
Di pagi sekali semuanya pada sibuk dengan barang masing-masing dan meletakkan nya di bagasi mobil dan membawanya ke bandara untuk melakukan penerbangan menggunakan pesawat pribadi milik Mexmar.
Max sangat tidak memiliki gairah di hidupnya, berjalan lunglai menuju mobil. Saguna yang melihat nya kasihan tetapi ini demi dia dan juga Zoya, Saguna langsung fokus ke depan dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi karena mereka sudah sangat terlambat untuk segera sampai di negara Y markas utama Mexmar.
Sekitar sepuluh mobil berada di belakang mereka dan hingga sampailah mereka di bandara dan langsung masuk ke dalam pesawat pribadi milik Mexmar, saat mengudara Saguna mengambil handphone mengecek seluruh email yang sangat penting.
Tertera disitu email dari Haider, sebuah lokasi dan foto Zoya bersama lelaki di negara P yang sangat tidak asing bagi Saguna membuat Saguna menyeringai.
"Sepertinya menarik,"
Saguna langsung menutup ponsel nya dan langsung ikut tertidur karena perjalanan yang cukup lama memakan waktu, sedangkan Max di sebelahnya menghadap keluar jendela dengan tatapan kosong.
Semua anak buah sedang bergosip tentang keadaan tuan muda nya, sungguh tidak ada akhlak mereka haha. Mereka semua telah mengetahui kalau nona muda mereka sebenarnya masih hidup karena Saguna telah memberi tahunya dan menyuruh mereka merahasiakannya dari Max, dan mereka semua setuju karena tidak ingin kehilangan nona muda mereka lagi untuk kedua kalinya.
"Volker, apa kau berpikiran sama denganku?" Tanya Amar.
"Ini adalah pribadi lain dari tuan muda, bukankah bagus kalau dia seperti itu? Tandanya dia normal dan masih menyukai lawan jenis!" Uja Volker dengan tertawa menutup mulutnya agar tidak terdengar oleh Max.
"Tapi aku kasian melihatnya, bukankah seharusnya kita memberitahukan lebih cepat? Kalau dia nekat menyusul nona muda ke alam lain gimana?" Tanya Amar.
"Apa kau berpikir tuan muda seorang yang bodoh? Dia tidak akan melakukan itu!"
"Kita cukup menyaksikan nya saja, diwaktu yang tepat baru kita pertemukan mereka dengan tanpa sengaja seperti yang dibilang Saguna!" Ujar Volker.
Amar mengangguk dan ikut menggeser tubuhnya mencari tempat yang nyaman agar bisa tidur hingga sampai negara Y.
Singkat waktu mereka telah sampai di negara Y dengan wajah yang sangat senang, merindukan suasana disini dan tugas mereka sekarang hanya mencari keberadaan Dega sampai ketemu agar mengetahui apa saja rahasia Gerxas agar mereka bisa menghancurkan nya.
Semua telah berkumpul di ruang rapat utama yang hanya terdiri dari berbagai ketua tim, kepala benteng, dan beberapa anggota yang ikut dalam misi ke negara X kemarin.
"Langsung saja kita buka rapat ini, sebelum kita mulai ke inti apa yang ingin kita bicarakan, aku sangat penasaran yang terjadi pada Saguna tempo hari, kau bisa jelaskan sekarang karena keadaan kau juga sudah baik-baik saja!" Ujar Brees.
"Oke, makasih paman kasih aku waktu untuk bisa menceritakannya, sebenarnya mereka adalah komplotan salah satu mafia di negara ini yang belum kita taklukkan, karena mereka mengetahui kalau aku belum sah bergabung disini lalu berusaha membujuk dan mengajakku untuk bergabung dengan mereka, karena sebelumnya aku belum berniat untuk bergabung di Mexmar tentu saja aku tidak memiliki senjata ataupun membawa senjata kemana pun, mereka ada sekitar 50 orang dan salah satunya adalah ketua dari mafia tersebut, bagaimanapun mereka telah membawa banyak senjata dan aku sudah kalah telak disitu, saat dikira mereka aku telah tewas dan membuangku di jurang aku berusaha bangkit dan datang kesini agar aku tidak hilang begitu saja!" Jelas Saguna.
"Shiitt, sialan! Habisin mereka dan hancurkan seluruh keturunan mereka!" Umpat Max.
"Kenapa kau baru mau menceritakan sekarang?" Tanya Brees.
"Karena menurutku mereka sangat mudah kita hancurkan, lebih penting misi yang kemarin daripada menghancurkan lalat pengganggu yang sangat mudah dihancurkan!"
Max yang tadinya tidak semangat langsung terbakar emosinya dan meminta agar penyerangan ke mafia tersebut segera diperintahkan.
"Itu nanti Max, aku dengar kau memiliki kekasih di negara X apakah itu benar?" Tanya Brees tepat menusuk jantung Max.
Max yang kaget langsung spontan menjawab, "Enggak!"
"Apa kau yakin?"
"Aku tidak menyukai siapapun, stop membicarakan itu ayah!"
Yang lain melihat perdebatan itu sedang menahan tawa mereka, sedangkan Saguna hanya tersenyum dan bersyukur karena dirinya tidak langsung memberitahukan keberadaan Zoya karena dirinya masih dipenuhi gengsi yang besar.
"Kalau begitu kenapa kecelakaan pesawat itu membuat kau sangat terpuruk?" Tanya Brees.
Max langsung menatap Saguna tajam karena berita ini pasti berasal dari dirinya sedangkan yang ditatap memasang wajah tidak berdosa dan mengangkat bahunya seolah tidak tahu.
"Kalau disini tidak membahas hal yang penting mending aku balik ke kamar, aku lelah!" Ancam Max.
"Ayolah Max, kenapa kau sangat salah tingkah seperti itu? Kalau benar kau bisa membawanya kesini sebagai nona muda bukan?" Goda Omar.
"Paman jangan seperti ayah yang menggoda diriku ya, perhatikan anak mu yang sangat kurang ajar kepadaku!" Ujarnya melirik Saguna dengan tatapan tajam.
Yang dilirik tetap memasang wajah polos tidak bersalah, lalu Volker meletakkan tubuh Max kembali duduk agar tidak pergi dari tempat ini.
"Okelah, kalau kau punya kendala dalam percintaan kau bisa menghubungi paman Omar karena dia sangat berpengalaman!" Ujar Brees tertawa.
"Oke, langsung ke intinya apa kalian telah menemukan Dega yang akan menjadi informan kita menghancurkan Gerxas?" Tanya Omar.
"Belum, kemungkinan dia sedang menyamar menjadi apapun, itu sedikit sulit untuk kita menemukan nya! Selagi mencari keberadaan dirinya kita kembali memperkuat keamanan, dan apakah Haider telah lolos uji dan bisa bergabung disini?" Tanya Saguna.
"Dia seorang yang sangat kompeten dan sangat luar biasa dan setelah beberapa hari dia melakukan tes lolos uji dia telah resmi bergabung, untuk upacara anggota baru akan digabungkan dengan dirimu Saguna!" Ujar Brees.
Upacara anggota baru adalah sumpah janji mereka menyerahkan seluruh sisa hidup mereka di Mexmar, dan berjanji tidak akan melakukan penghianatan.
Setelah berdiskusi beberapa jam mereka telah menemukan inti dari rapat itu.
"Oke, intinya Lien, Volker dan ketua tim A B C harus berdiskusi untuk selalu memperkuat keamanan dan jangan melakukan kesalahan seperti Will kemarin!" Ujar Brees.
"Untuk terus memantau dan mencari keberadaan Dega adalah tugas Haider! Max dan Saguna fokus membuat taktik untuk melakukan penyerangan kepada lawan untuk dihancurkan bukan ditaklukkan!" Lanjutnya lagi.
Semua mengerti dan rapat telah selesai lalu mereka semua keluar dan pergi ke tempat ternyaman masing-masing.
...----------------...
Negara P
Zoya dan Khansa telah berbelanja makanan dan juga baju untuk mereka gunakan, mereka ingin menetap disini tapi tidak terlalu lama mungkin hanya sekitar satu bulan lalu kembali ke negara Y.
"Khansa, kira-kira Max masih mengkhawatirkan aku atau gak ya?"
"Enggak!" Jawab Khansa ketus.
"Dih kenapa ketus begitu, udah macam anaconda!" Ejek Zoya.
"Apa kau masih memikirkan nya? Kalau nanti akhirnya dia tau kau belum meninggal dan meminta maaf padamu jangan mudah memberikannya maaf, ngerti?"
"Pastilah, karena dia telah membuangku maka aku akan kembali membuangnya! Bukankah begitu?"
"Pinter Zo ku!" Ujar Khansa bertepuk tangan.
Zoya hanya menggeleng dan langsung berjalan kembali menuju apartemen mereka di negara P.
"Hai, Zoya!" Sapa Erlan.
"Eh Erlan, ada apa? Kenapa datang kesini?" Tanya Zoya.
"Ingin memastikan kalian berdua baik-baik saja! Apa kalian nanti malam ada acara?" Tanya Erlan.
Khansa menggeleng begitupun dengan Zoya.
"Kalau begitu, kalian di undang Geisha untuk makan malam, datang ya!" Ujar Erlan tersenyum.
"Oh terimakasih undangan nya, nanti kami datang!" Ujar Zoya yang juga dibalas anggukan oleh Khansa.
"Kalau begitu aku pamit!"
"Hati-hati, Erlan!" Ujar Khansa melambaikan tangannya yang juga dibalas senyuman oleh Erlan.
"Erlan baik ya Zo, kayaknya kau cocok sama dia!" Goda Khansa.
"Kalau ngantuk tidur jangan ngehalu!" Ujar Zoya menoyor kepala Khansa dan langsung memasuki apartemen.
"Ihh, enak aja," sungut Khansa mengejar Zoya.
Bersambung ...
Hai guys semoga suka dengan part ini yaa, dan mohon dukungannya selalu berupa like, komentar, vote, bintang 5, beserta gift. Dan jangan lupa klik gambar hati biar bisa dapat notifikasi update terbaru.
Salam sayang untuk semuanya❤️❤️❤️