King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Berwajah Dua



Acara itu pun terbengkalai akibat kedatangan Max, Zeyn yang telah malu akhirnya turun dari panggung dan meninggalkan tempat itu dengan emosi yang sudah tidak terbendung lagi lalu masuk ke dalam ruangannya dan menghancurkan seisi ruangan, bodyguard yang mendengar suara pecahan langsung menghampiri bos nya dan menahannya agar tidak merusak apapun lagi dan melukai diri nya sendiri.


"Maaf bos, ini akan memperburuk keadaan bos! Biar orang itu kami yang ngurus bos?" Ujarnya menahan.


Zeyn terdiam lalu menatap anak buahnya, "Cari orang itu dan bawa kesini hidup-hidup!"


Zeyn seorang yang sangat emosional dan kejam berbeda dengan yang ia tunjukkan di publik, itu hanya pencitraan semata baginya. Dia selalu menyukai pujian hingga membuat pencitraan itu untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Zeyn orang yang sangat misterius dan dia tidak suka ada yang merusak kebahagiaan dirinya.


...----------------...


Diruangan Max...


Telah terlihat seorang lelaki yang asing bagi Max yang tidak lain adalah orang yang sangat dinantikan kehadirannya, yaitu Haider.


"Haider, ini tuan muda! Perkenalkan dirimu!" Perintah Volker.


"Hai tuan muda kenapa kau begitu tampan?" Tanya Haider padanya.


Max mengerutkan keningnya dan memperhatikan lelaki di depannya dengan tampang menjijikan, apa lelaki itu menyukai sesama jenis? Begitulah pikiran Max saat ini.


"Aku menyukai wanita kau tenang saja tuan muda!" Ujarnya dengan tertawa melihat ekspresi Max.


Volker meneguk salivanya dengan kesusahan melihat tingkah Haider kepada tuannya, bisa habis hari ini nyawanya jika dia teruskan bercandanya itu.


"Saguna bodoh! Kenapa membawa orang tidak becus sepertimu?" Sulut Max dengan kesal.


"Aku tidak bodoh tuan muda, aku pernah meretas aset negara X yang sangat penting! Karena sebenarnya aku bukan dari negara ini kita satu negara tuan muda!"


"Apa kau bisa membuatku yakin?" Tanya Max.


Haider mengangguk-anggukkan kepalanya, "Informasi apa yang kau inginkan?"


"Cari informasi tentang Dega dari informasi Gerxas!"


"Oke!"


Haider langsung mengeluarkan semua perlengkapan nya untuk melangsungkan aksi nya kembali dan kali ini dia akan meretas informasi penting dari keluarga Gerxas yang sangat terkenal di negara X dengan kekejaman nya, Gerxas adalah Mafia tertua di negara X hingga begitu disegani.


Dengan kecepatan dan keahliannya, Haider meretas dan menemukan informasi tentang....


"Ini tuan muda! Dega Sepupu dari Gex, usia 45 tahun asal kota desa xx dan hidup sebatang kara!"


"Seperti yang aku lihat dia keluar karena tidak mendapatkan keadilan untuk sepupu nya itu dan mengundurkan diri dari Gerxas! Tetapi keluar dari Gerxas tidak muda, tidak boleh memakai identitas aslinya lagi dan hidup di pedalaman hingga tidak ada yang menemukan nya jika salah satu anggota Gerxas melihat dirinya! Maka akan tewas saat itu juga!"


"Jika ingin menemukan dirinya itu sangat sulit tuan muda karena kita tidak tau dia menyamar menjadi apa sekarang!" Ujar Haider menjelaskan.


"Cihh...ada gambar dirinya?" Tanya Max.


"Sebentar!"


"Oh ada ini! Biar di simpan dulu!"


"Salin ke ponselmu dan kirim kepada Volker!" Perintah Max.


"Volker kirim ke mansion utama biar mereka mengetahui wajah lelaki itu!" Perintah Max lagi.


"Siap tuan muda!"


...----------------...


Zoya terus melangkah meninggalkan gedung itu menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari gedung tersebut lalu masuk kedalam mobil dengan membanting pintu dengan keras, Verin berlari dan langsung masuk ke mobil.


"Hei kak Zo, aku hampir aja kau tinggal!"


"Kak Zo kenapa sih? Muka nya kusut terus dari tadi padahal kan punya kekasih setampan kakak itu! Verin jadinya juga mau!" Ujarnya.


"Dia bukan kekasihku, Verin! Stop menyebut dirinya disini, aku bosan dengarnya dan aku gak mau kita mendapatkan masalah lagi karena menyebut namanya!" Ketus Zoya.


"Kenapa begitu sih? Masa gak di akui kan sayang!"


"Mau pulang atau disini aja?"


"Hehe pulang dong kak Zo! Iya-iya Verin gak bahas kakak itu lagi!" Ujarnya dengan sambil mengunci mulutnya rapat-rapat.


Zoya langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan terus menyalip mobil dihadapannya agar segera sampai di apartemennya untuk mengistirahatkan dirinya.


Karena Zoya sangat merasa kelelahan sekali akibat memanjat gedung yang tinggi sekali dan tidak pernah dia duga kalau dirinya akan senekat itu untuk memanjatnya. Verin juga kelelahan hingga tertidur dengan pulas.


"Verin, bangun!"


"Hei, sudah sampai rumahmu ini!"


"Hmmmm, makasih ya kak Zo! Nanti kalau kak Zo butuh apapun langsung hubungi Verin okee?"


"Daaa Kak Zo, hati-hati yaa!" Ujar Verin melambaikan tangannya.


Verin teringat kakek nya dan bagaimana cara dia menjelaskan padanya, ia ragu untuk masuk ke dalam dan mengintip melihat suasana yang sepi dan tentram seperti biasanya lalu memberanikan diri untuk masuk ke dalam.


Verin mengendap-endap masuk kedalam dan melihat suasana yang sepi tidak kelihatan kakek nya sama sekali lalu berlari memasuki kamar nya dan menutup rapat.


"Aman!" Ujarnya mengelus dada.


Saat membalikan tubuhnya Verin terkejut dan memundurkan langkahnya membuka pintu yang telah ia kunci itu tetapi tidak bisa.


"Aman apaan masuk ke dalam kandang singa?" Ujarnya pelan.


Terlihat kakeknya telah duduk di kursi belajar nya dengan tatapan dan aura yang mengerikan seperti akan memakan Verin hidup-hidup.


"Eh kakek, Verin udah pulang! Kakek baik-baik aja kan?" Tanya Verin dengan cengengesan agar membuat suasana hati kakeknya itu melunak.


Namun kakek tetap masih diam seribu bahasa tetapi aura nya mengatakan kalau hidup Verin tidak akan lama lagi membuat Verin meneguk salivanya dalam-dalam.


"Kek, maafin Verin! Verin janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi!" Ujarnya memohon.


"Apa kau tahu resiko apa yang akan kau dapatkan disana?" Tanya kakek.


"Apa kau tau siapa Zeyn itu? Kenapa kau mengidolakan orang seperti dia?" Ketus kakek.


"Kakek tau Zeyn?"


"Zeyn salah satu anggota mafia di negara ini! Zeyn salah satu komplotan Gerxas, jangan pernah mencari masalah dengan nya kalau kau mau hidup dengan tenang! Jauhi dan buang keinginan mu untuk kabur dan menemui idola mu itu!"


"Ha bagaimana aku tidak bisa tau kek? Sepertinya dia orang baik!"


"Memiliki wajah dua tidak terlalu sulit, Verin!"


"Apa ada yang terjadi tadi?" Tanya kakek.


"Waktu Zeyn memanggil kak Zo untuk naik panggung ada seorang lelaki tampan mengklaim kalau kak Zo adalah kekasihnya! Bahkan semua fans Zeyn seperti berpaling kepada kekasih kak Zo! Akan tetapi aura lelaki itu berbeda dari yang lain kek, ntah apa penyebabnya tapi Verin bisa merasakan itu!" Ujar Verin menjelaskan.


"Oh tunggu kek! Kak Zo bisa dalam bahaya bukan?" Tanya Verin khawatir.


"Tentu! Zeyn tidak akan mudah melepaskan orang yang mencari masalah dengannya!"


"Kek bantu kak Zo! Dia orang baik kek, Verin gak mau kak Zo kenapa-kenapa!"


"Kalau gak Verin menginap di rumah kak Zo ya! Untuk membantunya melawan Zeyn jika dia berniat jahat padanya!"


"Stop lakukan hal bodoh! Kekasih yang kau sebutkan tadi adalah Max dengan julukan King Mafia Mata Merah, di dunia gelap semua mengenal dirinya bahkan di dunia bisnis sekalipun dia memiliki tempat yang baik! Zeyn tidak akan mampu melukai Zo selagi Max berada di dekatnya, yang menjadi incaran Zeyn adalah Max hanya saja Zo yang menjadi umpan nya, kau tidak mampu melawan Zeyn sendiri! Dia memiliki benteng kuat yaitu Gerxas!"


"Tetapi apakah Zeyn mengenal tuan Max, kek?"


"Kemungkinan tidak karena dia baru terjun ke dunia Gerxas, setelah bertahun-tahun hidup di negara B!"


"Tetapi kenapa kakek banyak mengetahui semua itu? Apa kakek dulu masuk ke dalam dunia gelap?" Tanya Verin.


"Brees ayah dari Max adalah sahabat kakek saat di di pondok ilmu bela diri, hanya saja sekarang kami sudah jarang berkomunikasi!"


"Ha, serius kek? Terus kenapa kakek tau kejadian disana?"


"Apa kau kira kakek mu ini payah? Bahkan kau dengan Zo memanjat gedung sebelas lantai itu saja aku mengetahuinya!" Ketus kakek dan melayangkan tatapan tajam kepada Verin.


"Hehe, maafin aku kek! Aku lupa memesan tiket nya dan kehabisan jadi kami nekat naik dari atap!"


"Kau tetap mendapatkan hukuman!" Ujar kakek dan berdiri beranjak keluar kamar Verin.


Verin mengingat hukuman yang dia terima di tahun lalu bertarung dengan 5 murid kakek yang ilmu nya serata dengannya bahkan ada yang lebih tinggi dari nya hingga membuat nya berhenti melakukan kesalahan, dan sekarang apa dia akan menerima hukuman itu lagi? Bisa tewas Verin saat ini juga.


"Mati aku!" Ujar Verin frustasi.


"Awas kau Zeyn keparat! Aku gak mengidolakan dirimu lagi, ternyata kau badebah!" Ujar Verin kesal karena harus kabur demi Zeyn.


Bersambung...


-----~~~°~~~-----


Halo guys yang baik hati ❤️


author minta dukungan buat karya ini ya berupa like, vote, komentar dan juga bintang 5.


dan jangan lupa tap ❤️ biar bisa terus mengetahui update novel ini.


love you all.


Jangan lupa yaaa