King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Kemalangan Zoya



Telah bercecer darah dimana-mana, hingga datang Volker beserta lain nya membawa sebuah truk untuk menempatkan para tubuh mereka di dalam nya, saat ini mereka telah mengatur kondisi dan suasana agar sekitar tidak ada yang menaruh curiga atau melihat kejadian tragis itu.


Dengan aman mereka meletakkan mayat ke dalam truk dan terakhir Zeyn dimasukkan ke dalam plastik putih besar yang biasa digunakan untuk membungkus beberapa ikan segar, lalu meletakkannya kedalam truk juga.


"Sudah selesai, tuan muda!" Ujar Volker.


"Buat surat perkenalan dari diriku dan masukkan ke dalam plastik berisi tubuh Zeyn! Dan ingat pastikan Zeyn tidak tewas tetapi sekarat, biar dia merasakan penderitaan sebelum menemukan ajal nya!" Perintah Max.


"Baik, tuan muda!"


Volker langsung membuat surat perkenalan lalu memberikan kepada Max agar menaruh tanda tangan nya dikertas itu, setelah selesai langsung Volker masukkan kedalam plastik itu.


"Selesai pak! Silahkan bawa mereka ke dekat markas Gerxas, dan segera pergi dari tempat itu dan negara ini! Pergilah ke negara Y untuk dilatih menjadi anggota Mexmar!" Perintah Volker.


"Siap!" Ujar supir dan langsung membawa truk ke markas Gerxas.


Setelah kepergian truk itu, mereka langsung membersihkan darah yang bercecer dimana-mana dan merapikan kembali barang-barang di apartemen Zoya walaupun kerusakan dinding, atap dan pintu tidak dapat di perbaiki.


...----------------...


Di gedung kosong


Zoya merasa lapar dan kesepian di tempat menyeramkan ini, tetapi Zoya berusaha agar diri nya tidak takut dan duduk di salah satu kursi tua yang ada di dekat gerbang tanpa sadar akhirnya ia tertidur dengan pulas di tempat itu karena seharian ini sangat melelahkan bagi diri nya.


Dengan suasana yang sepi bahkan tidak ada satu manusia pun yang melintasi tempat tersebut hingga waktu telah menunjukkan pukul 12.00 malam pergantian hari, dari suara yang menyeramkan dan burung hantu yang berkeliaran di tempat tersebut tidak mampu membangunkan tidur pulas dari seorang Zoya.


Hingga suatu cahaya terlihat dari jarak jauh mendekat ke arah gedung tersebut, dan ternyata cahaya itu berasal dari mobil Max, berhenti tepat pintu gerbang dan tatapan nya langsung jatuh kepada sosok Zoya yang telah terlelap disitu.


"Cih, aku kira kau bakal ketakutan dan menangis tetapi malah tidur seperti anak kudanil saja! Memang wanita aneh!" Ujarnya dan menyeringai.


Max bingung harus membangunkan nya atau mengangkat wanita dihadapan nya, karena tidak menemukan jawaban akhirnya Max langsung menggendong tubuh Zoya ala bridal memasuki mobil nya.


Saat meletakkan tubuh Zoya ke tempat duduk, tangan nya tersangkut sesuatu hingga posisi wajah Max tepat di depan wajah Zoya hanya berjarak beberapa centimeter saja, membuat Max membelalakkan matanya lalu menatap Zoya yang telah tertidur pulas itu tanpa di sadari nya bibir nya terangkat mengulas senyuman tipis.


Max langsung mengedipkan mata nya lalu menutup pintu untuk Zoya dan menuju kemudi agar segera melajukan mobilnya menuju apartemen.


Max melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga tanpa perlu waktu lama telah sampai di apartemen dan wanita di samping nya belum juga terbangun membuat nya membuang nafas nya kasar lalu keluar mobil untuk menggendong Zoya kembali lalu masuk ke dalam apartemen.


Ia meletakkan Zoya dengan pelan-pelan ke atas ranjang lalu saat diri nya ingin pergi tangan nya di tahan oleh Zoya.


"Jangan please jangan! Jangan tinggalkan Zoya, tolonggg hiksss...hiksss!" Zoya mengigau karena mengalami mimpi yang sama berulang kali.


Max mengerutkan alis nya dan melihat tangan yang digenggam erat oleh Zoya lalu melapas nya dengan kasar dan ingin pergi meninggalkan Zoya sendiri namun hati nya menahan, akhirnya Max memilih tidur di sofa yang ada di kamar menunggu wanita itu bangun.


.....


Sedikit cahaya memasuki dari sela-sela kamar menerangi wajah Zoya hingga membuat nya mengerdipkan mata lalu menutup nya dengan kedua tangan nya.


Zoya kaget dan terbangun karena kamar nya tidak pernah terkena cahaya matahari, lalu teringat kembali kejadian kemarin.


"Bukannya aku ada di gedung kosong? Kenapa aku bisa disini? Ini dimana?" Ujarnya panik lalu mencampakkan selimut yang dipakai nya.


Mata nya melirik semua yang ada di dalam kamar dan pandangan nya jatuh kepada Max yang tertidur membuat nya panik setengah mati lalu melirik semua pakaian nya hingga pakaian dalam nya ternyata masih aman.


Langsung Zoya lemparkan bantal yang ada di dekat nya sekuat mungkin hingga mengenai tepat di wajah Max membuatnya kaget dan langsung terduduk menatap bantal yang mengganggunya dengan kesal lalu beralih menatap tajam Zoya.


"Apa maksudmu? Kenapa kau tidak sopan dengan bosmu?" Sulut Max dengan emosi.


"Kau yang maksudnya apa? Kenapa aku bisa disini dan kenapa kau juga berada satu kamar dengan ku? Apa kau telah macam-macam padaku?" Tanya Zoya berapi-api.


"Terlalu percaya diri juga tidak baik, Zo!" Ujar Max dan meninggalkan Zoya sendiri.


Zoya kesal karena tidak di gubris langsung turun dari ranjang dan berlari mengikuti Max.


"Ini sekarang menjadi apartemen mu! Apartemen jelek mu itu sudah aku jual dan menggantinya yang lebih bagus! Dan stop mengucapkan terimakasih, aku gak perlu! Aku harus pergi!" Ujar Max.


"Hei bagaimana bisa kau seenaknya menjual apartemen ku! Barang ku gimana?" Teriak Zoya.


"Maaf nona, ini barang-barang semua telah aku bawa kesini dan telah aku beresin dan susun ditempat yang seharusnya! Kalau begitu aku pergi nona!" Ujar Volker dari ruang utama.


Zoya kaget ternyata ada orang lain selain mereka berdua, "Oh!"


Setelah kepergian mereka semua akhirnya Zoya langsung melihat semua mendali dan piagam beharga nya telah tersusun rapi lalu berlari ke kamar apakah baju nya juga sudah berada di lemari? Setelah sampai kamar ternyata satu baju pun tidak ada membuatnya kesal.


"Terus aku disini mau pakai apa? Pria menyebalkan seperti dirimu kenapa harus terlahir di duniaku!" Teriak Zoya frustasi.


Tokkk...tokkk...tokkk


"Itu siapa lagi sih?" Ujarnya kesal lalu berjalan menuju pintu depan.


Ceklekk... Terlihat seperti wanita penjual baju karena membawa begitu banyak baju baru di tangan nya membuat Zoya mengerutkan alisnya.


"Ada apa ya?" Tanya Zoya.


"Hmm, maaf apa benar ini nona Zoya?"


"Iya, aku sendiri!"


"Ini pakaiannya mau di letak di mana, nona?"


"Maksud mu? Aku tidak memesan baju apapun!"


"Tadi ada seorang lelaki yang membeli nya dan menyuruh menaruh nya di lemari Anda nona!"


"Apa saya boleh masuk, nona?"


"Maksud mu lelaki seperti apa?"


"Sangat tampan dengan tubuh yang banyak diminati para wanita! Anda sangat beruntung nona!"


"Yaudah biar aku saja yang membawa nya masuk! Terima kasih banyak ya!" Ujar Zoya mengambil pakaian itu.


"Oke, kalau begitu saya pamit, nona!"


"Oke!" Zoya langsung masuk ke dalam lagi dan mengunci pintu apartemennya.


Zoya mencampakkan semua baju baru itu di atas ranjang dan memandang nya dengan tatapan tidak mengerti.


"Kenapa pria itu sangat aneh! Untuk apa membelikan ku baju sebanyak ini, sedangkan baju lama ku masih bagus semua!"


Dengan kesal Zoya memasuki semua baju ke dalam lemari dan menyusun nya.


"Ah tapi yaudalah, untung masih ada baju buat ganti!" Ujarnya mengambil salah satu baju itu lalu ke kamar mandi.


Bersambung...


halo guys mintak dukungannya yaa


like, komentar, vote, bintang lima dan juga gift agar author semangat teruss.


Terimakasih yang sudah ikut mendukung karya ini, dan selalu membacanya Love You.


❤️❤️❤️❤️❤️