
Setelah sampai apartemen Max langsung masuk ke dalam menggunakan kartu akses yang dia punya, ternyata kartu akses di apartemen Zoya tidak hanya satu tetapi dibuat dua oleh Max.
Zoya yang melihat nya membelalakkan mata nya menatap Max tidak percaya.
"Kenapa ada dua kartu akses?" Tanya Zoya.
"Iya, biar aku gampang kalau mau masuk ke dalam!" Ujar Max datar.
Setelah pintu terbuka terpampang di ruang keluarga sedang menonton televisi dan menatap ke arah Zoya dan Max terkejut sampai menutup mulut nya menggunakan tangan nya.
"Zo, kau kenapa rambut basah seperti ini dan bajumu?" Tanya Khansa menyelidiki dan menatap Max dengan tajam.
"Hei, kau berbuat apa dengan Zo ku, ha?" Tanya Khansa.
"Eh, Khansa bukankah dia terlalu tampan! Kenapa kau marahi biarkan Zoya bahagia dengan pasangan barunya, ini sangat langka bukan?" Bisik Fayza.
"Kalian jangan berfikir yang enggak-enggak yaa! Yaudalah aku mau kekamar dulu ganti baju," ujar Zoya menuju kamar nya.
"Hei, nama mu siapa kak?" Tanya Khansa.
"Kalian siapa?" Tanya Max balik.
"Lah kau yang siapa?" Ketus Fayza.
"Aku Max!" Jawab Max datar.
Mereka berdua saling menatap dan kagum.
"Oh ternyata kau Max, kami setuju kok kalau kakak sama Zoya!" Ujar Khansa.
"Apa kalian teman nya dari negara Y?"
"Benar, kenalin aku Khansa," ujar Khansa memperkenalkan diri.
"Aku Fayza,"
Max hanya mengangguk dan tersenyum, tidak perlu waktu lama Zoya langsung kembali bersama mereka.
"Hm bajunya besok aku kembalikan ya biar di cuci dulu!" Ujar Zoya.
"Gak perlu, buang aja! Yaudah aku pulang," pamit Max dan langsung keluar.
"Dih, kenapa ketus banget!" Protes fayza.
"Ceritain sama kami kejadian tadi itu apa, Zo?" Tanya Fayza.
"Pas tadi latihan rupanya hujan turun, basah deh jadi pakai baju dia terus di anter nya pulang! Gak tau kenapa dia baik, biasanya selalu nindas aku terus, gitu doang kalian jangan berfikir yang bukan-bukan,"
Zoya menceritakan kejadian dari awal jumpa sampai dia di klaim jadi budak Max dan diperlakukan sangat tidak baik.
"Wah, itu kurang ajar namanya! Kalau aku tau tadi pas dia datang aku getok kepala nya pakai vas kaca itu!" Ketus Khansa.
"Yaudalah gak usah dibahas lagi, aku capek mending kita tidur besok harus pagi banget kita berangkat nya karena tempat nya jauh!" Ujar Zoya.
"Zo, kita tidur bareng bertiga ya!" Pinta Khansa.
"Boleh, dikamarku aja ya!"
Mereka semua langsung menuju kamar Zoya dan berbaring di atasnya, Khansa belum bisa tidur.
"Zo, Za! Kalian tau gak kalau kalian itu berharga buat aku, kalau misal nya aku nanti yang pergi duluan ninggalin kalian! Aku minta kalian jangan lupa ya samaku karena nanti aku bakal sedih banget disana," ujar Khansa sedih.
Zoya yang sudah menutup mata nya langsung menatap Khansa tidak percaya akan perkataan nya begitupun dengan Fayza.
"Yee bahas mati Mulu, emang udah niatan mau mati apa?" Ketus Fayza.
"Fayza jahat banget ngomongnya, kan Khansa jujur nih aku tuh sayang banget sama kalian!" Ujar Khansa memeluk teman nya yang di samping kanan kiri.
"Gak ada yang pergi duluan kita akan selalu bareng-bareng, dulu aku inget banget waktu kalian pertama kali datang ke aku nyelamatin diriku yang hampir mau bunuh diri, dan disitu aku cuma punya kalian berdua bahkan keluarga aku sendiri gak mau anggap aku lagi!" Ujar Zoya.
"Kenapa suasana nya jadi mellow gini sih, udah dong kalian itu gak ada yang boleh mati kalau aku belum mati!" Ujar Fayza asal ceplos.
"Zoya semangat untuk besok ya, kami selalu dukung kau dimana pun jangan pernah merasa sendiri lagi!" Ujar Khansa memeluk Zoya begitupun dengan Fayza.
"Yaudah tidur semua nya, selamat malam," ujar Zoya.
Dan akhirnya mereka pun terlelap.
...----------------...
Apa aku menyukai Max? Dia lelaki keras namun sulit di tebak, di dekat nya aku merasa tertantang tapi juga nyaman, batin Zoya bergemuruh.
Terlebih lagi perlakuan dia kemarin, dan perkataan semua anggota nya kalau dia menyukai ku, berarti dia emang benar menyukai ku, aku gak sabar rasanya dia nyatain sendiri rasa itu, batin Zoya.
"Hei, masih pagi udah melamun senyum sendiri lagi, awas Lo kesambet kudanil," ujar Khansa.
"Apaansih, ganggu banget!"
"Atau kau sedang memikirkan lelaki itu ya?"
"Hmm, menurut kalian kalau aku nyaman di dekat nya terus kek senang gitu emang itu namanya suka ya?" Tanya Zoya.
"Dih, Fayzaaa liat noh kawan mu lagi bucin, makanya jangan terlalu membenci akhirnya suka kan, mamam tuh omongan sendiri!" Ketus Khansa.
"Sudah kubilang yang berlebihan itu gak baik!" Ujar Fayza.
"Kapan bilang nya?" Tanya Zoya.
"Barusan!"
"Jadi gimana menurut kalian? Aku harus mendekat atau menjauh?" Tanya Zoya lagi.
"Kalau sikap dia udah berubah ke dirimu, gak perlu menjauh tetapi kalau dia masih seperti itu lebih baik menjauh, dia bukan orang biasa seperti kita Zo, aku sama Khansa gak ingin kau tersakiti lagi!" Ujar Fayza.
"Dia berbahaya, kita tunggu sampai hari ini kalau dia berubah baik padamu dan memperlakukan kau dengan baik, kami setuju kau sama dia yang penting Zo ku bahagia!" Ujar Khansa.
"Kalau gitu aku pikir lagi deh," ujar Zoya lesu dan berjalan menuju garasi mobil.
Semua langsung masuk ke dalam mobil dan Zoya langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi, dua jam kemudian akhirnya mereka sampai di sebuah gedung besar tempat perlombaan itu dilangsungkan.
Telah terlihat dari berbagai negara telah hadir, bahkan dari negara Y juga ada selain Zoya terlihat dari pakaian dan penanda dirinya. Zoya tidak mewakili negara tetapi dirinya sendiri walau nanti bakalan disebutkan dari negara Y, kalau dia menang negara Y akan bangga kalau dia kalah mungkin dia akan jadi bahan bully an karena berani ikut tanpa konfirmasi ke negara sendiri.
Zoya sangat semangat dan meletakkan semua peralatan nya bersama Khansa dan Fayza saat Zoya ingin berkumpul dengan yang lain nya tetiba saja bruggg...tubuh nya tertabrak lelaki yang ia adalah Max, Max hanya menatap nya tajam dan langsung pergi meninggalkan Zoya.
Zoya yang awal nya senang menjadi lesuh dan memperhatikan punggung Max yang menjauh, namun Zoya malah berlari mengejar Max dan mengehentikan jalan nya.
"Max apa kabar? Apa kau disini mau mendukungku?" Tanya Zoya.
"Mendukungmu? Kau punya kaca tidak? Untuk apa aku mendukungmu, jangan karena anggota yang lain bilang kalau aku suka sama mu itu benaran terjadi, itu gak mungkin Zoya, aku tidak menyukai mu dan kau hanya budakku, berlaku lah seperti budak jangan melewati batasanmu! Aku kesini karena ada keperluan bukan karena dirimu, berusahalah kau menang kalau tidak mau mendapat hukuman dariku, MINGGIR," ketus Max dengan menggeser tubuh Zoya agar tidak menghalanginya dan segera pergi meninggalkan Zoya yang terpaku disitu.
Max berbalik ,"Dan satu lagi, jangan pernah berharap menjadi nona muda keluarga Mexmar!"
Lagi dan lagi Zoya merasakan seperti ada batu besar menghantam dada nya hingga membuat nya sesak, lalu menatap nanar kepergian lelaki itu.
"Jadi maksud nona muda, mereka mengira aku bakal menjadi istri dari Max!" Ujar nya dengan tersenyum kecut.
Khansa dan Fayza yang mendengar nya langsung berlari memeluk Zoya menenangkan sahabatnya itu.
"Hei, lihat aku! Berarti dia emang gak pantes untukmu Zo dan berhenti suka sama dia, kau harus fokus sama pertandingan ini yang sangat kau impikan, kau mau membuat mama sama papa bahagia kan? Buat aku sama Khansa bangga kan?" Tanya Fayza menenangkan.
"Jangan hanya karena lelaki itu kau gagal disini Zoya, buktikan sama dia sama semuanya kalau kau bisa! Kami selalu ada disamping mu, oke!"
"Iya Zo yang kuat ya, karena Zo kami emang sangat kuat bukan?" Tanya Khansa.
Zoya menatap mereka bergantian dan memeluk nya.
"Thank you for always being there for me!" Ujar Zoya.
"SEMANGAT!" Ujar Khansa dan Fayza bersamaan.
Zoya tersenyum dan mengangguk lalu langsung berlari menuju tempat perkumpulan, Zoya bergabung dengan negara Y.
Semua menunggu giliran masing-masing, Zoya menatap mereka semua yang bertanding dengan mulut menganga karena sangat keren sekali bagi nya, dan semangat Zoya terbakar dia berusaha melupakan kejadian sebelumnya.
"Selanjutnya, mari kita sambut ANESKA ZOYA ZETANA ASAL DARI NEGARA Y,"
Semua bertepuk tangan begitupun dengan Khansa dan Fayza dari jarak jauh sedang besorak gembira menyemangati Zoya dengan sangat agresif. Namun semua yang berasal dari negara Y kebingungan, karena mereka tidak mengetahui nama itu, saat Zoya berdiri semua tatapan mengarah pada nya dan Zoya berjalan dengan elegan ke lapangan utama, semua yang melihat nya terpana dengan kecantikan dan aura yang dikeluarkan oleh Zoya.
Tepuk tangan tidak terdengar hanya tatapan kagum, hingga Khansa dan Fayza sangat berisik.
"Ayooo, Zoyaaa! Tunjukan pesonamu," teriak Khansa.
"Semangat Zoya!" Teriak Fayza.
Semua lamunan mereka tersadar dan kembali bertepuk tangan untuk Zoya. Hingga hanya beberapa saat saja Zoya menjadi Tranding di seluruh negara karena mengikuti pertandingan itu, semua mendukung Zoya.
Bersambung ...