
Tokkk!!!!
Tokkk!!!
Tokkk!!!
"Tuan Muda, Tuan Muda!" panggil seseorang dari luar sambil mengetuk pintu kuat.
"Shittt, sialan! Siapa sih," sungut Max berjalan menuju pintu.
Ceklek!
"Tuan Muda, maafkan saya! Gerxas telah mengetahui kejadian di negara P, dan dia sangat murka hingga membuat seluruh anggota Gerxas turun tangan saat ini juga,"
"Bagus, akhirnya dia yang bertindak duluan!" ujar Max.
Lelaki itu ijin pamit tetapi pandangan Max menjadi khawatir melihat istri nya yang sedang mengandung pewarisnya, pandangan Max kebelakang ternyata Zoya telah terbangun dan juga menatap nya dengan tatapan yang tidak dapat di artikan.
Max mendekat, "Sayang, kau jangan khawatir ya! Dan ikutin seluruh arahanku, kau akan bersama Verin dan juga murid paman Hisao di negara C pedalaman! Aku nggak ingin ada yang mengetahui keberadaan atau kehamilan mu terlebih dahulu, untuk jamuan dan memberikan informasi ini kita tunda dahulu."
"Aku yakin king junior nggak akan rewel, terlebih lagi dia mewarisi darahmu! Jangan khawatirkan keadaanku, aku bisa jaga diriku dan juga anak kita!" ujar Zoya meyakinkan.
"Nggak bisa, kau harus segera pergi malam ini juga! Gerxas bisa tiba kapan saja di tempat ini, mengertilah!"
"Aku ngerti, dan kau jaga dirimu baik-baik! Karena aku nggak ingin mengurus anakmu sendirian!" ancam Zoya walaupun hati nya tidak tenang.
Max mendekat lalu mengecup kening Zoya, "Ini yang terakhir, setelah keberhasilan kita, kita akan menjauh dari tempat ini dan membawa mu dan anak kita ketempat yang lebih baik, setelah dia tumbuh menjadi remaja baru kita kembali kesini, aku akan tepati janjiku."
"Aku simpan janjimu!" jawab Zoya tersenyum.
"Max... Segeralah kita tidak memiliki banyak waktu lagi, biarkan Zoya dan ayah segera pergi kesana! Kita sudah cukup mengulur waktu," ujar Saguna mendekat ke mereka.
Zoya mengerti lalu bangkit sambil mengelus perut nya, "Kamu kuat ya sayang, kamu anak yang hebat."
Max setelah memasuki semua pakaian Zoya ke dalam koper dan dibantu juga oleh Zoya, setelah selesai Max menatap Zoya dan mengelus perutnya dan mengecup nya.
"Maafkan aku," ujar Max.
"Nggak, nggak ada yang perlu dimaafkan! Aku yang memilihmu maka aku harus menerima semua konsekuensi nya, aku akan baik-baik aja kalau kau juga kembali dengan keadaan selamat, jadi jangan khawatirkan diriku, jagalah dirimu seperti kau menjagaku agar tetap selamat!" ujar Zoya tegas dan tersenyum.
Max tersenyum lalu mengambil jus mangga tersebut dan memberikan nya ke Zoya, Zoya membalalakan mata nya ternyata suami nya benaran membuatkan jus itu untuk nya.
Zoya menahan tawa nya lalu meminum jus tersebut, "Ekhem...hmmm!"
Max menatap Zoya dengan berbinar, "Enak sayang?"
"Haa, ah iya enak kok!" Jawab Zoya tersenyum.
Zoya menahan rasa sakit tenggorokan nya karena merasakan manis yang sangat luar biasa, entah itu satu kilogram gula atau bahkan satu pabrik gula dimasukkan ke dalam jus mangga tersebut.
"Serius enak?"
"Iya, sayang!" jawab Zoya.
"Setelah aku kembali akan kubuatkan kembali, oke?"
"Haha, eh nggak perlu!"
"Eh, bukan maksudku kau nggak perlu repot-repot sayang, cukup hari ini saja aku merepotkan dirimu, terimakasih sayang!" jawab Zoya tersenyum.
Max mengangguk mengerti dan ikut tersenyum, lalu membawa Zoya untuk ikut dengan nya agar bisa membawa nya ke dalam mobil menuju bandara.
"Ayah, hati-hati ya! Ayah harus kembali dengan selamat kalau ingin melihat cucu ayah tersenyum bangga melihat kakek nya yang hebat ini," ujar Zoya tersenyum.
bersambung ...
wah maaf ya semua nya, author telah bertapa beberapa hari sampai nggak sempat up, kali ini author akan crazy up untuk hari ini. jadi tungguin terus yaaa❤️❤️❤️❤️🌹🌹
jangan lupa untuk like, vote, komentar, gift, bintang 5 dan juga tekan favorit yaaa.