King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Pertunangan



Saguna merebahkan dirinya di kasur setelah kepergian Zoya, menatap langit ruangan dengan pikiran yang menerawang jauh. Memantapkan hatinya haruskah dia labuhkan hanya kepada Fayza? Atau cinta pertamanya Geisha?


Geisha adalah cinta pertamanya dari masa kecil, tetapi saat ini Geisha telah mencintai pria lain. Haruskah Saguna membiarkan hatinya untuk Fayza? Yang selalu berkorban demi dirinya.


"Hei, melamun terus!" Erlan datang mengejutkan Saguna.


"Sialan, untung jantungku masih aman!" Sungut Saguna.


"Eh, kau kapan sampai sini? Ada apa?"


"Mau ngasih nih, buat kalian!"


"Apa nih?"


Saguna menerima sebuah undangan pernikahan Geisha dengan pria lain, lalu meletakkannya di sebuah meja menatap Erlan datar.


"Oke!"


"Kalian harus punya kehidupan masing-masing! Kejarlah Fayza sebelum kau menyesali semuanya, dia pantas mendapatkan kebahagiaan nya." Saguna menepuk pundak Saguna lalu pergi menuju ruangan Max berada.


Saguna melihat jam tangannya, terlihat pukul 09.00 pagi, dan acara akan dimulai sekitar setengah jam lagi membuat Saguna bergegas mengambil kunci mobil dan menuju tempat Fayza.


Setelah bicara dengan Saguna tadi Zoya langsung berangkat kesana.


"Wah, cantik banget mama Fayza, ya nak!" Ujar Zoya mengelus perutnya.


Fayza tersenyum lalu ikut mengelus perut Zoya, "Sayang, nanti kalau kamu udah keluar! Mama kamu ada tiga loh, nanti jangan mau sama mama Khansa ya, dia jelek."


"Woilah, cantik gini juga!"


Fayza dan Zoya akhirnya tertawa, sedangkan Khansa merasa ternistakan tetapi dia senang karena melihat tertawa mereka kembali, setelah dua bulan lamanya Zoya tidak memperlihatkan tawanya, begitupun dengan Fayza yang berusaha menerima keadaannya.


"Sayang, sudah selesai?" Nisa datang memastikan putrinya.


"Sudah, Tante! Fayza sudah cantik banget nih,"


Fayza mendekat kepada mamanya lalu memeluknya.


"Kalau kamu nggak siap, acara ini bisa kita undurkan! Mama nggak mau kamu terpaksa ngejalanin semuanya,"


"Nggak Ma, ini udah keputusan papa!"


Fayza menggeleng, "Za siap, Ma!"


Mama tersenyum lalu mencium kening putrinya, "Yaudah, Mama tunggu di bawah ya."


"Hai, boleh aku masuk?" tanya Geisha.


Semua melihat ke arah sumber suara, dan terkejut.


"Geisha, kau disini?" Tanya Khansa.


Geisha tersenyum kepada Khansa lalu melirik ke arah Fayza, Fayza mengangguk dan tersenyum. Geisha masuk membawa sebuah undangan pernikahan.


"Aku mau menghadiri pertunanganmu makanya aku datang ke negara ini, dan memberikan ini untukmu," Geisha memberikan sebuah undangan.


Fayza melihat sebuah undangan pernikahan tersenyum getir, memikirkan hal yang tidak pernah ia sangka, akankah mereka mengumumkan pernikahan nya secepat ini? Apa emang takdir ini yang sudah tertulis untukku? Bisakah aku merelakan Saguna dengan tidak membenci?


"Selamat ya atas pernikahan kalian," ujar Fayza.


Khansa mendekat dan mengelus punggung Fayza, sedangkan Zoya merebut undangan itu dan membacanya.


"Kenapa baru memberi kabar sekarang? Siapa lelaki itu Geisha?"


"Dia teman masa sekolahku, dan kami akan saling mencintai," ujar Geisha.


Fayza mengerutkan keningnya lalu merebut undangan itu kembali dan melihat nama yang tertera bukanlah nama Saguna tetapi lelaki lain.


"Bukankah Saguna? Kenapa nama pria lain yang tertulis disini?" Tanya Fayza.


"Saguna hanya teman masa kecil sekaligus kakak bagiku, tidak lebih!" Jawabnya berbohong.


"Kalian cocok, aku yakin Saguna mencintaimu dan jangan mengambil keputusan secara mendadak," ujar Geisha kembali.


Geisha tersenyum lalu memeluk Fayza, Zoya dan Khansa saling menatap lalu tersenyum.


Kejadian beberapa bulan yang lalu ketika Saguna sadar, Geisha lah yang ada disana karena sedang shift merawat nya, tatapan mereka bertemu.


"Kamu sudah sadar?" Sontak Geisha terharu lalu memeriksa keadaan Saguna.