
"Terimakasih kalian telah membantuku dengan membunuh lelaki payah itu, hahaha! Tetapi tidak mudah untuk menghancurkanku penerus Gerxas selanjutnya!" ujar Alex dengan seringai nya.
"Dan kau, jika berani maju lagi maka istri tercinta dan pewarismu akan musnah saat ini juga!" Ancam Alex.
"Badebah sialan kau!" Umpat Max.
"Lepaskan dia, urusanmu hanya denganku!"
"Hanya denganmu? Haha bukannya didalam rahimnya ada keturunan mu? Dan dia juga adalah musuhku selanjutnya, tidak akan kubiarkan kalian mendapatkan generasi selanjutnya!"
"Dan apa kalian terkejut dengan kebahagiaan ku saat melihat ayah kandungku tewas, haha?"
"Sensei Hisao kalian telah wafat ditanganku!" Ujar nya lagi dengan tertawa.
Zoya yang mendengarnya langsung meneteskan air matanya dengan penuh kebencian.
Alex yang melihat ke Zoya menghapus air mata Zoya dengan ujung pistol nya tersebut.
"Jangan nangis sayang, tidak ada yang perlu kau tangisi! Air matamu terlalu berharga," ujar Alex dengan berpura-pura sedih.
"Lepasin, jangan kau sentuh istriku, sialan!" Ancam Max dengan maju mendekat.
"Maju sekali lagi, nyawa mereka akan wushhh," ujar nya dengan mengerakan tangannya keatas. "Terbang ke atas bersama ayahku,"
"Tahan Max, dia hanya mengancam! Dan dia saat ini sedang mengulur waktu agar bantuan nya datang, sekitar 1000 orang sedang menuju kesini, tetapi kau tenang saja aku mempunyai kenalan tuan Samuel yang akan membantu kita!" Ujar Saguna.
"Siapa Samuel?"
"Badebah kalian, kenapa kalian malah berbisik-bisik?" Sungut Alex.
"Kita nggak punya waktu lagi, Saguna! Aku nggak ingin istriku terluka!"
Zoya mengangguk dia sebenernya bisa melepaskan diri jika sedang tidak mengandung calon bayinya, tetapi Zoya tidak ingin bertindak gegabah hingga harus bersabar menunggu Max.
"Helikopter Samuel akan tiba, Will dan yang lainnya akan menyerang dari belakang, dan saat Zoya terlepas langsung kau bawa menuju helikopter itu agar dia diurus dengan Samuel dan akan aman!" Ujar Saguna.
Helikopter telah mendekat membuat Alex menatap ke atas dan Will langsung menendang tangan Alex hingga menjatuhkan pistol tersebut, Alex sontak melepas tangannya dari Zoya dan menatap kebelakang, tanpa membuang waktu lagi Max membawa Zoya menuju helikopter tersebut.
"Sialan kalian," umpat Alex.
"Siapapun kalian, jagalah istriku dengan baik maka aku akan membalas kebaikan kalian dengan nyawaku sendiri!" Ujar Max kepada Samuel.
Samuel menatap sekilas ke Max dan tersenyum tipis.
"Temuin aku di kediaman Anandra Group, istrimu akan dirawat dengan baik," ujar Samuel lalu kembali menatap datar lurus kedepan.
Max mengangguk dan menatap Zoya dan mengelus kepalanya.
"Maafkan aku, tunggu aku datang!" Ujar Max.
Dengan mata yang hampir menjatuhkan air matanya Zoya paksakan untuk tersenyum agar Max tidak memikirkan nya terus dan mengancam keselamatan nya.
"Aku akan baik-baik saja, selagi kau baik-baik saja!" Ujar Zoya tersenyum.
Max mengangguk lalu turun dan helikopter mengudara dan menjauh.
Dengan amarah nya Max langsung menatap tajam ke Alex yang sedang melawan anggota Will, beberapa anggota Gerxas yang tersisa membantu Alex dan dengan kelicikan Alex dan kekuatan nya tidak semudah itu untuk mengalahkan dirinya.
Max mendekat dan bughhh Bogeman mentah melayang tepat di kepala Alex hingga membuatnya tersungkur kebelakang lalu menatap Max dengan kebencian yang mendalam.
Saat Max dan yang lainnya sedang berjuang, turun 100 orang berpakaian seperti pembunuh bayaran yang disewa oleh Alex untuk membantu nya.