
Max berjalan menuju kamarnya dan bersinggungan dengan Saguna, tetapi bukan nya pergi Saguna malah mengekori Max.
"Sebenarnya kau ngapain sih?" Sungut Max.
"Kenapa kau berbohong soal Zoya?"
"Mau jujur ataupun tidak mereka pasti sudah tahu semuanya, semua karena kau!"
"Lagian Zoya sudah pergi, dan ini karena kebodohanku!"
"Kalau bisa aku akan cari dia kemanapun! Kalau Zoya masih hidup akan kubawa dia kesini untuk menjadi istriku!" Ujar Max.
"Apa kau yakin? Seandainya Zoya masih hidup emang dia mau jadi istri mu?" Tanya Saguna menusuk.
"Kalau dia gak mau ya paksa lah, semua yang aku bilang dia harus turut!"
"Apa kau benar mencintainya?"
"Apa aku harus menjawab pertanyaan bodoh mu itu?"
"Harus, karena ini menyangkut kehidupan Zoya!" Ujar Saguna menyinggung nama hidup Zoya.
Max yang mendengarnya langsung menatap Saguna dengan insten dan ingin mencari kebenaran.
"Zoya masih hidup?" Tanya Max dengan nada tinggi.
"Bilang samaku, Zoya masih hidup?" Tanya Max lagi dengan mendorong tubuh Saguna.
"Karena aku merasa kasihan denganmu akan kuberitahu, Zoya masih hidup!" Ujar Saguna menunjukkan sebuah foto Zoya dengan seorang pria.
"Shiitt, kenapa kau baru bilang?" Bughh Bogeman mentah melayang tepat di wajah Saguna.
Saguna menyerngit karena merasa nyeri pada wajahnya lalu tertawa puas.
"Tetapi kau harus berusaha sendiri mencari keberadaan nya, karena kau bilang tadi tidak memiliki kekasih makanya aku tidak ingin memberitahukan mu!" Ujar Saguna polos dan berlari keluar dari kandang singa.
"Aww, segitunya yaa! Dasar bucin yang gengsian," ketus Saguna sambil menutup pintu kamarnya.
Saguna dikamar terus memandang foto tersebut dengan emosi yang membara, dan meremass nya menjadi tidak berbentuk.
"Kau Zoya berani sekali kau bermain dibelakangku! Sekalinya aku menemukan mu akan ku buat perhitungan denganmu dan langsung ku jadikan kau istriku biar gak berani kabur lagi!"
"Sial, ternyata usaha ku menyelam dilaut itu sia-sia? Kenapa aku jadi terlihat sangat bodoh saat tahu dirinya pergi?"
"Saguna sialan kau, kenapa baru memberitahukannya padaku! Habis kau Saguna!" Geram Max.
Namun tiba saja hati Max melunak dan kembali dingin karena mengetahui kalau Zoya masih selamat dan hidup saat ini, setidaknya harapan Max masih ada dan tidak membiarkan lelaki di foto itu ataupun lelaki lain berani merebut wanita miliknya.
Drrrttt....
📞
"Halo tuan muda!"
"Dimana keberadaan Zoya?"
"Ma...maksudnya tuan muda?" Tanya Haider gugup.
"Dimana Zoya? Kau pasti tahukan? Kalau kau tidak mau memberitahunya maka akan ku tendang kau dari Mexmar dan menghapus kau dari dunia ini!" Ancam Max sungguhan.
"Zoya...Zoya berada di negara P tuan muda!" Ujar Haider gemetaran karena baru mengetahui sekejam apa diri Max.
Sambungan terputus.
Max langsung mengambil kacamatanya dan langsung bergegas ingin menuju ke negara P.
Brees yang melihat putranya itu hendak pergi membawa kembali kopernya langsung menghentikan langkah Max.
"Kau mau kemana, Max?"
"Ke Negara P! Aku mau menjemput Zoya!"
"Zoya? Oh ternyata wanita itu bernama Zoya? Jadi kau sudah mengetahui nya kalau dia masih hidup?" Tanya Brees tertawa.
"Ternyata kalian semua sudah mengetahui nya?" Sungut Max.
Max mengangguk dan langsung berpamitan pergi, dia hanya membawa senjata pistol kesayangan dan langsung bergegas menuju bandara. Saguna yang melihat dari balkon kamar tersenyum melihat Max seantusias itu mendengar kabar Zoya masih hidup, Saguna langsung kembali masuk ke kamarnya.
"Biarlah, dia pergi seorang diri dan menyelesaikan masalahnya! Semoga ketemu di negara yang seluas itu!" Ujar Saguna tertawa dan tertidur.
Max langsung membawa mobilnya menuju bandara, seorang pilot Mexmar sudah standby berada di pesawat menunggu Max karena sebelum nya Max telah mengabarinya.
Beberapa menit kemudian tibalah Max di bandara dan segera memasuki pesawat.
"Segera berangkat!" Perintah Max melepas kacamata nya.
Perjalanan dari negara Y menuju negara P memerlukan waktu 5 jam untuk tiba disana, dan Max terus memandangi foto yang telah tak berbentuk itu dan merobek nya menjadi dua dan menyisakan gambar Zoya seorang sedangkan gambar lelaki itu dikoyak nya menjadi seratus bagian walaupun sebenarnya gambar itu hanya memperlihatkan Zoya seperti sedang mengobrol dan tidak dekat sama sekali.
Dia terus memandang dan membawanya kemanapun. Dan mengingat dalam-dalam wajah lelaki yang berani membawa Zoya pergi.
"Lihat saja kau!"
"Dan kau Zoya karena telah berani mempermainkan diriku, siap-siap lah mendapatkan hukuman dariku!"
Beberapa jam kemudian akhirnya Max telah sampai di bandara, Max langsung menghubungi Haider untuk menanyakan alamat pasti Zoya.
Drrrt...drrrttt...
📞
"Share alamat Zoya sekarang!"
"Maaf tuan muda, aku tidak menemukan alamat detailnya yang ku tahu hanyalah dia berada di negara Y!"
"APA KAU BERMAIN DENGANKU?" Teriak Max.
Haider sebenarnya ketakutan namun Saguna berada di samping nya dan terus mengawasi Haider agar tidak memberitahu kan alamat Zoya. Dia saat ini tengah berada di antara dua drakula yang mengerikan membuatnya kebingungan.
"Apa kau tidak mendengar omongan ku, ha?" Teriak Max lagi.
"Hmm, dia berada di pusat kota! Tuan muda bisa mencarinya disana namun aku tidak tahu tempat tinggal nya!" Ujar Haider mencari aman.
"Shiitt!" Umpat Max dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
Max langsung memasuki mobil yang telah tersedia dan langsung melajukan nya menuju pusat kota, dan melajukan nya dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya tibalah ia di pusat kota tersebut.
Max berhenti saat lampu merah menyala, dan memikirkan baik-baik apartemen mana yang cocok sesuai budget Zoya.
Max searching di google tentang harga apartemen termurah di pusat kota, dan menemukan ada lima apartemen dengan harga terjangkau lalu langsung mendatanginya satu-satu.
Max langsung menuju apartemen yang pertama dan mengecek ternyata tidak ada Zoya, langsung menuju ke apartemen yang kedua dan juga tidak menemukan nya.
Hingga sampai di apartemen ke empat juga tidak menemukan keberadaan Zoya hingga membuatnya sangat kesal.
"Kalau apartemen ke lima kau juga tidak ada, maka siap-siap hukuman mu kutambah!"
Max langsung melajukan kembali mobilnya menuju apartemen ke lima dan tibalah Max di apartemen itu dan mengecek dimana keberadaan Zoya.
Lagi dan lagi ternyat nihil di lima apartemen termurah di kota tidak ada Zoya sama sekali, Max langsung berjalan menendang kaleng yang berada dekat dengannya.
Kletakk... Kaleng tersebut mengenai tubuh seseorang wanita, Max yang melihat nya langsung mendekat dan ingin meminta maaf.
"Maaf nona, aku tidak sengaja!" Ujar seorang Max.
Wanita tersebut berbalik dan menatap tajam karena punggungnya yang sakit dan saat itu juga tatapan nya beradu kepada seorang Zoya membuat Max membulatkan mata nya.
"Zoyaaa!" Ujar Max dengan sedikit nada tinggi.
Zoya yang melihat Max tepat berada di hadapannya sungguh terkejut dan ingin melarikan diri namun belum sempat lari Max telah menarik tangan nya dan membawanya kedalam pelukannya.
Bersambung ...
Baiklah kita tutup tahun ini dengan yang uwu uwu 🤭 sampai bertemu di tahun depan❤️
HAPPY NEW YEAR 🥳❤️
Max :"Selamat tahun baru buat seluruh reader tersayang walaupun kalian selalu senang melihatku menderita dan terus membully diriku, aku tetap sayang kalian ❤️"
Zoya :"Selamat tahun baru juga buat seluruh reader, terima kasih sudah membantu ku menghina Max, semoga kalian sehat selalu! love you "