King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Malam pertama



Disebuah kamar pengantin dengan bertebaran mawar indah yang membuat penciuman sangat dimanjakan, Fayza menatap kekamar itu dengan senang, tetapi juga sangat gugup. Setelah membersihkan dirinya, dia mendekat ke lemari untuk memakai bajunya, tiba saja matanya melotot melihat pakaian yang ada didalam sana.


"Pakaian apa ini?"


"Siapa yang mengisi lemari dengan baju seperti ini semua?" Fayza mengambil satu dan melihatnya dengan meneguk salivanya, lingerie seksi dan menerawang ini.


"Apa ini kelakuan Saguna? atau Khansa?"


"Wah bener-bener mesum."


Fayza memakainya lalu melirik tubuhnya di cermin dengan malu, bagaimana kalau Saguna melihatnya, bisa-bisa langsung diterkam seperti harimau melihat daging segar.


Tokk! tokk!


pintu terbuka memperlihatkan Saguna yang baru saja masuk melihat istrinya dengan pakaian itu sungguh membuatnya kepanasan, dan kejantanannya meronta-ronta. senyum devil terbit diwajah Saguna, sedangkan Fayza meneguk salivanya dalam-dalam.


Saguna menutup pintu dan menguncinya lalu melepas tuxedo dan mencampakkan nya sembarang, lalu menerkam tubuh Fayza membawanya keatas ranjang.


"Aaahhhh!" teriak Fayza karena mendapatkan serangan mendadak.


"Sayang, apa kau menggodaku?" tanya Saguna mengelus pipi Fayza.


"Pakaian dilemari begini semua, ulah siapa?" tanya Fayza yang berada dibawah Kungkungan Saguna.


Saguna mengangkat bahunya dan mulai menggigit kecil leher Fayza membuag Fayza geli, lalu mendorong tubuh suaminya itu.


"Mandi dulu." perintah Fayza.


"kenapa? aku nggak bisa tahan lagi." rengek Saguna seperti bayi.


"Mandi dulu." Fayza mendorong tubuh Saguna sampai dikamar mandi dan menguncinya didalam.


"Sayang, kenapa kau mengunciku disini?"


"Habisnya kamu bandel, mandilah atau aku-"


"Okeee!"


Fayza tersenyum lalu berbaring diatas ranjang memainkan ponselnya, beberapa saat kemudian akhirnya Saguna telah keluar dengan handuk yang terpasang untuk menutupi kejantanannya. Fayza meneguk salivanya melihat tubuh kekar suaminya itu, terlebih lagi roti sobek itu.


Saguna tidak memakai bajunya tetapi langsung menyerang Fayza dan menindihnya menatap gairah, dan mulai menuntaskan hasratnya.


"Aku mencintaimu." Saguna mencium bibir istrinya.


"Aku juga mencintaimu." jawab Fayza dengan tersenyum.


Disisi lain, pulau terpencil mereka sedang mencari dimana keberadaan peti tersebut, mereka terus menelusuri pepohonan. dua jam lamanya mereka mencari tetapi tidak menemukan apapun.


"Dar, disini nggak ada sinyal. Gimana kita mau hubungi tuan muda?" tanya Amar.


"Dimana mayat itu?"


"Semua kita berpencar, bagi menjadi empat kelompok. sekarang pukul 2 siang, nanti pukul 4 sore kita temu dititik ini lagi. Paham?" Perintah Amar.


"Paham ketua." semua memencar menjadi empat kelompok.


mereka berpencar mencari keberadaan peti itu, bau busuk menyeruak dipenciuman kelompok Amar.


"Bau apa ini?" tanya yang lain.


"Bau bangkai busuk. Kita ikutin bau ini!"


mereka menutupi hidung dan mulut menggunakan sebuah kain lalu berjalan kembali mengikuti dimana sumber bau tersebut.


Banyak binatang berbisa disekitar bau tersebut.


"Weh ular itu, kenapa banyak banget?"


"Usir semua ular itu, tampaknya dibawah tanah itu ada jasad Alex." perintah Amar.


mereka langsung menggunakan segala cara untuk mengusir ular tersebut, mereka tidak ingin membunuh para ular tersebut, karena tidak mengganggu mereka sama sekali.


beberapa saat mereka bermain dengan ular yang mengerikan itu, cukup membuat suasana tegang dan juga kelelahan. kepergian ular itu langsung membuat Amar dan yang lainnya menggali tanah itu.


"Pantas saja bau nya menyengat, dia memendamnya seperti ini!"


Sudah terlihat jelas peti tersebut, lalu Dendra melihat sebuah surat kecil dan meraihnya.


"Ketua, ini ada sebuah pesan." Dendra memberikannya kepada Amar.


bersambung....