King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Kembali Ke Negara Y



"Hmm!" dehem Erlan lalu merapikan bajunya.


Zoya dan Max saling menatap dan berpelukan, Zoya menangis haru sedangkan Max mengelus kepala Zoya dengan tersenyum haru, hal yang tidak dia sangka sebelumnya tetapi mendatangkan kebahagiaan yang luar biasa.


Erlan menatap mereka dengan tatapan yang tidak dapat di artikan lalu langsung segera keluar dari ruangan tersebut, Khansa yang melihat Erlan keluar begitu saja mengerutkan keningnya karena tingkah nya tiba saja berubah.


Erlan duduk di kursi luar ruangan dengan memegang kepala nya lalu mengacaknya.


"Ikhlaskan dia, Erlan!" ujar nya pada dirinya sendiri.


Lalu menyandarkan tubuhnya di dinding dan menatap kedepan dengan tatapan kosong, Khansa keluar untuk melihat Erlan.


"Kenapa dia melamun gitu? Sungguh sifat yang nggak bisa di tebak! Jelas saja tadi dia sangat senang sekarang malah seperti dunia pergi meninggalkan nya," ujar Khansa pelan.


Khansa kembali masuk untuk melihat Zoya membiarkan Erlan sendiri, Zoya melihat Khansa lalu tersenyum penuh arti. Khansa mengangguk dengan tersenyum haru.


Khansa mendekat memeluk Zoya, "Selamat ya, akhirnya kau menjadi ibu! Aku sangat senang sekali, bahkan aku nggak sabar mau Bawak keponakan jalan-jalan,"


Khansa tertawa girang dengan menirukan jalan sambil memegang anak kecil, Zoya dan Max tertawa. Dokter yang menangani Zoya pun ikut tertawa dengan tingkah konyol Khansa.


....


Beberapa jam kemudian, Fayza terbangun dari tidurnya terkejut saat Saguna juga ikut tidur di dekatnya karena menjaga Fayza. Fayza melepas tangan nya dari genggaman Saguna lalu mengelus puncak kepala Saguna dengan tersenyum.


Akhirnya aku bisa sedekat ini denganmu, batin Fayza.


Ceklek!


Zoya dan Khansa masuk ke dalam, Fayza langsung menyingkirkan tangan nya di kepala Saguna, tetapi Khansa yang hobi nya emang menggoda teman nya, langsung menggodai Fayza.


"Ceileh, enak bener jadi babang Guna, di elus-elus kepalanya, dedek mau juga dong!"


Fayza hanya tersenyum lalu menyuruh mereka mendekat, Saguna yang sedang tidur pun akhirnya terbangun karena suara berisik dari Khansa.


"Eh Saguna udah bangun? Nyenyak banget ya tidurnya karena di eluss kepalanya sama Fayza?" tanya Khansa.


Fayza yang mendengar nya langsung membalalakan mata nya menatap Khansa tajam, lalu melirik ke arah Saguna yang juga sedang melihat nya dengan malu.


"Nggak, laba-laba betina kau percayai?" tanya Fayza membuat alasan.


"Nggak tau!" ujar Saguna cuek dan keluar dari ruangan karena sudah ada yang menjaga Fayza.


Khansa mendekat mengajak Zoya untuk duduk di kursi yang tadi Saguna tempati dengan pelan-pelan membuat Zoya tertawa dengan tingkah Khansa sedangkan Fayza mengerutkan keningnya.


"Zoya, selama aku koma, ada kejadian apa yang menimpah Khansa?" tanya Fayza serius.


Khansa bingung begitupun dengan Zoya.


"Kejadian?" tanya Zoya bingung.


"Iya, kejadian geger otak? Atau kelindes mobilan anak? Atau yang lain gitu?" tanya Fayza.


"Sabar Khansa! Kamu cantik kalau semakin sabar," ujar nya untuk dirinya sendiri.


Zoya yang baru memahaminya langsung tertawa.


"Eh bumil nggak boleh ketawa nya lebar-lebar gitu!" ujar Khansa.


"Bumil?" tanya Fayza.


"Iya, kita akan mempunyai keponakan," ujar Khansa sangat antusias.


Fayza melirik ke Zoya, "serius?"


Zoya mengangguk lalu mengelus perut nya dengan tersenyum.


"Aaahhhh, aku senang banget loh!" ujar Fayza membentangkan tangan nya agar mereka mendekat dan memeluknya.


"Selamat ya, Zoya!"


Zoya mengangguk, "Kau lekas sembuh ya, biar kita bisa kembali ke negara kita dan merayakan nya."


Fayza mengangguk semangat, "Aku pasti bentar lagi sembuh, terimakasih untuk kalian semua yang sudah setia disini. Maafkan aku merepotkan kalian."


"Kami sangat senang kau kembali sadar, dan kami nggak ada yang merasa di repoti. Bahkan Mexmar sangat memuji dirimu dan berhutang budi dengan keberanian mu!" ujar Zoya.


Fayza tersenyum menatap mereka bertiga.


****


Dua hari berlalu, tubuh dan kesehatan Fayza kembali memulih dan sudah sehat kembali.


Hingga akhirnya mereka membereskan pakaian dan langsung menuju kembali ke Negara Y.


"Ready guys?" tanya Zoya pada Khansa dan Fayza.


"Ready....." Jawab mereka berdua dengan kompak.


Para lelaki hanya menggeleng melihat tingkah mereka, Erlan semenjak murung di rumah sakit, dia sangat tidak asik lagi. Bahkan di gangguin Khansa juga tidak peduli, malah pamit untuk alasan pekerjaan lain.


Khansa sebenarnya tidak peduli tetapi Khansa kepikiran, kenapa Erlan semenjak mendengar kehamilan Zoya dia langsung murung? Itu pertanyaan yang selalu berputar di kepala Khansa, karena terus berputar sampai tidak ketemu jawabannya.


"Zoya, kau harus lebih hati-hati ya," ujar Fayza.


Zoya mengangguk, dan setelah itu mereka tertidur selama penerbangan. Beberapa jam kemudian akhirnya sampailah mereka di negara Y yang mereka rindukan. Menghirup bebas udara yang sangat sejuk.


"Khansa, Fayza! Kalian hati-hati ya, kabarin aku kalau udah sampai rumah masing-masing," ujar Zoya.


Karena mereka akan berpisah di bandara menuju rumah masing-masing.


"Iya Zoya, kau juga hati-hati ya!" ujar Khansa dan Fayza.


Saguna mendekat ke Fayza, "Pulang sama siapa?"


"Sama Khansa," jawab Fayza tersenyum senang karena Saguna memperhatikan dirinya.


"Maksudnya, naik apa?"


"Oh, taxi! Tapi kalau mau anter juga nggak apa-"


"Oke, hati-hati!" Ujar Saguna memotong pembicaraan Fayza lalu meninggalkan nya.


Khansa hanya tertawa sedangkan Fayza mengepal tangan nya kesal.


Saguna menuju ke mobil setelah memasuki nya, Saguna mengubungi seseorang.


Drrrtt!


"Iya, Saguna ada apa?" tanya anggota Mexmar lainnya.


"Ke bandara sekarang juga, dan ikuti taxi yang di tumpangi oleh Fayza, pastikan dirinya sampai rumah dengan selamat," perintah Saguna.


"Siap, laksanakan Saguna!" jawabnya.


bersambung ....


hai guys lama tidak jumpa hehe...


maafkan author yang kemarin nggak up ya, author ada kesibukan lain yang nggak bisa ditinggalkan. semoga up kali ini kalian semua suka ya, dear!


jangan lupa untuk terus dukung karya author yaa❤️❤️❤️