
Sesampainya di markas kebanggaan Mexmar Zoya dan Max langsung menuju ke dalam dan segera menuju ruang rapat yang telah dihadiri seluruh anggota tanpa kecuali. Saat Zoya memasuki ruangan semuanya terkejut dan memandang Zoya tidak percaya karena masuk ke dalam ruangan ini.
Bukan karena mereka tidak ingin menghargai Zoya hanya saja Zoya baru saja menjadi nona muda Mexmar tidak mungkin dia secepat itu ingin ikut andil di dalamnya.
"Max, kenapa kau bawa Zoya?" Tanya Brees.
"Zoya tau keberadaan Dega!" Jawab Max.
Semua yang mendengar jawaban Max kembali dikejutkan dengan Zoya, Zoya mengangguk menyetujui perkataan Max.
"Maaf Ayah, aku mengetahui Dega karena beberapa kali dia selalu mengikuti ku saat berada di negara X! Aku baru mengetahui namanya saat Max memberikan gambar Dega kepada ku!" Tutur Zoya.
"Oke, baik! Kau boleh bergabung disini Zoya sebagai pusat informasi bukan ikut bertarung, karena aku tidak ingin menantuku terluka!" Jawab Brees tegas.
Zoya hanya pasrah dan menyetujui perkataan Brees.
Semua berkumpul dan mengambil posisi masing-masing, Zoya, Max, Brees dan Saguna memimpin di depan.
"Maaf, sebelum aku menceritakan nya apa aku boleh mengetahui awal mula terjadi nya permusuhan yang besar ini?" Tanya Zoya berhati-hati.
Semua yang mendengarnya kembali terkejut begitupun dengan Max, Max langsung memegang tangan Zoya lalu menggelengkan kepalanya pertanda ini bukan waktu yang tepat untuk bertanya itu. Namun Zoya tetap kukuh ingin mengetahuinya hingga akhirnya Brees dengan terpaksa menceritakan kembali kisah pahit tersebut.
"Kalau Zoya ingin mengetahui nya itu tidak masalah lagian dia bakal menjadi nyonya besar setelah aku meninggal!" Ujar Brees datar.
Flashback
Beberapa tahun yang lalu tepatnya hari paling bersejarah di Mexmar dimana kelahiran sebuah putra masa depan penerus Mexmar yaitu Max. Karena kebahagiaan itu semua lalai hanya beberapa saja yang berjaga diluar selebihnya sedang menunggu tidak sabar untuk melihat Max lahir kedunia.
Hingga akhirnya Gerxas yang sebelumnya adalah rekan dari Mexmar berubah menjadi musuh dalam selimut, Gerxas dahulu tidak sekuat Mexmar makanya dia lebih memilih menjadi rekan Mexmar dan mencari celah untuk menyerangnya. Gerxas membentuk kelompok besar dengan memyatukan beberapa mafia yang tidak menyukai Gerxas hingga mereka menjadi sangat kuat.
Saat Mexmar sedang lengah karena menantikan putra mahkota Mexmar, akhirnya Gerxas menjadikan keadaan itu adalah titik yang tepat untuk menyerang keberadaan Mexmar dan menghancurkan nya tanpa sisa.
"Berpencar, kepung semua sisi dan ada yang menaiki ke atas atap!" Perintah Gerxas.
Saat mereka sedang menangis haru karena Max telah lahir di dunia dengan sehat dan sangat tampan, Duar... seketika saja disemua seisi ruangan bergetar karena ledakan besar diluar yang menewaskan beberapa penjaga Mexmar. Semua yang mendengarnya langsung menghidupkan sistem darurat dan berpencar melindungi nyonya dan tuan besar mereka. Sebagian keluar dan membalas penyerangan Gerxas dan yang lainnya.
"Sialan, ulah siapa ini?" Teriak Brees sambil menggendong putra nya yang menangis karena suara ledakan besar itu.
"Maaf tuan besar, ini ulah penghianatan Gerxas! Dia sedang diluar memimpin pertarungan ini!" Jawab anak buah Mexmar.
"BADEBAH KAU... GERXAS!" Sungut Brees dengan emosi.
Lesya Menarik tangan Brees dia tidak kuat untuk ikut bersembunyi bersama putra mereka yang baru saja menghirup udara di dunia.
"Sayang, selamatkan putra kita! Kau tidak perlu mengkhawatirkan diriku, aku bisa melawan mereka disini! Segeralah sembunyikan putra ku, aku tidak ingin dia korban disini, SEGERALAH!" Teriak Lesya Dengan menangis histeris.
"Tidak, kau harus ikut denganku! Kau juga harus selamat, aku tidak ingin kau terluka,"
"Nggak ada waktu lagi, selamat kan putra kita! Apa kau meragukan diriku, suamiku?" Tanya Lesya.
"Apa kau lupa aku adalah seorang petarung sejati? Aku tidak akan terluka, selamat kan dahulu putraku baru kau kembali kesini!" Pinta nya dengan menangis.
"Hmmm, baiklah! Pegang ini untuk berjaga dan akan kusiapkan seratus pasukan di sekitarmu! Aku akan kembali sebentar lagi!" Ujar Brees memberikan pistol dan berlari menuju ruangan yang terhubung keluar dari markas.
Semua pasukan berhasil masuk ke dalam kediaman Mexmar, tentu saja pasukan lawan yang begitu banyak karena terdiri dari beberapa komplotan Mafia tidak sebanding dengan Mexmar yang belum persiapan untuk berperang karena tidak memiliki persiapan.
"Sialan, beraninya kau masuk kedalam?" Tanya Volker dengan emosi yang membara.
Saat itu usia Volker masih 19 tahun namun kekuatan nya tidak dapat diragukan dia bertarung melawan Gerxas dengan tangan kosong hingga membuat Gerxas kewalahan namun sekitar ratusan pasukan kembali masuk dan menyerang mereka hingga Mexmar kalah telak.
Gerxas yang dari dahulu telah mengincar Lesya Untuk dijadikan istri namun dia lebih memilih Brees hingga membuatnya menjadi dendam dan membalaskan nya saat ini.
"Hai, sayang!" Ujar Gerxas.
"BADEBAHH kau pengkhianat!" Ujar Lesya.
Lesya mengarahkan pistol tepat jantung Gerxas namun selalu meleset, Lesya yang baru lahiran masih merasakan sakit di tubuh nya dan berusaha dengan sekuat tenaga untuk turun dari atas ranjang dan terus mengarahkan pistol tersebut.
Dorr...
Dorrr...
Dorrr..
"Matilah kau, sialan!" Ujar Lesya.
"Gak bisa semudah itu, sayang!"
Gerxas terus mendekat dan mendekat hingga Lesya yang sedang menahan sakit tidak dapat untuk melawan menggunakan ilmu bela diri nya dan mundur beberapa langkah terus menerus untuk menghindar dari Gerxas.
Sayangnya tanpa sadar Lesya sudah berada di ujung balkon.
Harga diri seorang wanita Mexmar tidak boleh dilecehkan oleh siapapun hingga akhirnya Lesya memutuskan untuk mengarahkan sisa peluru yang ada dipistolnya tepat di kepalanya namun Gerxas yang melihatnya ketakutan dan langsung menendang tangan Lesya agar tidak menembak dirinya sendiri.
Hingga tanpa sadar Gerxas telah mendorong tubuh Lesya hingga jatuh dari lantai 3 dan tewas ditempat.
Semua yang berada dibawah sedang bertarung terdiam dan menatap tubuh yang baru saja terjatuh, seketika saja semuanya histeris dan anggota Mexmar langsung berlari menuju tubuh nyonya besar nya dan menatap ke atas ternyata pelakunya adalah Gerxas.
"Nyonyaaa besarrr!!" Semua menjerit seakan sangat kehilangan wanita panutan mereka.
Saat Brees telah sampai kembali di markas nya langsung melihat semua keadaan di dalamnya sudah terluka parah dan berlari menuju kamar istrinya yang ternyata hanya ada seorang lelaki di atas balkon. Dan langsung menuju ke balkon menatap kebawah dan melihat istri nya sudah tewas terjatuh dibawah lalu dengan emosi Mexmar langsung membogem kepala Gerxas hingga mengeluarkan darah.
Gerxas tidak bergeming membalas karena dia merasa bersalah, dia mencintai Lesya tetapi dia malah menjadi pelaku pembunuh wanita tersebut.
Brees langsung mengambil pistolnya dan dorrr... Tembakan tepat menuju perut dan jantungnya hingga membuat Gerxas tersungkur di atas.
"Mati, kau biadabb!"
"Keturunan mu akan hancur ditangan ku! Selama aku hidup, akan ku pastikan nyawa keturunanan mu akan selalu terancam!" Sumpah serapah Brees.
Saat sudah melihat Gerxas tidak berdaya dia langsung meninggalkan nya dan berlari tergopoh-gopoh menuju bawah menuju tubuh istrinya.
"LESYAAAA." Teriaknya membawa tubuh kaku itu kedalam pelukannya.
Flashback end
Bersambung ...
Semoga suka dengan part ini yaa❤️ jangan lupa dukungannya yaaa berupa Like, Komentar, Vote, Gift, bintang 5.
terimakasih, salam sayang semuanya❤️