
Angin berhembus sangat panjang.Hingga ia berhasil meniup-niup rambut panjang Agnes yang tergerai indah tanpa adanya penghalang.Rambut pirang itu terlihat lebih berkilau saat terkena pancaran cahaya matahari langsung.
Saat ini,Agnes beserta sang Kakak tengah terduduk di atas mobilnya.Bukan naik ke atas,tapi memang mobil yang Kevin bawa itu tidak memiliki atap.Sehingga membebaskan keduanya untuk terduduk di bagian belakang yang memang terbuka.
Kevin yang berada di samping Agnes lantas menengok ke arah sang adik.Dia tersenyum dan mengelus lembut rambut panjang Agnes yang beterbangan.
"Lo itu cantik dek,jadi jangan biarkan hidup lo gak secantik wajah lo!"Ucap Kevin seakan memperingatinya akan keadaannya saat ini.
Agnes tersenyum simpul.Kemudian dia berkata tanpa menengok ke arah Kevin.
"Lo tau kak,tadinya emang gue berfikir hidup gue udah ancur saat itu juga.Bahkan gue sampe frustasi dan berniat ngakhirin hidup gue."Ucap Agnes."Tapi setelah gue bertemu bunda,gue sadar.Bahwa dengan gue matipun masalah gak akan selesai gitu aja.Justru dengan gue bunuh diri,masalah akan semakin rumit nantinya.Apalagi gue yang harus menanggung segala dosa gue di hadapan Tuhan kelak!"Lanjutnya.
Kevin terdiam.Kemudian dia berkata:
"Maksud lo dengan bertemu bunda,apa?"Tanyanya bingung.
"Gue tadi cape.Cape fisik,dan cape pikiran yang terus mengelak keadaan gue yang sekarang.Sampe-sampe gue ketiduran dalam pelukan kak Rexi."Jawab Agnes.
"Saat gue tidur,gue mimpi ketemu bunda.Gue kira gue udah mati,eh..nyatanya enggak.Itu cuma mimpi,dan disana bunda bilang 'Jangan menyerah melawan hidup yang keras ini nak!Kamu sempurna,maka dari itu Tuhan memberikan ujian yang sangat besar melebihi orang lain.Jalanilah seadaanya,karna percayalah!Semua yang terjadi,demi yang terbaik.Maka dari itu,jangan coba-coba kau menyusul bunda,karna putri bunda tidak mungkin selemah itu.' "Ucap Agnes.
"Dan disanalah gue sadar,bahwa memang hidup gue sangat sempurna melebihi orang lain.Cantik,body goals,kaya,memiliki dua keluarga mapan,memiliki dua kakak yang sama-sama sayang sama gue,pokoknya di kehidupan ini gue terlahir amat sempurna!Benar kata Bunda,mungkin Tuhan memang memberikan ujian besar ini karna memang gue pantes mendapatinya."Lanjut Agnes sambil tersenyum simpul.
"Dan benar juga kata bunda,kalo dunia ini keras.Hukum dan Takdir alam tidak memandang kaya atau miskin,tidak memandang cantik atau jelek.Bahkan tidak memandang mampu atau enggak-nya orang itu dalam menghadapi cobaan tersebut.Tapi gue kuat!Gue gak akan bodoh dengan berfikiran mengakhiri hidup lagi,atau bunda akan sangat kecewa diatas sana."Tambahnya sambil tersenyum menatap langit biru yang indah.
Kevin yang mendengarnya lantas menitihkan air mata.Sungguh,Agnes si dingin,narsis plus bar-bar itu kini sudah berubah menjadi pribadi yang lebih dewasa.
Dengan langsung pria itu menghapus air matanya dan menarik Agnes kedalam pelukannya.
Kevin memeluk Agnes erat.Dia terlihat mencium pucuk kepala Agnes berulangkali.
Agnes hanya tersenyum dan balas memeluk Kevin.
Tak lama kemudian,Kevin melepaskan pelukannya dan beralih memegang kedua bahu Agnes sambil menatap manik mata indah itu dengan ekspresi seriusnya.
"Dengar,lo memang kuat!Dan benar kata bunda,apa yang terjadi demi yang terbaik.Maka dari itu-"Kevin menggantung ucapannya.Pria itu terlihat menarik nafasnya dalam sebelum kemudian berkata:
Agnes hanya menatap kevin tanpa bicara.Kemudian kedua bola matanya itu memandang ke arah lain sambil berkata:
"Gue gak bisa."Ucapnya sambil menyingkirkan pelan tangan kevin yang berada di bahunya.
Kevin mengangkat sebelah alisnya."Kenapa?"Tanyanya.
"Gue sama dia gak saling cinta.Itu hanyalah sebuah kesalahan,dan gue juga akan melupakannya dalam beberapa hari.Begitupun dia"Balas Agnes.
Kevin mendengus malas.Kemudian menarik kembali kedua bahu Agnes agar menatapnya.
"Denger nes,apa Afgan gak bilang apa-apa tentang perasaannya sama lo selama ini?"Tanya Kevin.
Agnes hanya mengedipkan matanya saja.Tak membalas ucapan Kevin.
Kevin memejamkan matanya sejenak.Kemudian dia kembali menatap Agnes lekat.
"Dia itu suka sama lo nes!"Ucap Kevin."Bahkan dia udah suka dari SMA sama lo,dari SMA nes!Dari dulu!"Lanjutnya.
Agnes hanya menundukkan pandangannya saja.
Ya,dia ingat.Ingat saat Afgan berusaha mengikatnya dalam ikatan pernikahan alias melamarnya.Bahkan pria itu memang mengucapkam kata cinta untuknya.
Agnes fikir,itu hanyalah sebuah kebohingan belakang.Tapi setelah apa yang Kevin bilang,ditambah mengingat kembali ucapan tulus yang Afgan ucapkan saat menyatakan cintanya,ia yakin.Memang benar adanya,jika pria itu sudah menaruh hati untuknya.
Tapi jika dibilang sejak SMA,Agnes sedikit mengelaknya.Karna memang sepertinya Afgan biasa-biasa saja selama ini.Tidak menunjukkan tanda-tanda kalau memang pria itu mencintainya.
Agnes mendongakkan kepalanya kembali menatap Kevin.
"Gue tau kak.Dia emang bilang kalo dia cinta sama gue,tapi gue gak cinta sama dia!"
_-_
TBC!