
Afgan membuka pintu kamar mandinya.Hal pertama yang dilihatnya adalah Agnes yang masih meringkuk bermalas-malasan di atas tempat tidur.
Dengan tersenyum kecil,pria tampan itu pun lantas berjalan menghampirinya.Dengan tangan yang sibuk menggosok-gosokkan handuk kecil pada kepalanya.
"Bangun,dan mandilah!"Titahnya
"Malas."Jawaban singkat dari Agnes yang membuatnya menghela nafas panjang.
"Apa kau akan seharian berada di atas tempat tidur?"Tanya Afgan kesal.
"Badanku terasa remuk."Balas Agnes sambil berbalik menatap Afgan tajam.
Pria yang sudah berpakaian lengkap itu hanya mengalihkan pandangannya saja saat Agnes menatapnya seolah berkata:'*Ini semua salahmu!'.
"Apa aku terlalu kasar semalam?"Batin Afgan bertanya-tanya*.
"Huh,pergilah!kau mengganggu saja."Ucap Agnes kesal dan kembali memunggungi Afgan.
"Cepat bangun,kita akan pergi ke rumah orangtuamu!"Titah Afgan lagi yang membuat Agnes langsung berbalik menatapnya tak percaya.
"Tidak usah!Sudahku katakan kau tidak usah mengungkit apa yang sudah terjadi di antara kita semalam."Tegas Agnes.
"Perlu aku gendong?"Tawar Afgan tanpa menjawab pertanyaan Agnes.
Agnes menatap Afgan seolah hendak memakannya.Dengan malas diapun terduduk dengan menggulung tubuh polosnya menggunakan selimut tebal.
Saat hendak melangkah turun dari atas ranjang,bagian bawahnya serasa perih.Bahkan diapun sampai meringis sakit.
"Aghk...!"
"Shit,kenapa bisa sesakit ini."Umpatnya.
Tidak menyerah,gadis itu pun berkali-kali mencoba untuk berjalan.Namun hasilnya tetap dengan dirinya yang kembali terduduk.
Melihat Agnes yang kesusahan,lantas Afganpun mendekat.Tanpa aba-aba,pria itu menggendong Agnes dan membawanya ke kamar mandi.
"Ahghk...Brengsek,apa yang kau lakukan!"Pekik Agnes yang reflex melingkarkan kedua tangannya di leher Afgan.
"Diamlah!"
Agnes pun memilih diam dengan mulut yang terus komat-kamit memaki Afgan.
Sesampainya di kamar mandi,Afgan menurunkan wanita itu di atas bathup.Dan diapun beranjak kaluar dari sana.
**
Setelah selesai membersihkan diri,Agnes beranjak memakai kimono yang tersedia di sana.
Karna memang si Afgan yang bodoh itu lupa membawakannya baju ganti.
Saat sedang menggulung rambutnya memggunakan handuk kecil,Agnes teringat akan Regata.
Seingatnya,pria itu masih pingsan di bar saat kepalanya di pukul menggunakan balok oleh salah satu bodyguard pria tua itu.
"Regata.Bagaimana keadaannya?Aku harus menemuinya terlebih dahulu.Setelah itu,akanku hancurkan semua orang yang telah berani mengusik hidupku!"Batin Agnes marah.
Agnes mengingat bagaimana usaha Regata saat hendak menyelamatkannya,dan sialnya pria itu justru berakhir tergeletak tak sadarkan diri akibat pukulan keras pada kepalanya.
"Semoga dia baik-baik saja!"Batin Agnes dan langsung bergegas keluar dari kamar mandi.
**
💥Regata pOv!
Perlahan Regata membuka matanya.Hal pertama yang di lihatnya adalah sebuah ruangan yang dipenuhi dengan botol minuman serta muda-mudi yang tergeletak begitu saja di atas lantai.
Regata bangkit dengan tangan yang memegang kepalanya yang sakit.
Matanya membelalak saat melihat Sekretaris Nam dan yang lainnya masih dalam posisi yang sama seperti semalam.
Semalam-
"Agnes!"Pekik Regata.
Dengan berjalan setengah berlari pria itu membuka setiap pintu kamar yang berada di bar mewah itu tanpa izin.
Tapi tak ada satupun kamar yang didalamnya terdapat sang Queen.
Pandangan matanya yang tengah beredar menelusuri setiap ruangan terhenti kala melihat dua bodyguard yang Agnes hajar semalam.
Raut wajah khawatirnya berubah menjadi sebuah seringai mengerikan.
Dengan santai Regata berjalan mendekati kedua pria itu.Dia berjongkok dan melihat keduanya yang sudah tak bernyawa.
Dia yakin,Agneslah yang melakukannya.
Bila Agnes melakukannya,berarti tentu saja wanita itu baik-baik saja.
Seringaian devil kembali terukir di wajah tampannya.Dia menatap lurus ke depan sana dengan mata iblis yang kian memerah muncul kembali setelah sekian lama.
"Berani kau mengganggunya,maka tunggu.Tanggung sendiri akibatnya!"Ucap Regata dengan tangan yang mengepal kuat.
Pria itu berdiri dan berlalu begitu saja.
Kini,tujuannya adalah melacak segala informasi orang-orang yang terlibat dalam kejadian semalam.
"Kemanapun kau pergi,ajalmu pasti akan selalu mengejarmu!"Ucap Regata.
**
Cekrek...
Pintu kamar mandi terbuka lebar.Terlihat Agnes dengan wajah datarnya tengah berjalan menuju Afgan yang sedang terduduk di sofa dekat tempat tidur.
"Aku tidak punya pakaian disini,belikan aku pakaian!"Titahnya.
Afgan mengangkat sebelah alisnya."Kau menyuruhku?"Katanya.
"Aku tidak peduli!"Ucap Agnes."Cepat carikan aku pakaian apa saja,aku ada urusan."Lanjutnya.
Afgan menghela nafas."Aku sudah membelikanmu satu set pakaian lengkap,pakailah!"Ucapnya sambil memberikan satu paper bag pada Agnes.
Tanpa basa-basi,Agnes pun menerimanya dan berlalu menuju ke kamar mandi lagi.
Afgan yang melihatnya hanya tersenyum kecil.Diapun kembali meminum kopi panas yang sempat ia buat tadi.
**
"Dengar,aju serius.Aku akan bertanggung jawab!"Ucap Afgan saat dirinya dan Agnes tengah memakan sarapan pagi.
"Tidak perlu!"Balas Agnes tanpa melihat Afgan.
"Kau ini bagaimana,kau sudah menjadi milikku!Dan aku akan tetap bertanggung jawab atas apa yang aku lakukan semalam."Ucap Afgan dengan nada kesalnya.
Agnes seketika menyimpan pisau dan garpunya.Dia beralih menatap Afgan.
"Dengar,sudahku katakan kau tidak usah bertanggung jawab!Aku tidak mungkin hamil,jadi sebaiknya kita lupakan apa yang pernah terjadi di antara kita."Tegas Agnes."Lagian aku juga tidak mengingatnya,jadi lupakan saja!"Lanjutnya acuh.
"Kau-Apa perlu aku mengulanginya agar kau mengingatnya?"Balas Afgan geram.
Agnes seketika bergidik ngeri.
"Kubunuh kau!"
Afgan tersenyum jahat."Bukankah kau juga menikmatinya?"Godanya.
"Diam!"
"Dengar,aku sungguh-sungguh ingin bertanggung jawab.Karna aku bukan pria brengsek yang akan kabur setelah merenggut kesucian seorang gadis."Ucap Afgan kembali serius.
"Aku tahu."Balas Agnes.
"Lalu kenapa kau tidak-
"Aku tidak mencintaimu!"Potong Agnes.
Deg.
Jantung Afgan seperti berhenti seketika.
Sebelah tangannya terangkat meraba hatinya yang serasa sakit saat Agnes mengatakan jika dia tidak mencintainya.
Dirinya?Jelas!Dia sudah mencintai gadis itu selama bertahun-tahun lamanya.Bahkan dia tidak pernah melirik gadis lain sekalipun.Yang ada dalam hati dan fikirannya hanya dia,Agnes.
Tapi gadis itu,dengan mulut manisnya dia bisa setega itu mengucapkan kalimat yang amat sangat menyakitkan untuknya.
"Aku tahu."Ucap Afgan lirih."Tapi bagaimana jika kau-
"Aku tidak mungkin hamil!"Potong Agnes segera.
"Jangan berani-berani kau-
"Tidak akan!"Potong Agnes lagi."Aku bersumpah,aku tidak akan meminum obat apapun setelah ini."Lanjutnya.
Afgan terdiam sesaat.Kemudian dia menatap Agnes dengan mata memicinnya.
"Aku tidak percaya."Ucapnya.
Agnes memutar bolamatanya malas.
"Bagaimana jika kita membuat kesepakatan?"Tawar Agnes.
Karna inilah cara terbaik untuk menutup mulut pria itu.
"Apa?"Tanya Afgan penasaran.
"Jika aku tidak hamil,maka kau tidak akan mengungkit-ungkit masalah ini lagi.Dan-
"Dan jika kau hamil,aku akan menikahimu dan mengambil anakku!"Potong Afgan segera.
"Baik."Balas Agnes santai.
"Deal!".
Agnes mengira,dirinya tidak akan mungkin hamil.Dia yakin,jika benih yang Afgan tanam dalam rahimnya itu tidak akan tumbuh.Bagaimana mungkin,dia hamil dengan satu kali melakukannya.
Sementara Afgan,entah mengapa insting lelakinya mengatakan jika tak akan lama lagi akan hadir jagoan kecil dalam rahim wanita yang dicintainya.
Bagaimana nantinya?kita lihat saja nanti!