
Cekrek..
Suara pintu kamar Rexi yang terbuka membuat sang empu yang tengah berbaring di atas kasur sambil memainkan ponselnyapun lantas beralih menengok melihat siapa yang datang.
Tampaklah wajah cantik sang adik yang tengah melangkahkan kakinya menuju tempat dirinya berada.
"Kak!"Panggil Agnes ketika perempuan itu sudah terduduk tepat di sebelah Rexi yang tengah berbaring dengan kepala yang bersandar di kepala ranjang.
"Kak ih!"Panggil Agnes lagi karna tidak mendapat jawaban dari Rexi.
"Kakak!!"Teriak Agnes kesal.
Rexi menghentikan aktifitasnya.Dia menyimpan ponselnya dengan kasar dan beralih menatap Agnes.
"Sekaliku bilang tidak,maka tetap tidak!"Ucap Rexi penuh penekanan.
Agnes yang mendengarnyapun lantas mengambil nafas dalam.Kemudian dia berkata:
"Kak,aku gak selamanya tinggal bareng bang Kevin kok!"Ucapnya."Yaudah gini aja,sebulan aja aku tinggal disananya ya?"Lanjutnya nego.
"Gak."
"3 Minggu?"Tawar Agnes.
"Gak."
"2 Minggu?"Agnes tak nenyerah.
"Gak."
"Oke fiks fiks 1 Minggu boleh?iya boleh.Asikk..!!"Lanjutnya bertanya dan dijawab sendiri.
Rexi yang melihat tingkah konyol Agnespun lantas menggigit bibir bawahnya menahan tawa.
"Gak!"Seru Rexi berusaha setegas mungkin walau aslinya ia sungguh ingin menertawakan tingkah konyol adiknya itu.
"Dih,apaan.Bodo amat lah!yang intinya aku-
"Oke.Tapi ada Syaratnya."Potong Rexi.
"Apa?"
"Tidurlah disini bersamaku,nanti besok baru kuantar kau untuk bertemu dan menginap bersama kakk Asiamu itu!"Ujar Rexi.
"Deal!"
**
"Mulailah permainannya!aku ingin kalian membuatnya berteriak sekeras mungkin!"Titah Regata sambil tersenyum miring.
"Sure."Jawab keempat pria botak bertato serempak itu dengan senyuman yang tak pernah hilang dari bibir mereka.
Bagaimana tidak?Saat ini mereka akan menikmati makan malam yang sangat memuaskan.Apalagi sang King sendiri yang turun tangan dan menyuruh mereka untuk melahapnya tanpa sisa.Sudah pasti mangsanya adalah kualitas tingkat tinggi.
Ketiganyapun menunduk hormat dan berlalu menuju kamar dimana Haley berada.Ya,tentunya dalam kamar itu sudah Regata simpan Cctv yang dihubungkan langsung dengan Laptop yang berada di depannya.
Regata beralih menatap Laptop.Seringai Devil kembali menghiasi bibirnya saat melihat Haley yang berontak dan menjerit keras saat keempat pria yang ia utus memaksanya.
Bahkan terlihat dari wajahnya jika perempuan itu lelah dan jijik jika harus terus-menerus melayani nafsu keempat pria menjijikan yang kini tengah memaksanya untuk melakukan hal itu.
"Lepaskan....Ah,brengs-ah...Lepaskan ak-ah...henti...ah....hentikan!!!"Jeritan Haley yang seakan alunan musik indah di telinga Regata.
Pria itu tak henti-hentinya menatap layar laptop dengan raut wajah puasnya.
Regata sungguh menikmati ekspresi tersiksa dari Haley.Bahkan ia sungguh puas!Karna kini Haley sudah lebih menderita dari Agnes,cintanya.
Regata beralih menatap salah satu mafioso yang berada di sisinya.
"Unggah Video ini atas nama akun samaranku!Dan pastikan perempuan itu hancur bahkan gila sebelum 24Jam saat mengetahui kelakuannya yang sudah terlihat public!"Titah Regata yang diangguki mafioso itu.
"Tapi King,maaf sebelumnya.Dia adalah salah satu anggota dari keluarga Drax,keluarga yang mempunyai Mafia terbesar di kota ini.Apa tidak-
"Kau tenang saja!Mereka bahkan tidak akan bisa berkutik untuk itu,karna aku mempunyai orang dalam yang akan membantu menjaga identitas kita dari Mr.Drax."Potong Regata segera."Kau lakukan saja apa yang aku perintahkan!"Lanjutnya tegas.
"Yes sir!"Ucap Mafioso itu dan berlalu pergi dari hadapan Regata dengan membawa laptop itu terlebih dahulu.
Regata tersenyum penuh kemenangan.
"Rasakanlah akibat dari perbuatanmu Nona Haley Drax,ini akibatnya jika kau berani mengganggu Agnesku!"Batin Regata.
**
"Kak,kenapa kau memelukku erat sekali hah?Sesak tau!"Gerutu Agnes.
Karna kini,Agnes sudah berbaring diatas ranjang dengan Rexi yang terus memeluknya erat dan membawa kepala Agnes bersembunyi pada dada didangnya.
Tentu saja Agnes kesal dan gerah atas perlakuan Rexi.
"Kak ih!"
"Iya iya iya!!"Jawab Agnes segera.
Agnes hanya mendengus malas dan balik memeluk Rexi untuk memukan posisi ternyaman agar ia bisa segera tertidur.
Sudah seperti sepasang suami istri bukan?entahlah!Agnespun bingung dengan tingkah kakaknya yang satu ini.Terus saja menempel padanya.Bahkan saat tadi siang Kevin memeluknya,dia marah seakan tak ikhlas saat dirinya dipeluk oleh pria lain.
Tapikan itu Kevin,Kevin kakaknya sendiri cuy!
Ketika hendak tertidur Agnes teringat akan sesuatu.Karna penasaran,akhirnya iapun menanyakannya pada Rexi.
"Eh kak."Ucapnya sambil mengendorkan pelukanya dan mendongakkan kepalanya menatap Rexi.
"Hem"
"Kemana Haley?perasaan sedari pagi aku tidak melihat wanita itu."Tanya Agnes heran.
Kenapa Heran?tentu saja heran!Karna biasanya perempuan satu itu sudah selalu standby dalam rumah seakan dia ratu pemilik rumah ini.Dan jika Agnes datang dan melewatinya,tatapan sinis dari wanita ular itu selalu saja terlempar kearahnya.
Bukannya menjawab,Rexi malah terdiam melamun.Seketika bibirnya menyeringai dan sorot matanya menajam saat mengingat Haley.
Kenapa?Tentu saja bahagia atas penderitaan adik angkat yang tidak tahu malu itu.Rexi tahu keadaan Haley sekarang,bahkan dia sendiri yang meminta Regata untuk melakukan hal keji itu kepada Haley.
Saat pagi tadi ia keluar dan menuju mansion mafianya,salah satu mafioso yang sudah ia utus untuk menyelidiki semuanyapun mengayakan jika Haleylah yang menjadi penyebab semua penderitaan Agnes.
Dan hal itu tentusaja membuatnya murka bukan main.Beraninya wanita ulat seperti dia menganggu kehidupan adik cantiknya itu.Bahkan sampai menghancurkan masadepannya.pikirnya
Dengan tangan yang mengepal kuat dan rahang yang sudah mengeras,diapun pergi hendak menemui Haley dan berniat membunuhnya.Masabodo dengan kemarahan Ayahnya nanti.
Belum sempat rencananya itu terlaksana,tangannya yang hendak meletukkan senjata api itupun ditarik oleh seorang pria yang tak lain adalah Regata.
Dan disanalah mereka bekerjasama untuk menghancurkan Haley sehancur-hancurnya.Bahkan ide gila untuk merusak Haleypun Rexi yang berikan.
Kerna pria itu masih tidak rela dengan Agnes yang kehilangan keperawanannya dengan cara seperti itu.Makadari itu,Haleypun harus mengalami hal serupa bahkan lebih parah dari Agnes.
Regata?dengan senang hati pria itu melakukannya.
Bahkan diapun sedikit bergidik ngeri dengan Rexi yang notebennya sang kakak tega melakukan itu pada adiknya sendiri.Oops!Adik angkat maksudnya.Memang pantas sii..seorang kacang yang lupa dengang kulitnya ia perlakukan dengan cara semengerikan seperti ini.Pikirnya
Dan terjadilah apa yang memang seharusnya terjadi.
Rexi kembali tersenyum penuh kemenangan kala mengingat seberapa mengenaskannya kondisi Haley saat ini.
"Sudah cukup kau menghamburkan uangku dengan berpoya-poya Haley.Sekarang waktunya kau pergi dalam kehidupan tentram kami!"Batin Rexi.
Agnes yang melihat Rexi melamunpun lantas mengangkat sebelah alisnya bingung.
"Kak,kak Rexi!"Panggil Agnes lagi sambil mengipas-ngipaskam tangannya tepat didepan wajah Rexi.
Seketika lamunan Rexi buyar dan kembali menatap Agnes sambil mengusap lembut kepala adiknya itu.
"Apa?"Tanya Rexi.
"Kakk kenapa sih?aku itu tadi nanya tentang Ha-
"Sudah jangan bahas wanita itu!Kau tahu sendirikan,dia hanya wanita tak berguna yang terus menjadi benalu dalam keluarga kita."Potong Rexi pedas.
"Ih,kamu gak boleh bi-
"Agnes tidur!"Potong Rexi kembali."Sudah,lebihbaik kita tidur saja!Ayo sini peluk lagi."Lanjutnya sambil tersenyum tampan.
Agnes pun mengangguk dan kembali memeluk Rexi dengan hati yang terus bertanya-tanya akan keberadaan Haleu dan perubahan sikap Rexi.Seakan ada yang pria itu sembunyikan darinya.
Jangan lupa,dia adalah Queen Of Mafia.Jadi merupakan hal yang mudah untuknya jika harus menilai sesorang hanya dengan raut wajahnya saja.
"Ada apa ini?Gue yakin ada yang kak Rexi sembunyikan dari gue.Oke fiks,akan gue caritahu kebenarannya besok."Batin Agnes.
Karna takmau ambil pusing,akhirnya agnespun mengeratkan pekukannya pada Rexi dan berlalu kealam mimpinya.
Rexi yang melihat Agnes sudah tertidurpun lantas tersenyum dan mengecup kening Agnes sekilas.
"Good night my little Angel,have a nice dream.I lv you!"Ucap Rexi dan ikut memejamkan matanya dengan tangan yang masih memeluk tubuh Agnes.
Bila kalian penasaran dengan perasaan Rexi yang sebenarnya pada Agnes?Maka ketahuilah!
Sebenarnya Rexi masih mencintai Agnes sebagai wanita dewasa,bukan sebagai adik kecil yang lama tidak berjumpa.
Tapi mau bagaimanapun,kenyataan yang ada tidak bisa diubahnya.
Dia adalah adiknya,makadari itu Rexi berusaha menyingkirkan perasaan yang tidak seharusnya ada dalam hatinya dan menganggantikannya dengan rasa sayang dan cinta hanya untuk adiknya.Sebagai Adik!
_-_
Tbc!