tarik-tarik juga ogeb!sakit tangan gue,ayo pergi!"Lanjutnya dan menarik tangan Kevin pergi dari sana meninggalkan Rexi.
Baru saja tiga langkah hendak pergi,suara Rexi sudah kembali menggema disana.
"Kamu gak boleh pergi Agnes!!"Teriak Rexi keras.
Agnes dan Kevin menghentikan langkahnya seketika.Mereka berbalik dan menemukan Rexi dengan wajah yang kelihatan marahnya.
Agnes menghela nafas pelan.Kemudiam dia melangkah sendirian menuju Rexi.
Pempuan itu memeluk Rexi sambil berkata:
"Aku pergi sebentar kok kak,ntar juga pulang lagi.Aku mau habisin waktu aku bareng bang kevin hari ini,aku kangen banget sama dia."Ucap Agnes memberi pengertian.
Kemudian dia mengendorkan pelukannya dan mendongakkan kepalanya menatap Rexi.
"Boleh yah!"Bujuk Agnes dengan suara selembut mungkin.
Rexi menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan.Pria itu menundukkan kepalanya mencium kening Agnes.
"Pulangnya jangan kemaleman."Ucap Rexi sambil mengusap kepala Agnes.
Agnes tersenyum dan mengangguk.Wanita itupun melepaskan pelukannya.
Cup
Agnes mencium pipi Kiri Rexi yang membuat pria itu membelalak.
"Makasih kak,aku pergi yah.Bye!! "Ucap Agnes dan berlari menuju Kevin yang sedang menunggunya.Mereka berdua pun beranjak maninggalkan Mansion mewah itu.
Sementara Rexi,pria itu mematung di tampat dengan tangan yang terus memegang pipinya yang baru saja dicium Agnes.
Tak lama,bibir bule tampan itu pun terangkat ke atas membentuk sebuah senyuman.
"Bisakah aku menikahi adikku sendiri? "Ucapnya tanpa sadar
_-_
Tbc!