
Setelah selesai melaksanakan tugas dari sang atasan, Alvin kembali masuk ke dalam ruangan milik Afgan.
" Maaf Tuan, ada penawaran kontrak dari Drax company. Apa kita perlu mengKonfirmasinya atau menolaknya? " Tanya Alvin membahas pekerjaan.
Afgan mengalihkan pandangannya dari laptop ke arah sang Alvin.
" Kita terima saja. Lagian memang itu yang kita butuhkan saat ini. Jika bisa, dapatkan dan tawarkan beberapa kontrak pada perusahaan-perusahaan besar untuk menambah tander kita di sini, " Balas Afgan yang di angguki mengerti oleh Alvin.
" Baik. Dan, apa perlu kita menawarkan kontrak juga pada Filex group? " Tanya Alvin hati-hati.
Deg.
Seketika Afgan terdiam, dia kembali teringat akan Agnes yang tinggal dan berasal dari sana.
Ya, dia tahu jika Agnes adalah sang Nona Mudanya keluarga Filex. Tentunya dia tahu hal itu dari berita dan penjelasan Kevin beberapa waktu lalu saat gosip Agnes mengenai statusnya itu sedang hot-hotnya di media.
" Tawarkan saja! " Titah Afgan yanga akhirnya buka suara.
" Lagian Filex group merupakan salah satu perusahaan besar di sini. Dan, Tuan Filex Alexander juga merupakan teman baik Ayahku. Jadi akan sangat mudah bagi kita menjalin kerja sama dengan beliau, " Lanjut Afgan.
" Baik, akan saya laksanakan Tuan." Ucap Alvin patuh.
" Permisi, " Lanjut Alvin dan berlalu melangkah keluar dari ruangan Afgan.
" Hem, " Balas Afgan yang sudah kembali fokus pada layar di hadapannya.
" Aku pernah mencintai dan menunggumu dengan susah payah, hingga hatiku rela berulang kali patah. Sampai akhirnya aku memilih untuk menyerah, karena mencintai tanpa di cintai itu sangatlah lelah. "
" Agnes. Dimana pun kau berada, harapku semoga kau bahagia. Meskipun itu bukan denganku, " Lanjut Afgan berkata dalam hati.
---
Sedangkan di kediaman Drexy, terlihat Agnes yang sedikit merapatkan duduknya pada Regata dan berbisik tepat di telinga pria itu.
" Sepertinya dia tertarik sama lo, Gata. " Ucap Agnes di sela-sela bermain game online nya.
" Siapa? " Tanya Regata dengan pandangan yang tidak pernah terlepas dari layar ponselnya.
" Apa maksud lo Hal- "
" Yey!! Yuhu....Gue menang!! " Sorak Regata sambil melompat-lompat gak jeles dan memotong ucapan Rexi.
Agnes dan Rexi hanya memutar bolamatanya malas dan meng Logout kan permainannya serta menyimpan kembali ponsel mereka masing-masing.
" Cih, gitu aja bangga. " Ucap Rexi sinis.
" Yey, biarin. Sirik bosquh? Uuu cup cup kaciann yang lose, " Ejek Regata dengan kepala yang menggeleng-geleng dan bibir yang seperti hendak mencium kearah Rexi yang tengah menatapnya geram.
" Kamu- "
" Udah udah! Kalian ini apaan si? Kayak bocah aja tau gak? " Ucap Agnes kesal sambil melihat mereka secara bergantian.
" Ag- "
" Rexi! " Panggil Drexy yang baru saja turun dari tangga di temani asisten pribadinya.
" Ya, " Jawab Rexi sambil berdiri.
" Besok akan di langsungkan rapat untuk projek baru perusahaan Drax dengan salah satu pengusaha besar asal indonesia. Kamu besok datang ke sana mewakili Ayah yang tidak bisa datang, bisa? " Pinta Drexy to the point sambil berjalan ke arah mereka.
" Loh, emang Ayah mau kemana? " Tanya Agnes penasaran.
Apalagi dengan sang asisten ayahnya yang menyeret koper besar di tangannya.
" Girl, maaf sebelumnya. Karna Ayah dengan Om frans akan mendatangi acara pembukaan cabang baru milik rekan bisnis Ayah yang tempatnya berada di luar kota. Dan, mungkin kita akan berada di sana selama satu minggu. " Ucap Drexy yang meresa agak tidak enak karna harus meninggalkan putrinya yang baru datang setelah sekian lama.
Agnes yang sempat bingun pun menjadi mengerti. Kemudian dia mengangguk kecil dan tersenyum ke arah sang Ayah.
Rexi dan Regata yang melihatnya hanya tersenyum kecil. Tak lama, terlihat senyum licik di bibir Rexi.
" Ayah, kenapa tidak Agnes saja yang menggantikan Ayah? Kan Rexi punya perusahaan sendiri yang mesti di awasi, apalagi jadwal Rexi besok sangatlah padat. " Alibi Rexi.
Agnes yang tadi sempat melihat senyuman licik Rexi jadi mengerti dengan niat sang kakak yang hendak menjebaknya. Dengan segera ia pun bertindak dengan membuka suara.
" No no no! Agnes gak mau Yah, " Tolak Agnes langsung.
" Lagian mana ngerti aku sama urusan kaya begituan, "Lanjut Agnes bohong.
" Gak ngerti apa? Orang lo aja kan pemilik Algs Company yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di Indonesia. Masa iya ngatasin satu rapat aja gak becus, " Celetuk Regata yang tak mengerti keadaan.
" Gata, " Panggil Agnes geram sambil melotot ke arah Regata.
Rexi yang melihatnya lantas menyeringai. Kemudian dia beralih menatap Drexy dan langsung diangguki oleh sang Ayah.
" Agnes! "Panggil Drexy.
" Ah,ya? " Balas Agnes sambil menoleh ke arah sang Ayah.
" Jangan lupa, besok kamu pergi ke rapat itu mewakili Ayah! " Titah Drexy tegas.
Lantas Agnes membelalak dibuatnya.
" Tapi kan-
" Tidak ada tapi-tapian. Masa harus gue lagi yang ngurus perusahaan Ayah, lo kan anaknya juga. Jadi sekarang giliran lo lah yang urus. Ya gak? " Potong Rexi sambil tersenyum puas pada Agnes.
" Rexi sialan, awas lo! " Batin Agnes sambil menatap Rexi kesal.
" Jadi? " Tanya Dexy menatap Agnes dan Rexi bergantian.
" O-oke Yah. Agnes bakalan urus semuanya, " Ucap Agnes sambil tersenyum.
Drexy mengangguk dan berpamitan untuk segera pergi bersama Frans, yang tentunya di ' Iya ' kan oleh ketiganya.
" Regata, tol*l banget si lo jadi orang. " Marah Agnes sambil menatap Regata kesal.
" Lah, emang salah gue apa coba? " Balas Regata dengan polosnya.
" Aghkk...Tau ah, stupid lo! Pusing gue ngomong sama lo, " Ucap Agnes kesal.
Perempuan itu berbalik dan berjalan cepat meninggalkan Regata yang tengah kebingungan dan Rexi yang menahan tawanya sedaritadi melihatnya yang sedang di selimuti oleh kekesalan.
" Lah lah, kok gue ditinggal si? Nes...Agnes! " Panggil Regata yang kemudian berjalan setengah berlari menyusul Agnes.
Dan tersisalah Rexi yang sudah tidak bisa lagi menahan tawanya agar tak pecah. Dia bahkan terlihat menitihkan air matanya saking enaknya tertawa.
" Gila, baru kali ini aku liat Agnes kesel tingkat tinggi kaya gitu. Haha...Lucu banget, " Ucap Rexi sambil masih tertawa.
Sementara Haley yang berada di balik pintu kamarnya terlihat mengepalkan kedua tangannya geram. Tangan satunya bahkan terlihat memukul dinding dengan kuat.
" Sial. Gak, gak boleh. Regata hanya milikku, tidak akanku biarkan Agnes mendapatkannya. Karna akulah yang mencintainya, dan calon masa depannya. Hanya Aku, " Ucap Haley dengan sorot mata tajam melihat Rexi yang masih belum berhenti tertawa setelah ditinggalkan oleh Regata dan Agnes.
Haley kemudian berbalik dan meraih ponselnya serta langsung mengotak-atik menekan satu nama untuk ia hubungi.
" Halo, " Ucap Haley setelah panggilan tersambung.
" Aku menyetujuinya. Segeralah datang ke New york!Kita hancurkan dia bersama-sama, " Lanjutnya penuh penekanan.
Setelah mengucapkan apa yang ingin ia sampaikan, dengan segera Haley pun mematikan ponselnya dan melemparnya secara kasar ke atas ranjang.
" Agnes clallistiana, nikmatilah detik-detik terakhir kebahagiaanmu. Setelah itu, hancurlah kau ditanganku! " Ucap Haley sambil mengepalkan sebelah tangannya dan diangkatnya ke atas. Tidak lupa dengan senyuman menyeringai dari bibirnya.
**
London,PoV
Terlihat seorang gadis yang tengah menyeruput wine miliknya dengan senyuman yang tidak pernah pudar dari bibirnya.
" Good. Gadis bodoh itu menyetujuinya juga ternyata, " Ucap seseorang yang tidak lain adalah Sarah sambil menyeringai.
" Lam, siapkan keberangkatanku ke New york dengan segera! " Titah Sarah pada asistennya yang berada di sampingnya.
" Sure, " Balas Lam dan langsung pergi melaksanakan tugas dari sang Nyonya.
Kenapa nyonya? Tentu saja karena Sarah sudah menikah dengan om-om tua jelek yang untungnya kaya.
Dia menjadikan Sarah istri rasa simpanannya dan memberikan Sarah satu anak cabang perusahaan yang lumayan besar untuk menjamin kebahagiaan wanitanya itu.
Meskipun jijik bila harus terus-menerus melayani nafsu pria tua itu, tapi karna uang tentu saja Sarah menyetujuinya.
Dan jadilah dia orang berada saat ini. Tapi bila di bandingkan dengan sang Nona Muda Anfilex, tentu saja Sarah tidak ada apa-apanya!
Sarah bangkit dari duduknya, dia meraih foto sang ibu yang sudah Agnes buat koma hingga saat ini.
" Momy, kau tenang saja! Akanku balas dia dengan lebih keji dari apa yang perempuan sialan itu berikan padamu. Pasti, akanku pastikan itu terjadi. Tidak akan lama lagi Mom, tidak akan lama lagi. " Ucap Sarah sambil mengelus-elus foto Feby yang sedang tersenyum dengan lembut.
" Agnes, wait me for coming again in your life! " Lanjut Sarah dengan sorot mata yang memancarkan api dendan penuh kebencian.
_-_
Tbc!