King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Siapa Erlan?



Max langsung menatap Zoya dengan lekat dan ingin terus mendengar pembicaraan Zoya selanjutnya. Namun sang pemilik cerita tidak ingin meneruskan perkataannya membuat Max terus menunggu dan akhirnya kesal.


"Ya terus apalagi?" Sungut Max.


"Dia adalah Erlan Andara, apakah kau mengenal nya?"


Brakkkk... Max menggebrak meja hingga membuat Zoya kaget.


"Maksud mu apa?" Ketus Zoya.


"Jauhi dia dan jangan pernah dekat-dekat dengan nya!"


"Kenapa?"


"Dia seorang Casanova, kau jangan sampai mau di dekati nya kalau kulihat kau dekat dengannya akan ku hajar dia dengan sekuat nya, dia pasti kesini mau merayu mu!"


"Casanova? Kenapa kau bisa menjuluki nya seperti itu?"


"Sebenarnya dia teman masa kecilku, Saguna dan Erlan kami adalah teman dekat tetapi dia pindah ke negara P saat baru menginjak usia 10 tahun! Dari situ aku tidak pernah melihat nya lagi!"


"Apaa? Jadi dia temanmu? Terus kalian terakhir bertemu saat usia 10 tahun dan kau bisa memberi julukan padanya Casanova? Apa kau waras, Max?"


"Aku lebih mengenal dirinya, jadi jangan harap kau dekat-dekat dengannya!"


"Tetapi dia sangat hebat, karena dirinya juga kami selamat dari kecelakaan pesawat itu, Max!"


"Mungkin kalau aku jatuh dan hancur bersama dengan pesawat itu, saat ini kita gak akan ketemu dan mungkin saja aku..." Ujar Zoya terpotong dan melotot ke Max karena hampir keceplosan kalau dia akan bilang merindukan Max.


"Aku apa?"


"Aku akan mati dan tidak akan bertemu denganmu!"


"Jadi kau senang pergi dariku, ha?"


Max memegang kedua bahu Zoya dan menatapnya lekat.


"Apa kau sadar kau sudah menyakiti ku? Kau hampir membuatku gila karena ulahmu itu? Apa aku tidak ada artinya dimatamu?" Ujar Max dengan keras karena kesal dengan perkataan Zoya.


"Kenapa? Apa aku berarti bagimu?" Tanya Zoya dengan hati-hati.


"Iya, kau berarti bagiku! Kau wanita yang harus menjadi milikku, apa kau mengerti, ha?"


Max langsung membawa Zoya kedalam pelukannya dengan hati yang sangat ketakutan, entah kenapa Max merasakan itu saat Zoya berkata akan pergi meninggalkan nya.


Max apa kau benar mengatakan itu? Apa kau mencintaiku?, Batin Zoya terus bertanya.


Namun Zoya tidak berani mempertanyakan nya karena takut akan membuat dirinya terluka karena harapan itu.


"Apa karena kau menganggap ku sebagai budakmu?" Tanya Zoya dengan penekanan saat berada di pelukan Max.


"Bukan, kau wanitaku!"


"Max apa kau mencintaiku?" Tanya Zoya dengan memberanikan diri.


Max melepas pelukannya lalu menatap lekat Zoya dan menjauhkan dirinya tidak ingin menjawab apapun pertanyaan Zoya itu, membuat Zoya menghembuskan nafasnya dan kembali dirinya di patahkan oleh harapan itu.


Max duduk di sofa dan memejamkan kedua matanya, sedangkan Zoya menatap nya lekat dengan perasaan yang campur aduk dan berputar balik masuk ke dalam kamar nya dan menutupnya dan membanting pintu dengan keras.


Max melihat Zoya seperti merasa bersalah karena dirinya sendiri tidak tahu akan menjawab apa, Max tidak ingin jujur terlebih cepat kepada Zoya dan menahan perasaan nya entah sampai kapan.


...****************...


Saat telah sampai taman dekat jalan apartemen itu, Khansa melepas tangan Erlan dengan mencampakkan nya.


"Kenapa kau bisa berantem dengan, Max?" Tanya Khansa ketus.


"Apa kalian seorang lelaki tidak bisa menyelesaikan masalah tanpa kekerasan?"


"Max?" Tanya Erlan dan di jawab dengan anggukan oleh Khansa.


"Max Agha Mexmar?" Tanya Erlan kembali.


"Hei, apa aku terlihat seperti ibu nya Max? Mana kutahu nama lengkap dia siapa!" Ketus Khansa.


"Bukan, dia selalu menindas Zoya! Tetapi Zoya sangat mencintainya membuatku kesal!" Ujar Khansa.


"Emang gak ada berubahnya dia ya!" Ujar Erlan dengan kesal.


"Maksudmu? Apa kau mengenalnya?"


Erlan mengangguk kan kepalanya membuat Khansa kaget dan melotot kan matanya.


"Kau serius mengenalnya?"


"Iya, dia teman masa kecilku yang selalu menyebutku Casanova! Dia lelaki yang diciptakan tidak memiliki perasaan, jauhi Zoya darinya kalau kau tidak mau sahabat mu disakiti terus sama Max!" Ketus Erlan.


"Kau sang Casanova? Sejak kapan kalian terakhir bertemu?"


"Saat usia kami 10 tahun, dan dia sangat menyebalkan!"


"Bagaimana kau umur 10 tahun disebutnya seorang Casanova? Apakah kau sangat jahat?"


"Hei apakah kau tidak tau dengan seorang Max? Dulu aku selalu dekat dengan wanita sedangkan dia sangat membenci wanita yang menyukainya, dan menyebut ku Casanova! Dan sejak umur 10 tahun kami pindah ke negara P dan menetap disini!"


"Oohh, jadi kau gak benar sang Casanova?"


"Ya enggaklah, kalau dia bilang yang enggak-enggak akan kuhajar kuat, karena sekarang aku sudah bisa menghajarnya!" Ujar Erlan.


"Yaudah kalau begitu kau pulanglah!" Ujar Khansa dan disetujui oleh nya.


Erlan kembali pulang dan tersenyum karena telah bertemu dengan teman masa kecilnya itu yang sangat menyebalkan baginya, tetapi dia tidak akan membiarkan Zoya bersama nya karena menurut nya Max sangat tidak pantas mendapatkan Zoya terlebih lagi dengan sifatnya itu.


"Zoya pasti lama kelamaan akan membencimu dan beralih kepadaku! Akan kutunggu waktu itu Max, kali ini kau akan kalah dan aku yang memenangkan hati wanita!" Ujar Erlan saat berada di dalam mobil dengan tertawa meremehkan.


Khansa langsung masuk kembali ke apartemen dan melihat Max yang sedang menatap ke luar jendela dengan tatapan kosong dan tidak melihat Zoya sama sekali lalu menghampiri Max.


"Max, aku ingin bertanya padamu!"


"Hmmm!" Dehem Max.


"Apa kau mencintai Zoya?"


"Aku tidak tau!" Jawab nya datar.


"Hei, kalau kau tidak segera menyatakan perasaan mu maka siap-siap aja Zoya akan bersama dengan Erlan!" Ancam Khansa dan meninggalkannya.


Max yang mendengar nya kembali melotot dan tidak ingin hal itu terjadi, lalu kembali menatap keluar jendela.


Drrrtt...drrtttt...ddrtttt


"Saguna? Buat apa dia menghubungi ku?"


Max menjawab panggilan dari Saguna.


📞


"Apa kau sudah bertemu dengannya?" Tanya Saguna dengan tertawa membuat Max sangat kesal.


"Saguna sialan kau! Apa kau telah mengetahui kalau lelaki itu adalah Erlan, ha?"


"Bukankah menarik, lelaki yang selalu kau ejek sang Casanova menjadi lawanmu untuk merebutkan wanitamu itu?" Tanya nya lagi dengan tertawa.


"Kau emang tidak berguna! Singkirkan Erlan dari hidup Zoya atau kau yang akan ku singkirkan!" Ancam Max.


"Tidak bisa! Kau harus berjuang sendiri merebut kan cintamu hahahah! Tapi ingat satu hal sekali salah langkah lagi maka kau tidak akan menemukan Zoya kembali seperti saat ini, pikirkan perkataanku baik-baik!" Ujar Saguna dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


"Saguna sialan! Kau dan Erlan sama aja!"


Max langsung memikirkan gimana menjauhkan Zoya dari Erlan dan melamar Zoya menjadi istrinya, Max browsing di internet tentang cara melamar seorang wanita dengan romantis namun semuanya membuatnya bergidik ngeri dan langsung menutupnya karena sangat jijik melakukan hal seperti itu untuk seorang Max, lagi dan lagi dia kembali pusing karena akan melakukan apa untuk kedepannya.


Bersambung ...


sesuai permintaan author double up hari ini, semoga suka yaa. ternyata Erlan sang Casanova? apa benar ya? atau hanya julukan saja oleh Max? tunggu part selanjutnya yaa.


jangan lupa dukungannya semua, love you🥰🥰