King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Siapa Yang Tersisa?



Ambulance telah berdatangan membawa semua tubuh yang sedang tidak sadarkan diri itu, setelah ambulance berangkat, Zoya dan yang lainnya segera menyusul dengan melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.


"Mereka pasti baik-baik aja," ujar Khansa kepada Zoya dan Fayza.


Khansa duduk ditengah antara mereka berdua, membawa kepala mereka berdua untuk tidur dibahunya, kefokusan Erlan terpecah dan melirik belakang melalui kaca, lalu ia terhanyut akan kelembutan Khansa.


Zoya dan Fayza tidak bersuara sama sekali pikiran mereka sedang kacau saat ini, bahkan pernikahan yang direncakan ayah nya akan terjadi sekitar seminggu lagi.


"Kalau Saguna nggak selamat gimana?"


"Dia janji samaku kalau dia akan baik-baik aja dan datang ke rumahku untuk membawaku pergi bersamanya, tapi dia selalu ingkar janjinya! Untuk kesekian kalinya dia mengecewakanku," ujar Fayza.


"Kalau dia nggak selamat, aku nggak tau harus ngelakuin apa sama hidupku!"


Zoya melirik ke Fayza, "Mereka pasti selamat."


"Zo, kenapa kita harus terlibat di keadaan kayak gini? Kenapa kita berhubungan sama orang yang jelas dunianya sudah berbeda dengan kita? Aku ingin keluar tetapi semua buntuh, aku nggak temuin jalan keluar manapun!" Ujar Fayza.


Verin melirik kebelakang, "Kak, takdir nggak bisa kita yang tentuin! Mereka orang baik, mereka nggak akan melalui hal seperti ini kalau Gerxas tidak mencari masalah lebih dulu, dan kakekku menjadi korban dikejadian ini, dia telah tewas di tangan Alex."


Zoya membalalakan matanya, "Jadi yang dibicarakan Alex nggak omong kosong?"


Verin menggeleng.


"Saat perjalanan kakek ingin menuju tempat kita, dia telah diikuti oleh Alex. Ternyata kakek mengetahui kalau dirinya diikuti, dan bertarung dengan Alex saat kakek hampir mengalahkan Alex, kawanan nya datang menyerang kakek habis-habisan,"


"Lalu Alex menuju tempat persembunyian kita, kakek belum tiada tetapi dia sekarat saat itu, karena tidak mendapatkan pertolongan dengan cepat, saat aku ingin mengejar Alex yang membawa kakak, aku bertemu dengan kakek, dan dia menjelaskan semuanya, dia memberikan kalung ini untuk calon anak kakak, kakek yakin Alex tidak akan membuat kakak terluka dia hanya menjadikan kakak sebagai ancaman, setelah memberikan ini dan memberikan sebuah kotak yang berisi pernyataan kalau aku akan menggantikan posisinya di Mexmar, aku kehilangannya saat itu juga!"


"Aku menuju negara P menemui kak Erlan untuk meminta bantuannya, makanya aku bisa sampai sini," jelas Verin.


"Kalau tidak ada aku disekitar kalian mungkin kalian tidak akan menjadi korban," ujar Zoya.


"Tidak, kami bersyukur ada kakak di Mexmar! Bahkan kakek berkata seperti itu, terimalah kalung ini!" Verin memberikan sebuah kalung.


Zoya menatap kalung itu dengan tersenyum, "Terimakasih, sensei!"


***


Sesampainya dirumah sakit ternyata mereka langsung berlari menuju ruangan mereka, dokter yang menangani mereka mendatangi Zoya dan yang lainnya.


"Volker, Will, tuan besar Brees, telah tiada." Dokter itu menundukkan kepalanya.


Deg!


Seperti terkena Sambaran petir Zoya memundurkan langkahnya lalu pingsan.


"Gimana, dok? Kondisinya?" Tanya Khansa.


"Kondisinya sangat lemah dan itu bisa mempengaruhi kandungannya, biarkan dia istirahat terlebih dahulu, kalau bisa jangan berikan kabar yang bisa membuat kondisi nya semakin melemah," ujar dokter.


Khansa hanya mengangguk lalu menuju ranjang pasien Zoya merapikan rambut nya.


Sedangkan diluar, semua lagi terduduk lesuh di kursi.


"Saguna gimana, Erlan?" tanya Fayza.


"Dia lagi kritis,"


"Max?"


"Kondisi Max lebih parah dari Saguna!" Ujar Erlan.


Hufftt!


Hembusan nafas pasrah saling bertautan, Isak tangis terus terdengar, seakan dunia sebentar lagi akan hancur dikehidupan mereka.


Verin tidak dapat menahan lagi rasa sesak di dadanya, lalu keluar menuju taman untuk menenangkan dirinya sendiri.


"Kakek, ternyata persahabatan kalian nggak berakhir antara dua dunia tetapi sampai kedunia lain, kenapa kalian pergi secara bersamaan? Bisakah aku untuk menangis saat ini? Bolehkah aku untuk menunjukkan perasaan hancurku? Bahkan aku nggak tahu apa yang akan diperbuat selanjutnya!" Ujar Verin.


"Jangan ikut bawa anggota Mexmar yang lainnya, kakek dan kakek Brees. Biarkan Saguna dan Max menetap disini, setidaknya kekacauan ini masih ada titik terangnya!" Ujar Verin menunduk.


Dia bersender di sebuah kursi, menatap langit yang saat ini sedang menertawain dirinya.


"Kek, saat ini aku sudah tidak memiliki siapapun, kakek satu-satunya keluarga Verin, tetapi kakek ikut meninggalkan, Verin!"


"Tenang disana ya, kek!"


"Verin!" Panggil seseorang lelaki.


Verin menoleh kebelakang lalu membelalakkan matanya.


"Kauuu!"


bersambung....


jangan lupa untuk dukungannya ya semuaa, love you all❤️