King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Alex Menyeramkan



Alex menyeringai, "Mati kau, Max!"


Bughhh! Bogeman mentah melayang ke Max hingga membuatnya tersungkur kebelakang, dengan datangnya para pembunuh bayaran tersebut membuat keadaan menjadi tidak seimbang dan Mexmar telah kalah.


Begitupun dengan Max yang sudah berlumuran darah dan tidak terlihat lagi bentuk wajahnya.


Alex pergi meninggalkan mansion tersebut dan menyuruh pembunuh bayaran untuk membakar mansion beserta anggota Mexmar lainnya yang sedang sekarat.


Alex yang juga sekarat dan hampir menghembuskan nafas terakhirnya berhasil naik ke helikopter dengan bantuan yang lainnya.


Saat Max mencium bau bensin disekitaran mansion, dirinya dan Saguna bersama yang lainnya langsung berusaha pergi dari situ tetapi ledakan kebakaran itu terjadi begitu cepat. Dengan kepergian Alex yang juga sekarat, terjadilah kebakaran besar yang langsung melahap habis seisi mansion.


Dega yang berada di ruangan gelap itu pun ikut terbakar.


****


Zoya yang berada di kediaman Samuel, dan berada disebuah kamar berjalan mondar-mandir karena firasatnya sangat buruk sekali.


Ceklekk!


Terlihat wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.


"Apa kamu Zoya?" Tanya wanita itu.


"Iya,"


"Syukurlah Samuel membawa dirimu kesini, nak! Aku sudah mengetahui semua kejadiannya!"


"Apa kau mengenal Omar?" Tanya wanita tersebut.


"Paman Omar? Apa hubungannya denganmu, Tante?"


"Dia adalah orang baik yang menolong Samuel dari penculikan di masa kecilnya! Samuel datang untuk membantu kalian, dan menyelamatkan dirimu,"


"Terimakasih atas kebaikan kalian!" Ujar Zoya tersenyum.


Samuel datang dengan wajah yang tidak dapat dijelaskan.


"Kenapa, Sam?" Tanya mamanya.


"Zoya, mungkin ini terdengar menyakitkan bagimu! Max dan yang lainnya telah ikut terbakar bersama mansion," ujarnya menunduk.


Baru kali ini seorang Samuel ikut bersedih atas kehilangan orang lain yang bahkan tidak ada hubungan darah dengannya.


"Apa kau becanda, tuan?"


"Kalau iya, maka akan aku maafkan becandamu itu!" Ujar Zoya.


"Ma..." Samuel memberi kode kepada mamanya agar menenangkan Zoya.


Samuel pergi keluar dan wanita paruh baya mendekat mengelus pundak Zoya yang gemetar.


"Kita berdoa saja ya, agar mereka berhasil keluar dari kebakaran tersebut!" Ujar Tante Lena.


"Tante, Max dan yang lainnya pasti baik-baik aja kok!"


Tante Lena membawa Zoya kedelapannya, lalu tangis Zoya pecah.


"Nggak... Aku harus kesana!" Ujar Zoya berlari keluar kamar.


"Zoya!" Panggil Tante tersebut mengejar Zoya.


"Samuel keluar Samuel!"


"Tuan Samuel, bilang kalau ini bercanda kan? Max ku jagoan nggak mungkin dia kalah!" Teriak Zoya.


Samuel yang mendengarnya turun kebawah mendekat ke Zoya menatapnya datar lalu menatap kebawah.


Zoya tidak mendapatkan jawaban apapun lalu mengambil ponsel nya mengubungi Max dan Saguna tetapi tidak tersambung, mengubungi yang lainnya juga begitu tidak tersambung.


Akhirnya Zoya menghubungi Fayza,


"Halo,"


"Fayzaaaa!" Teriak Zoya membuat Fayza terkejut.


"Kenapa? Ada apa?"


"Kau dimana?"


"Aku dirumah!"


"Max, Za!" Hikss hiksss.


"Max, kenapa?"


"Fayza bisa jemput aku?" Tanya Zoya.


"Kau dimana emangnya?"


"Aku berada di pusat kota di kediaman Samuel Anandra!"


"Kenapa kau berada disana?"


"Ceritanya panjang! Saguna dan Max dikabarkan telah tiada," ujar Zoya menangis histeris.


"Apa?" Teriak Fayza lalu menjatuhkan handphone nya.


"Za... Za!" Panggil Zoya.


Tokk.


Tokk


Tokk.


Samuel mendekat dan membuka pintu, terlihat Verin dengan mata yang berlinang menatap Zoya dan berlari mendekat memeluknya.