King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Keputusan Fayza!



Setelah pembahasan bulan madu berakhir, mereka langsung mandi untuk membersihkan dirinya masing-masing. Setelah itu Max menghubungi Saguna untuk menanyakan perkembangan.


Drrrrrttt!


"Halo,"


"Gimana?" Tanya Max.


"Kami baru aja sampai di negara P, dan ingin langsung menuju ke lokasi tentunya dengan bantuan Erlan!"


"Kalau ada perkembangan atau ada masalah yang terjadi hubungi aku!" Perintah Max.


"Baiklah!" Ujar Saguna mematikan sambungan teleponnya.


Max termenung di di balkon lalu pikirannya menerawang kepada paman Omar yang masih saja berbaring di kamarnya, saat Zoya telah selesai memakai pakaiannya menghampiri Max yang ingin pergi keluar.


"Mau kemana, Sayang?" Tanya Zoya.


"Mau melihat paman Omar! Kau tidurlah kembali ya sayang!" Ujar Max mengelus puncak kepala Zoya terus pergi meninggalkan nya.


Zoya menelisik tentang raut wajah dan gerak-gerik Max yang tampak sangat suram.


"Apa dia masih saja sangat terluka dengan kejadian itu?"


Zoya mengeringkan rambutnya lalu mengambil ponsel miliknya untuk menghubungi dua sahabatnya, karena sudah sangat lama semenjak dia menikah mereka sangat jarang berkomunikasi.


Drrrrrtt!


Panggilan video.


"Haiii, Zoyaaaaa!" Teriak Khansa.


"Woi!" Sapa Fayza.


"Kalian dimana?"


"Nih, aku lagi dibutik!" Ujar Khansa.


"Aku lagi dirumah, sebulan lagi perjodohan ku diresmikan guys, aku gak mau aku sukanya cuma sama Saguna!" Ujar Fayza murung dan keceplosan.


"Eh...enggak Zo, kau salah paham!" Sambung Fayza panik.


"Haha, gak kok! Aku ngerti, aku juga akan bilang nanti ke Saguna tapi bukan atas namamu, tenang aja! Soalnya sekarang dia lagi di negara P melakukan misi!" Ujar Zoya.


"Misi?" Tanya Khansa dan Fayza berbarengan.


Zoya mengangguk.


"Mexmar akan menyerang Gerxas habis-habisan sebentar lagi!" Ujar Zoya lesuh.


"Kenapa kau sangat lesuh begitu? Bukankah Gerxas adalah biang kerok." Ujar Fayza.


"Aku hanya takut Max kenapa-kenapa! Yang mereka lawan bukan sembarang orang, dan asal kalian tau Gerxas memiliki rekan dibelakang nya yang sangat banyak,"


"Berarti, Saguna saat ini dalam bahaya?" Tanya Fayza khawatir.


Zoya mengangguk.


"Mulai hari ini dan seterusnya hingga balas dendam itu telah selesai maka mereka akan selalu dalam bahaya!"


"Zoya, kenapa kau menikah dengan lelaki yang sangat misterius? Aku yang takut kau kenapa-kenapa," ujar Khansa.


"Aku bakal baik-baik aja, kalian tenang aja! Kapan kalian bisa serius begini ha?"


"Dih, kau nih dikasihani malah ngelunjak!" Ketus Khansa.


"Zo, Saguna bakal baik-baik aja kan?" Tanya Fayza.


"Ciee, ada yang lagi cinta monyet nih!" Ledek Khansa.


"Aku udah besar, hei!" Ketus Fayza.


"Iya, Cinta dan kalian berdua monyet nya!" Ujar Khansa lagi dengan tertawa terbahak-bahak.


Zoya yang mendengar nya juga ikut tertawa, "Khansa, gak boleh terlalu jujur!"


"Dasar ya, aku doain kau berjodoh dengan pak Budi!" Ujar Fayza tak terima kepada Khansa.


"Haha, sudah-sudah!" Ujar Zoya.


"Gila kau ya! Gak ada itu," ketus Khansa.


"Disana itu lagi berbahaya, kau gak dengar kata Zoya tadi apa? Mereka dalam bahaya, dan kau mau ikut masuk kedalamnya, mikir dong jangan tolol karena cinta!" Ketus Khansa lagi karena emosi dengar perkataan Fayza tersebut.


Fayza menatap Khansa sendu sedangkan Zoya menarik napasnya dalam menghembuskan nya pasrah.


"Za, bukan aku nggak setuju dengan pilihanmu, hanya saja ini bukan waktu yang tepat, kau harus sabar nunggu sampai semua selesai ya?" Ujar Zoya pelan menenangkan keadaan.


"Nunggu apa, Zo? Nunggu sampai jasad Saguna diantar ke markas kalian? Aku sebentar lagi menikah Zo, aku gak ingin nyesal seumur hidupku nantinya, please pertemukan aku sebentar aja sama Saguna," ujar Fayza.


"Aku nggak habis pikir ya sama sifat mu yang membangkang ini, Za! Kalau gak jasad Saguna yang di antar dan kau mau jadi gantinya jasad kau yang di antar kesini?" Ketus Khansa lagi.


"Ini ya, Za! Aku setuju kau suka sama Saguna tapi gak sekarang kau datangi dia dan nyatain perasaanmu itu, ini bukan waktu yang tepat, Zoya lebih tau daripada kita, Za! Kenapa kau mau bilang aku sahabat yang gak mau mendukung kesenangan sahabatnya sendiri? Iya emang, lebih baik gitu daripada aku harus kehilangan dirimu, Za! Disana itu bahaya, kau gak tau bela diri untuk lindungi dirimu sendiri, jadi jangan nekat kau ya!" Ancam Khansa.


"Zo, please!" Ujar Fayza memohon.


Khansa sangat kesal dengan sifat Fayza yang keras kepala hingga memutuskan sambungan video call dan meninggalkan mereka berdua.


"Eh, Khansa!" Ujar Zoya.


Lalu Zoya menatap dalam Fayza.


"Maaf, Za. Yang dikatakan Khansa itu benar, aku nggak ingin kehilanganmu jadi bersabarlah, aku yakin Saguna akan baik-baik saja sampai kau mengatakan perasaan mu yang sebenarnya!" Ujar Zoya.


"Zoya, ini nggak sulit! Disaat mereka sudah berhasil dinegara P pertemukan aku sebelum mereka menyerang kembali ke negara X, aku mohon Zo!" Ujar Fayza.


"Hmm, nanti aku pikirkan lagi! Kau istirahat lah sudah malam, Good Night, Za!" Ujar Zoya memutuskan sambungan video call nya.


Zoya pusing memikirkan masalah Fayza, Zoya sangat tau gimana kebiasaan Fayza jika dilarang semakin dibuat.


Terlihat Max sudah kembali masuk kedalam kamar dan duduk disamping Zoya merangkul pundak istrinya.


"Kenapa wajahmu seperti ibu anak 10?" Ledek Max.


"Dih, aku pusing!"


"Ha, mana yang sakit? Kita kedokter sekarang!" Ujar Max berdiri menarik Zoya untuk mendatangi ruangan dokter yang ada di markas Mexmar.


Zoya mengerutkan keningnya lalu menarik tangannya kuat agar terlepas, "Aku gak apa-apa, kenapa kau jadi sangat lebay seperti ini!"


Saat Max ingin memaksa kembali Zoya untuk menemui dokter tiba-tiba Zoya merasa mual dan langsung berlari ke dalam kamar mandi.


Max semakin panik dibuatnya, dan ikut masuk kedalam melihat situasi dan keadaan istrinya, "Kenapa, sayang?"


"Kan udah aku bilang kita menemui paman.... Agar dia bisa memeriksamu! Kau ada makan apa tadi?" Tanya Max bertubi-tubi sambil menekan lembut punggung istrinya itu.


"Aduh, aku tidak apa-apa, Gendongggg!" Rengek Zoya.


"Apa?" Tanya Max yang bingung dengan tingkah istrinya.


"Iya, Gendong! Nggak mau?" Tanya Zoya kesal.


"Iya, Sayang mau!" Ujar Max menggendong Zoya keluar dari kamar mandi.


Max menggendong tubuh Zoya ala bridal dan Zoya melingkarkan tangannya dileher Max lalu meletakkan kepalanya di dada bidang milik suaminya itu.


Setelah meletakkan Zoya di atas kasur, Zoya teringat akan permintaan Fayza tadi lalu ingin meminta baik-baik kepada Max.


"Hmm, Sayang? Apa Saguna disana telah berhasil menemukan harta milik Gerxas?" Tanya Zoya pelan.


"Belum, mereka masih melihat situasinya, belum tepat untuk memulai rencananya!" Ujar Max.


"Apa kau bisa membawaku kesana?" Tanya Zoya lagi.


"Untuk apa?" Tanya Max mulai curiga.


Max curiga kalau istrinya lagi suka atau selingkuh dengan Saguna karena tiba-tiba menanyakan tentang Saguna dan bahkan ingin kenegara P untuk menyusul.


"Dirumah aja juga bosen, Sayang! Please, aku akan bawa Fayza, kau sudah mengerti kan maksudku?" Tanya Zoya.


Bersambung ....


hai guys semoga suka dengan part ini ya, mohon dukungannya untuk karya author yang remahan ini.


Dukungannya yaitu dengan klik Like, Komentar, Vote, Hadiah, dan juga bintang lima. kalau suka dengan cerita ini jangan lupa klik tombol favorit.


terimakasih banyak atas dukungannya, sehat-sehat buat para reader tercinta❤️