King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Penyelamatan Lien



Zoya menatap tangan nya yang dipegang oleh Max tanpa dirinya sadar seulas senyuman terbit di wajah nya, sedangkan Saguna merutuki mereka berdua karena diri nya seperti nyamuk di antara mereka berdua.


Max terus mengendap-endap dan memperhatikan situasi lalu menuju ke ruang paling ujung untuk memasuki ruang bawah tanah, sedangkan dibelakang Saguna telah curiga dengan ketentraman disini terlebih lagi mereka sangat aman tanpa kendala menuju ruang bawah tanah.


Saguna menarik tangan Zoya agar berhenti, Max melirik kebelakang dan melihat Saguna menggenggam tangan Zoya dan langsung melepaskannya dengan tatapan datar, Saguna yang melihat nya sangat tidak habis pikir melihat tingkah Max yang seperti itu.


"Kenapa?" Tanya Max.


"Ini ada yang tidak beres! Apa kau tidak menyadari sedari tadi langkah kita aman saja?" Tanya Saguna.


"Cih, sialan Ini pasti jebakan, lebih baik kita tidak perlu keruang bawah tanah," ujar Max dengan geram.


"Hubungi darurat 1, sekarang!" Perintah Max.


Dorrr... Tembakan melesat tepat keberadaan Zoya, Max yang cekatan langsung menarik Zoya dan jatuh ke pelukan Max hingga persekian detik saling menatap. Saguna yang tidak punya waktu lagi langsung mengambil pistolnya dan mengarahkan pistol tepat di atas lampu hiasan besar yang terpasang di atas para anak buah tersebut, setelah membidik nya dengan benar langsung Saguna melesatkan peluru nya hingga lampu terjatuh menimpa setidak nya 7 anak buah hingga membuat darah berceceran dimana-mana dan menghembuskan nafas terakhirnya.


Max tersadar langsung membawa Zoya berdiri dan menarik Zoya kebelakang tubuh nya lalu mengambil pistol dan ikut melesat kan peluru nya ke arah lawan dengan bengis, tanpa sadar emosi nya sangat meluap dengan mata yang ikut memerah.


Dari bawah telah berdatangan sekitar puluhan lelaki berbadan tegap dan besar menghadang mereka Max langsung melesat kan kembali pelurunya begitupun dengan Saguna mereka saling bertukar tempat menyerang dan melesatkan peluru, dibelakang Zoya kebingungan dan akhirnya mengambil pistol lain milik max dari kantong nya dan membidik lelaki yang ingin membunuh Max dari lantai atas menggunakan pistolnya.


Dooorrr... Semua terhenti dan terdiam mendengar suara tembakan yang terlebih lagi peluru itu mengenai Jen salah satu anggota inti yang di segani di markas Gerxas, Max dan Saguna langsung membalikan tubuh melihat Zoya yang baru saja membunuh lawan dengan sangat apik dengan terpaku, lalu mereka menyadarkan diri dan Max tersenyum lalu kembali berperang dengan lawan nya tampa ampun.


Volker beserta yang lain nya tertahan di luar karena ratusan anggota Gerxas menghadang mereka. Sedangkan Zoya telah ikut maju mengeluarkan jurus yang telah ia pelajari bersama sensei Hisao dengan cekatan, bahkan lelaki berbadan besar itu sangat tidak menyangka dirinya dikalahkan oleh seorang wanita.


"Cih, matilah kalian semua binatang!" Geram Max dengan penuh emosi dan membogem kepala lawan nya sampai mengeluarkan darah.


Salah satu dari mereka membawa pedang dan melesat kan pedang itu ke Max yang sedang fokus membunuh lawan nya, Zoya yang melihat nya langsung menendang pedang itu ke atas lalu menangkap nya dan tendangan kuat menghantam dada Zoya membuat nya mundur beberapa langkah, dan kembali maju memainkan pedang itu dan menghunuskan kelawan dengan bertubi-tubi namun dengan kelihaian lawan dia berhasil menghindari nya.


"Ternyata kau wanita yang cukup menarik juga! Jangan pernah meninggalkan kodrat mu sebagai wanita yang lemah," ujar lawan meremehkan Zoya.


"Berhentilah menolong mereka, lebih baik kau ikut dengan ku dan menikmati malam dengan sangat panas! Sepertinya kau wanita yang sangat telaten di hal seperti itu," ujar nya lagi meremehkan.


"Terlalu banyak bicara juga tidak bagus untuk hidup mu yang tidak berguna ini!" Ujar Zoya dan melesatkan pedangnya tepat di dada lelaki itu.


"Aku sebenernya bukan wanita seperti yang kau lihat, tetapi kau memaksaku untuk melakukan nya!" Ujar Zoya dengan menatap tajam lelaki yang kesakitan itu dan memutar pedang tersebut lalu menarik kuat hingga darah terciprat kemana-mana dan mengenai wajah Zoya.


Zoya mengelap wajah nya yang terkena darah lelaki brengsek itu, saat semua sedang sibuk Zoya langsung pergi menuju ruang bawah tanah dengan membawa pedang sebagai senjata nya.


Ada beberapa sel tahanan di tempat tersebut dan Zoya tidak mengetahui Lien yang mana dan berada dimana! Namun Zoya tidak kehabisan akal.


"Siapa disini yang berasal dari anggota Mexmar, nyawa nya tidak akan bertahan lama lagi dan akan ku bawa menuju tempat terakhir!" Ancam Zoya dengan berteriak.


Semua yang di sel tahanan mendengar nya ketakutan terlebih lagi melihat darah di pedang yang Zoya bawa lalu semua mengatakan kalau dirinya bukan berasal dari Mexmar, dan menunjuk ke lelaki yang juga menatap nya dengan tajam tanpa ketakutan sedikitpun di mata nya.


"Apakah kau Lien?" Tanya Zoya dengan tegas.


"Benar!"


"Kalau begitu, ikutlah denganku aku akan menolongmu! Jangan meragukan diriku cukup percaya padaku Max dengan yang lain nya sedang bertarung di luar!" Ujar Zoya berbisik.


Zoya langsung menghancurkan gembok itu dengan pedang nya hingga terlepas lalu membuka pintu dan mereka berjalan keluar dari ruangan itu menuju ke depan tempat mereka bertarung.


Lien adalah salah satu pembunuh bayaran saat belum bergabung resmi di Mexmar, dia sangat ahli dalam memainkan pistol dan membunuh beberapa lawan nya dengan baik dengan waktu yang sangat singkat.


"Stop! Aku hanya membutuhkan pistol," ujar Lien.


"Untuk apa?"


"Membunuh mereka,"


"Oh mari kita ke atas ada satu Senapan dan pistol di atas milik lelaki yang telah dibunuh oleh seseorang dengan sadis tadi!" Ujar Zoya.


Lien mengangguk dan mereka berjalan menggunakan tangga untuk naik ke lantai dua dan mendapatkan seseorang tergeletak tewas.


"Jen? Siapa yang membunuh nya apakah Max?" Tanya Lien.


"Kenapa rupanya?" Tanya Zoya.


"Dia adalah salah satu petarung terbaik Gerxas yang sulit ditaklukkan, aku yakin hanya Max yang mampu membunuhnya!"


"Serius?" Tanya Zoya kaget.


"Iya, sudahlah itu tidak terlalu penting!" Ujar Lien dan memilih pistol terbaik yang ada.


Lien langsung melesatkan beberapa peluru dan semua tepat mengenai anak buah Gerxas sudah sekitar sepuluh telah tewas dalam waktu beberapa detik membuat Max dan Saguna terhenti menatap ke atas, ternyata telah ada Lien yang sudah terselamatkan dan samping nya ada Zoya berdiri ikut memegang pistol menembak beberapa anak buah.


Saguna dan Max saling menatap.


"Lebih baik kita keluar dari sini! Sebelum semua nya terlambat, kita sangat kekurangan anggota!" Ujar Saguna.


"Tidak, aku belum bertemu dengan lelaki tua bangka itu!" Ujar Max dengan emosi.


"Kita rencanakan kembali, saat ini ada Zoya disekitar kita! Lebih baik kau pikirkan baik-baik!" Rayu Saguna membawa nama Zoya agar Max mau mendengarkan nya.


"Cih, baiklah!" Ujar Max dan berlari naik ke atas membawa tali yang ia gunakan untuk turun dari gedung tadi.


Setelah sampai di atas Max langsung menarik tangan Zoya dan merebut pistol tersebut dan mencampakkan nya, menarik tubuhnya hingga membuat Zoya terkejut lalu membawa nya kedalam pelukan nya.


"Pegangan kuat!" Perintah Max.


Zoya langsung mendengarkan nya dan Max menatap Lien mengisyaratkan sesuatu yang diangguki oleh Lien, max langsung memasang tali itu dan mengikat tubuhnya dan melompat kebawah Zoya yang baru pertama kali melakukan ini sangat ketakutan dan memeluk erat tubuh Max.


Bersambung...


hai guys author minta dukungan nyaa yaa! kalau suka dengan cerita ini jangan lupa untuk like, vote, komentar, favorit, dan juga gift nya biar author semangat teruss🥰🥰🥰 dan bila ada author minta saran yang membangun🤗


dukungan kalian berarti untuk author, love you all❤️❤️❤️