
Zoya telah sampai di puncak tembok dan melihat kebawah yang ternyata dia telah sangat tinggi hingga membuat nya pusing melihat ke bawah, lalu segera mengalihkan pandangan nya dan melihat situasi ternyata aman langsung ia turun dengan hati-hati. Di sisi lain Max terus menambah kecepatannya agar segera sampai lantai lima agar bisa sejajar dengan tembok Gerxas, dan pikiran nya saat ini berputar tentang Zoya bahkan niat awal ingin menolong Lien telah lenyap dalam pikiran nya.
"Hei Max! Jangan terlalu terburu-buru, keadaan masih ramai kalau ketahuan dikira kita mau mencuri di gedung ini! Wanita itu sepertinya sangat kuat jadi dia tidak memerlukan bantuan mu!" Ujar Saguna dengan menyeringai.
"Aku dengar dia budak mu? Tetapi kenapa kau sangat terlihat khawatir?" Tanya Saguna lagi menggoda.
Max langsung menatap ke atas ke arah dengan tajam, "Diam atau kau akan habis malam ini juga!"
"Aku yang habis atau wanitamu yang habis dengan mu?" Tanya Saguna lagi dengan tertawa.
Max sangat kesal dengan kelakuan Saguna sahabat nya sedari kecil itu yang tiada habis nya menggoda sedari dulu. Max hanya diam tidak ingin membalas perkataan Saguna karena tidak akan habis nya, mata Max melirik kebelakang melihat keberadaan Zoya yang ternyata sudah tidak ada di atas tembok lagi membuat nya panik dan berhenti turun lalu pandangan nya mencari keberadaan Zoya dengan sangat detail.
"Dimana kau? Setelah ini jangan harap lepas dariku! Terima akibat nya karena telah menambah beban ku disini!" Geram Max dengan pelan.
Karena Max tidak menemukan keberadaan Zoya akhirnya dia langsung bergegas turun kembali dan telah sejajar dengan tembok Gerxas membuat nya langsung lompat dan dengan hati-hati turun kebawah begitupun dengan Saguna.
Zoya ternyata telah mengendap-endap masuk ke dalam tempat seluruh misi dan visi terbentuk nya Gerxas, membuat nya mengerutkan kening dan membaca dengan bergidik ngeri.
"Ternyata ini Gerxas, mafia tertua di Negera ini! Lalu Max ada hubungannya dengan Gerxas apa jangan-jangan dia juga Mafia dari negara Y?" Ujarnya dengan melotot tidak menyangka.
"Habis aku! Kenapa aku bisa datang kesini dan kenapa aku bisa bersinggungan dengan anggota Mafia, pantas saja dia tidak menyukai desain ku di rumah nya ternyata dia tidak menyukai warna lain kecuali hitam dan merah!"
Terdengar suara telapak sepatu berjalan mendekat membuat Zoya langsung bersembunyi di balik tembok besar, beberapa anak buah Gerxas sedang berjalan dan tertawa sambil membahas sesuatu.
"Apa si Lien salah satu anak buah mata merah itu akan dibunuh sekarang?"
"Tidak! Lien sebagai pancingan untuk Max masuk ke dalam sini dan menyerahkan dirinya!"
"Apa kau yakin mata merah akan datang menyelamatkan?"
"Yakin, karena sejarah yang ku tahu Mexmar sangat menghargai seluruh anggota nya! Terlebih lagi Lien mereka jadikan umpan disini untuk memata-matai Gerxas, sudah pasti dia akan datang!"
"Max? Mata merah? Apa Max itu adalah mata merah? Mereka sangat dalam bahaya saat ini, apa aku harus ikut campur ke dalam nya?" Tanya Zoya pelan pada dirinya sendiri.
"Bagaimanapun Max telah membantuku walau membalasnya dengan menyusahakan diriku!" Ujar Zoya kembali dan terus menguping pembicaraan mereka.
"Sekarang Lien berada dimana?" Tanya salah satu dari mereka.
"Lien berada di ruangan bawah tanah! Sedang menikmati hidup nya yang sebentar lagi!" Jawab salah satu dengan seringai nya.
Mereka pun telah berlalu dari tempat itu dan hanya tersisa Zoya yang berada di ruangan itu.
"Ruangan bawah tanah? Gimana aku bisa kesana! Markas mereka ini sangat besar bahkan dapur nya aja aku gak tau!" Sungut Zoya dan terus berfikir.
Setelah memaksakan kehendak nya ia langsung nekat untuk memasuki lebih dalam dan keluar dari tempat misi dan visi itu terpampang, saat berbalik badan dan ingin berjalan.. brugh... tubuh nya tertabrak oleh lelaki hingga membuat keseimbangan nya melemah dan ingin terjatuh namun Max yang di tabrak nya langsung menangkap dengan mendekap pinggang Zoya.
Zoya membelalakkan mata nya saat yang di lihat nya adalah Max yang sedang menatap nya dengan sangat tajam seperti ingin menerkam.
Lalu Max menarik tubuh Zoya dan memeluk nya agar Zoya bisa berdiri sendiri lalu melepas tangan nya, Zoya yang diperlakukan seperti itu mematung seketika dan menyadarkan dirinya kembali, disisi lain Saguna memandang dengan tatapan menyelidik lalu mendekati Zoya.
"Kau wanita yang sangat tidak beruntung! Siapa namamu?" Tanya Saguna.
"Zo... Zoya! Maksudmu?"
Zoya melototkan matanya, "Bagaimana dia suka padaku? Apa kau tau dia selalu menindasku?"
"Saguna!" Geram Max.
"Sekali lagi kau bicara, akan kuhajar kau di hadapan paman Omar!" Ancam Max.
"Lihat lah, bukan kah dia sangat lucu?" Tanya Saguna pada Zoya.
Zoya memperhatikan Max yang menatap mereka dengan tajam, "Lucu apa nya, dia sangat menyebalkan!"
"Terima hukuman kalian berdua ketika keluar dari sini!" Ujar Max tidak main-main.
Membuat Saguna terdiam begitupun dengan Zoya yang langsung menunduk. Saat Max ingin kembali menyeludup masuk ke dalam meninggalkan mereka, tiba saja Zoya menarik tangan Max dan mendekat kepadanya.
"Aku tau sesuatu! Kau bisa mengandalkan ku disini, aku tidak akan menyusahkan dirimu!" Ujar Zoya meyakinkan.
Max tetap menatap tajam dan melepas pegangan tangan Zoya, "Apa yang kau tau?"
"Ruangan bawah tanah! Dan asal kalian tau kalian kesini berada dalam masalah besar karena sebenarnya kalian emang sangat dinantikan oleh Gerxas!" Ujar Zoya.
"Kenapa kau tau Gerxas?" Tanya Saguna.
"Aku telah membaca nya! Dan aku juga tau kalian adalah komplotan mafia dari negara Y bukan?" Tanya Zoya kepada mereka berdua secara bergantian.
"Setelah kau tahu kami mafia dan ini markas mafia kenapa kau gak lari dari tempat ini?" Tanya Saguna.
"Karena menurut ku ini tempat yang bagus melatih ilmu bela diri ku!" Ujar Zoya dengan tersenyum.
"Jangan berbangga diri! Kalau kau menyusahkan diriku maka kau akan habis setelah ini!" Ancam Max.
Zoya langsung memanyunkan bibir nya mendengar setiap ancaman yang keluar dari bibir Max, karena tidak ada kata indah yang keluar hanya ancaman dan selalu ancaman untuk Zoya.
"Aku salut padamu! Tetapi seorang wanita tidak dibenarkan untuk ikut ke misi berbahaya seperti ini!" Ujar Saguna.
"Tapi aku bakal buktikan ke kalian kalau aku bisa melindungi diri ku sendiri!" Ujar Zoya dengan percaya diri.
"Kalau begitu ikut aku!" Perintah Max kepada mereka dan menarik tangan Zoya agar ikut dibelakang nya dan tidak menjauh dari diri nya.
Zoya menatap tangan nya yang dipegang oleh Max tanpa dirinya sadar seulas senyuman terbit di wajah nya, sedangkan Max merutuki mereka berdua karena diri nya seperti nyamuk di antara mereka berdua.
Bersambung ...
Hai guys sesuai janji author maka hari ini bakal double up! semoga suka dan mohon saran yang membangun🙏
dan juga author minta dukungan nya berupa like, komentar, vote, bintang 5, gift.
dan jangan lupa tekan favorit agar tidak ketinggalan update terbaru ❤️❤️
love you all❤️