King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Malam Pertama



Saguna naik ke atas mengucapkan selamat pada dua insan yang sedang resmi menjadi sepasang suami istri.


"Selamat ya Max, wah akhirnya kau bisa menyukai wanita juga yaa!" Ujar Saguna kepada Max.


Zoya hanya tertawa sedangkan Max hanya memutar bola matanya malas, lalu melirik ke Saguna dengan tatapan meminta hadiah.


"Hadiah?"


"Kan udah, mau hadiah apalagi?" Tanya Saguna.


"Aku mau saat acara dansa kau harus berpasangan dengan Fayza," perintah Max.


Zoya yang mendengar nya langsung menganggukkan kepalanya, "Benar, kau harus berdansa dengan Fayza, itu permintaan sepasang pengantin loh harus dituruti!"


"Kalian sedang menindas ku ya?"


"Gak, hadiah yang lain aja!" Tolak Saguna.


"Please, sayang kasih hukuman dong sama Saguna karena dia gak mau ngasih hadiah!" Rengek Zoya.


Max tersenyum senang karena Zoya memanggil nya dengan sebutan sayang, "Saguna, ini perintah!" Ketus Max.


"Okeeee," ujar Saguna dan turun kebawah.


Khansa menarik tangan Fayza untuk naik ke atas memberikan selamat kepada Zoya dan juga Max. Fayza berusaha tetap tersenyum dan bahagia walau sebenarnya dia hancur.


Geisha yang baru saja datang bersama Erlan berteriak senang ke arah mereka semua.


"Zoyaaaaaaaa, Khansa!" Teriak Geisha berlari ke arah mereka.


Saguna yang mendengar teriakan itu hingga membuat telinganya sakit langsung melirik ke sumber suara, dan tatapan nya jatuh ke arah Geisha yang saat ini sedang menuju ke arah mereka dengan tatapan yang sulit di artikan dan terus menatap punggung Geisha sampai terlihat jauh.


"Geishaaa!" Teriak Khansa.


Mereka berpelukan seperti Teletubbies beserta Fayza juga yang bahkan Fayza sendiri tidak mengenal wanita itu hanya saja karena sambutannya hangat dia berasa nyaman.


"Eh, kapan sampai sini?" Tanya Khansa.


"Barusan, tadi mampir ke rumah kak Max dulu, dan ini siapa Khansa kenapa gak dikenalin ke aku?"


"Oh, ini Fayza, Fayza ini Geisha yang pernah aku ceritakan!" Ujar Khansa memperkenalkan.


"Oh, ini Fayza!"


"Iya, haiii!" Sapa Fayza.


"Hai juga, mari kita ketempat Zoya bareng-bareng!" Ajak Khansa.


Semua tersenyum dan mengangguk pertanda setuju. Zoya yang melihat mereka bertiga langsung kegirangan dan saling berpelukan kembali hingga Zoya meneteskan air matanya untuk pertama kalinya karena bahagia bukan kesedihan lagi, sudah banyak orang baik disekelilingnya meskipun bukan saudara kandung sendiri.


"Hhmmmm!" Dehem Max karena kesal Zoya dipeluk dengan mereka.


Zoya langsung menatap Max dengan heran dan melepaskan pelukan mereka.


"Kalian sudah ngumpul semua?" Tanya Zoya.


"Sudah," jawab mereka kompak.


"Cantik banget sih princes kami, semoga ini awal kebahagiaan yang terus hadir di kehidupan sahabat kami!" Ujar Fayza dengan tersenyum hangat.


"Iya, kalau Max macam-macam bilang aja, biar kakakku yang ngehajar dia!" Ujar Geisha.


Max yang mendengar nya hanya menggelengkan kepala dan tersenyum melihat Zoya semakin cantik karena hari ini senyuman itu tidak pernah pudar.


"Yaudah kami duduk disana ya," ujar Khansa.


Zoya mengangguk kan kepalanya dan melambaikan tangan kepada mereka. Terlihat Erlan berusaha biasa saja dan menuju ke tempat Zoya dan Max dengan perasaan campur aduk.


"Hai, Max selamat ya akhirnya kau berhasil membuat acara yang romantis setelah menghajar ku!" Ujar Erlan dengan tersenyum.


Max langsung memeluk ala pria kepada Erlan sebagai ucapan terimakasih, "Segera menyusul dengan wanita pilihan mu!"


Wanita itu sudah memilihmu, Max! Batin Erlan menatap Zoya dengan tersenyum.


"Selamat ya, Zoya! Akhirnya kau menjadi seorang istri dari pria kejam namun jadi marmut saat bersamamu!" Ledek Erlan dengan tertawa.


"Makasih, Erlan!" Ujar Zoya dengan tersenyum.


Erlan menuju ke tempat Saguna dan duduk bersamanya.


"Siapa wanita yang bersamamu?" Tanya Saguna.


"Serius itu Geisha?" Tanya Saguna.


Erlan hanya mengangguk kan kepalanya dan menatap kedepan datar namun sedikit tersenyum.


"Baiklah selanjutnya adalah acara dansa, semua harus dengan pasangan nya masing-masing!" Teriak pembawa acara.


"Maukah berdansa denganku?" Tanya Max dengan tersenyum manis menampakkan gigi nya yang rapi.


Zoya tidak menjawab tetapi meletakkan tangannya di atas tangan Max pertanda setuju dengan membalas senyuman terbaiknya. Mereka awal pembukaan sesi berdansa dan semua pada terkagum melihat nya dan tentu saja sangat ingin berada di posisi Zoya.


Mereka berdansa dengan suasana yang sangat bahagia, sepasang kekasih sedang menikmati acara itu tanpa menghiraukan yang lain, seakan dunia milik berdua.


Saguna berjalan menuju ke Geisha namun belum sempat mendekat Geisha telah berdansa dengan seorang pria yang tidak dia kenalnya, lalu melirik ke arah Fayza dan mengajaknya berdansa.


"Apa kau mau menemaniku berdansa?" Tanya Saguna.


Fayza tidak percaya namun tetap mengangguk kan kepalanya hingga mereka berdua berdansa namun dengan suasana yang canggung karena Saguna tidak fokus pada Fayza hingga mereka terus melakukan kesalahan dalam berdansa.


"Guna, kau serius dong!" Sungut Fayza.


"Oke-oke!"


Disisi lain Erlan hanya duduk dan Khansa kesal dia tidak memiliki pasangan lalu melirik Erlan dan menariknya paksa untuk berdansa dengannya, Erlan yang ditarik terkejut dan menatap yang menariknya dengan mengerutkan keningnya.


"Apanih?" Tanya Erlan.


"Dansa samaku, tenang aku ahli! Biar aku gak kelihatan mengenaskan disini tenang aja aku gak akan baper!" Bisik Khansa dengan meyakinkan.


Erlan hanya menurutinya dan mulai melakukan dansa, hingga seisi ruangan dipenuhi dengan pasangan yang sedang berdansa.


"Zoya, tetaplah begini setiap saat!" Ujar Max.


"Pasti, Max!"


...----------------...


Tengah malam pukul 12.00 acara telah selesai dan tidak kelihatan paman Omar ataupun ayah Brees karena sebenarnya mereka diluar sedang bertarung mempertahankan acara tetap berjalan dengan lancar karena banyak sekali musuh yang sedang berkeliaran ingin mengambil kesempatan untuk menghancurkan Max.


Didalam kamar pengantin.


"Ayah kamu kenapa gak datang?" Tanya Zoya mencarikan baju ganti untuk Zoya.


"Mungkin diluar sedang banyak musuh, kamu tau aku adalah seorang Mafia bukannya mudah melangsungkan acara seperti ini dengan mewah tanpa banyak halangan!" Jelas Max.


"Ini pakaian nya!"


"Gak, aku mau gini aja!" Ujar Max menggoda.


"Tutup, Max aku maluuu!" Ujar Zoya menutup matanya.


"Seorang Zoya punya malu?" Ledek Max.


"Ya punya lah, awas ya!" Ujar Zoya mendekat dan berusaha memakaikan bajunya namun belum sempat max menahan tangannya diatas dan memeluk erat pinggang Zoya.


Lalu Max langsung melumatt bibir Zoya dengan sangat lembut dengan nafas yang berderu, Zoya kaget namun tidak bisa melakukan apa-apa karena tangannya ditahan diatas.


Lalu saat melihat Zoya seperti kehabisan nafas Max langsung melepaskan lumattan nya.


"Max, aku kan belum siap-siap kok main nyosor aja!" Gerutu Zoya.


"Ohh, jadi mau siap-siap untuk malam pertama?" Ledek Max.


"Bukan, bukan gitu maksudnya!" Ujar Zoya.


Belum sempat lagi Zoya menjelaskan langsung Max menyerang nya dan menarik paksa baju Zoya hingga terkoyak membuat Zoya kaget namun tidak tau mau berbuat apa selain mengikuti permainan Max. Setelah semua terkoyak dan jatuh dilantai tanpa menyisakan satu helai benang ditubuh indah milik Zoya dan langsung membawanya ke atas ranjang dan menindihnya namun Max masih menahan tubuh nya dengan tangannya.


Zoya yang sudah berada dibawah penjara Max hanya menatap dengan malu dan menutup matanya sedangkan Max langsung kembali melumatt bibirnya sebagai awal dari malam yang panas. Hingga tangan Max beralih ke bawah tempat sebuah bukit kembar sintal milik Zoya yang sangat menantang lalu meremass nya hingga membuat suara desahann dari mulut Zoya.


Max terus memainkan permainan nya dengan sangat lembut dan pelan-pelan membuat Zoya semakin mendesahh dengan kuat. Dan terus lah terjadi pergulatan malam yang panas.


Bersambung ....


Hai guys semoga suka dengan part ini yaa, maaf author baru bisa up lagi karena semalam masih harus sembuhin fisik dulu 🤗🙏


insyaallah hari ini double up yaa, jangan lupa dukungannya berupa Like, Komentar, Vote, Gift, dan juga Bintang 5 nya.


love you all❤️