
Regata menatap Agnes yang sedang berdiri di samping Afgan dengan tatapan sendu.Ya,mereka kini telah sah menjadi suami Istri dimata Hukum dan Agama.
Jujur,memang hatinya sakit dan merasa tak rela jika harus melepaskan seseorang yang kini masih berada dalam hatinya.Tapi Regata juga sadar,apa yang Agnes katakan benar.Mereka bukanlah jodoh dan dirinya sendiri pun harus memperbaiki hubungannya dengan sang Istri yang masih belum sah bercerai dengannya ditambah kehadiran sang anak yang bahkan sempat tidak ia inginkan.
Agnes berbalik dan tersenyum ke arah Regata.Perempuan yang semula menggenggam lengan Afgan pun melepaskannya dan berjalan ke arah Regata.
Afgan hanya menoleh dan diam melihat kepergian Agnes.Dia juga saat melihat Agnes dan Regata di depan pendeta untuk menikah sungguh sesak hatinya,dan menurutnya Regata pun merasakan yang ia rasakan waktu itu.Maka dengan baik hati pria itu pun merelakan pengantinnya bersama pria lain untuk sementara.
"Kau tidak akan mengucapkan selamat padaku?"Canda Agnes sambil tersenyum.
Regata tersenyum dan langsung memeluk pengantin orang itu. "Selamat! Semoga kau bahagia selalu Agnes.Ingat! Bila suatu hari pria itu menyakitimu,maka kau jangan khawatir! Karna masih ada aku yang akan langsung memungutmu nanti."Celetuk Regata.
Agnes melepaskan pelukannya dan memukul bahu Regata pelan.
"Sialan.Kau kira aku sampah sampai kau pungut segala!"Ucap Agnes kesal.
Regata hanya cekikikan dibuatnya.Sungguh,hatinya lebih lega melihat Agnes yang masih bisa tersenyum padanya setelah apa yang selama ini ia sembunyikan itu terbongkar dengan mudahnya.Dan yang pasti,diketahui oleh Agnes.
Agnes mendelik kesal,tak lama kemudian perempuan itu menatap Regata serius.
"Ingat gata! Kembali dan perbaikilah hubunganmu dengan wanita itu.Jangan pernah kau berani menunjukkan wajahmu di depanku jika kau tidak berhasil membujuknya agar memaafkanmu!"Ucap Agnes tegas.
Seketika Regata berhenti tertawa dan menunjukkan wajah seriusnya di depan Agnes. "Aku janji,setelah ini aku akan langsung meminta maaf padanya dan memperbaiki hubunganku dengannya beserta putraku yang akan menjadi penerus Revix group kelak."Balas Regata pasti.
Agnes tersenyum senang dan menepuk bahu Regata. "Itulah Regata yang aku kenal.Kau tidak mungkin lari dari masalah begitu saja,sebelum kau menyelesaikan semuanya."Ucap Agnes bangga.
Regata tersenyum dan memegang tangan Agnes yang berada di pundak kanannya.
"Kau memang yang terbaik nes!Setelah aku menyesatkanmu dalam cinta segitiga yang tak berujung ini,kau masih saja baik padaku.Maaf,karna telah mempunyai perasaan yang lebih dari sekedar sahabat untukmu!"Ucap Regata sambil menatap Agnes sendu.
Agnes tersenyum kecil dan menarik nafasnya dalam. "Semua orang berhak mencintai dan dicintai gata,justru akulah yang seharusnya meminta maaf karna tidak bisa membalas cintamu dan hanya bisa memberimu luka karna cinta yang kau berikan.Maaf!"Balas Agnes menyesal.
"Tidak apa.Dengan kau yang masih menganggapku orang terpenting dalam hidupmu saja sudah merupakan kebahagiaan terbesar dalam hidupku."Ucap Regata dengan mengembangkan senyuman di bibirnya agar Agnes tidak merasa bersalah dan bersedih.
Agnes mendongak menatap dalam kedua bolamata Regata.Dan tanpa Regata duga,perempuan itu langsung memeluk tubuhnya erat sambil terisak di dalamnya.
"Hiks..Andai malam itu tidak terjadi dan kau tidak terlambat menyatakan perasaanmu gata,hiks..mungkin aku akan lebih me-hiks..memilihmu daripada seribu Afgan yang ada di dunia ini.Hiks...Maafkan-hiks..aku gata."Ucap Agnes di sela-sela terisaknya.
Regata kaget melihat sikap Agnes.Sejak kapan Ice girl-nya itu menjadi emosional seperti ini?Ahh..dia baru ingat,Agnes kan sedang hamil muda.Mungkin ini yang biasa orang sebut hormon kehamilan,atau mood yang sangat mudah berubah-ubah di setiap waktunya yang terjadi pada ibu hamil.
"Sudah sudah! Aku sama sekali tidak bersedih karna tidak menjadi pendampingmu,lagipula aku sudah dapat yang lebih darimu kok."Canda Regata yang justru dapat pukulan pelan di dadanya dari Agnes.
"Jahat!"Rengek Agnes yang masih berada dalam pelukan Regata sambil memukul dada bidang Regata.
"Haha..maaf maaf.Sudahlah jangan menangis,oh ya putraku laki-laki dan katanya dia tampan seperti papanya loh.Setelah aku berhasil mendapatkan maaf ibunya,aku akan segera memamerkannya padamu!Aku yakin.Bila anakmu nanti laki-laki,masih akan kalah tampan dengan anakku itu! Secara,papanya saja lebih tampan dari suamimu."Ucap Regata narsis.
"Tidak akan! Anakku akan tampan melebihi anakmu nanti."Ucap Agnes tidak mau kalah sambil melepaskan pelukannya dari Regata dan menatap pria itu tajam.
"Berani bertaruh?"Tantang Regata.
"Siapa takut!"Sombong Agnes.
"Agnes,berjanjilah untuk selalu bahagia! Dan kau tidak perlu bersedih atas kesedihanku karna kehilanganmu,karna percayalah!Aku sudah melepasmu dengan Ikhlas."Ucap Regata.
Mata Agnes langsung berkaca-kaca begitu mendengar ucapan Regata.Perempuan itu pun lagi-lagi berhambur dalam pelukan Regata.
Afgan,Rexi,Kevin dan yang lainnya hanya bisa menghela nafas pelan.Regata sungguh bodoh,sudah tahu Agnes hamil dan menjadi emosional,lalu kenapa pria itu terus mengulangi hal-hal yang membuat Agnes bersedih kembali.Sungguh Stupid!
"Ekhm!"Dehem Afgan yang panas hatinya.
Agnes langsung melepas pelukannya ketika mendengar deheman Afgan.Dia lupa,kalau sekarang dirinya sudah bersuami dan harus menjaga perasaan suaminya itu.Ya,,walaupun untuk masalah cinta belum hadir dalam hatinya.
"Aku lupa,sekarang kau tak lagi sebebas dulu Agnes."Ejek Regata sambil tertawa.
Agnes mendelik ke arah Regata. "Sial!".
Afgan mendekat dan berhenti di hadapan Agnes yang memang sedang menghadap ke arahnya.Begitu pun dengan Regata
"Sebaiknya kita pulang sekarang! Aku harus mengabari keluargaku yang berada di Indonesia dan meminta restu pada Ayah dan kakekmu tentunya."Ucap Afgan dengan ekspresi datarnya.
"Ck!"Agnes berdecak sebal.
Bukan sebal karna harus ke rumah mertua atau Ayah dan Kakeknya,tapi dengan cara bicara Afgan yang tak pernah berubah.Datar dan dingin.
"Oke."Balas Agnes singkat tanpa menatap suaminya karna jengkel.
Regata dan yang lainnya menahan tawa melihat Agnes yang sebal dengan sikap Afgan.Mereka sangat bahagia,karna Agnes yang dulu dingin dan datar kini mendapatkan karmanya dengan mempunyai suami yang serupa dengan sikapnya dulu.
Regata berjalan mendekati Afgan,kemudian dia mengangkat sebelah tangannya untuk menepuk pundak suami dari wanita yang berusaha ia usir rasa cintanya.
"Selamat! Kau yang memenangkan wanita yang sudah ku kejar sejak dulu.Dan ingat! Jika kau berani menyakitinya walau pun sekali,maka jangan harap Agnes bisa kembali padamu lagi."Ingat Regata sambil menatap Afgan tajam penuh peringatan.
"Never!"Balas Afgan langsung.
Regata tersenyum dan menurunkan sebelah tangannya dari bahu Afgan.Kemudian pria itu berbalik menatap Agnes.
"Aku harus pergi dan mungkin tidak akan menemuimu selama beberapa waktu.Kau tentu tahu kan aku kemana."Ucap Regata dan dengan nakalnya dia mengedipkan sebelah matanya.
"Tidak masalah.Berjuanglah! Karna memaafkan pria brengsek sepertimu itu bukanlah hal yang mudah."Ejek Agnes sambil tertawa menertawakan nasib Regata nantinya.
"Sialan kau.Lihat saja! Dengan ketampananku, hanya kau yang bisa menolaknya.Tidak dengan orang lain,apalagi istriku yang cantik itu."Ucap Regata percara diri.
"Dasar bapak narsis,enyahlah kau!"
"Siap Nyonya Afriansyah,bye!! Jangan rindukan aku oke."Balas Regata terkekeh yang lagi-lagi mengedipkan sebelah matanya sebelum akhirnya pria itu pergi sebelum amarah Agnes meledak.
"Sialan kau.REGATA!!!"
_-_
Tbc!