King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Max dan Zoya



Zoya terus memeluk erat Max dan menutup mata nya tanpa mengetahui kalau sebenarnya mereka telah sampai di lantai bawah, Max hanya memperhatikan dirinya.


"Apa kau mau mencuri kesempatan pada keadaan seperti ini?" Ketus Max.


Zoya yang mendengar nya sontak membuka mata dan melotot lalu melepaskan pelukan nya, "Mana mungkin!"


Dibelakang ada anak buah Gerxas membawa balok ingin memukul kan ke kepala Zoya, Max yang melihat nya langsung membalik tubuh Zoya dan mengangkat nya, Zoya yang telah mengetahui akan melakukan apa langsung melayangkan tendangannya keras ke kepala lelaki itu dan kembali menendang balok itu mengarahkan nya kepada kepala lawan hingga kepala nya mengeluarkan banyak darah lalu pingsan.


"Uppss!" Ujar Zoya menutup mulut nya.


Max kembali menurunkan Zoya dan menarik nya agar segera keluar dari markas Gerxas.


"SAGUNA, SEKARANG!" Teriak Max.


Saguna yang mendengar nya langsung melayangkan peluru kembali ke atas lampu hias besar di atas hingga membuatnya terjatuh menimpa beberapa anak buah Gerxas dan melarikan diri dari tempat itu, sedangkan Lien keluar dari jendela lompat menggunakan tali yang dipakai oleh Max tadi.


Diluar Volker dengan yang lain membawa semua lawan nya ke halaman tempat dimana bom itu di tanam, namun hanya sebagian yang menyerang mereka sedangkan lainnya menyerang Max dan Zoya.


Tanpa menunggu lama lagi Volker dan yang lain nya berlari menjauh dan Saguna langsung menekan tombol itu.


Duarr...bom meledak dengan sangat kuat tembok dan yang lain nya sebagian retak, beberapa tewas dan anggota Mexmar ada satu orang yang tewas karena belum sempat untuk lari. Yang lain terdiam dan terpaku dengan suara yang kuat itu, sedangkan Max menarik Zoya membawa nya kedalam dekapannya dan menutup kedua telinga Zoya.


Deggg...seperti itulah hati Zoya saat ini seperti ada rasa hangat namun ia tidak mengerti, bahkan suara ledakan itu mengalahkan suara hati nya.


Beberapa saat kemudian langsung Volker dan yang lainnya keluar dari markas Gerxas, begitupun dengan Saguna. Namun dilihat nya kebelakang lagi Max tidak bergeming langsung menghampiri nya dan menarik tangan nya seketika itu juga pelukan Max terlepas, dan menarik tangan Zoya agar ikut pergi.


Gerxas di dalam memaki dan bersumpah akan menghancurkan Mexmar seperti yang dahulu pernah terjadi, ntah kekuatan dan kemampuan apa yang Mexmar miliki secepat itu hingga bisa kembali membentuk Mexmar yang lebih kuat lagi. Mexmar dan Gerxas adalah dua Mafia yang disegani di dunia, Gerxas di segani karena kekuasaan dan mafia tertua sedangkan Mexmar di segani karena kekuatan dan kemampuan mereka namun kekuasaan dan harta milik Mexmar juga sebanding dengan Gerxas.


Mereka langsung mengendarai mobil masing-masing. Zoya ikut di dalam mobil Max dan Saguna, Max memukul stir dengan sangat kuat penuh emosi karena mengetahui keluarga nya ada yang tewas di kejadian itu. Setelah jauh dari markas Gerxas, Max memberhentikan mobil.


"Kau turun disini!" Perintah Max.


Zoya membelalakkan mata nya, "Maksudmu kau meninggalkanku disini tengah malam begini?"


"Bukan kau, tapi kau!" Ujar nya mengarah Saguna.


"Apa? Kenapa aku?" Protes Saguna.


"Cepat turun!" Perintah Saguna.


Saguna pasrah dan turun dari mobil, sedangkan Zoya ketakutan di dalam hanya berdua dengan Max dan ingin turun juga bersama dengan Saguna.


Namun belum sempat membuka pintu, mobil langsung laju dengan kecepatan tinggi membuat Zoya panas dingin, dan menatap horor ke arah Max, Zoya duduk dibelakang dan memperhatikan wajah Max dari kaca depan, ekspresi dan wajah Max masih seperti tadi saat bertarung, wajah penuh emosi dan mata yang merah.


Max langsung memberhentikan mobil saat telah sampai di apartemen baru milik Zoya hasil pemberian nya, Max keluar dan menuju belakang membuka pintu untuk Zoya dan menarik nya agar segera keluar, Zoya yang di tarik tangan nya dengan kuat kesakitan dan berusaha melepas nya namun nihil, Max menarik kuat dan membawa nya masuk ke dalam Apartemen.


"Lepaskan aku, Max!"


Namun tidak dihiraukan oleh Max dan mencampakkan Zoya ke sofa hingga membuat nya menghantam sofa dan terduduk, Max berdiri menatap tajam Zoya dengan mata yang semakin memerah.


Zoya meneguk salivanya, mungkin bagi Zoya menyeramkan saat ini berdua dengan Max daripada tadi berhadapan dengan lelaki berbadan tegap.


"Aku beri kau waktu 1 menit untuk menyadari kesalahanmu!" Ujar Max dengan mata tajam nya.


"Aku gak melakukan kesalahan bukan?" Tanya Zoya.


Max yang mendengar nya langsung mendekat ke Zoya hingga Zoya bisa merasakan aura Max yang sangat menyeramkan dan berusaha mendorong tubuh Max agar menjauh dari nya.


"Apa alasan mu datang kesana?" Tanya Max.


Zoya hanya diam membisu tidak ingin menjawab terlebih lagi jawaban nya pasti akan semakin membuat nya marah.


"JAWAB!" Bentak Max.


"Setelah tau kau mau apa?"


"Aku mau pergi jauh dari hidupmu!"


"Cih, wanita seperti mu ini ingin menjauh dari ku?" Tanya Max dengan memegang dagu Zoya kuat.


"Iya, aku dari pertama kali bertemu dirimu aku sudah sangat tidak menyukai mu!" Ujar Zoya.


"Aku sudah sangat mengenal wanita seperti apa dirimu! Jadi jangan coba lari atau kau akan mendapatkan hukuman lebih dariku! Dan jangan pernah berusaha ikut campur lagi urusanku, kau hanya perlu mendengar dan mematuhi perkataanku!" Ujar Max melepas kasar dagu Zoya.


"Jangan pernah kau pandang rendah diriku! Yang harus kau pandang rendah adalah dirimu sendiri, apa pantas seorang lelaki menindas wanita dan menjadikan nya budak? Kau tidak lebih dari lelaki bejat diluar sana!" Ujar Zoya.


Plakk...tamparan keras mendarat di pipi Zoya hingga membuat nya memerah.


"Sekali lagi kau berani menghina ku, Habis kau!" Ancam Max dan segera pergi meninggalkan Zoya.


Zoya memegang pipi nya dan menatap tajam kepergian lelaki itu.


"Kalau tidak karena aku harus mengikuti lomba di negara ini aku tidak akan mau menjadi budak lelaki sialan sepertimu!" Ujar Zoya dan pergi ke kamar nya.


Membanting keras pintu kamar dan menuju cermin memperlihatkan wajah nya yang masih memerah dan terasa nyeri.


Zoya memegang dada nya yang terasa sesak sedari tadi.


"Rasa apa ini? Kenapa berulang kali kembali saat Max melakukan hal kasar kepadaku?" Tanya Zoya.


"Dan rasa yang kurasakan saat dia melindungi dan memeluk ku tadi berbeda! Ahhh,"


"Aku benci kau, Max!"


Zoya langsung bergegas ke kamar mandi membersihkan tubuh nya dan menenangkan hati nya.


Setelah selesai memakai pakaiannya Zoya langsung duduk di tepi ranjang pikirannya menerawang jauh pada kejadian tadi yang diluar dugaan nya.


Melihat bagaimana diri nya dengan sadis membunuh seseorang tanpa rasa takut, tetapi berbeda dengan sekarang dia terus membayangkan darah itu mengalir dan mengenai wajahnya.


"Kenapa tadi aku menolong dirinya! Bukankah itu kesempatan bagus kalau Max terbunuh disana aku terbebas dari apapun!"


Drrrttt... telephon berbunyi.


"Khansa?"


bersambung ...


Hai guys author bakalan double up hari ini.


Tapi jangan lupa dukungan nya yaa terpenting untuk vote, gift, like, komentar, bintang 5 hehe semua nya penting 🥰✌️


Dukungan kalian buat semangat author, dan terimakasih banyak untuk sambutan positif nya di karya baru author ❤️🥰


Atau ada kata-kata yang mau disampaikan untuk Max, Zoya atau author nya? bisa komentar dibawah yaa biar disampaikan 🤭🤭


Jangan lupa yaa dukungan nya 🙏 love you all


...----------------...


nih author mau ngerekomendasikan karya yang juga menarik