King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Khansa dan Fayza?



Drrrttt...drrttt


"Khansa?"


Zoya langsung mengangkat teleponnya.


"Halo," ujar Zoya.


"Aaahhhh Zoya, kau dimana ha? Kami dari tadi nunggu di depan apartemen mu! Apa kau sengaja mengerjai kami berdua?" Teriak Fayza.


Zoya yang mendengar teriakan Fayza langsung menjauhkan ponselnya, "Apa, kalian udah datang ke negara X?"


"Iya, rencana mau buat kejutan untukmu! Tapi sampai sini malah kami yang kau kasih kejutan," Ketus Fayza.


"Zoya, kau dimana aku capek nih, Laper lagi," ujar Khansa.


"Kenapa sih asik perut aja yang kau pikirkan, ha?" Teriak Fayza kesal pada Khansa.


"Ya kenapa? Emang kalau aku mati disini kau mau?"


"Eh inget yaa! Gak ada orang mati karena gak makan 2 jam," ketus Fayza.


Mereka terus berdebat di sebrang telephon, membuat Zoya pusing.


"Kalian tunggu disana biar aku jemput!" Ujar Zoya dan langsung mematikan telephonnya.


Zoya langsung mengambil jaket nya di dalam lemari lalu memakai nya dan bergegas keluar menuju garasi mobil, Zoya langsung melajukan mobil dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di apartemen lama nya.


Setelah beberapa puluh menit akhirnya Zoya telah tiba di apartemen lamanya, dan melihat Fayza dan juga Khansa seperti gelandangan duduk di teras apartemen.


"Heiii!" Teriak Zoya.


"Zoyaa!" Ujar Khansa berbinar dan berlari ke arah Zoya.


Zoya langsng keluar dari mobil dan disembur oleh pelukan Khansa dengan erat.


"Aaa Zoya akhirnya kita ketemu juga!" Ujar nya lagi dengan berbinar.


"Segitu kangen nya ya kau sama ku?" Goda Zoya.


"Iya, aku lapar Zo!" Ujar Khansa memegang perutnya.


"Kan asik perut aja! Heran banget," ketus Fayza.


"Yaudah deh ayo buruan sini aku bantuin bawain barang nya!" Ujar Zoya membantu.


Fayza melirik pipi Zoya yang merah seperti bekas tamparan seseorang, "Tunggu, siapa yang berani nampar dirimu, ha?"


"Ha, oh ini kejedot pintu!" Ujar Zoya berbohong karena dia tidak ingin sahabat nya juga ikut masuk ke dalam masalah nya apalagi sampai ketemu Max.


"Serius? Ini bekas telapak tangan kali Zo, gak ada yang kau sembunyikan dari kami kan?" Tanya Fayza menyelidiki.


"Atau kau habis kencan Zoya?" Tanya Khansa kagum.


"Udah deh, kalian lapar makin meresahkan! Ayo cepetan," ajak Zoya.


"Oke, kenapa pindah Zo bukan nya ini apartemen yang paling kau sukain?" Tanya Khansa sambil berjalan menuju mobil.


"Itu udah dijual! Aku cari tempat yang lebih nyaman aja,"


Setelah semua sampai di dalam mobil, Zoya langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi membuat Khansa menyukai nya.


"Udah lama banget gak di supirin sama Zoya! Lebih ngebut Zo," ujar Khansa.


"Hei! kau mau mati dalam keadaan lapar?" Tanya Fayza menggetok kepala Khansa.


"Apasih nenek lampir ini!" Sungut Khansa.


Zoya hanya menggeleng melihat mereka dan tertawa, setidaknya hati nya lebih membaik dengan kehadiran mereka sekarang.


"Sa, Za! Kalian kenapa cepat kali datang kesini?"


"Lah kau kan dua hari lagi lomba Zo! Masa kami ingat kau nya lupa," ujar Khansa.


Seerrtttttttt....Zoya rem mendadak membuat semua nya maju kedepan dan hampir terkena serangan jantung.


"Ini tanggal berapa?" Tanya Zoya panik.


"Zooooo! Kenapasih kok rem mendadak gini, emang dikira kita punya banyak cadangan nyawa apa!" Ketus Khansa.


"Ntah nih anak, kenapa sih?" Tanya Fayza.


"Aku lupa kalau dua hari lagi lomba dimulaiiii!" Teriak Zoya panik.


Membuat Fayza dan Khansa menutup kedua telinga mereka.


"Serius? Tapi udah daftar kan?" Tanya Fayza ikutan panik.


"Sudah, tapi belum ada waktu untuk latihan! Kalian besok temani aku kerumah sensei Hisao, oke?"


"Guru bela diri mu itu? Oke, aku juga mau belajar deh biar bisa ngehajar lelaki brengsek yang suka mintain WhatsApp ku!" Ujar Fayza dengan gaya seperti sedang berlatih bela diri.


"Haha, kalau gitu aku juga mau belajar Zo, biar ngehajar pak Budi!" Ujar Khansa.


"Emang pak Budi ngapain lagi?" Tanya Zoya.


"Godain nyokap gue, enak aja!" Ujar Khansa.


Semua tertawa melihat tingkah Khansa, bahkan pak Budi siapa aja mereka gak tau, ntah itu bualan Khansa atau emang ada wujud nya juga mereka gak tahu.


"Kalian ada aja sih tingkah nya!"


Mobil kembali melaju dengan kecepatan tinggi dan sampailah mereka di apartemen.


"Ayo, bawa barang nya semua!" Ujar Zoya.


Mereka pun membawa semua barang nya dan masuk ke dalam Apartemen Zoya, sedangkan Khansa langsung ngeluyur masuk dan meletakkan semua barang nya dan berbaring di sofa karena tubuh nya sangat lelah sekali.


"Kalian kenapa bawa barang banyak banget sih? Mau pindahan apa di usir dari rumah?" Tanya Zoya.


"Sampai sebulan!" Ujar Fayza ringan.


"Sebulan? Serius aja?"


"Iya!"


Akhirnya mereka makan malam dengan nikmat setelah itu semua berbaring di kamar masing-masing, karena di apartemen Zoya memiliki 3 kamar yang sangat pas untuk mereka.


Setelah semua menyusun barang nya langsung terlelap di kamar masing-masing tetapi tidak dengan Zoya, Zoya berdiri di balkon menatap bintang dan bulan yang indah.


Seperti menunjukkan kemesraan mereka yang membuat Zoya merasa iri, Zoya menerawang jauh kedepan saat perlombaan nanti.


"Apa aku bisa memenangkan perlombaan ini?"


"Tetapi Khansa dan Fayza gimana? Apa mereka aku ajak pergi atau tinggal disini?" Tanya Zoya bingung.


Zoya semakin pusing dan tidak fokus dengan perlombaan itu, dan memutuskan untuk tidur dan menutup pintu yang mengarah ke balkon kamar nya.


...----------------...


Matahari telah menyapa dan menyadarkan manusia agar terbangun dari tidur panjang nya, matahari sumber kekuatan dan Zoya ingin menjadi sumber kekuatan untuk sekitar nya.


Zoya telah berlari pagi di sekitar apartemen nya tetapi sedari tadi ada yang mengikuti nya membuat nya berlari kencang dan sembunyi di balik pohon, yang mengikuti sedari tadi terus mencari keberadaan wanita yang ia ikuti namun tidak kelihatan.


"Cari aku?" Tanya Zoya datar menghampiri lelaki itu.


Hanya tatapan penuh tanda tanya yang terpapar dari mata lelaki itu Zoya yang sudah muak langsung mendekat dan menarik masker yang menutupi wajah nya.


Lelaki itu langsung menangkis tangan Zoya dan berlari menjauh, Zoya hanya terpaku melihat siapa lelaki itu, karena ia merasa kalau pernah melihat melihatnya hanya saja Zoya tidak mengingatnya saat ini.


"Wajah nya gak asing, dia siapa ya? Aku pernah bertemu dimana sama lelaki itu?"


"Tapi alasan dia mengikuti ku dari tadi apa?"


Zoya bertanya-tanya namun tidak ada niatan untuk mengejarnya dan mengintrogasi lelaki misterius itu.


Setelah merasa cukup dengan lari pagi nya Zoya langsung menuju apartemen menemui dua manusia yang masih asik dengan pulau kapuk nya.


Ceklekk... Pintu terbuka namun Khansa dan Fayza ternyata sedang memasak membuat Zoya tersenyum senang, karena ia kangen sekali dengan masakan mereka berdua.


"Kalian sudah bangun? Masak apa tuh?"


"Ini, makanan kesukaan kita bertiga!" Ujar Fayza.


Hidangan selesai dan mereka langsung menyantap nya dengan nikmat sehabis sarapan mereka langsung bersiap-siap ingin menemui sensei Hisao.


Zoya memutuskan untuk menelephon guru nya itu terlebih dahulu.


Drrtt...


📞


"Halo kak Zo," sapa Verin.


"Verin, sensei dimana?"


"Kakek sedang berkunjung di negara Y kak Zo, Verin ikut saja tidak dibolehin!"


"Apa? Terus aku harus berlatih dengan siapa?" Tanya Zoya panik.


"Sama kak Max dong!" Usul Verin.


"Max? Kenapa kau bisa mengenal Max?" Tanya Zoya penasaran.


"Ada deh, kalau kakak berlatih dengan kak Max harus fokus yaa jangan fokus ke wajah tampan kak Max, oke kak Zo?" Goda Verin.


"Verin, kenapa kau mulai nakal?"


"Hahaha, yaudah ya Verin mau belajar lagi! Daaa kak Zo, semangat." Ujar Verin memutuskan sambungan teleponnya.


Zoya panik asik memutar kesana kemari, Khansa yang baru datang ke kamar Zoya merasa risih dan menahan tubuh Zoya agar berhenti.


"Stop! Aku pusing liat dirimu muter-muter terus, gak jadi berangkat?" Tanya Khansa.


"Itu masalah nya,"


"Masalah apa?" Tanya fayza yang baru datang.


"Sensei Hisao pergi ke negara Y, aku gak bisa berlatih dengan nya hari ini! Sedangkan perlombaan dimulai besok," ujar Zoya panik.


"Jadi gimana? Ada cara lain biar kau bisa berlatih?" Tanya Khansa.


"Ada, Max lelaki yang pernah ku ceritakan sama kalian!"


"Oh yang kau tampar di taksi itu? Emang dia hebat?" Tanya Fayza.


"Kalau soal itu gak bisa di ragukan, yang diragukan dia mau ngajarin aku atau tidak!"


"Berarti kalian udah Deket ya? Kenalin dong!" Rengek Fayza dan Khansa.


"Stttt, diam dulu!" Ujar Zoya.


Zoya sedikit menjauh dan mengambil ponsel nya untuk menghubungi Max walau sebenarnya ragu tetapi ini adalah pilihan terakhir nya.


Dua panggilan tidak terjawab membuat Zoya semakin ragu namun Khansa dan Fayza terus memaksa menelephon terus menerus, akhrinya dengan menjatuhkan gengsi diri nya dia menelepon kembali Max.


Drrrttt...


📞


"Hmmm," dehem max.


"Ada yang mau aku bicarakan!" Ujar Zoya ragu.


"Katakan!" Jawab max datar.


"Besok acara perlombaan nya dan guru ku sedang berkunjung di negara Y, jadi apa boleh aku meminta bantuan dirimu untuk mengajariku dan menemaniku berlatih?"


"Manfaat nya untukku apa?"


"Hmm, bukan nya aku sudah menuruti untuk menjadi budakmu, apa kau tidak memiliki sedikit empati kepada budakmu?" Tanya Zoya merendah dengan terpaksa.


"Cih, 7 menit kalau belum sampai akan kuhukum kau!" Ancam Max walau setuju.


"Oke!" Ujar Zoya dan langsung memutuskan sambungan nya.


Zoya berlari meninggalkan Khansa dan Fayza.


"Hei kami kenapa ditinggal?"


"Maaf, aku gak bisa bawa kalian! Setelah ini aku jelaskan semuanya sama kalian, oke aku gak punya banyak waktu," ujar Zoya kembali berlari menuju garasi.


Langsung Zoya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, berharap waktu 7 menit berpihak pada nya, walau terbilang tidak masuk akal tetapi jarak apartemen dengan markas nya tidak terlalu jauh hingga membuat Zoya harus mengebut demi keberhasilan nya.


Bersambung ...


hai guys sesuai janji author double up nih, jangan lupa dukungan nya yaa ❤️ semoga suka jika ada saran yang membangun boleh di coret di komentar.


Pengumuman !!!!!


Yang Mau atau setuju author besok up sampai 3 episode langsung komentar yaa dibawah, dan jangan lupa vote dan gift nya biar author semangat terus dan langsung up sampai 3 episode ❤️🥰


Love you all ❤️