
Jarak jauh ada seorang manager Laura sedang memperhatikan gerak-gerik nya setelah kepergian Max dan Zoya Laura terlihat sangat kesal dan mengepalkan tangan nya.
Sedangkan sang manager langsung menghampiri Laura dengan terburu-buru sebelum hal buruk terjadi dan menghancurkan karir Laura. Sang manager langsung menarik tangan Laura untuk menjauh dari tempat itu dan tentunya tempat yang aman dari cctv.
"Ada apa, ini?"
Manager langsung melepas tangan Laura saat sudah sampai diruangan nya.
"Laura, kenapa kau mencari masalah dengan mereka berdua?"
"Maksudmu, Max dengan wanita sialan itu?"
"Iya, kalau kau ingin karir mu aman-aman saja, kau harus segera menjauh dan meminta maaf pada mereka!"
"Cih, seorang Laura artis ternama harus meminta maaf pada wanita itu?" Tanya nya dengan meremehkan.
"Lelaki itu adalah Max atau dengan nama lain King Mafia Mata Merah di sebuah dunia gelap, sedangkan disebelahnya adalah wanita dengan ilmu bela diri terbaik di dunia yang mampu mengalahkan dari berbagai Negara, yang ku dengar mereka akan segera menikah! Kalau kau tau gimana kejam nya dunia gelap kau tidak akan berani menyentuh mereka!" Jelas sang manager.
Laura meneguk saliva nya kuat-kuat dan menatap horor sang manager, "King Mafia dunia gelap? Dan wanita ternyata membicarakan dirinya dengan benar?"
"Iya, di dunia gelap sudah pasti mereka memiliki koneksi yang sangat kuat, mudah saja untuk mencari berita atau scandal tentang dirimu dan menghancurkan karirmu dalam waktu satu malam!"
"Aku peringatkan kau untuk berhati-hati, dan segera lah berbaikan dengan mereka kalau kau ingin hidup dengan tenang!"
"Kris, apa kau tidak berbohong padaku? Dan kenapa kau baru bilang semuanya sama ku?"
"Aku baru mau melihatnya tadi, mari akan kubantu kau berbaikan dengan mereka karena aku cukup mengenal nya dengan baik," ajak Kris manager Laura.
Laura bingung harus melakukan apa dan langsung menyetujui omongan Kris.
Mereka langsung berjalan menuju kursi yang terdapat Max dan Zoya. Zoya hanya memandang Laura dengan tatapan datar dan beralih ke manatao Max yang sedang berbicara pada nya, mengacuhkan Laura.
"Malam, tuan Max!" Sapa Kris.
Max mengerutkan keningnya menatap Kris menyelidik, lalu mengenal nya karena Kris adalah salah satu bagian dari dunia gelap yang cukup dekat dengan nya.
"Oh kau, ada apa?"
"Aku Kris manager Laura, maafkan atas sikap dia yang kurang baik saat bertemu dengan tuan dan juga nyonya, Laura tidak mengetahui kalian itu siapa, jadi aku harap kalian memaklumi perbuatan nya!" Ujar Kris dengan memohon.
"Zoya ya? Maafkan aku dan salam kenal ya!" Ujar Laura mengulurkan tangannya.
Zoya bukan tipe pendendam saat seseorang ada yang mengakui kesalahan dan berniat meminta maaf maka Zoya tidak akan melukai harga dirinya sendiri dengan tidak memberikan maaf hanya saja berjaga jarak itu sudah cukup.
"Gak masalah, selagi kau menyadarinya dan tidak melakukannya lagi, aku harap kau bisa menjaga sikapmu dimana kau berada karena kau seorang publik figur yang sikap mu akan di contoh dengan penggemarmu!" Ujar Zoya membalas uluran tangan Laura.
"Tuan Max, maafkan aku!" Ujar Laura.
Max tidak merespon hanya mengacuhkan dirinya dan beralih ke Kris.
"Kau jaga dia dengan baik sebelum dunia menyerang dirinya sendiri!" Ujar Max kepada Kris.
"Baik tuan Max, terimakasih!" Ujar Kris dan mereka pamit meninggalkan Zoya dan Max.
"Ternyata wanitaku adalah seorang yang berhati besar ya," ujar Max menggoda.
"Biasa aja!"
"Tapi aku lebih suka kau seperti tadi, cemburu padaku!" Ujar Max lagi.
Zoya malu dan mencubit pinggang Max dan Max pura-pura kesakitan padahal cubitan Zoya tidak ada apa-apanya.
Acara telah dimulai dan berlangsung tanpa hambatan hingga selesai.
"Apa kau sadar? Kau adalah wanita yang menjadi sorotan saat acara tadi?"
"Mana mungkin, itu adalah acara Laura sudah pasti dirinya yang disorot!"
"Lihat saja besok!" Ujar Max.
Mereka langsung berjalan menuju mobil dan malam itu juga mereka bersiap-siap akan kembali pulang ke negara Y karena acara pernikahan akan segera diadakan, semua resepsi mewah telah disiapkan dan dengan sistem penjagaan yang kuat dari Mexmar maka acara itu dipastikan akan berjalan dengan baik.
...----------------...
Negara Y.
Mereka semua telah menginjakkan kaki di bandara, dan terlihat sudah rombongan Volker dan ketua tim B sedang menanti mereka. Saat Zoya melangkahkan salah satu kakinya langsung sebuah peluru melesat dengan sangat cepat menuju Zoya, anak buah yang sudah mengerti langsung maju kedepan menyerahkan tubuh nya untuk melindungi nona muda dan tuan muda nya.
Dorrrr....
Darah bercecer dimana-mana membuag Khansa menjerit tidak percaya, sedangkan Max langsung emosi dengan manik mata yang berubah bewarna merah mencari keberadaan sang pembunuh bayaran itu, dan yang lainnya langsung membawa tubuh yang sudah terbunuh ke markas untuk diselamatkan walau kemungkinan hanya sedikit dia bisa terselamatkan.
"Zoya, ada apa ini?" Teriak Khansa ketakutan.
"Volker, bawa Zoya dan Khansa kedalam mobil!" Perintah Max dengan siaga.
"Tapi, Max!" Sanggah Zoya.
"Ini gak ada waktu, segera masuk kalau kau peduli samaku!" Ujar Max berusaha tetap lembut bicara dengan Zoya.
"Sialan, Volker segera menuju dimana peluru itu berasal!"
"Tim B sudah menuju kesana tuan muda,"
"Aku tetap berada di dekat tuan muda!"
Max langsung berlari memanjat gedung tinggi dengan tali persediaan begitupun dengan Volker yang langsung ikut memanjat. Dia atas lain gedung lawan sudah menyeringai dan mengarahkan senapan nya ke arah Max.
Di dalam mobil Zoya sangat panik dan berusaha menenangkan perasaan nya namun tidak bisa, saat Zoya memperhatikan gedung-gedung dengan teliti Zoya membelalakkan mata nya saat satu Senapan mengarah ke Max yang sedang memanjat gedung membuatnya panik dan segera mencari apa saja yang bisa dia lakukan untuk membantu Max.
"Aku gak bisa kehilangan mu begitu saja, Max!" Ujar Zoya dengan khawatir.
"Zoya, kau cari apa? Zoya kenapa kita bisa berada dalam keadaan seperti ini!"
"Tunggu ya, kau pasti aman selagi aku ada disini!" Ujar Zoya menenangkan Khansa yang padahal dirinya sendiri sangat tidak bisa tenang.
Zoya melihat sebuah pistol dan mengambil nya lalu membuka kaca mobil sedikit dan membidik tepat kepala yang sedang mengincar Max.
Zoya gemetar tetapi dia berusah setenang mungkin karena ini tidak pertama kalinya dia melakukan nya.
Dorrr.....
Brughhh... Seorang lelaki yang sedang mengincar Max telah terjatuh dari atas gedung setinggi lima belas lantai dan membuat semuanya menatap ke arah tubuh yang terjatuh dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
"Tuan muda, apa itu perbuatan nona muda?" Tanya Volker.
Max langsung melihat ke arah mobil dan ternyata Zoya dalam keadaan menenangkan Khansa tidak memegang pistol sama sekali.
"Bukan, mungkin kita sudah mendapat bantuan!"
Dan setibanya mereka di atas beserta tim B tidak ada seseorang pun yang melesatkan peluru dari atas sini. Hingga terdengar suara helikopter dan ternyata itu adalah helikopter milik komplotan Gerxas.
"Sialan, kau mencari masalah baru denganku! Mati kau tua bangka," Sulut Max dengan emosi.
"Sudah tuan muda, lebih baik kita pulang terlebih dahulu, karena resepsi pernikahan telah disiapkan! Untuk Gerxas kita bicarakan setelah acara pernikahan selesai!" Ujar Volker menenangkan.
Namun Max masih terus tersulut emosi dan langsung turun menggunakan tali itu lagi.
Di dalam mobil.
Max langsung menarik tubuh Zoya ke dalam pelukannya dan memastikan kalau Zoya baik-baik saja.
"Apa kau baik-baik saja? Apa ada yang terluka?" Tanya Max khawatir.
"Aku gak apa-apa, seharusnya aku yang bertanya itu Max!"
"Baguslah!" Ujar Max dan membawa Zoya kembali ke dalam pelukannya.
Saat ini hati Max kembali mereda dan manik mata yang kembali berubah menjadi biasanya ternyata Zoya adalah obat dari kemarahan dan emosi Max yang membara.
Sedangkan Khansa telah di pindahkan ke mobil satunya untuk segera di anter ke rumah nya sendiri.
Di dalam perjalanan Max terus memeluk Zoya hingga membuat Zoya ingin melepaskan nya. Namun tidak berhasil malah membawa Zoya ke atas pangkuannya.
"Max, kita di dalam mobil dan gak cuma berdua!"
"Emang kalau di dalam mobil cuma berdua, kita harus ngapain?"
Zoya kesal dan mencubit pinggang Max.
"Max, apa setiap harinya aku akan khawatir kehilangan mu?" Tanya Zoya serius.
"Maksudnya?"
"Apa setiap hari aku akan merasa begini saat kau sedang diancam bahaya?"
"Kau akan aman saat bersamaku dan aku akan selalu menjaga diriku agar tetap selamat untukmu!" Ujarnya lembut menenangkan Zoya.
"Kalau aku ikut tempur bersamamu pasti seru!"
"Gak!"
"Please, lagian aku pasti bisa jaga diri aku!"
"Hmm, terserah!"
Zoya senang dan memeluk Max.
Bersambung ...
semoga suka yaa❤️ Yang mau undangan tunggu part selanjutnya yaa🤭🤭❤️
jangan lupa dukungannya berupa like, komentar, vote, bintang 5, gift.
hari ini double up!
salam sayang semuanya ❤️