
Sesampainya mereka di sebuah gedung mewah milik Mexmar yang menjadi tempat acara pernikahan Zoya dan juga Max, Zoya langsung menuju ke kamar untuk dihias sedangkan Max langsung menuju ke markas Mexmar.
"Volker, apa semua sistem keamanan berjalan dengan baik?"
"Sangat baik tuan muda, di sekitar gedung sudah ada ketua tim A B C beserta anggotanya dengan tingkat kemananan yang berbeda-beda,"
Setibanya mereka di markas Max langsung menuju ruang rapat yang sudah terkumpul semua di dalam nya ingin membicarakan selanjutnya pernikahan Max agar berjalan dengan baik dan aman.
Max datang dengan emosi dan membanting pintu saat memasukinya, menatap semua dengan tajam.
"Setelah acara pernikahan aku ingin tau Bangka Gerxas mati ditangan ku!" Sulut Max dengan emosi.
"Redamkan emosi mu Max, biarkan Gerxas Saguna dan Haider yang mengurus, karena keberadaan Dega telah ditemukan! Setelah acara pernikahan ini selesai akan kita tahan Dega sebagai sumber informasi menghancurkan Gerxas!" Ujar Brees.
Max setuju dan duduk dengan tenang lalu menyimak semua penjelasan dari paman Omar.
"Di titik-titik tertentu sudah terpasang boom untuk musuh yang memijaknya dan boom itu aman untuk kita , karena ledakan nya hanya kecil dan tidak menyebar namun sangat berbahaya bagi yang menginjaknya! Kau tidak perlu memikirkan semua musuh, kau hanya perlu fokus di pernikahan mu! Serahkan ini semua kepada Haider dan Saguna!"
"Baik Paman,"
Susunan strategi dan rencana untuk pernikahan telah selesai dibicarakan.
"Saguna, saat kau tidak sibuk sempatin masuk ke dalam memberikan selamat kepadaku! Kalau tidak habis kau," ancam Max.
"Haha, aman!"
"Kenapa kau tidak bersama Fayza yang kau peluk di bandara?" Bisik Max.
Saguna yang mendengarnya langsung melotot dan pergi begitu saja.
...----------------...
Gedung pernikahan.
Max telah siap dengan gagahnya menuju acara pernikahan, sedangkan Zoya masih berada di dalam kamar.
Sebuah gedung dan ruangan yang telah di dekorasi dengan sangat bagus dan elegan dengan tema warna putih dan hijau mint kesukaan Zoya, hingga para baju tamu pun harus memakai baju sesuai warna yang telah ditentukan. Sebuah acara pernikahan yang sangat mewah dan terpopuler di negara Y dan menjadi perbincangan diseluruh penjuru negara Y, hingga para wartawan tidak habis-habisnya mencari momen istimewa untuk mereka jadikan berita.
Semua yang melihat Max bersorak gembira dan kagum karena ketampanan seorang Max.
"Khansa, apa kau tidak iri dengan Zoya? Apa kau tidak ingin menikah juga?" Tanya Fayza.
"Enak saja ya pasti menikahlah, tapi nanti tunggu Abang mafia tampan menjemput adek!" Ujar Khansa dengan gaya sok imut.
"Mafia terus pikiranmu, emang kau sanggup setiap hari mendengar suara tembakan? Dengar sekali saat di bandara saja kau hampir pingsan!" Ejek Fayza.
"Aku orangnya simple kok, bisa menyesuaikan keadaan dan dapat berkembang biak dengan baik!" Ujar Khansa.
"Hewan kali berkembang biak!"
Ditengah perdebatan mereka pintu utama telah terbuka dan muncul Zoya dengan gaun pernikahan nya yang sangat membuatnya semakin terlihat cantik hingga membuat semua pasang mata terpesona dan kagum.
"Zoyaaaaaa!" Teriak Khansa dan Fayza
Mereka langsung berlari dan mengiringi Zoya berjalan dibelakang nya.
"Aku terharu bisa mengantar Zoya sampai dia menemukan pasangan hidupnya dari sekian lama mengalami penderitaan!" Ujar Khansa.
"Sama, aku bahagia banget kita menjadi salah satu keluarga terdekatnya di acaranya ini!"
Max saat melihat Zoya langsung tertegun dan menatap Zoya dengan kagum yang luar biasa dan segera turun menghampiri Zoya dan memberikan tangannya untuk di gandeng oleh Zoya.
"Zoya, kau sangat cantik sekali!"
"Terimakasih sudah memilih hidup denganku!" Ujar Max dengan terus menerus tiada henti.
Zoya hanya menatap Max dengan tatapan yang sangat dalam. Hingga akhirnya rangkaian demi rangkaian acara pernikahan telah selesai hingga akhirnya mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri.
Max menatap Zoya dengan dalam lalu mengambil sebuah mic untuk berbicara di depan semuanya.
"Aku Max Agha Mexmar sungguh mengakui kalau aku mencintai istriku bernama Aneska Zoya Zetana, dan sangat beruntung menemukan dirinya di tengah hampa yang melanda di diriku!" Ujar nya menatap Zoya dan menggenggam tangannya.
Zoya tidak percaya kalau Max melakukan nya dan mengumumkan perasaannya di depan semua.
Semua wanita yang mendengar nya teriak histeris begitupun dengan Khansa dan Fayza.
"Zoya, I love you!" Ujar seorang Max.
"I love you more!" Jawab Zoya dengan senyuman terbaiknya.
"Aaaaaahhh, Zoya aku meleyot!" Ujar Khansa.
"Zoya bisa biasa aja yaa, wah kalau aku pasti udah pingsan disana!" Sahut Fayza.
Lalu Max menarik tengkuk leher Zoya dan mencium bibir nya lalu ********** dengan lembut membuat semua pasang mata terharu gembira. Lalu Max melepaskannya.
"Max, apa kau akan janji kalau tidak akan meninggalkan ku dalam keadaan apapun?"
"Tanpa perlu perjanjian itu sudah menjadi kewajiban seorang, Max!"
"Makasih sudah memilih ku!" Ujar Zoya.
"Aku yang terimakasih!" Ujar Max memeluk Zoya.
"Oke, sekarang acara lempar bunga ya?"
"Kita persilahkan pengantinya untuk melempar bunganya!"
"Kita hitung ya, 1, 2, 3 !"
Zoya dan Max bersamaan melempar sebuah bunga dengan membelakangi para tamu dan melempar nya kebelakang.
Fayza yang melihat nya langsung berlari mengambil bunga itu dan tangannya berhasil mendapat kan sebuah bunga namun tidak hanya Fayza tetapi Saguna juga mendapatkan nya hingga tatapan mereka saling bertabrakan dengan tatapan yang tidak dapat di artikan mereka larut dalam perasaan masing-masing sedangkan yang lain sedang berteriak dan menyoraki mereka berdua berjodoh.
"Fayzaaaa, selamat yaa semoga kau segera menyusul Zoya bersama Saguna!" Ujar Khansa dengan berteriak.
Zoya dan Max yang melihatnya saling bertatap dan tertawa melihat mereka berdua.
"Apa kau setuju kalau Saguna berjodoh dengan Fayza?" Tanya Max.
"Aku menyetujui perasaan Fayza," jawab Zoya dengan gembira.
Fayza sadar dan langsung tersenyum sedangkan Saguna langsung melepaskan bunga nya dan memberikan pada Fayza lalu meninggalkan nya dan berjalan menuju Max dan Zoya.
Fayza terpaku dengan perasaan yang campur aduk lalu Khansa mendekatinya.
"Ini acara bahagia Zoya jangan terlihat murung ya, aku tau kok perasaan mu gimana! Fayza ku pasti kuat," ujar Khansa menggandeng tangan Fayza dan tersenyum lebar.
bersambung ...
maaf kalau tidak sesuai ekspektasi para pembaca 🙏 author lagi kurang sehat dan memaksakan agar hari ini bisa double up untuk pembaca semuanya🙏🙏
terimakasih untuk dukungan nya sejauh ini dan terus dukung karya ini hingga selesai yaa🙏🤗
salam sayang semuanya ❤️ undangan terbuka buat para reader 🤭