
Saguna langsung beralih menatap Fayza dan menenangkan nya, membawa Fayza kedalam pelukannya dan langsung tangisan Fayza kembali pecah.
"Terus berdoa supaya mereka bisa selamat, oke!" Ujar Saguna.
"Saguna perintahkan semua untuk cari titik dimana pesawat itu jatuh dan cari Zoya sampai ketemu, SEKARANG JUGA!" Perintah Max.
"Volker, lakukan!"
"Siap, Saguna!"
Saguna mau pergi namun dia tidak tega melihat Fayza yang terus menerus menangis histeris dan tidak tau arah, terlebih lagi Fayza hanya seorang diri. Dirinya tidak mungkin membiarkan Fayza hanya bersama Max, karena saat ini Max dalam keadaan sangat mengenaskan.
Baru kali ini seorang Max dengan julukan King Mafia Mata Merah menangis bahkan untuk seorang wanita apalagi kalau bukan Zoya telah memenangkan hati lelaki itu, Saguna memperhatikan sekitar agar tidak ada yang anggota mafia lain yang melihat Max seperti ini karena bisa jadi mereka mengambil kesempatan untuk menghancurkannya.
Karena sedari dulu seorang Max yang tidak memiliki kelemahan terus di incar oleh lawan untuk mencari titik lemahnya, hingga sekarang terlihat jelas kelemahan Max ada di Zoya. Saat semua aman Saguna memberikan masker beserta topi dan memerintahkan Max agar memakai kacamata nya juga.
"Gunakan semua itu, kita sedang berada di negara yang hampir dikuasai oleh mafia lain, sekali saja mereka melihat kelemahan mu ini! Kau bisa tau gimana nasib Zoya!" Ujar Saguna dengan menekan perkataan nya.
Max yang tidak ingin Zoya kenapa-kenapa lagi langsung memakai semuanya, dan terus memantau keadaan melihat sekitar untuk menemukan keajaiban itu.
Saat Fayza sudah sedikit tenang Max dan Saguna langsung mengintrogasi dirinya.
"Fayza, jelasin semuanya pada kami!" Perintah Saguna.
"Apa yang harus kujelaskan? Kebodohan temanmu ha?" Sungut Fayza dengan emosi dan menghapus air matanya.
Max yang mendengar nya kembali emosi dan menatap Fayza dengan tajam.
"Apa, kau mau marah padaku? Mau tampar, silahkan! Kalau gak karena dirimu Zoya gak nekat pindah dari negara ini, kau lihat sendiri dirimu dan kenapa kau sekarang mencari nya seolah kau mencintai nya dan peduli sama Zoya, kenapa?"
"Kau seorang Mafia kelas atas bukan? Kau punya kekuasaan kan? Kalau gitu cari Zoya dan Khansa sampai ketemu dalam keadaan masih hidup!"
Fayza melepas emosi nya dan kembali lesuh, "Temukan mereka Max, dalam keadaan apapun asalkan mereka masih hidup aku gak bisa tanpa mereka!"
Tangis Fayza kembali pecah dan sangat sesak di dada nya, Fayza merasa seperti sahabat tidak tau diri karena selamat hanya seorang diri, itu terus yang berada di dalam pikiran Fayza.
"Saguna aku mohon temukan mereka berdua, kalian bisa bunuh aku atau kalian apakan aku asal mereka berdua kembali!" Ujar Fayza dengan suara gemetar menahan tangisnya.
Saguna tidak tega dan kembali membawa Fayza dalam dekapan nya, mengusap punggung nya agar bisa lebih tenang.
"Apapun akan kami usahakan untuk Zoya dan Khansa, tapi sekarang jawab pertanyaan kami terlebih dahulu!"
"Kenapa hanya mereka yang berada di dalam pesawat itu dan kau disini?" Tanya Saguna lagi.
Fayza bangkit dari pelukan Saguna dan menatap mereka semua dengan mata yang sudah sembab.
"Dihari perlombaan itu, Zoya mengatakan kalau dia sangat menyukai Max dan berharap dapat memulai kisah denganmu, tapi tepat sebelum perlombaan itu kau hancurkan harapan beserta hati nya, tetapi dia wanita kuat sehancur apapun hatinya dia masih bisa bersikap baik-baik aja dan bisa memenangkan perlombaan itu mengalahkan seluruh dunia! Apa kau bisa membayangkan gimana hidup Zoya? Kenapa kau tega sama dia, sampai akhirnya dia memutuskan untuk pergi meninggalkan negara ini karena dia mau melupakan mu, ternyata dia bukan hanya meninggalkan negara ini tapi dunia ini! Meninggalkan aku yang gak ada salah sama dia, apa kau tau gimana hancurnya aku ha?"
"Kau manusia keji Max! Zoya sudah cukup menderita di kehidupan masa kecil nya kenapa sekarang kau juga ikut buat dia menderita?" Sungut Fayza mengusap air mata nya.
Max sangat kacau saat mendengar penjelasan Fayza, dia gak bisa berfikir jernih lagi dan langsung berlari meninggalkan mereka berdua.
"Kau mau kemana?" Tanya Saguna.
Namun Max tidak menjawab, dia langsung menghubungi Haider seorang hacker terbaik yang sedang melakukan ujian untuk bisa bergabung dengan Mexmar.
📞
"Haider segera hack handpone Zoya! Hack seluruh akun nya dan temui dimana keberadaan dia terakhir kali!" Perintah Max.
"Zoya?" Tanya Haider.
"Aneska Zoya Zetana, cari itu sampai ketemu! Kalau kau gak menemukan nya maka kau gagal masuk ke dalam anggota Mexmar!" Ancam Max.
"Siap tuan muda!"
Sambungan terputus.
Max langsung menuju ke arah laut tempat pesawat itu terjatuh, seluruh anggota Mexmar yang berada di negara X telah ada disana dan mencari keberadaan Zoya bahkan ada yang ikut menyelam untuk mencarinya.
Max sangat khawatir dan tidak bisa berpikir jernih lagi, setiba nya Max di tempat itu langsung menuju kearah para petugas yang telah menemukan mayat para awak pesawat maupun penumpang nya.
Max menerobos masuk melewati tanda bahaya dan mencari Zoya pada mayat yang telah dimasukkan ke dalam plastik jenazah.
"Para korban masih di dalam pencarian, mohon tuan menunggu kabar terlebih dahulu dan berdoa agar keluarga tuan selamat!" Perintah petugas.
Max yang sudah emosi dan tidak ingin membuang waktu nya langsung menerobos masuk, polisi yang berada di seputar tempat keamanan langsung mengamankan Max, Max terus memberontak.
"Lepaskan!"
"Aku ingin mencari istriku! Lebih baik kalian kasih aku kesempatan untuk memastikan kalau istriku tidak ada disitu!" Ujar Max dengan menatap tajam para polisi secara bergantian.
"Beri dia jalan!" Perintah komandan mereka.
Max langsung mencari satu persatu telah dia habiskan waktu hampir satu jam dan tidak menemukan Zoya membuat nya berfikir kalau dirinya masih punya peluang kalau Zoya masih selamat.
Lalu mata Max menuju ke arah koper yang terbawa arus laut hingga ke tepi dan mengingat sebelumnya pernah melihat koper itu, tiba saja pikiran nya langsung ke Zoya.
"Iya itu punya Zoya, aku pernah melihat koper itu dibawa ke apartemen baru dari yang lama!" Ujar nya mendekati koper tersebut.
Setelah mendapatkan nya Max langsung membuka dan benar saja terlihat disitu piagam beserta pakaian Zoya berada di dalam nya membuat nya meremas pakaian itu.
"ZOOYAAAAAAAAA! arrrrghhhhhh!" Teriak Max.
Anak buah yang mendengar suara Max langsung berlari mendekat dan melihat koper itu dan menunduk ikut merasakan sesak di dada mereka.
"Bawa koper ini ke markas! Dan kalian cepat semua berenang cari Zoya!" Perintah Max.
Max pun tanpa menunggu waktu langsung masuk ke dalam berenang mencari keberadaan Zoya mata nya mencari kesana kemari dan tidak melihat Zoya sama sekali, dia terus menyelam hingga sampai batas manusia diperbolehkan menyelam dan tidak di perbolehkan untuk menyelam lebih dalam karena bisa berakibat fatal, namun Max tidak memikirkan itu langsung ingin lebih memasukinya dan anggota yang lain melihat Max langsung menarik Max agar tidak membahayakan dirinya untuk masuk lebih dalam dan memaksa Max agar naik ke permukaan.
"Tuan muda, ini tidak benar! Aku yakin nona muda tidak ada disini, nona muda pasti masih hidup!" Ujar Amar menenangkan.
Bersambung ...
Hai guys
Jangan lupa dukungan nya 🥰
love you all